Aku Bukan Wanita Murahan

Aku Bukan Wanita Murahan
Jamuan Makan Malam Keluarga


__ADS_3

Acara resepsi pernikahan pun telah selesai, satu per satu para tamu undangan telah meninggalkan acara pesta tersebut. Kini tinggallah keluarga besar Cruise yang akan ikut jamuan makan malam keluarga. Namun tak seperti biasanya, Nicholas Cruise terus saja menatap keluarganya satu per satu saat acara makan malam itu dimulai. Ia tidak fokus pada makanannya, pikirannya berkecamuk saat menatap keluarganya sendiri.


"Apakah mungkin salah satu diantara mereka yang melakukan ini. Aku masih tak bisa percaya jika memang ini benar. Mereka mengapa tega memisahkan Haena dengan kami. Ya Tuhan... aku harap ini perasaan aku dan istriku saja. Aku tak berharap semua yang kami pikirkan ini benar. Kak Ram... sejak awal tidak mempermasalahkan perusahaan dikelola olehku, ia bahkan tak pernah mau ikut campur dalam urusan perusahaan, aku rasa kak Ram tidak mungkin melakukan hal ini." pikir Nicholas.


Tatapannya beralih ke Nile Cruise.


"Nile... apakah kau yang melakukan ini? Tapi mana mungkin? Untuk apa? Aku bahkan memberikan jabatan untuk Gilbran sebagai direktur kedua. Aku juga tahu kau sangat menyayangi Haena."


Nicholas menatap Andreaz Cruise.


"Kau adikku yang paling tenang dan penurut. Selama ini kau sangat membantuku menangani perusahaan. Walaupun kau direktur ketiga, pekerjaanmu lebih baik dari Gilbran. Kau dan Aida tak pernah mengeluh kecuali karena kesulitan menangani putra kalian Roxy. Kalian juga tak mungkin melakukan kejahatan dengan memisahkan Haena dengan kami. Ya Tuhan... diantara keluargaku tidak ada satupun yang mungkin melakukan hal ini."


"Dad... Dad..." panggil Falera.


"Ah... ya..." jawab Nicholas membuyarkan lamunannya.


"Ya ampun, apa yang kau pikirkan? Sejak tadi kak Ram mengajakmu berbicara kau malah diam, kau bahkan tak menyentuh makananmu dad."


"Maaf mom... Kak Ram, sepertinya aku sangat lelah. Aku minta maaf malah melamun." ujar Nicholas.


Ramirez tersenyum. "Aku memakluminya, setelah ini segeralah pulang dan beristirahat. Kedua mempelai juga tentu ingin beristirahat."


Nicholas menganggukkan kepalanya.


"Apa daddy ingin ke rumah sakit untuk memeriksakan diri? Wajah daddy terlihat kurang baik." kata Zionel.


Nicholas menggeleng. "Daddy hanya perlu beristirahat, kau jangan berlebihan."


"Tapi yang dikatakan Zio benar kak, jika memang tidak sehat lebih baik ke rumah sakit." sahut Andreaz.


Mereka semua ikut menganggukkan kepala tanda setuju.


"Haisssss... kalian tak perlu khawatir. Aku benar benar lelah saja. Istriku benar benar hampir mengundang puluhan ribu tamu."


"Jangan berlebihan sayang, aku hanya menambah seribu saja." jawab Falera.


Sontak semuanya tertawa.

__ADS_1


"Nile... apa kau masih memikirkan masalah Cecil?" tanya Ramirez saat melihat adiknya terus terdiam tidak seperti biasanya.


"Ah... tidak kak." jawab Nile sambil menggelengkan kepalanya.


"Tidak kak Ram, kami sudah merelakan kepergian Cecil. Ini juga demi pendidikannya." sahut Gilbran.


"Itu baru pemikiran yang benar. Ini juga demi kebaikan Cecil sendiri. Selama ini ia hanya bisanya bersenang-senang saja. Kau juga Roxy, berubahlah sedikit. Jangan membuat mami dan papimu terus mengeluh." ujar Ramirez.


"Ck... kenapa aku juga yang jadi sasaran. Walaupun aku hanya bisa bermain, tapi aku tak akan sebodoh Cecil om." jawab Roxy.


"Cecil masih anak anak, ia hanya bodoh sesaat saja. Kau tak perlu menghina sepupumu seperti itu." ujar Nile kesal.


"Maaf kak Nile... Roxy salah bicara. Roxy, cepat minta maaf pada tantemu." pinta Aida.


"Tak perlu minta maaf." potong Zionel. "Apa yang dikatakan Roxy memang benar. Cecil sudah cukup dewasa untuk berpikir, ia melakukan hal ini karena memang bodoh." imbuhnya.


"Zio..." Stevani mulai menenangkan.


Nile bangun dari tempat duduknya karena marah.


"Nile... duduk..." perintah Ramirez.


"Kesalahan sedikit?" potong Zionel. "Cecil merencanakan pembunuhan tante pikir itu kesalahan sedikit." bentaknya.


"Ya Tuhan... hentikan..." pinta Nicholas. "Cukup Zio, bukankah kita sudah sepakat untuk menutup rapat masalah ini. Mengapa kau masih memperpanjangnya nak?"


"Karena putra kakak yang paling sempurna, baginya ia tak pernah melakukan kesalahan." ujar Nile seraya meninggalkan meja makan.


"Ma..." panggil Gilbran sambil mengejar istrinya.


Ramirez membanting sendoknya. "Ini jamuan makan malam keluarga sebagai bentuk kebahagiaan atas pernikahanmu Zio. Mengapa kau membahas masalah ini lagi? Kau merusak acaramu sendiri."


"Tante Nile sama sekali tidak merasa bersalah atas perbuatan putrinya yang manja itu. Ia terus saja membela Cecil yang jelas jelas melakukan kesalahan besar. Bagaimana ia bisa berpikir menghilangkan nyawa seseorang itu adalah kesalahan kecil om." jawab Zionel.


"Om tahu tantemu juga salah dalam mendidik Cecil. Tapi kita sudah sepakat untuk melupakan masalah ini Zio. Tantemu sedang bersedih karena harus berpisah dengan Cecil, kau malah..."


"Sudah pi. Kau tak bisa menyalahkan Zio juga." potong Ama istri Ramirez. "Jika aku jadi Zio pun mana mungkin bisa melepaskan masalah ini begitu mudah. Seharusnya Nile lebih berbesar hati." imbuhnya.

__ADS_1


Nicholas menghela nafasnya. "Biarkan Nile tenang dulu kak Ram. Bukannya aku ingin membela Zio, tapi Nile memang terlalu memanjakan Cecil. Kesalahan yang begitu besar saja ia anggap masalah ini tidak ada apa apanya. Aku hampir kehilangan nyawa putraku, apa ini bukan masalah besar baginya. Bagaimana jika ini terjadi pada Cecil yang tertusuk?"


"Daddy... sudah... memang tidak mudah bagi kita melupakan hal ini. Tapi kita sudah sepakat untuk melupakannya. Bagaimanapun kak Ram adalah kepala keluarga Cruise saat ini, apa yang ia lakukan adalah untuk ketenangan keluarga besar Cruise. Zio... mommy mohon tenangkan dirimu, kau membuat istrimu menjadi takut." ujar Falera.


Zionel menatap Stevani lalu menggenggam tangannya. "Maaf sayang, aku kembali emosi. Maaf merusak acara kita."


Stevani menggeleng. "Aku mengerti perasaanmu Zio. Aku tidak apa apa." jawabnya.


"Sudahlah... kesampingkan masalah ini. Zio, Stevani... Om minta maaf telah membuat kalian tidak nyaman. Lebih baik kita lanjutkan makan malam kita, biarkan om Gilbran menenangkan tante Nile. Jangan sampai acara kalian ini rusak." ujar Ramirez.


Mereka semua mengangguk dan akhirnya melanjutkan makan malam mereka kembali. Namun Nicholas kembali berpikir setelah melihat kejadian beberapa menit sebelumnya. Sikap Nile yang menganggap perbuatan pembunuhan adalah kesalahan kecil, membuat Nicholas memikirkan kemungkinan hilangnya Haena ada sangkut-pautnya dengan Nile.


"Dad... mengapa kau melamun lagi?" bisik Falera.


Nicholas tersenyum lalu menggeleng. "Lanjutkan makanmu sayang."


"Kita ke rumah sakit saja setelah ini agar aku lebih tenang." pinta Falera.


"Aku baik baik saja, hanya lelah dan banyak pikiran." jawab Nicholas.


"Kau masih memikirkan masalah Zio? Ini hari bahagia putra kita, jangan berpikir macam macam dad."


Nicholas mendekati telinga istrinya. "Aku sedang memikirkan Haena, sejak tadi aku sedang menilai seluruh keluargaku." bisiknya.


Falera terbelalak, ia menelan saliva nya karena melupakan kecurigaan itu. Nicholas menepuk pundak istrinya seraya tersenyum. Demi menghilangkan pikirannya, Falera pun berinisiatif sendiri.


Falera berdiri sambil mengangkat gelasnya. "Stevani... mommy minta maaf atas kekasaran mommy sebelumnya. Mommy sempat berpikiran sempit tentangmu. Selamat datang dalam keluarga Cruise, semoga kau bisa menjadi istri dan seorang ibu yang baik. Mommy bersulang untukmu."


Stevani berdiri lalu mengangkat gelasnya juga. "Terima kasih mommy telah menerimaku dalam keluarga ini, masalah sebelumnya sudah aku lupakan. Aku bersulang untuk mommy."


Keduanya menenggak minuman berisi jus jeruk.


"Kalian jangan egois, tentu kita harus bersulang bersama demi kebahagiaan keluarga Cruise." ujar Ramirez seraya berdiri.


Semuanya pun terkekeh lalu ikut berdiri, mereka semua mengangkat gelasnya masing masing lalu ikut bersulang atas pernikahan Zionel dan Stevani. Zionel mengecup pipi istrinya setelah menenggak minuman itu membuat Stevani merasa malu, namun semuanya justru tertawa melihat tingkah Zionel yang tidak sabaran.


*****

__ADS_1


Happy Reading All...


__ADS_2