
"Cepet hubungi Raka mbok, saya takut dia akan mengira bahwa saya yang sudah mencelakai Aira," ucap mama Rina.
"Berarti nyonya besar emang gak ikut campur dalam rencananya Intan kutu kupret ini," ucap mbok Ani dalam hati.
Karena takut terkena amukan Raka dan suaminya, mama Rina segera membawa Aira ke rumah sakit.
"Haduh, merepotkan saja perempuan satu ini. Kalau bukan karena papa dan Raka, males banget aku bawa dia ke rumah sakit." omel mama Rina.
Sekitar tiga puluh menit kemudian sampai lah mama Rina di rumah sakit, dengan cepat iya memanggil Dokter dan juga suster.
"Tolong cepat tangani dia dokter, kalau terjadi sesuatu sama dia. Nyawa saya yang terancam," ucap mama Rina pada dokter itu.
"Ibu tenanglah. Kami akan segera mengobati lukanya." timbal Dokter itu.
Diam-diam Intan menyunggingkan senyumannya.
"Mampus kamu Aira, sebentar lagi Raka akan jadi milik ku," guman Intan yang bediri tak jauh dari maka Rina.
Setelah itu, Intan pun mendekat pada mama Rina.
"Aduh, bagaimana ini Intan? Papanya Raka pasti menuduh tante yang nyelakain Aira," ucap mama Rina cemas. "Mudah-mudahan dia gak kenapa-napa." sambung mama Rina.
Tak lama kemudian Raka datang, iya langsung menerobos ke dalam ruangan rawat Aira.
"Kenapa bapak masuk kemari?" tanya seorang suster.
"Saya ingin melihat kondisi istri saya." timbal Raka dengan wajah datarnya. Lalu iya mendekati Aira yang sedang di obati oleh dokter.
"Aira sayang,!" panggil Raka.
"Istri anda belum sadarkan diri," ucap Dokter itu.
"Bagaimana keadaannya dokter?" tanya Raka.
"Dia tidak apa-apa. Sebentar lagi juga akan sadar." kata dokter setelah itu dokter itu pergi meninggalkan Raka dan Aira di dalam ruangan itu.
"Aira, bangun sayang. Kenapa kok kamu bisa jatuh dari tangga? Apa ada yang sengaja nyelakain kamu?" ucap Raka di telinga Aira.
"Raka,,!" lirih Aira
"Sayang, kamu udah sadar." kata Raka lalu mencium kening Aira.
"Kepala ku kok sakit banget," ucap Aira pelan sambil memegangi kepalanya yang di perban.
"Kata mbok Ani, kamu jatuh dari tangga," ucap Raka
__ADS_1
Aira pun berfikir "Aku tadi kan cuman pura-pura kok jadi sakit beberan gini, kepala ku jadi luka karena perempuan iblis itu." kata Aira dalam hati.
Sore harinya Aira di bawa pulang kerumah oleh Raka.
Intan yang melihat Aira pulang dengan keadaan baik-baik saja itu langsung terkejut.
"Loh, loh Aira kamu gak papa?" tanya Intan dengan raut wajah yang kebingungan.
"Aku gak apa-apa," ucap Aira "Memangnya kenapa kok kamu kayak keheranan gitu." sambung Aira yang membuat Intan menjadi gugup.
"Enggak, aku fikir kamu dirawat. Habisnya tadi aku lihat kepala kamu ngeluarin darah banyak." kata Intan dengan gugup.
"Raka,, waktu di rumah sakit tadi aku mimpi," ucap Aira sambil pura-pura takut pada Intan.
"Mimpi apa sayang?" tanya Raka"
Iya, kamu mimpi apa Aira?" tanya pak Bambang juga.
"Aira mimpi, kalau Intan mau ngeracunin Aira," ucap Aira sambil menundukkan wajahnya.
Intan yang mendengar ucapan Aira menjadi gelagapan. "Ii-tu-kan cu-man mimpi Aira," ucap Intan terbata-bata.
"Tapi semuanya seperti nyata kok, kamu masukin bubuk putih ke minuman aku." kata Aira dengan wajah yang di buatnya setakut mungkin.
"Sudah Aira, lebih baik kamu istirahat," ucap pak Bambang sambil menatap tajam pada Intan
Iya pun langsung pergi meninggalkan pak Bambang di ruang keluarga itu.
***
Di dalam kamar seseorang.
"Bagaimana kabar Aira ya? Sudah hampir setahun ini dia gak pernah ngasih aku kabar lagi, sosial media nya juga gak pernah aktif lagi," ucap Seseorang dengan wajah sendu.
Tiba-tiba kamarnya di ketuk.
Tok tok tok.
"Syakila," panggil ibunya.
"Iya bu, kenapa?" tanya orang itu yang tak lain adalah Syakila salah seorang sepupu Aira.
"Coba kamu hubungi nomer Safira, kok sudah malam dia belum pulang." kata Ibunya berteriak dari luar kamar.
"Aish bu, kak Safira itu udah tua. Dia udah bisa nentuin mana yang bener dan mana yang salah," ucap Syakila. "Kayak Aira tu, dia udah milih jalan yang bener dengan pergi dari rumah ini." sambung Syakila sambil membuka pintu kamarnya lalu nyelonong keluar tanpa menghiraukan ibunya.
__ADS_1
Syakila pun keluar menuju halaman belakang. Dia mendudukkan bokongnya di sebuah kursi yang terbuat dari kayu.
"Aku kangen kamu Aira, kapan kita bisa ketemu lagi. Kamu disana bahagia atau lebih menderita lagi dari sebelumnya," ucap Syakila sambil menatap bintang-bintang "Maafin ibu dan kak Safira ya, mereka udah keterlaluan sama kamu." sambungnya
Ya,,! Dia adalah Syakila sepupu Aira yang perduli dengan Aira, berbeda dengan Safira. Walaupun mereka terkahir dari ibu yang sama namun sifat dan ke pribadian Syakila dan Safira sangat berbeda jauh atau bisa di sebut bertolak belakang.
Syakila lah yang selalu membela dan menolong Aira saat Ibunya berlaku tidak adil pada Aira.
Bahkan pelarian Aira ke jakarta itu juga atas usul dan rencana Syakila.
"Aira, ku harap suatu saat nanti kau akan membuka ponsel mu dan membaca isi pesan dari ku, aku sangat merindukan mu," ucap Syakila pada dirinya sendiri
Tak lama, Safira pulang dengan di antarkan seorang pria.
"Buk, buk, Fira pulang ni," ucap Safira sambil menggedor-gedor pintu rumah itu dengan kasar.
Ibunya pun membuka kan pintu.
"Dari mana kamu Fira? Kok jam segini baru pulang." bentak ibunya yaitu bu Wati.
"Cerewet banget sih bu, lagian Fira cuman main sama temen-temen Fira." timbal Safira dengan suara keras pada Ibunya.
Syakila yang mendengar adu mulut antara Ibu dan kakanya itu pun langsung mendekat.
"Gini ni, kelakuan udah kayak orang gak waras. Tiap malam berantem, pusing aku sama Ibu dan kak Fira." kata Syakila lalu pergi menuju kamarnya.
"Udah deh bu, gak usah berisik! Lebih baik sekarang tu kita mikir di mana keberadaan Aira, kalau Aira gak ketemu sampe bulan depan. Kita bakal di usir dari rumah ini." jelas Safira.
"Iya kamu bener, dimana ya kira-kira Aira sekarang!" bu Wati pun berfikir keras menduga-duga keberadaan Aira.
Ibu dan Anak laknat ini akan akur bila membahas tentang uang uang dan uang.
Safira menuruni sifat ibunya yang tamak serakah dan kejam.
Sedangkan Syakila mewarisi sifat alm sang ayah.
Di dalam kamarnya, Syakila mulai memejamkan matanya.
Hingga lama kelamaan Iya pun terlelap dengan memeluk fotonya saat sedang berpelukan dengan Aira.
***Bersambung..!!
Jangan lupa jejaknya ya..!!
Biat othor tambah semangat, kasih hadiah dan vote ya..!!
__ADS_1
😘😘😘***