Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Episode 24


__ADS_3

"Hentikan! Jangan sakiti Aira ku," ucap Raka dengan wajah memerah menahan amarah.


"Siapa kamu? Berani-beraninya ikut campur urusan kami!" bentak bu Wati


"Saya suami Aira!" bentak Raka dengan intonasi tinggi


"Oo, saya akan lepaskan Aira kalau kamu bisa memberikan kami uang untuk mengganti rugi kepada pria yang ingin menikahi Aira," kata bu Wati


"Katakan berapa yang kalian ingin kan?" tanya Raka dengan wajah datarnya.


"250 juta!" sahut Safira dengan cepat


"Baiklah, saya akan memberikan 300 juta. Tapi kalian tidak boleh lagi menyentuh ataupun mengusik Aira," kata Raka


"Baiklah, kami setuju." timbal Safira


Raka pun mengubungi seseorang.


"Hallo!" sahut seseorang di sebrang telpon.


"Hallo, tolong siapkan uang 300 juta. Dan buat surat perjanjian, nanti akan ku kirimkan via chating isi perjanjian itu," ucap Raka "Aku akan segera kesana sekarang." sambung Raka


"Sip, akan aku siapkan sekarang juga." timbal orang di sebrang telpon.


"Lepaskan Aira!" bentak Raka, iya tak tahan melihat istrinya yang sudah menangis.


Bu Wati dan Safira melepaskan cengkraman mereka dari tangan Aira.


Melihat Aira yang berjalan ke arahnya, Raka pun merentangkan tangannya.


Dengan cepat Aira berlari kepelukan Raka "Raka, aku takut," Aira terisak di pelukan suaminya "Jangan berikan aku pada mereka." sambung Aira dengan tangis yang memilukan.


"Tenang sayang! Kendalikan dirimu, aku tidak akan membiarkan dua wanita setan itu membawamu," ucap Raka sambil mengecup pucuk kepala istrinya dengan bertubi-tubi.


Orang-orang yang ada di sekitar rumah makan itu hanya menonton kejadian itu, tanpa ada yang mau membantu ataupun menengahi.


"Udah deh gak usah nangis-nangisan," ucap Safira "Keren banget suami Aira, kalau ternyata dia tajir bakal aku taklukan hatinya. Bagaimana pun dia harus jadi milik Safira," ucap Safira dalam hati.


"Kalau ternyata pemuda ini orang kaya, aku harus bisa buat dia nikah sama Safira, atau enggak aku paksa aja Aira buat pelorotin hartanya," kata bu Wati yang di dalam otak dan fikirannya sedang menghayal.


"Kalian berdua ikut saya," ucap Raka pada bu Wati dan Safira yang bukan ajakan melainkan perintah.


Dengan wajah berseri-seri bu Wati dan Safira mengikuti langkah Raka yang menuntun Aira menuju mobil mewah milik Raka.


Raka membukakan pintu depan dan mendudukan Aira di kursi samping kemudi.


Lalu dia pun beralih ke kursi kemudi.

__ADS_1


Bu Wati dan Safira juga segera membuka pintu bagian belakang mobil itu, saat mereka hendak mendudukkan bokong mereka di jok mobil itu, tiba-tiba Raka meneriaki mereka.


"Hey, siapa yang menyuruh kalian masuk ke mobil ku!" teriak Raka yang membuat dua wanita setan itu terkejut.


"Apa maksud mu?" tanya bu Wati


"Aku mengajak kalian bukan berarti satu mobil dengan kami, aku tidak ingin mobil ku di kotori oleh dua siluman seperti kalian," kata Raka yang membuat kedua wanita itu nembulatkan mata mereka.


Dengan kesal Safira dan bu Wati keluar dari mobil Raka.


"Ini kartu nama ku, dan disana ada alamat perusahaan yang akan kita tuju. Sekarang pergilah dan ini ongkos untuk membayar taxi yang akan kalian tumpangi," kata Raka dengan kasar sambil melemparkan uang dan kartu namanya pada Safira dan bu Wati.


Dengan tak tahu malunya, bu Wati dan Safira memungut uang yang sudah delemparkan Raka.


Sungguh manusia yang tidak punya harga diri, pelengkap isi dunia.


Raka pun melajukan mobilnya, sekitar dua puluh menit. Iya dan Aira sampai di lobi perusahaan itu.


"Siang pak Raka dan ibu Aira," sapa seorang resepsionis dengan ramah.


"Siang, oiya nanti kalau ada dua wanita kesini mencari saya atau Aira. Tolong suruh ke ruangan saya," kata Raka dengan wajah datarnya.


Setelah kepergian Raka dan Aira, karyawan kantor itu membicarakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Kok bu Aira kayak habis menangis ya?" tanya karyawan A


"Gak tahu! Mungkin ada masalah," kata karyawan B


"TERPESONA bukan TERSEPONA!" teriak karyawan A dan B bersamaan.


"Pokoknya itu deh," ucap karyawan C


"Kayaknya masalah bu Aira dan pak Raka itu ada hubungannya sama dua perempuan yang bakal datang ke kantor ini deh mbak!" tiba-tiba resepsionis pria itu ikut nimbrung antara karyawan perempuan yang sedang membicarakan CEO mereka dan istrinya.


Tak lama kemudian, Safira dan bu Wati sampai di depan perusahaan yang menjulang tinggi itu.


"Wah bu, besar banget perusahaan ini," ucap Safira dengan takjub.


"Sekaya apa suami Aira?" kata bu Wati keheranan.


Dua perempuan setan itu pun masuk dan menuju lobi perusahaan itu.


"Maaf, ibu dan mba siapa? Apakah sudah membuat janji?" tanya Resepsionis itu untuk memastikan apakah wanita yang ada dihadapannya itu adalah wanita yang di maksud Raka.


"Saya kesini mau menemui Aira," ucap bu Wati.


"Oo, silahkan masuk! Ibu dan mbak sudah di tunggu oleh bos muda kami," ucap Resepsionis itu.

__ADS_1


Safira dan bu Wati memasuki life yang sering di gunakan oleh karyawan kantor itu.


Sebelum mereka masuk life itu, Safira bertanya pada Resepsionis.


"Hey kamu," tunjuk Safira "Lantai berapa ruanganya?" tanya Safira


"Lantai 13 mba." timbal resepsionis itu sambil memutar bola matanya dengan malas.


Safira masuk lagi ke dalam life itu, setelah kepergian Safira.


Resepsionis itu berdecak kesal "Dasar perempuan aneh,"


Di depan ruangan Raka.


Tok Tok Tok


Suara ketukan pintu.


"Masuk," suara seseorang dari dalam


Ceklek dan masuklah dua setan betina dengan berlenggak lengkok menuju sofa dan hendak mendudukkan bokong mereka.


"Siapa yang mengizinkan kalian duduk?" tanya Raka dengan ketus


Safira dan bu Wati mengurungakan duduk mereka.


"Sesuai yang saya katakan tadi, saya akan memberikan uang 300 juta tapi dengan syarat kalian tidak boleh menggangu Aira lagi," kata Raka dengan lantang.


"Raka, kamu gak perlu kasih mereka uang 300 juta, karena hutang mereka cuman 100 juta itu juga sudah beserta bunganya," ucap Aira pada Raka


"Kamu gak usah ikut campur deh Aira, kamu tu tahu apa?!" sahut Safira


"Udah sayang, apa pun bakal aku lakuin buat kamu. Termasuk menyelesaikan masalah dengan dua setan ini," kata Raka sambil menunjuk wajah Safira dan bu Wati yang ada di harapan mereka.


"Saya ingin tanya? Kalian ingin cek atau uang kes?" tanya Raka


"Uang kes saja, kami takut jika kau memberikan cek. Nanti cek palsu." timbal bu Wati.


Raka pun menghubungi seseorang.


"Cepat bawa uang itu ke ruangan saya beserta surat perjanjian itu," ucap Raka lalu memutuskan sambungan itu.


Tak lama, masuklah seorang Pria dengan sebuah cover hitam di tangan kirinya dan juga map biru di tangan kanannya.


Safira yang melihat Pria yang ada dihadapannya adalah pria yang iya tabrak saat di rumah makan itu pun menjadi terkejut.


"Kau,,!" tunjuk Safira

__ADS_1


Pria itu hanya menyipitkan matanya saat melihat wanita jadi-jadian itu ada di hadapannya.


Bersambung..!!


__ADS_2