
Alex sudah sampai di kontrakan Stevani, pria itu mengetuk pintu namun tak ada jawaban dari dalam. Rasa percaya diri yang ia miliki beberapa saat yang lalu tiba tiba menghilang seketika. Ia berpikiran yang bukan bukan tentang Stevani. Tanpa pikir panjang, ia pun segera mengambil ponselnya dan menghubungi Zionel.
"Ya Tuhan... tak bisakah kau membiarkan aku tidur Lex." bentak Zionel dari balik teleponnya.
"Maaf pak Zio, aku tidak bisa menemukan nona Stevani." jawab Alex.
"Hah? Menemukan? Apa maksudmu Lex? Apa kau sedang mencari sebuah barang?"
"Maksudku nona Stevani tidak ada di kontrakannya, mungkinkah wanita itu kabur dan mengurungkan niatnya untuk ikut kita?"
"Apa sarapanmu pagi ini tidak menutrisi otakmu Lex? Mana mungkin ia kabur sedangkan adiknya masih dalam perawatan di rumah sakit." omel Zionel. "Cari bu Yoyoh dan tanyakan keberadaan wanita itu." imbuhnya.
"Ah iya aku melupakan bu Yoyoh." ujar Alex sambil tertawa. "Selamat tidur lagi pak Zio."
"Selamat tidur kepalamu." bentak Zionel lalu menutup teleponnya.
Alex tertawa sendiri mendengar omelan kasar dari atasannya. Ia benar benar lupa soal bu Yoyoh hingga harus mengganggu atasannya lagi. Ia pun segera melangkahkan kakinya menuju rumah bu Yoyoh.
Sesampainya di depan rumah bu Yoyoh, Alex mengetuk pintu rumah itu. Beberapa menit kemudian, pintu pun terbuka. Seorang pria menatapnya penuh tanya.
"Cari siapa?" tanya pria itu.
"Ini rumah bu Yoyoh kan?" tanya Alex.
Pria itu menganggukkan kepalanya. "Aku anaknya, ada perlu apa?"
"Oh... bolehkah aku bertemu dengan bu Yoyoh? Aku Alex asisten Zionel Cruise, mungkin ibu anda sudah menceritakannya. Aku ingin menjemput nona Stevani tapi wanita itu..."
"Tentu saja tidak ada di rumah." potong pria itu. "Vani dengan ibu sedang ke sekolah Zaline." imbuhnya.
"Ah... seperti itu. Baiklah, aku akan menunggunya." jawab Alex.
"Jika ingin menunggu disini tidak apa apa, silahkan masuk."
Alex menggeleng. "Terima kasih, aku akan menunggu di depan kontrakan nona Stevani saja."
"Baiklah kalau begitu."
Alex berpamitan lalu kembali ke kontrakan Stevani lagi. Cukup lama pria itu menunggu kepulangan Stevani. Ia terus melihat jam tangannya. Ia berharap mereka semua tidak terlambat ke bandara. Setelah satu jam lebih ia menunggu akhirnya sosok yang ia tunggu muncul juga bersama bu Yoyoh.
Alex menghela nafas dengan lega lalu berdiri dari duduknya dan menyapa Stevani.
"Sudah berapa lama anda menunggu disini tuan Alex?" tanya Stevani.
"Nona Vani, anda jangan terlalu formal denganku. Anda bisa memanggilku Alex saja. Aku sudah menunggu sekitar dua jam disini." jawab Alex.
"Ya Tuhan... bukankah anda punya nomor ponselku. Seharusnya anda menghubungiku sebelum datang kemari. Aku tadi mengurus kepindahan sekolah Zaline." kata Stevani seraya membuka pintu kontrakannya.
"Masuklah tuan, ah... maksudku Alex." pinta Stevani.
"Ya Tuhan... aku lagi lagi lupa soal nomor ponsel nona Stevani. Ada apa dengan otakku ini? Apa aku kehilangan akal hari ini?" pikir Alex.
__ADS_1
"Lebih baik aku di luar saja nona."
"Tidak apa apa, kan ada bu Yoyoh."
"Benar tuan Alex, masuk saja. Ibu juga menemani kalian." sahut bu Yoyoh.
"Lihatlah... sekarang pria yang berbeda, tadi subuh sudah bersama pria lain. Ciiiih... wanita murahan."
Tiba tiba dua orang warga yang baru pulang dari pasar menghina Stevani lagi. Bu Yoyoh menatap mereka tajam.
"Heh... yang murahan itu mulut kalian. Kalau tidak tahu apa apa jangan bergosip." bentak bu Yoyoh.
"Sepertinya bu Yoyoh sekarang menerima setoran dari Vani, makanya selalu membelanya."
"Apa kau bilang...!!!" teriak bu Yoyoh seraya menggulung lengan bajunya ala ala ibu ibu yang siap menghajar lawannya.
Namun seketika Stevani menahan bu Yoyoh sambil menggelengkan kepalanya.
"Biarkan saja bu." pinta Stevani.
"Jika kalian menuduh atau memfitnah orang lain tanpa bukti dan melakukan perbuatan yang tidak menyenangkan, kalian bisa terkena pasal 310, 311, 317, 318, 335 KUHP yang mengatur hal itu... bla... bla... bla..."
Alex mulai mengatakan soal hukum dengan pasal panjang lebar membuat mereka semua tercengang mendengarnya.
"Dan hukuman penjara akan menanti kalian semua." ujar Alex di akhir pidatonya.
"Ciiiih... siapa yang memfitnah, yuk pergi saja."
"Terima kasih Lex." kata Stevani.
"Anda bisa melaporkan hal itu jika terus diganggu nona." tutur Alex.
"Tidak perlu, mereka hanya ibu ibu bergosip biasa saja. Ayo masuk..." ajak Stevani lagi.
Mereka pun akhirnya masuk ke dalam kontrakan. Isi ruangan itu benar benar kosong, Alex menatap beberapa koper dan tas besar disana. Ia menyunggingkan senyumnya karena yakin jika Stevani akan ikut mereka ke kota D.
"Maaf tidak ada tempat duduk." ujar Stevani seraya menggelar tikar seadanya.
"Tidak apa apa nona. Maaf kedatanganku kemari untuk..."
"Aku tahu, aku akan menandatanginya." potong Stevani.
Bu Yoyoh mengambil minum lalu memberikannya pada Alex. "Menandatangani apa neng?"
"Ah... ini bu surat kepindahan. Ya kan Lex?"
"Ah iya bu, nona Stevani kan mau pindah ke kota D jadi harus menandatangani beberapa berkas." jawab Alex.
"Oh seperti itu toh." kata bu Yoyoh.
"Maafkan aku bu, aku tak ingin ibu tahu soal kontrak nikah ini. Ibu akan khawatir jika tahu tentang kesepakatanku dengan Zionel." pikir Stevani.
__ADS_1
Stevani mengambil berkasnya lalu segera menandatanganinya membuat Alex terkejut.
"Nona... anda tidak membaca isi..."
"Tidak apa apa, aku percaya pada kalian." jawab Stevani seraya menyerahkan berkas itu pada Alex lagi.
Alex menghela nafasnya, ada beberapa syarat yang diajukan oleh Zionel namun wanita itu langsung menyetujuinya tanpa membaca terlebih dahulu. Ia harap Stevani tidak salah paham atas semuanya.
"Karena anda sudah setuju untuk ikut kami ke kota D, untuk mempermudah kita ke bandara, aku akan langsung membawa anda menemui pak Zio. Apa ini semua barang barangnya?" tanya Alex.
Stevani menganggukkan kepalanya. Alex beranjak dari duduknya lalu mengambil barang barang Stevani.
"Aku akan membawanya ke mobil. Anda bisa berpamitan disini." imbuh Alex.
"Terima kasih Lex." jawab Stevani lalu menatap bu Yoyoh.
Raut wajah bu Yoyoh berubah menjadi sedih. Stevani tersenyum lebar saat menatap wanita paruh baya itu. Namun saat mereka berpelukan, keduanya justru terisak. Stevani menangis dengan keras, begitu juga dengan bu Yoyoh.
"Ya Allah neng... kapan ibu ketemu neng lagi." kata bu Yoyoh disela tangisannya.
"Maafkan Vani bu, maaf... dan terima kasih atas segalanya." sahut Stevani sambil menangis.
"Ibu pasti akan merindukan neng Vani dan neng Zaline. Ibu pasti teringat neng selalu disini."
"Jika aku memiliki waktu, aku pasti akan kemari bu. Ya Tuhan... aku juga pasti akan merindukan bu Yoyoh."
Mereka terus menangis sambil saling memeluk. Keduanya tak menyangka akan berpisah, padahal sudah belasan tahun mereka bersama di kota X.
"Bu Yoyoh harus ingat jaga kesehatan selalu, suatu saat nanti aku ingin memiliki anak anak dan menyuruh mereka memanggil bu Yoyoh nenek saat datang kemari."
"Ya Allah neng... bu Yoyoh benar benar senang mendengarnya. Semoga saja umur bu Yoyoh masih panjang dan bisa melihat anak anak neng Vani, juga melihat neng Zaline sehat dan dewasa."
"Iya bu... itu pasti... kami janji tidak akan pernah melupakan bu Yoyoh. Kami janji akan terus menganggap bu Yoyoh sebagai ibu kami. Terima kasih bu, aku tak tahu lagi sebanyak apa aku harus berterima kasih pada bu Yoyoh."
"Jika neng menganggap bu Yoyoh ibu sendiri, tidak ada kata terima kasih neng."
Stevani melepaskan pelukannya, ia menghapus air mata bu Yoyoh dengan ibu jarinya.
"Jangan menangis lagi bu. Kita berpisah bukan untuk selamanya."
Keduanya saling bertatapan sambil menahan tangisan mereka. Tapi bu Yoyoh tak bisa menahannya, wanita paruh baya itu kembali memeluk Stevani dan kembali melepaskan tangisannya. Keduanya pun kembali menangis hingga air mata mereka berhenti dengan sendirinya.
Dan waktu perpisahan pun tiba, dengan berat hati Stevani benar benar meninggalkan bu Yoyoh tanpa menoleh lagi ke belakang.
"Selamat tinggal bu, selamat tinggal kota yang membesarkanku, selamat tinggal semua suka dan dukaku disini." pikir Stevani seraya melangkahkan kakinya dengan mantap menuju mobil Alex.
*****
Huaaaa... Author nangis di part ini...
Bagaimana dengan kalian?
__ADS_1
Happy Reading All...