
Bukan hisapan jempol belaka.
Ternyata apa yang dijanjikan oleh Pak Sendi waktu itu benar-benar menjadi kenyataan.
"Okee.. kita istirahat dulu yaa," Pak sutradara memberikan perintah pada seluruh kru film siang itu.
Hari ini kegiatan produksi film memang dipercepat, hanya sampai siang hari saja, karena malam harinya akan ada sesi pemotretan untuk Asiyah. Untuk cover promosi film yang akan dipajang di bioskop.
"Asiyah, Kamu bersiap yaa untuk sesi pemotretan nanti malam," sambungnya memberikan perintah.
"In syaa Allah, siap laksanakan Pak," ucap Asiyah sigap dengan candaan ucapannya yang seperti seorang polisi itu.
Asiyah memang salah satu aktris yang supel, Asiyah juga mudah sekali berbaur dan bercanda dengan sesama kru. Bahkan Asiyah terbilang royal pada mereka. Makannya Asiyah adalah makannya mereka juga. Sehingga laparnya mereka, Asiyah tak mau mendengarnya. Asiyah akan memberikan makan untuk mereka.
Begitu banyak yang menyukai Asiyah karena akhlaknya yang begitu baik. Asiyah telah menganggap mereka semua adalah keluarga. Asiyah telah menerapkan prinsip itu.
"Eehh enak yaa, kalau kita ketemunya bekerja sama aktris kayak Mbak Asiyah ini, suasana suntuk dan capek saat bekerja sedikit berkurang rasanya," ucap salah satu kru pada kru yang lainnya saat istirahat makan malam.
"Enak kali yaa, kalau tiap hari bisa makan enak kayak gini terus, sudah kayak restoran bintang 7 aja kita di sini, menunya gonta ganti dan lumayan mahal pulak," jawab salah satu kru yang lainnya.
Begitulah Asiyah di mata para kru film. Begitu ditunggu sosok aktris seperti dirinya.
Media elektronik maupun media surat kabar dipenuhi dengan wajah-wajah cantik Asiyah.
"Maa syaa Allah, gak nyangka yaa, begini cara Allah mengangkat derajat manusia di mata manusia lain."
__ADS_1
"Iya, setelah terbukti tidak bersalah, justru Asiyah malah kebanjiran rezeki."
"Mungkin memang sudah saatnya dunia Asiyah kembali seperti Ia masih menjadi anak orang kaya dulu ya, walaupun harus bersusah payah dulu sebelumnya."
"Benar-benar, Allah memang adil yaa, gak ada kesenangan yang didapat dengan kemudahan."
"Salut Saya Bu, Asiyah ini aktris baru yang membuat Saya kagum dengan kecantikannya, dengan agamanya, adabnya, akhlaknya, sempurna sekali yaa, maa syaa Allah.."
"Ingin sekali rasanya Saya bertemu dengannya Bu."
Dan begitu pula lah seorang bintang berhijab bernama Asiyah dikenal oleh para penikmat karya-karya film yang dibintangi olehnya.
Kini hampir separuh hidupnya dihabiskan di lokasi pemotretan dan di lokasi shooting sinetron film-film religi. Tawaran iklan juga tak kalah datang menghampirinya.
Pundi-pundi uang mengalir dengan deras. Rezekinya semakin mudah tat kala Asiyah menjadi salah satu bintang yang pandai bersedekah. Seringkali wartawan menangkap dan mengambil gambar Asiyah disaat Ia sedang bersedekah secara sembunyi-sembunyi di kediamannya tanpa mengundang wartawan. Bahkan setelah diselidiki lebih jauh oleh para awak media, ternyata Asiyah juga telah menjadi donatur tetap bagi banyak yayasan kemanusiaan.
"Sama-sama Asiyah, itu sudah menjadi tugas Saya untuk membantu, karena semasa hidup Bapak dulu, waktu saya masih bekerja dengannya, Beliau begitu baik pada Saya dan keluarga Saya, memang sudah jalannya dari Allah agar kita bisa saling membantu dan melengkapi seperti ini," jelas Pak Subroto.
"Sekali lagi Saya pun juga sangat berterima kasih banyak kepada Bapak dan keluarga Bapak," sambung Umi.
"Tidak apa-apa Bu, Kami sekeluarga pun ikhlas melakukannya," sambung istrinya Pak Subroto.
Hutang budi itu begitu terasa oleh keluarga Asiyah pada Pak Subroto beserta istrinya. Kebaikan mereka sungguh tulus tanpa pamrih. Pak Subroto begitu banyak membantu keluarga Asiyah. Dengan ikhlas dan sabar Pak Subroto merangkul keluarga Asiyah.
Siang ini suasana terasa sangat indah antar keluarga ini. Di ruang tamu itu mereka tak hentinya tertawa. Hubungan dekat mereka terjalin begitu saja. Berawal dari tolong menolong antar keduanya.
__ADS_1
Alhamdulillah.. hutang dengan Pak Subroto kini sudah dibayarkan lunas, bahkan Asiyah juga memberikan bonus pada Pak Subroto sebagai tanda kasih sayangnya. Umi juga membawakan kerupuk dan keripik dagangannya sebagai oleh-oleh untuk Pak Subroto.
Kini usaha kerupuk dan keripik milik Umi sudah semakin besar. Dengan tambahan modal dari Asiyah, kini Umi sudah mempunyai kiosnya sendiri dengan dibantu beberapa karyawan yang membantu mengantarkan dagangannya kepada pelanggan jika ada yang membelinya via online.
Tempat biasa Umi menaruh kerupuk dan keripiknya seperti di warung-warung masih tetap berjalan, malahan semakin luas jangkauannya dengan bantuan karyawan.
Asiyah dan Umi beserta adik-adiknya kini sudah pindah ke rumah baru yang lebih besar.
"Alhamdulillah yaa Umi, rezeki kita untuk tinggal di rumah seperti pemberian Abi dulu kembali lagi pada kita, walaupun jalannya penuh lika-liku tapi akhirnya Allah menjawab semua do'a-do'a kita," ucap Asiyah saat duduk berdua dengan Umi, ngobrol di depan TV mewahnya. Sementara Aisyah dan Ali sedang belajar di kamar mereka masing-masing malam ini.
"Iya Nak, tidak sia-sia apa yang sudah kita lewati selama ini," ucap Umi.
"Maafkan Umi yaa Nak, Kamu satu-satunya harapan Umi saat ini, Kamu harus bekerja keras untuk keluarga kita," sambung Umi. Memeluk Asiyah. Asiyah pun membalas pelukan Umi. Umi meneteskan air matanya.
Umi juga membuka usaha baru, dengan modal yang cukup dari Asiyah tentunya. Kali ini Umi mencoba membuka butik pakaian muslimah. Cukup besar butiknya. Tapi Umi menjual pakaiannya dengan harga yang terjangkau namun dengan kualitas yang oke. Sekalian dakwah kata Umi, mengajak perempuan-perempuan muslim untuk berpakaian syar'i.
Dengan harga terjangkau dan kualitas yang bagus, Umi yakin akan banyak perempuan-perempuan muslimah yang semangat untuk mengenakan hijab syar'i.
Bahkan, sudah banyak ibu-ibu bahkan anak muda muslimah yang menjadi reseller di butik Umi. Usaha Umi berkembang pesat juga berkat bantuan Asiyah yang pernah berpengalaman dalam membuka online shop, yaa Umi juga menjual pakaian muslimah sekaligus mempromosikannya melalui media internet. Alhamdulillah.
Sementara Ali dan Aisyah juga sudah dipindahkan ke sekolah yang lebih bagus. Biaya sekolahnya lumayan mahal. Kata Asiyah ini rezeki adik kembarnya untuk kembali bersekolah di tempat elite seperti dulu.
Asiyah juga tak lagi menggunakan motornya jika ingin pergi ke mana-mana. Asiyah telah membeli tiga unit mobil untuk dipakainya kerja dan untuk keperluan Umi. Juga beberapa motor untuk digunakan oleh orang-orang yang bekerja dengannya dan dengan Umi jika ada keperluan.
Alhamdulillah..
__ADS_1
Bintang berhijab yang bernama Asiyah kini benar-benar bersinar. Asiyah terkenal sebagai bintang yang santun. Tidak semua tawaran diambilnya. Asiyah begitu selektif dalam memilih setiap tawaran pekerjaan yang datang padanya.
Asiyah tidak mau mengambil adegan bersentuhan dengan yang bukan mahramnya ataupun hal-hal yang menjadikan Ia sebagai publik figur yang mengajak pada kemaksiatan. Asiyah takut nantinya akan menjadi dosa jariyah di akhirat nanti untuknya.