Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Episode 32


__ADS_3

"Ya sudah lah, kita tidak usah bertengkar lagi. Kita di lahirkan sama-sama tampan," kata Dion sambil merangkul pundak Raka.


Lalu kedua sejoli itu masuk kedalam rumah dengan saling merangkul.


Aira mengajak Syakila menuju kamarnya. Dan sesampainya mereka dalam kamar.


"Syakila, kok kamu kesini dan bisa bareng sama kak Dion?" tanya Aira.


"Aku sengaja pergi dari rumah, aku mau tinggal sama manusia setan kayak ibu dan kak Fira." jelas Syakila "Dan untuk ketemu bapak tus itu, ceritanya panjang dan gara-gara dia. Aky gak suci lagi, huaa," sambung Syakila sambil guling-guling di kasur milik Aira dan Raka seperti anak kecil.


"Kurang ajar kak Dion! Kalau gitu dia harus tanggung jawab," geram Aira lalu berjalan keluar.


"Ehh, Aira tunggu dulu. Aku belum kelar ni ceritanya," teriak Syakila lalu beranjak dari kasur itu dan segera mengejar Aira yang kelihatan marah.


Sampai di lantai bawah, Aira kesana kemari mencari keberadaan Dion. Dan akhirnya Aira melihat Dion sedang duduk di ruang tengah bersama Raka.


"Kak Dion!" teriak Aira sambil berjalan mendekat ke sofa ruang tengah itu.


Dion dan Raka menoleh ke arah suara Aira.


"Ada apa sayang?" tanya Raka yang heran melihat raut wajah istrinya.


"Kenapa Aira?" tanya Dion.


"Kenapa-kenapa? Sekarang kak Dion harus tanggung jawab sama Syakila, karena kak Dion udah nodain dia." geram Aira.


"Emangnya cucian kotor ada nodanya?" celetuk Dion.


Aira yang mendengar ucapan Dion pun langsung maju dan memukuk-mukul badan Dion dengan tangannya.


"Aduh Aira, geli tahu! Tangan kamu kayak tangan bayi," ucap Dion sambil menghindar dari pukulan tangan kecil Aira.


Sedangkan Raka dia hanya geleng-geleng melihat tingkah Aira. Karena Raka yakin bahwa istrinya salah dengar atau hanya mendengar sepenggal cerita.


Dion yang sudah tidak tahan dengan pukulan tangan kecil Aira yang membuatnya menjadi geli itu pun langsung saja menangkap tubuh Aira.


Grepp..!!


Dion membekap tubuh Aira dengan erat, hingga Aira tidak bisa bergerak.


Syakila berlari ngos-ngosan keruang tengah itu.


"Wehh! Kok malah pelukan begitu," ucap Syakila dengan nafas tak beraturan. Pasalnya dia sudah berkekiling-keliling mencari keberadaan tiga orang di hadapannnya ini.


"Raka, bantuin dong! Kak Dion kelewatan ni, lebih parah dari kak Briyan," celetuk Aira yang masih di dekap oleh Dion.


Raka hanya menggelengkan kepalanya.


"Aku gak bisa bantu sayang, kamu minta bantuin sama Syakila aja. Sekalian kan Syakila yang udah di kotorin sama Dion," ucap Raka sembari tersenyum.


Dalam hatinya tentu ada rasa cemburu melihat istri yang iya cintai dan sayangi di peluk oleh orang lain. Tapi mau bagaimana? Iya tahu bagaimana Dion? Dia bukan lah Briyan yang mudah untuk mengambil hak milik orang lain. Raka juga tahu, bahwa Dion sudah menganggap Aira seperti adiknya sendiri maka dari itu iya membiarkan hal itu.


"Keong! Ini gara-gara kamu tahu gak!" bentak Dion pada Syakila.


"Hee, maaf," ucap Syakila dengan nyengir kuda. "Aira, jangan marahin bapak ku. Ehh bapak tua deng," sambung Syakila.


"Sekarang kamu jelasin semuanya sama Aira!" ketus Dion sambil melepaskan dekapannya dari Aira.


"Jadi gini Aira," ucap Syakila lalu dia menceritakan semuanya.


"Jadi gitu," kata Aira sambil terbahak-bahak. Begitu pula dengan Raka.

__ADS_1


Sedangkan Dion, dia menjadi malu mendengar ucapan Syakila yang begitu terbuka.


"Tapi! Syakila gak akan biarin bapak tua ini deket-deket sama perempuan lain lagi!" kata Syakila


Dion menyipitkan matanya.


"Kenapa?" tanya Raka dan Aira bersamaan.


"Karena dia udah nyuri ciuman pertama aku tahu gak!" kata Syakila sambil memajukan bibirnya.


"Buahaha," tawa Raka dan Aira pecah kembali.


"Enak aja ini keong sawah! Lagian tadi kan cuman bentar aku nciumnya!" sahut Dion.


"Emangnya kalau bentar namanya bukan nyium!" ketus Syakila "Lagian yang di cium tadikan bibir aku, ni liat ni." sambung Syakila sambil memajukan bibirnya kearah Dion.


"Kamu bikin malu tahu gak!" sungut Dion "Ya udah kita pulang aja, nanti kalau kamu udah tenang kita kesini lagi," ucap Dion sambil memegang pergelangan tangan Syakila.


"Aku gak mau, nanti di rumah kita di suruh nikah lagi sama Ibu dan Ayah," ucap Syakila yang membuat mata Aira dan Raka melotot sempurna.


"Di suruh nikah?" teriak sepasang suami istri yang kompak itu.


"Iya di suruh nikah!" timbal Syakila.


"Kok bisa!" tanya sepasang suami istri itu lagi.


"Kan tadi malam itu aku sama bapak ja-" ucapan Syakila terpotong karena mulutnya di bekap oleh Dion.


"Hehe, maaf ya. Ini mulut saudara kamu gak di filter dulu kalau ngomong Aira," ucap Dion sambil nyengir kuda.


"Semalam ngapain Yon?" tanya Raka yang penasaran.


"Enggak ngapa-ngapain, tadi malam kami Nga-nu," ucap Dion "Ya udah, aku mau bawa keong sawah ini pulang dulu ya." sambung Dion.


Di dalam kamar mama Rina.


"Intan, tante pengen makan masakan kamu deh," ucap mama Rina.


"Ni nenek peyot banyak mau nya deh," ucap Intan dalam hati.


"Besok aja ya tante, sekarang tante makan bubur ini dulu," kata Intan sambil mengambil bubur ayam yang ada di atas meja yang telah di bawakan mbok Ani tepatnya bubur buatan Aira.


"Tapi janji ya," ucap mama Rina sambil menyuap bubur yang sudah dingin itu.


"Enak Intan, siapa yang bikin ya? Coba deh kamu cicipin," ucap mama Rina sambil menyodorkan sesendok bubut itu pada Intan.


Dengan ragu Intan menerima suapan itu.


"Iya tante enak, ini mbok Ani beli di mana ya?" tanya Intan.


Mama Rina pun menghabiskan bubur itu. Setelah itu mama Rina meminum obatnya.


"Nah, sekarang tante istirahat. Biar cepet sehat," ucap Intan sok perhatian.


***


Di jalan.


"Pak, kita cari makan dulu. Aku lapar," ucap Syakila pada Dion.


"Mau makan di mana?" tanya Dion.

__ADS_1


"Di mana aja, asal bikin kenyang," kata Syakila.


Dion pun menghentikan mobilnya di depan sebuah cafe.


"Ayo masuk!" kata Dion.


Syakila pun mengikuti Dion masuk kedalam cafe itu.


Mereka berdua pun duduk di meja paling ujung, karena semua meja sudah penuh dan hanya tersisa meja paling pojok dan belakang.


"Mbak!" panggil Dion pada pelayan cafe.


"Iya mas, mau pesen apa?" tanya pelayan wanita itu dengan tersenyum ramah pada Dion.


Syakila melototi pelayan itu yang kecentilan pada Dion.


"Wah mas, mbak nya posesif sekali ya," ucap pelayan itu dan tidak berani lagi mebatap Dion.


Dion tersenyum mendengar ucapan pelayan cafe itu, dan dia pun bertanya pada Syakila.


"Keong, kamu mau makan apa?" tanyanya pada Syakila.


"Apa aja deh pak, asal cepet jadinya dan cacing ku berhenti misscall," kata Syakila dan hal itu nenggundang tawa untuk semua penghuni cafe yang ada di dekat mereka.


"Wah! Benar-benar pasangan unik ya, masa manggilnya keong dan bapak," ucap salah satu pengunjung.


"Iya, mereka memang cocok. Mudah-mudahan hubungan mereka langgeng sampe kakek nenek," ucap pengunjung lain.


Dan di amin ni oleh banyak pengunjung.


"Bikinin istri saya ini mie goreng aja yang banyak ya mbak," ucap Dion pada pelayan itu.


"Iya mas, minumnya apa?" tanya pelayan itu lagi.


"Minumnya apa sayang?" tanya Dion pada Syakila dengan sok manis.


"Apa aja," kata Syakila.


"Minum nya orange jus aja mb," ucap Dion pada pelayan.


"Samain semua ya mas?" tanya pelayan itu dan di angguki oleh Dion.


"Wah, istrinya lagi PMS ya mas?" tiba-tiba pengunjung cafe yang ada di belakang mereka bertanya.


"Ehh, enggak bu. Istri saya lagi hamil muda, jadi bawaannya sensitif," ucap Dion berbohong.


Syakila yang mendengar ucapan Dion pun membulatkan matanya.


Tak lama kemudian, pesanan mereka pun datang.


Syakila memakan makanannya dengan sangat lahap. Dan hal tersebut tak lepas dari pandangan Seseorang yang tak jauh dari mereka.


***Bersambung..!!


Siapa Ya kira-kira orangnya..!!


Simak terus ya, dan jangan lupa jejaknya..


Sedikit curhatan Authot gesrek ni ya..!!


Rasanya sakit tau gak! Kalau karya kita di jadiin tempat persinggahan doang, jadi buat semua yang udah ada di karya author jangan pada kabur ya. Karena di PHP itu sakit..!!🤧🤧🤧

__ADS_1


Happy reading..!!😘😘😘***


__ADS_2