
"Iya ya, kalau saya fikir-fikir saya memang aneh," kata Syakila dan kekonyolannya membuat pria itu tertawa.
"Kelakuannya konyol, sama seperti Aira!" Kata pria itu dalam hati.
"Terus sekarang tujuan kamu mau kemana?" tanya pria itu.
"Ntah lah! Rencananya saya mau cari penginapan, tapi hari sudah semakin malam dan saya belum menemukan penginapan yang murah," kata Syakila "Oiya, rumah bapak di mana? Terus bapak tinggal dimana dan sama siapa?" sambung Syakila memberikan pertanyaan bertubi-tubi pada pria itu.
"Saya tinggal bersama kedua orang tua saya." timbal Pria itu.
Lalu iya melihat kesampingnya, namun dia tak lagi melihat Syakila.
"Ayo pak, saya mau ikut bapak kerumah. Saya mau numpang tidur di sana," teriak Syakila yang sudah ada di dalam mobil pria itu.
Pria itu geleng-geleng kepala melihat wanita yang sangat aneh dan sangat berani menurutnya.
Dengan cekikikan pria itu mesuk kedalam mobilnya.
"Memangnya kamu tidak takut jika aku tidak akan berbuat macam-macam sama kamu?" tanya pria itu sambil menjalankan mobilnya.
"Aku tahu dan bisa membaca isi hati seseorang, maka dari itu aku tidak khawatir jika bapak akan berbuat macam-macam. Karena dari yang aku lihat dan Rasakan bapak adalah orang yang baik," ucap Syakila sambil tersenyum pada pria yang sedang fokus menyetir itu.
Syakila adalah gadis yang periang sama seperti Aira, Namum iya bisa bersikap dingin dan kasar terhadap orang yang tidak dia sukainya.
Iya bisa merasakan bahwa seorang pria yang sedang bersamanya saat ini adalah pria yang baik. Maka dari itu dia berani mengeluarkan kekonyolannya.
Setelah menempuh perjalanan malam itu selama dua puluh menit, akhirnya pria itu menghentikan mobilnya di depan rumah yang sederhana.
Dengan riang Syakila keluar dari itu sambil bersenandung merdu.
Pria itu mengikuti langkah Syakila dengan tersenyum-senyum.
"Hey kamu mau apa disana?" ucap Pria itu pada Syakila yang menaruh tasnya di kursi yang ada di teras rumah itu.
"Mau tidur disini, memangnya kenapa?" tanya Syakila sambil mendudukan bokongnya di dekat tasnya.
__ADS_1
"Ikut aku kedalam," ucap pria itu.
Lalu iya membunyikan bel, tak lama kemudian pintu rumah itu di buka dan tampaklah seorang wanita paruh baya.
"Dion, baru pulang nak," ucap wanita itu. Lalu matanya beralih pada seorang gadis manis yang ada di belakang anaknya. "Dia siapa Yon?" tanya wanita itu yang tak lain adalah ibunya Dion yang telah membawa Syakila.
"Dia temen Dion bu, baru datang dari lampung," ucap Dion lalu mencium punggung tangan sang Ibu.
Mata Syakila membulat sempurna, Dia terkejut mendengar ucapan Dion yang mengatakannya dari Lampung.
"Oo, gitu. Ya sudah ayo ajak dia masuk, lama-lama di luar nanti masuk Angin," kata Ibunya Dion.
Dion pun mengajak Syakila masuk dan mengantarkannya di kamar tamu yang ada di rumah itu.
"Istirahatlah dulu di kamar ini, aku mau ke kamar ku sebentar," kata Dion sambil membukakan pintu kamar itu untuk Syakila.
Saat Dion hendak melangkah pergi, tiba-tiba Syakila menariknya masuk kedalam kamar itu.
Karena Dion terkejut dan tubuhnya tidak ada pertahanan Iya pun terjerambab ke atas tubuh Syakila akibat tarikan itu. Dan mereka berdua terjatuh dalam keadaan Dion di atas tubuh Syakila.
Ibu Dion yang berniat memberikan handuk pada Syakila pun menjadi terkejut.
Dion langsung berdiri dari atas tubuh Syakila, dan Syakila pun ikut berdiri.
"Maaf bu, ini semua gak seperti yang ibu kira," jelas Dion
"Iya bu, tadi pak Dion gak sengaja jatuh di atas tubuh Syakila!" sahut Syakila namun dengan kegugupannya yang tinggi.
"Ibu gak mau denger penjelasan kalian, ibu udah lihat dengan mata kepala ibu sendiri," ucap ibu Dion yang bernama Yanti itu dengan wajah serius.
Tak lama Ayah Dion datang dengan tergesa-gesa.
"Ada apa bu? Kok teriak-teriak," ucap pak Budi sambil membenarkan kaca mata yang iya pakai.
"Itu pak, sepertinya anak mu sudah kebelet kawin," ucap bu Yanti sambil menunjuk wajah Dion dan Syakila.
__ADS_1
Mata Syakila membulat sempurna mendengar ucapan Ibunya Dion.
"Bu, beneran deh! Kila sama pak Dion gak ngapa-ngapain," jelas Syakila.
Bu Yanti memberi kode pada suaminya untuk turun tangan. Dan pak Budi pun mengerti dengan kedipan mata istrinya.
"Ayah gak mau tahu ya, kalian sudah berbuat jadi kalian harus dewasa dalam menghadapi masalah ini. Ayah beri waktu dua bulan, kalian harus menikah!" tegas pak Budi.
Syakila dan Dion saling pandang dan menghembuskan nafas mereka dengan kasar.
Setelah itu, pak Budi dan bu Yanti keluar dari kamar itu menuju kamar mereka.
Setelah kepergian Ibu dan Ayahnya. Dion langsung marah-marah pada Syakila.
"Ini semua gara-gara kamu!" tunjuk Dion pada wajah Syakila.
"Ini juga salah bapak, kalau aja bapak gak jatuh ke atas tubuh saya. Gak mungkin orang tua bapak. jadi salah sangka dan menyuruh kita menikah." timbal Syakila.
"Lagian kenapa kamu narik-narik saya?" tanya Dion lagi
"Saya tadi cuman mau nanya," ucap Syakila
"Nanya apa? Kalau mau nanya gak perlu narik-narik juga kalik!" teriak Dion dengan kencang.
"Saya cuman mau nanya, kok bapak tahu saya dari lampung," ucap Syakila dengan berteriak tak kalah dengan suara Dion.
"Karena muka kamu mirip sama Aira, istri teman saya!" jelas Dion.
Syakila pun kaget mendengar ucapan Dion.
"Oo, jadi bapak kenal sama Aira," kata Syakila "Jadi sekarang gimana?" tanya Syakila lirih.
Sedangkan di dalam kamar orang tua Dion, bu Yanti dan pak Budi sedang tertawa senang. Karena sebentar lagi anaknya akan segera menikah.
***Bersambung..!!
__ADS_1
Happy reading..!!
Jangan lupa jejaknya😘😘***