Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Kehidupan Baru Safira


__ADS_3

Seminggu kemudian, Hari baru untuk Safira karena hari ini ia di terima bekerja sebagai Seorang Guru di Sekolahan dasar di Kota X tersebut.


Bukan hanya hari baru, melainkan hidup baru dan penampilan baru untuk nya. Karena kini ia sudah bertekad bulat untuk berhijab dan menutup Auratnya.


Namun seperti pagi ini, pagi-pagi ia sudah mendapatkan cobaan dari Tuhan.


Bagaimana tidak, ia harus berurusan dengan seorang Pria dingin yang menyebalkan.


"Maaf.. Tolong maafkan saya, saya tidak sengaja," ucap Safira sambil membersihkan kemeja putih seseorang yang terkena tumpahan teh manis yang ia bawa.


"Kamu punya mata kan? Mata kamu sehat?" tanya Pria itu.


"Sekali lagi Saya minta maaf. Sungguh Saya tidak sengaja," ucap Safira lagi dengan takut. "Saya sedang terburu-buru." sambungnya.


"Sekarang kamu harus tanggung jawab dan ganti rugi, Saya gak mau tahu! Kamu harus cuci baju Saya dan lansung kering!" kata Pria itu penuh dengan penekanan.


"Saya akan tanggung jawab Pak. Tapi enggak sekarang, saya sudah telat. Dan ini hari pertama saya mengajar," kata Safira dengan wajah memelas.


"Shit.. Kamu fikir hanya kamu yang terburu-buru? Saya juga sedang terburu-buru. Saya ada temu penting dengan Client pagi ini!" ucap Pria itu dengan nada dingin nya.


"Kalau begitu! Ini nomer telpon Saya, nanti hubungin Saya. Saya akan tanggung jawab, tapi setelah pulang kerja nanti!" Safira memberikan secarik kertas yang berisikan nomer telpon nya kepada Pria tampan namun dingin itu. Setelah nya. Ia berlari meninggalkan Pria yang sedang kesal itu.


"Nanti telpon saja ya Pak.. Saya pasti tanggung jawab.." teriak Safira dari kejauhan.


"Dasar Wanita aneh.." gerutu Pria itu. Setelahnya, Pria itu segera mencari Taxi dan pergi meninggalkan Mobil nya yang mogok.


***


"Maafkan Saya.. Saya telat Pak," ucap Safira pada Sang Kepala Sekolah.


"Dari mana saja Ibu Syakila? Jam 08:14 baru tiba?" tanya sang Kepala Sekolah.


"Tadi Saya mendapatkan Musibah saat si Jalan Pak." jawab Safira.


"Ya sudah.. Kali ini saya memaklumi karena hari pertama kamu mengajar, lain kali tolong jangan di ulangi," kata Sang Kepala Sekolah.


Setelah itu, Safira di antarkan Kepala Sekolah menuju Ruangan Kelas 4 Tempat ia mengajar hari ini.


Sedangkan di Depan Perusahaan Diwangkara GRUP Seorang Pria yang menenteng Tas di tangannya Mememasuki Lobi Perusahaan itu dengan tergesa.


"Dari mana saja?" Tanya sang Bos kepada nya.

__ADS_1


"Maafkan Saya Tuan. Mobil saya mogok dan Saya mendapatkan kesialan Pagi ini." timbal Pria itu yang tak lain adalah Asisten Vino.


"Huh.." desah sang Bos yang tak lain adalah Briyan sambil mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Ya sudah.. Minum lah dulu, setelah itu kita pergi Ke Lokasi C dekat dengan Sekolahan Dasar X," sambung Briyan.


"Baik Tuan!" timbal Asisten Vino dengan cepat. Setelah itu ia kembali ke Ruangan nya.


"Untung saja.." lega Asisten Vino.


Tak lama kemudian, Asisten Vino kembali. Namun lagi-lagi ia harus di marahi oleh Briyan.


"Tidak bisa kah ganti dulu pakaian Mu?" tanya Briyan dengan nada kesal.


"Maaf Tuan, bukankah tadi Tuan memerintahkan Saya minum setelah minum Kita harus berangkat Ke Lokasi?" tanya Asisten Vino dengan wajah dingin nya.


"Ya Tuhan.. Vino! Kenapa kamu jadi bodoh kayak gini sih!" omel Briyan. "Seperti nya Otak Mu mulai geser!" sambung Briyan.


"Jadi Saya harus bagaimana Tuan?" tanya Asisten Vino lagi.


"Terserah Mu saja.. Kalau tidak, aku pergi sendiri saja," ucap Briyan. "Biasanya kamu adalah manusia yang paling bijak dan pintar. Kenapa sekarang terkesan menjadi manusia paling bodoh?" tambah Briyan.


"Tolong jangan salahkan Saya Tuan! Salahkan saja Autor yang membuat cerita ini, kenapa dia membuat saya dengan dua karakter yang berbeda?" kata Asisten Vino panjang lebar.


Setelah itu, Asisten Vino kembali ke Ruangannya untuk berganti pakaian. Tak lama kemudian, ia kembali ke Ruangan Bos nya sambil meneteng sebuah Paper Bag berwarna Coklat.


"Oh.. Ini Baju kotor saya tadi Tuan. Siapa tahu saya bertemu lagi dengan Wanita yang menumpahkan teh tadi pagi." timbal Asisten Vino.


Tanpa BA BI BU lagi, Briyan segera berjalan mendahului Asisten Vino walaupun dengan bantuan tongkat di kaki kirinya.


Tak terasa jam sudah menujukan pukul satu siang. Itu tanda nya sudah lewat jam makan Siang.


Sudah waktu nya Anak Sekolah Dasar untuk pulang dari kegiatan Belajar Mereka.


Safira yang merasa lapar, sebelum pulang ia memutuskan untuk mengisi perutnya terlebih dahulu di Sebuah Restoran sederhana yang tak jauh dari Sekolahan Tempat nya mengajar.


"Uang ku masih cukup.. Kalau begitu, aku mampir makan dulu di ujung sana," ucap nya sambil memasukan kembali Dompetnya kedalam tas yang ia bawa.


Ia pun segera menuju Restoran sederhana yang berada di ujung Sekolahan itu. Dan tanpa toleh kiri kanan, ia segera memesan nasi beserta lauk pauk nya.


Di tengah-tengah makanya, tiba-tiba saja ia di kejutkan dengan teriakan Seseorang.


"Hey.. Gadis tidak punya sopan santun! Ternyata kau di sini juga!" Teriak Asisten Vino sambil berjalan mendekatinya.

__ADS_1


Safira menelan makanan yang ada di dalam mulutnya dengan susah payah. "Dia lagi, kenapa harus bertemu dia sekarang? Tidak bisa kah nanti atau besok apa?" gerutu Safira.


"Kau tuli?" bentak Asisten Vino.


"Saya tidak tuli." timbal Safira "Apa Bapak tidak malu menggangu Seorang wanita di tempat ramai seperti ini?" tanya Safira yang membuat Asisten Vino semakin marah.


"Sekarang kamu ikut Saya!" Asisten Vino menarik tangan Safira keluar dari Restoran itu.


"Jangan tarik-tarik.. Kita bukan Muhrim, kalau gak saya teriak nih!" Ancam Safira.


"Teriak.. Teriak kalau mau teriak," Tantang Asisten Vino dengan tatapan Elang nya.


"Tolong.. Tolong.." teriak Safira. Orang-orang yang ada di dalam Restoran itu menatap pada Asisten Vino yang menggenggam erat tangan Safira.


Namun bukannya takut. Asisten Vino malah balik menatap Orang orang itu dengan tajam.


"Apa liat-liat? Mau saya congkel mata kalian lalu saya berikan pada Buaya?" bentak Asisten Vino pada kerumunan Orang Orang itu.


"Jangan kasar sama perempuan Mas." kata Seorang Wanita yang sudah berumur.


"Bagaimana tidak kasar? Istri saya sedang mengandung, dia malah minum Jus Nanas!" timbal Asisten Vino sambil sedikit menyunggingkan senyumannya kepada Safira.


Mata Safira membulat sempurna, Ia menjadi sangat kesal pada Pria yang tidak di kenal nya itu.


"Jadi begitu.. Lain kali dengerin tuh Suami nya Mbak," ucap Wanita itu lalu kembali duduk di Kursi nya.


Asisten Vino membawa Safira ke Mobilnya, lalu memberikan Paper Bag yang berisi Kemeja kotornya kepada Safira.


"Ini Cuci! Besok akan saya ambil, Ingat! Noda nya harus hilang!"


"Dasar Pria gila! Aneh, tidak punya perasaan!" Safira mengambil Paper Bag itu dengan perasaan marah.


"Hust.. Hust.. Sana pergi!" usir Asisten Vino seperti mengusir Ayam.


Setelah itu, Asisten Vino kembali masuk kedalam Restoran menyusul Briyan yang tadi nya sedang berada di Toilet.


Namun lagi-lagi ia mendapat sial di dalam Restoran itu.


"Mas.. Mau kemana? Makanan Istri Mas tadi belum di bayar," ucap Seorang pelayan Restoran itu.


"Astaga.. Wanita itu..!" guman Asisten Vino sambil mengeluarkan Dompetnya.

__ADS_1


**Bersambung..!


Part khusus Safira🤣**


__ADS_2