
"Aliii.. lihaaatt nihh, Kakak nemuin sesuatu di ayunan taman depan rumah kita," ucap Aisyah, seraya sedikit berteriak memanggil Ali yang sedang bermain di dalam rumah.
Sore ini, Aisyah hendak bermain di teras depan rumah. Kebetulan memang di depan rumah mereka ada taman juga yang bisa dijadikan tempat bermain anak-anak.
Dari kejauhan saat baru keluar rumah, Aisyah melihat seperti sebuah boneka berbentuk seorang perempuan muslimah berhijab, boneka itu kecil, namun terlihat manis. Ayunan itu pun bergoyang, seakan boneka itu sedang bermain ayunan sendirian di sana.
Aisyah segera melihat keadaan di sana. Dilihatnya sekelilingnya. Tidak ada seorang pun di sana. Hati Aisyah seakan bertanya, 'Siapa yang meletakkan boneka ini di sini? Lalu siapa yang mengayunkan ayunan ini?'
Aisyah terdiam sejenak, berpikir. Dilihatnya boneka itu, pasat. Ada sebuah kalung yang menjuntai pada leher boneka itu. Kalung berbentuk hati. Aisyah menyentuhnya. Ternyata kalung itu bisa dibuka liontinnya. Seperti sebuah tempat penyimpanan foto kecil. Aisyah membukanya.
Maa syaa Allah.. ternyata ada foto Kak Asiyah di dalamnya. Foto Kak Asiyah begitu anggun dengan balutan hijab di kepalanya, juga dengan senyumannya yang begitu manis.
Ada tulisan juga pada foto itu. 'My First Love', Aisyah membacanya pelan. Berbisik lembut.
"Maksudnya apa yaa? Siapa pemilik boneka ini?" Aisyah masih merasa penasaran.
"Ya sudah lah, lebih baik Aku bawa masuk saja dulu boneka cantik ini," Aisyah memeluk boneka kecil itu di dadanya.
Setelah berteriak-teriak memanggil nama Ali dari depan rumah.
Dari dalam rumah. Ali clingak-clinguk menoleh mencari arah suara Aisyah.
"Hahh, suara Kak Aisyah," ucap Ali, pelan. Kemudian berlarian menuju depan rumah.
Hhooss.. hhooss.. hhooss.. Ali ngos-ngosan, tersengal hebat nafasnya. "Nemuin apa sih Kak?" memegang lututnya, seraya membungkuk. Mengadahkan kepalanya menatap Kak Aisyah. Lelah sekali nampaknya berlari jarak dekat tadi. Maklumlah tubuh Ali semakin hari tak ada menyusutnya, malah semakin gemuk saja.
"Kamu tidak lihat apa? Kakak sedang menggendong boneka cantik, tadi Kakak nemuin ini di ayunan taman depan rumah," jelas Aisyah.
"Waahh, maa syaa Allah.. cantik sekali boneka ini yaa Kak," Ali kagum pada kecantikan boneka muslimah ini.
Segera direbutnya dari pelukan Aisyah.
Jjrreeebbbb.. Ali seketika memeluknya erat.
__ADS_1
"Astaghfirullah Aliiii.. nanti boneka cantiknya rusak kalau digituin, pelan-pelan doonngg, Kamu kan bisa pinjam baik-baik sama Kakak," Aisyah kesal karena Ali telah merampas boneka cantik itu dari genggamannya dengan sangat kasar.
"Heheheee.. iya iya, maaf maaf Kak, Ali tidak sengaja," Ali menyeringai.
"Hhhhh Kamu tuh selalu saja bikin ulah, untung saja tuh bonekanya tidak robek," ucap Aisyah masih dengan nada ketusnya.
"Ali, coba lihat deh kalung yang ada pada boneka itu," ucap Asiyah.
"Eehh iya, lucu yaa Kak kalungnya bergambar hati," jawab Ali.
"Bukaannn, bukan itu maksud Kakak, coba Kamu buka liontinnya yang berbentuk hati itu," perintah Aisyah lagi.
"Waahh, maa syaa Allah ada foto Kak Asiyah di sini Kak, dan ada tulisannya lagi, 'My First Love'," jawab Ali dengan rasa kagetnya. Mata Ali melotot memandangi keindahan foto Kak Asiyah yang tertempel di sana, apalagi ada tulisan seperti itu. Yaa Ali dan Aisyah memang belum memahami makna dari tulisan itu, mereka hanya mengerti saja arti dari setiap kata-katanya.
"Apa boneka ini adalah milik Kak Asiyah ya Ali?" tanya Aisyah pada Ali.
"Kita tanya saja langsung pada Kak Asiyah, bagaimana Kak? Biar kita tahu boneka milik siapa ini?" jelas Ali dengan gayanya yang tumben saja terlihat dewasa kali ini.
"Yaa sudah, ayo Ali kita bawa masuk boneka ini," ucap Aisyah.
"Kalian mau ke mana? Boneka siapa itu?" tanya Umi pada dua anak kembarnya itu saat mereka baru saja akan menaiki anak tangga. Kebetulan Umi melihat mereka, berjalan di dekat mereka berdua.
"Ini Umi, Aisyah dan Ali mau ke kamarnya Kak Asiyah, mau menanyakan tentang boneka ini sama Kak Asiyah," jelas Aisyah pada Umi. Yang seketika menoleh pada Umi saat di tegur tadi.
"Memangnya ada apa dengan boneka cantik itu Nak?" tanya Umi lagi. Heran.
"Ini Umi, tadi Aisyah menemukan boneka ini sedang berayun sendirian di ayunan taman depan rumah kita, terus pas Aisyah periksa ada foto Kak Asiyah di dalam liontin kalung yang dipakainya ini," jelas Aisyah.
"Mana, coba Umu lihat dulu Nak," Umi menghampiri Aisyah. Memeriksa boneka kecil itu. Dibukanya liontin kalung itu.
"Maa syaa Allah.. 'My First Love'," Umi membaca tulisan itu, pelan.
"Apa Aisyah tidak melihat seorang pun tadi saat boneka ini berayun di ayunan depan rumah kita tadi Nak?" tanya Umi. Penasaran.
__ADS_1
"Tidak Umi," jawab Aisyah.
"Ini Aisyah mau nanyain sama Kak Asiyah, mana tahu kan, Kak Asiyah tahu mengenai boneka ini Umi," jelas Aisyah.
"Atau mungkin, bisa jadi boneka ini milik Kak Asiyah, terus Kak Asiyah tadi yang mengayunkannya diam-diam, terus Kak Asiyah berlari secepat mungkin, bersembunyi di kamarnya, heheheeee.." jelas Ali dengan candanya di tengah keseriusan pembicaraan antara Umi dan Kak Aisyah.
"Hhhhh.. Aliii, waktunya tidak tepat loh untuk bercanda sama candaan garing Kamu itu," ketus Aisyah dengan kesalnya. Dengan tarikan nafasnya yang agak dalam.
"Ya sudah Nak, pergilah sana, kalian tanya langsung sama Kak Asiyah yaa," ucap Umi. Masih memendam rasa penasarannya. Pura-pura biasa.
Aisyah dan Ali tak buang waktu. Mereka menghampiri Kak Asiyah. Yaa bagi mereka pun hal ini sangat lah penting untuk dipertanyakan kepada Kak Asiyah. Soalnya kata Aisyah bonekanya cantik sihh. Juga kata Ali boneka itu datang dengan cara yang misterius sekali.
"Wa'alaykumussalah, iyaaaa.. masuk sayang, nggak dikunci kok pintu kamarnya," ucap Asiyah sore itu.
Aisyah dan Ali segera masuk.
"Waahh, maa syaa Allah, cantik sekali bonekanya dek, muslimah yaa bonekanya, baru beli kayaknya yaa, Kakak baru lihat bonekanya," spontan saja Asiyah mengomentari seketika melihat boneka yang dipeluk erat oleh Aisyah di dadanya.
"Hhhmmm, justru itu Kak, Aisyah mau tanya, apa boneka ini milik Kakak?" ucap Aisyah, heran dengan raut wajah bingungnya. Alisnya terangkat naik. Dan matanya tampak penuh harap atas jawaban Kak Asiyah. Yaa semoga saja ini benar, bonekanya milik Kak Asiyah, jadi Aisyah bisa meminjamnya untuk dimainkan.
"Lohh, bukan sayang, Kok Aisyah bisa nanya seperti itu? Kakak baru lihat loh, malahan Kakak kira tadi, kalian habis beli mainan baru," jawab Asiyah.
"Terus, boneka itu milik siapa ya? Memangnya Asiyah mendapatkan boneka itu dari mana?" tanya Asiyah lagi.
"Asiyah mendapatkan boneka ini di ayunan taman depan rumah kita Kak," ucap Aisyah. Pelan. Mulai merasa ketakutan.
"Terus.." tanya Asiyah. Heran. Menatap wajah Aisyah yang duduk di hadapannya di atas kasur tempat tidurnya. Sementara Ali juga duduk di sebelah Aisyah. Memperhatikan pembicaraan mereka.
"Terus, yaa tadi bonekanya sedang berayun sendirian di ayunan taman, Aisyah tidak melihat siapa-siapa di sekitar sana Kak," sambung Aisyah lagi.
"Teruss.." tanya Asiyah lagi.
"Teruusss, pas Aisyah periksa, ada foto Kakak di dalam liontin kalung boneka ini, ada tulisannya juga 'My First Love'," jelas Aisyah lagi.
__ADS_1
"Maa syaa Allah, mana coba Kakak lihat bonekanya?" Asiyah mengambil boneka itu dari tangan Aisyah. Memeriksanya.
Apa maksud dari boneka yang bertuliskan kata-kata romantis ini? Dan siapa yang menaruh boneka ini di ayunan taman? Tentu bukanlah orang jauh. Jika orang yang meletakkan boneka ini adalah orang asing, tentu petugas keamanan di depan rumah sudah melapor. Pikir Asiyah berputar-putar dalam bingungnya, mencoba memecahkan teka-teki ini.