Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Episode 21


__ADS_3

Di dalam kamar Intan.


Dia mondar mandir tak karuan, otaknya masih terus berputar-putar memikirkan perkataan dan juga keadaan Aira.


"Kenapa Aira masih baik-baik aja? Apa dia udah tahu masalah racun itu makanya dia gak kenapa-kenapa bahkan dia bilang mimpi liat aku masukin sesuatu ke minuman dia." guman Intan.


Karena kelah berfikir akhirnya Intan menghempaskan tubuhnya di ranjang lalu memutuskan untuk tidur.


Keesokan harinya.


Raka bangun lebih dulu dari Aira. Iya segera menuju kamar mandi untuk melaksanakan rutinitasnya setiap pagi.


Sepuluh menit kemudian.


Dia keluar dari kamar mandi dengan pinggangnya yang di balut oleh handuk.


"Sayang, kamu kok gak bangunin aku," ucap Aira dengan suara serak khas bangun tidur.


"Sengaja, aku mau kamu istirahat aja di kamar seharian. Gak usah kemana-mana, aku akan nemenin kamu hari ini." kata Raka sambil menoel hidung Aira.


"Emang kamu gak ke kantor hari ini?" tanya Aira


"Enggak, aku mau nemenin kamu. Urusan kantor udah aku suruh handle sama Dion." kata Raka lalu menuju lemari pakaian.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu kamar itu.


"Siapa," kata Raka dari dalam kamar.


"Ini mbok Den, sarapannya udah siap. Tuan dan nyonya sudah nunggu di meja makan," ucap mbok Ani.


"Ya udah, bentar lagi Raka sama Aira turun." timbal Raka.


"Sayang, ayo kita sarapan," ajak Raka


"Aku belum mandi Raka," ucap Aira


"Kamu emang gak boleh mandi dulu, ayo turun sini aku gendong." kata Raka sambil menyondongkan tubuhnya.


Aira pun naik kegendongan Raka.


Dengan perlahan Raka menuruni anak tangga.


Pak Bambang tersenyum melihat keakuran anak dan menantunya itu.


Sedangkan Intan memutar bola matanya dengan malas. "Dasar gak tahu tempat," gerutu Intan dalam hati.


Lain lagi dengan mama Rina, dia sudah tidak open lagi dengan keberadaan Aira. Baginya ada dan tidak ada Aira sama saja. Dari pada dia berbuat sesuatu pada Aira yang akan membuat anak dan suaminya menjadi membencinya lebih baik biarkan saja seolah tidak melihat kehadiran menantunya itu.


Raka mengambilkan makanan untuk Aira dengan sangat telaten "Ayo sayang makan yang banyak," ucap Raka sambil menyodorkan sesendok makanan untuk Aira. "Aku suapin ya." sambungnya.


"Aku bisa sendiri Raka, lagian aku gak papa kok." kata Aira menolak suapan dari tangan Raka.


"Ya sudah," ucap Raka lalu meletakan piring makanan itu ke hadapan Aira.


"Raka, kamu kok pakai baju santai? Memang kamu gak ke kantor?" tanya pak Bambang


"Raka gak ke kantor hari ini pa, udah Raka suruh handle sama Dion. Raka mau nemenin Aira di rumah." kata Raka.


"Oo, ya sudah kalau seperti itu. Papa mau berangkat dulu ya, sudah siang." kata pak Bambang menyudahi sarapannya.

__ADS_1


"Pa, papa kok makannya dikit banget," ucap Aira sambil menatap piring pak Bambang yang isinya tidak habis.


"Papa sedang tidak bernafsu makan Aira, nanti malam kalau kamu sudah mendingan. Papa ingin kamu yang masak." timbal pak Bambang lalu beranjak pergi dari meja makan itu.


Aira pun mengangguk sembari tersenyum sedangkan Intan semakin membulatkan bola matanya.


"Kenapa sih kok om Bambang perhatian dan sayang bener sama perempuan kampung itu, dia lebihnya apa coba! Udah gak jelas asal-usulnya mendingan juga aku, udah sexi cantik dan lebih segala-galanya dari perempuan kampung itu," omel Intan dalam hati.


Siang harinya.


Aira dan Raka menghabiskan waktu mereka berada di dalam kamar, namun bukan mereka habiskan untuk bercinta hanya sekedar bercanda ria dan mengobrol.


Mereka berdua berfoto ria menggunakan ponsel Aira yang di belikan Raka sebelumnya.


"Raka, kita pajang di medsos aku ya," ucap Aira.


"Hemm." Raka ber hmm, dengan menggulingkan tubuhnya di dekat Aira.


Aira pun menghidupkan data ponselnya, saat iya membuka facebooknya yang sudah lama tidak iya buka.


Matanya menjadi berkaca-kaca saat membuka pesan facebook yang ada di ponsel itu.


Raka yang melihat perubahan pada diri Aira pun penasaran, dia pun mengambil alih ponsel yang ada di tangan Aira.


Raka tersenyum saat membaca pesan itu, "Kau merindukannya Aira?" tanya Raka


"Iya Raka, dia adalah Syakila sepupu ku yang sangat baik. Dia juga lah yang sudah membantu ku pergi dari tempat itu." kata Aira dan lolos sudah air mata yang sejak tadi sudah menganak sungai itu.


"Kenapa kau tidak menghubunginya?" tanya Raka lagi.


"Itulah salah ku, selama ini aku tidak mengingatnya. Aku adalah orang yang tidak tahu diri." kata Aira, dengan cepat Raka menarik tubuh Aira ke pelukannya.


"Kalau begitu, tebuskah kesalahan mu. Segera hubungi dia," ucap Raka sambil mengelus pucuk kepala Aira.


Aira pun segera mengirim pesan via WhatsApp pada Syakila.


"P"


"P"


"Kila, ini aku Aira. Ini nomer baru ku maaf aku tidak pernah memberi kabar padamu." isi pesan Aira kepada Syakila.


Namun nomer Syakila aktif dua jam yang lalu.


"Huhh, sudahlah mungkin Kila sedang bekerja," ucap Aira lalu melempar ponsel itu ke ujung ranjang. Lalu iya membaringkan tubuhnya di samping Raka yang sudah berbaring lebih dulu.


***


Syakila baru saja rehat dari kerjanya.


"Ahh, akhirnya," ucap Kila sambil mrndudukan bokongnya di salah satu kursi di sebuah cafe.


"Kila, kami pulang duluan ya." kata salah satu teman Kila.


"Iya, aku juga pulangnya agak malaman nanti. Aku lembur." timbal Syakila.


Teman-temannya pun pulang meninggalkan Syakila di cafe itu.


Syakila pun mengaktifkan ponselnya.


Iya tersenyum melihat chatting dari Aira.

__ADS_1


"Kamu dimana sekarang Aira? Aku kangen," balas Syakila pada pesan Aira.


"Aku juga kangen sama kamu." balas Aira


"Kamu dimana sekarang?" tanya Syakila


"Aku di jakarta, sekarang aku udah nikah Kila," kata Aira


Lalu Aira mengirimkan fotonya dan Raka.


"Ini suamiku🙂," kata Aira dengan caption tersenyum.


"Suami kamu ganteng😍," kata Syakila.


"Hahaha😆, mata kamu langsung lope lope liat yang ganteng. Dari dulu gak pernah berubah." kata Aira


"Udah dulu ya Aira, aku mau kerja lagi nanti malam kita VC aku juga pengen liat Abang tampan yang ada di foto itu tadi🤭," balasan akhir pesan Syakila.


"Akhirnya, Aira menghubungi ku. Aku senang sekali, ternyata dia baik-baik saja," ucap Syakila dengan wajah berseri-seri "Dan sekarang aku harus cepat selesaikan pekerjaan ku, agar aku bisa cepat pulang." sambungnya.


Setelah itu dia menyimpan ponselnya lagi lalu mengerjakan pekerjaannya dengan semangat juang 45.


Tak terasa hari semakin sore, kini pekerjaan Syakila telah usai dan dengan segera dia bergegas pulang.


Setelah menempuh perjalanan selama dua puluh menit dengan sepeda motornya akhirnya Syakila sampai di depan rumah.


Dengan bersenandung dia memasuki rumah itu, hingga membuat bu Wati dan Safira yang sedang duduk di ruang tengah menjadi keheranan melihatnya.


"Kenapa sama tu Kila bu, kok kayaknya lagi seneng banget," ucap Safira.


"Iya, kayaknya ada sesuatu. Biasanya dia sesenang itu kalo lagi bareng sama si Aira.


Di dalam kamar Syakila. Dia segera bergegas membersihkan diri, sepuluh menit kemudian Syakila sudah selesai dengan ritual bersih-bersihnya.


Setelah selesai berganti pakaian dia segera mengambil ponselnya lalu menghubungi Aira melalui panggilan WhatsApp.


Panggilan terhubung. Namun yang mengakat panggilan itu bukan Aira tapi Raka.


"Hay," sapa Raka melambaikan tangannya ke kamera.


"Hay, kamu suaminya Aira?" tanya Syakila dengan gugup.


"Iya, Aira nya sedang kekamar mandi," kata Raka.


"Oo, ya sudah nanti aku hubungi lagi," ucap Syakila.


"Tidak usah gugup seperti itu, dan tidak usah putuskan sambungan telponnya, tunggu sebentar lagi. Aira tidak lama." jelas Raka.


"Baiklah," kata Syakila dengan cengir khasnya.


***Bersambung..!!


Maaf ya up nya hanya dua Bab hari ini..!!


Tapi othor akan usahakan untuk up lagi malam nanti. !!


Jangan lupa jejaknya ya..!!


Hadiah hadiah hadiah..!!


Happy reading..!!

__ADS_1


😘😘😘***


__ADS_2