Asiyah Akhir Zaman

Asiyah Akhir Zaman
Detak Hati


__ADS_3

Hari ini, adalah hari perencanaan program baru di dalam manajemen tempat Asiyah bekerja. Manajemen di sini memang sering berinovasi dengan program terbarunya, tujuannya hanya satu dan tidak pernah berubah, yaitu bagaimana caranya agar produk komunikasi yang dijual oleh perusahaan ini dapat laris di pasaran.


Sebagai salah satu karyawan yang aktif dan rajin di kantor ini, Asiyah dengan sigap menghadapi perencanaan pengadaan program baru ini. Apalagi ini kali pertama bagi Asiyah ikut serta mulai dari perencanaan program ini dimulai. Karena program sebelumnya hanya dapat diikuti oleh Asiyah ketika akan berakhir.


Seperti biasanya Asiyah mempersiapkan segala berkas administrasinya. Pekan lalu sudah diadakan rapat staf untuk membahas program baru ini. Tugas-tugas para staf pelaksana lapangan sudah dibagi dan ditetapkan. Lokasi pelaksanaan juga telah ditetapkan. Semua staf juga telah sepakat dan menyetujui seluruh tahapan demi tahapan yang akan dikerjakan ke depan. Semua telah diatur secara sistematis.


Program ini nantinya akan berjalan selama satu tahun, sebagai percobaan. Kalau dirasakan efektif dan memberikan keuntungan yang besar pada perusahaan, nantinya program ini akan diperpanjang. Agar tidak terlalu banyak menimbulkan kerugian pada modal awalnya jikalau program ini ternyata tidak efektif untuk perpanjangan.


Asiyah memberi dukungan penuh pada manajemennya dengan mempersiapkan segala kebutuhan administrasi dengan rapi dan secepat mungkin. Yaa.. Asiyah memang termasuk staf yang pantas untuk diberi acungan jempol. Cara kerjanya terbilang ligat.


 


Siang ini rencananya Asiyah bersama salah seorang staf administrasi di ruangannya pergi mengecek lokasi pengadaan promo program baru ini. Rima. Bersama temannya itu Asiyah akan melakukan survey lokasi.


Pihak perusahaan memang telah melakukan kerjasama di beberapa tempat hiburan seperti mal, restoran, dan lain sebagainya. Yaitu tempat-tempat yang selalu ramai dikunjungi orang-orang.


Pihak perusahaan tentunya akan mencari tempat-tempat strategis agar bisa menyampaikan program terbarunya kepada masyarakat secara langsung dengan berbagai penawaran yang menarik, seperti diskon biaya pemakaian, souvenir, dan lain sebagainya, yang tentunya dengan syarat dan ketentuan yang berlaku dari pihak perusahaan. Dengan dibantu oleh para staf freelance sebagai promotornya.


Lokasi pertama sudah selesai.


Lokasi ke dua juga sudah terlewati. Rasa lelah mulai datang. Berjalan ke sana ke mari membawa berkas dan peralatan di tangan mereka.


 


Akhirnya sampai juga Asiyah pada lokasi yang terakhir. Ini adalah lokasi ke tiga yang dikunjungi Asiyah bersama rekannya untuk menyelesaikan urusan administrasi kerjasama dengan pihak ke dua yang sebelumnya pihak perusahaan telah memberikan kesepakatan dalam beberapa hal kepada mereka, yang mana di sini mereka sekaligus sebagai pemilik tempat yang akan digunakan oleh pihak perusahaan komunikasi tempat Asiyah bekerja sebagai lokasi promo program dari manajemennya.


 

__ADS_1


Pukul 01.00 siang. Turun dari mobil perusahaan yang mengantarnya, Asiyah tampak lemas badannya. Belum sempat sholat dzuhur dan makan siang. Perjanjian dengan pemilik tempat di lokasi ke tiga ini adalah jam 01.00 siang ini. Padahal urusan administrasi di lokasi ke dua tadi baru saja selesai dua puluh menit yang lalu. Lelah sekali rasanya, subhanallah..


Alhamdulillahnya lokasi ke tiga ini tidak terlalu jauh dari lokasi ke dua tadi, jadi masih bisa terkejar tepat waktu.


Rencananya nanti Asiyah mau izin saja sebentar sama pemilik tempat ini untuk melaksanakan sholat dzuhur sebentar, kalau makan siang masih bisalah ditahan, atau nanti dipercepat saja pertemuan ini, jadi langsung ke pokok pertemuan saja biar urusan bisa cepat selesai dan Asiyah bisa segera melaksanakan sholat dzuhur dan makan siang bersama teman kantornya tadi, Rima.


Di dekat sini ada masjid, tadi di perjalanan Asiyah melihat ada masjid di pinggir jalan yang letaknya berderet dengan warung-warung makan, jadi selesai sholat nanti bisa langsung mampir ke warung makan itu untuk makan siang. In syaa Allah.. semoga semua urusan dilancarkan. Aamiin ya robbal’alamin.


 


Sudah lima menit Asiyah dan Rima duduk menunggu di ruangan pertemuan itu. Sang pemilik tempat belum juga muncul.


 


“Hhhhh...selamat siang.. maafkan saya terlambat, ada urusan mendadak tadi, maaf ya, jadi tidak enak saya..” pria itu tampak tergesa-gesa memasuki ruangan. Sambil merapikan pakaiannya dan meletakkan tas nya di atas meja. Membelakangi Asiyah.


 


 


Asiyah segera memberikan berkas yang harus ditandatangani segera oleh pria itu, membacanya singkat kemudian langsung mengulurkan berkas itu padanya. Seketika pria itu membalikkan badannya, Asiyah tersentak. Terdiam. Betapa terkejutnya Ia.


Pak Kani.. pria yang tampak panik tadi adalah Pak Kani. Berada di hadapannya. Persis.


 


Pak Kani tak kalah terkejut dengan sosok perempuan yang berada di hadapannya.

__ADS_1


Terduduk di kursinya. “Asiyaahh..” ucap Pak Kani, pelan.


 


Berdetak jantung hati Asiyah, degup.. degup.. degup.. ditatapnya Pak Kani. Diam. Asiyah gugup. Secepat mungkin Asiyah memberikan berkas itu pada Pak Kani ketika Ia tersadar dalam lamunannya.


Pak Kani segera menandatangani berkas itu dengan tatapan kosong, masih terkejut.


“Terima kasih Pak atas waktunya, kami permisi dulu,” Asiyah segera merapikan semua berkas tadi kedalam tasnya, kemudian pergi meninggalkan ruangan itu, secepat mungkin.


Di hadapan Rima, Asiyah bersikap seolah tidak terjadi apa-apa. Walau Rima sudah merasakan keanehan di antara Pak Kani dan Asiyah sejak tatapan mereka kali pertama tadi. Baru kali ini di hadapan Rima, Asiyah menunjukkan gelagat terburu-terburu tanpa basa-basi pada rekan kerja mereka. Nyaris dirasa tak sopan oleh Rima.


Segera, setelah pertemuan itu selesai, mereka pergi makan siang di warung makan dekat lokasi. Setelah sebelumnya menunaikan sholat dzuhur terlebih dahulu di masjid sekitaran lokasi.


Rima melihat kearah Asiyah. Tampaknya Rima masih memikirkan tentang kejadian saat pertemuan di lokasi ke tiga tadi. Seperti ada yang terjadi antara pria tadi dan Asiyah, pikirnya. Mungkin di masa lalu mereka? Rima bertanya-tanya di dalam hatinya. Penasaran dengan apa yang barusan dilihatnya.


"Oh ya Asiyah, sepertinya Aku pernah melihat pemilik lokasi ke tiga tadi, di mana ya?" tanya Rima, mencoba memancing pembicaraan pada Asiyah. Berpura-pura memasang wajah datarnya agar Asiyah tidak mencurigainya.


"Apa Kamu juga merasa seperti itu Asiyah? Apa Kamu pernah mengenalnya sebelumnya?" sambung Rima. Mencoba menembaki Asiyah dengan pertanyaan inti yang hendak diajukannya.


"Tidak Rima, Aku baru pertama kali ini bertemu dengannya," Asiyah mencoba menutupi peristiwa masa lalunya dengan Pak Kani.


"Maa syaa Allah, enak juga yaa makanan di warung kecil ini, wajar saja yaa Rim, pembelinya seramai ini," sambung Asiyah, mencoba mengalihkan pembicaraan pada Rima. Juga berpura-pura memasang wajah datarnya, sama halnya seperti yang Rima lakukan barusan padanya.


"Iya ya, Aku juga berpikiran yang sama tentang makanan di sini Asiyah, enak juga yaa," jawab Rima.


Asiyah menyibukkan jari jemarinya pada makanannya. Berupaya sebisa mungkin menutupi gelagat anehnya.

__ADS_1


Rima seketika melupakan rasa penasarannya tadi.


__ADS_2