Asiyah Akhir Zaman

Asiyah Akhir Zaman
Rumah Pak RT


__ADS_3

"Assalamu'alaykum," Asiyah dan Umi masih dibuat takjub dengan kampung ini. Suasananya yang menentramkan, aturannya yang bijak, warganya yang terbuka dan santun. Semuanya berpadu, hingga membuat siapapun pendatang yang masuk merasa terkungkung jiwanya di dalam sebuah kotak imajinasi yang indah secara otomatis tanpa paksaan.


Beberapa kali mengucapkan salam, di 1depan rumah Pak RT.


Iiuuunngggg.. iiiuuunngg.. Bunyi suara pintu kayu itu. Pintu rumah Pak RT dibuka.


"Wa'alaykumussalam, siapa?" tanya seorang ibu-ibu paruh baya keluar dari rumah itu, membukakan pintu. Dengan senyuman ramahnya.


"Maaf Bu mengganggu, Kami sedang mencari Pak RT, Pak RTnya ada?" ucap Asiyah.


"Ooh iya, sebentar, Saya panggilkan suami Saya dulu yaa," ucap Ibu itu dengan santunnya.


"Ooh Ibu istrinya?" tanya Asiyah dengan senyumnya.


"Iya, sebentar yaa, Bu, Mbak, Saya panggilkan suami Saya dulu," jelas istri Pak RT. Kembali masuk ke rumahnya.


Asiyah dan Umi masih menunggu di depan pintu.


Beberapa menit berlalu, keluar seorang bapak-bapak melalui pintu yang sama tadi.


"Maaf menunggu lama yaa, Saya habis benerin kandang ayam di belakang rumah," jelas Bapak itu, yang ucapannya mengisyaratkan bahwa Dia lah lelaki yang Asiyah dan Umi tunggu sedari tadi. Pak RT.


"Nggak apa-apa Pak RT, Kami juga sedang tidak buru-buru kok," jawab Asiyah, seketika melihat Pak RT keluar melalui pintu.


"Iya iya, ayookk silahkan masuk," Pak RT mempersilahkan Asiyah dan Umi untuk masuk ke rumah mereka.


"Silahkan duduk, Bu, Mbak," ucap Pak RT lagi dengan isyarat tangannya, mempersilahkan mereka lagi.


"Iya Pak, terima kasih," ucap Asiyah dan Umi, sungkan.


Kini mereka duduk di sofa kayu sederhana, di ruang tamu kecil milik Pak RT. Sementara Bu RT pergi ke dapur menyiapkan minuman untuk mereka.


"Jadi gimana Mbak, ada yang bisa Saya bantu?" tanya Pak RT.

__ADS_1


"Iya Pak, jadi begini, kedatangan kami ke sini, memang membutuhkan bantuan Bapak, untuk mendapatkan tiga orang asisten rumah tangga yang nantinya akan ditempatkan di rumah kami, lebih tepatnya asisten rumah tangga yang mau tinggal nginap di rumah kami, begitu Pak," jelas Asiyah.


"Ooh iya, ada Mbak, sebentar Saya ambilkan data pencari kerja yang sudah mendaftarkan diri kemari yaa Mbak," Pak RT masuk ke dalam sebuah ruangan.


"Nah, ini ada beberapa yang belum mendapatkan pekerjaan Mbak, di sana juga tertulis, keterampilan apa yang bisa mereka lakukan, silahkan dilihat saja," ucap Pak RT menyodorkan sebuah buku agenda kecil berisi catatan, seketika keluar dari ruangan tadi.


Asiyah menyambut buku itu. Mulai teliti membacanya bersama Umi.


"Sebenarnya, sistem seperti ini, pada awalnya kami atur secara kekeluargaan saja Mbak, untuk membantu warga, mempermudah mereka mendapatkan pekerjaan, yaa setelah bertahun-tahun ternyata sistem seperti ini menjadi terkenal di kampung kami maupun di luar kampung ini, pendatang dari luar terus berdatangan meminta bantuan dari warga kami untuk bekerja pada mereka," jelas Pak RT.


"Termasuk kami ini ya Pak," jawab Umi, di tengah sibuknya mereka memilih warga yang akan bekerja pada mereka nanti.


"Hhmmm hhehee, ya begitulah Bu, sejak saat itu, kami mulai membekali warga kami dengan adab dan etika serta kejujuran, juga keterampilan, agar ketika mereka dilepas bekerja, mereka bisa menjaga nama baik kampung ini."


"Seperti yang Ibu lihat sendiri, keadaan kampung kami adalah kampung miskin dengan tempat tinggal yang dibuat seadanya, namun kami tetap menjunjung tinggi adab serta kebersihannya, sehingga tidak tampak kumuh," sambung Pak RT.


"Iya Pak, makanya kami datang ke sini," ucap Umi, karena kami percaya pada warga sini Pak.


Umi mengedipkan matanya pada Asiyah. Menganggukkan kepalanya.


"Hmmm Pak, yang ini saja," ucap Asiyah pada Pak RT," sambil menunjukkan ujung jarinya satu persatu pada warga pilihannya.


Minuman datang dibawakan oleh Bu RT.


"Silahkan diminum dulu Bu, Mbak," ucap Bu RT dengan senyuman ramahnya.


"Aduh terima kasih banyak Bu, jadi repot," ucap Umi.


Bu RT duduk di sebelah Pak RT. Menemani.


Pak RT menyambut buku catatan itu. Mulai mencatat tiga orang asisten rumah tangga pilihan Asiyah dan Umi tadi.


Asiyah dan Umi menikmati minuman teh hangat buatan Bu RT tadi.

__ADS_1


"Baik Bu, nanti Saya kumpulkan dulu mereka di sini, Saya arahkan terlebih dahulu, nanti bisa mereka saja langsung ke rumah Ibu yaa, karena memang mereka yang sudah mendaftarkan diri di sini adalah mereka yang sudah siap bekerja, jadi Ibu dan Mbak nggak usah repot lagi," jelas Pak RT.


"Baik Pak, kami percaya," jawab Asiyah.


"Kalau begitu Saya boleh minta nomor telepon yang bisa dihubungi beserta alamat rumah yang nantinya akan mereka datangi Bu?" tanya Pak RT lagi.


"Ohh iya boleh Pak, 08.............. rumah kami di jl. .........," jelas Asiyah.


"Yakk, sudah Saya simpan, untuk ke depannya nanti Saya hubungi via telepon saja yaa Bu," jelas Pak RT.


"Silahkan diminum lagi tehnya, cuma itu yang ada di rumah sederhana kami ini Bu," ucap Pak RT.


Asiyah dan Umi menghabiskan minuman mereka.


"Kalau begitu kami pamit dulu yaa Pak, hhmmm.. kalau bisa secepatnya kami tunggu yaa Pak kabarnya, soalnya rabu malam pekan depan, rencananya tiga orang asisten rumah tangga kami, akan kami kumpulkan untuk breafing bersama asisten pribadi Saya yang lainnya," jelas Asiyah.


"Iya in syaa Allah Mbak, akan kami urus segera," ucap Pak RT.


Asiyah dan Umi berdiri dari tempat duduknya. Disusul Pak RT dan Bu RT yang mengantarkan mereka sampai ke depan pintu rumah.


Sesampainya di depan pintu rumah, Asiyah dan Umi mengisyaratkan kedua telapak tangan mereka masing-masing sebagai ucapan salam pada Pak RT. Lalu bersalaman dengan Bu RT. Asiyah melakukan salam tempel pada Bu RT. Selembar amplop berisi uang, sebagai tanda terima kasih mereka pada keluarga Pak RT yang sudah mau membantu mereka.


"Loh apa ini Mbak?" tanya Bu RT yang kaget mendapatkan salam tempel dari Asiyah.


"Nggak ada apa-apa Bu, nggak seberapa kok, terima kasih banyak sudah mau membantu kami yaa, kami pamit dulu, assalamu'alaykum," ucap Asiyah.


"Assalamu'alaykum, Pak, Bu," sambung Umi dengan senyumannya.


"Wa'alaykumussalam," ucap Pak RT dan Bu RT juga dengan keramahan mereka.


Lusa setelah hari ini pun tiba. Kabar dari Pak RT telah sampai. Tiga orang calon asisten rumah tangga untuk bekerja dirumah Asiyah pun telah siap untuk melaksanakan tugasnya. Undangan breafing Rabu malam pun juga telah disampaikan oleh Pak RT kepada tiga orang warganya itu.


Rencana akan berjalan dengan lancar sampai hari yang telah ditentukan. In syaa Allah.

__ADS_1


__ADS_2