Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Dia Kembali


__ADS_3

Sesampainya di bawah. Mereka terkejut saat melihat orang yang di maksud Mbok Ani.


"Kamu..!" tunjuk Mama Rina dengan wajah terkejut nya.


"Tante.." Wanita itu menundukan kepalanya.


"Mau apa kamu kemari? Dan kenapa kamu bisa keluar dari Penjara?" tanya Mama Rina seraya menunjuk wajah Wanita yang sedang menunduk itu.


"Cerita nya panjang Tante, Intan kesini mau minta maaf sama Tante, Om dan yang lain nya," kata Wanita itu yang tak lain adalah Intan.


"Minta maaf kamu bilang.. Setelah kamu ingin menghabisi keluarga saya?" geram Mama Rina.


"Tolong beri Intan kesempatan Tante, Intan sangat menyesal," ucap Intan.


Mama Rina dan Papa Bambang di buat tak percaya dengan Aksi Intan di hadapan mereka. Bagaimana tidak, Intan berlutut dan bersimpuh di kaki Mama Rina.


"Sayang.. Gak seharusnya kamu kayak gini!" Kata Jhony yang kini sudah menjadi Suami Intan.


"Biar Bang, Aku bakal lakuin apapun asal Om dan Tante mau maafin aku," ucap Intan di tengah isak tangisnya sambil memegangi kaki Mama Rina.


"Intan.. Bangkit lah Nak, tidak sepantasnya kamu seperti ini," kata Papa Bambang yang berdiri di samping sang Istri.


"Tolong maafkan Intan Om, Intan sadar bahwa selama ini Intan sudah jahat kepada keluarga Om terutama pada Aira," kata Intan. "Intan sudah mendapat hukuman atas semua perbuatan jahat Intan pada kalian, Intan benar-benar menyesal dan minta maaf," sambung Intan.


Mama Rina mengakat tubuh Intan, ia mencoba mencari kebohongan di mata Intan. Tak lama kemudian, Mama Rina menangkup wajah pucat Intan.


"Apa yang sebenarnya terjadi Intan? Kenapa kamu bisa seperti ini?" tanya Mama Rina dengan tatapan Iba nya kepada Intan yang berpenampilan 90% berubah dari sebelumnya.


"Lebih baik kita masuk, tidak baik bicara di luar!" Papa Bambang mengajak semua orang masuk ke dalam Rumah dan duduk di Ruang tamu Rumah itu.


"Duduk!" perintah Papa Bambang.


"Terimakasih Tuan," ucap Jhony sambil menuntun Intan duduk di Sofa Ruang tamu itu.


Intan pun menjelaskan semua kepada Mama Rina dan Papa Bambang. Membuat pasangan paru baya itu melolot tak percaya dengan apa yang mereka lihat dan dengar.


"Lalu Pria yang ada bersama mu?" tunjuk mama Rina kepada Jhony.


"Saya suami Intan, Nyonya." jawab Jhony.


"Suami?" tanya Mama Rina tak percaya.


"Iya Tante, Intan menikah dengan Bang Jhony setelah Polisi berhasil meringkus Momy beserta rekan rekan nya." jelas Intan.


Kini Intan memanggil Jhony dengan sebutan Abang, karena Jhony sudah menjadi suaminya walaupun umur nya yang jauh di atas Jhony.


Lama mereka berbincang, Akhirnya Intan minta di antarkan ke Kediaman Raka dan Aira.


Dengan senang hati Mama Rina dan Papa Bambang mengantarkan Intan dan Jhony ke Kediaman Raka dan Aira.

__ADS_1


***


"Emm.. Akhirnya jadi juga," ucap Aira sambil mencium Aroma kue coklat buatannya.


Ia pun mendinginkan kue itu dan meletak kannya di atas meja.


Tak lama kemudian, James dan Raka kembali setelah puas mencoba Mobil Sport baru milik James.


"Wangi sekali.." kata Raka sambil berjalan mendahului James memasuki Rumah itu.


"Istri ku pasti membuat kue," kata Raka kepada James.


"Istri mu pintar di segala hal rupanya," ucap James.


Mereka berdua segera menuju dapur dan melihat dua buah kue di atas meja dapur itu.


"James cepatlah sini!" ajak Raka pada James.


"Aku akan cuci tangan terlebih dahulu," kata James sambil berjalan menuju water bas yang tidak jauh dari dekat kompor.


"Ah.. Aku udah gak sabar," kata Raka lalu mencomot sepotong kue coklat itu.


"Tuman..!" Aira tiba-tiba datang dan memukul pergelangan tangan Suaminya.


"Aduh.. Ketahuan deh," gerutu Raka.


"Lagian kebiasaan, apa susahnya cuci tangan sebentar. Tu kayak kak James," tunjuk Aira pada James yang sedang mencuci tangan.


James geleng geleng kepala melihat tingkah Raka yang menurutnya sangat lucu.


Setelah mencuci tangan, Raka, Aira dan juga James menikmati kue buatan Aira.


"Habiskan kue nya kak," kata Aira pada James.


"Itu untuk apa sayang? Kok yang besar di simpan?" tunjuk Raka pada kue yang di taruh Aira di dekat lemari makanan.


"Oh.. Itu kue untuk Syakila, nanti sore kita kesana ya," kata Aira pada Raka. "Kak James harus ikut, agar mengenal seluruh keluarga kami," sambung Aira pada James.


"Iya nanti aku ikut kalian." timbal James setelah meneguk jus yang ada di hadapannya.


Saat mereka sedang asik makan kue sambil berbincang, Tiba-tiba saja pintu rumah mereka di ketuk.


Tok.. Tok.. Tok..


"Ada orang di luar," kata Aira sambil bangkit dan berjalan menuju pintu utama.


"Jangan terburu-buru. Pelan-pelan aja jalannya," kata Raka pada Aira.


Sesampainya Aira di depan pintu utama, ia segera membuka pintu itu.

__ADS_1


Ceklek.. "Eh.. Mama, Papa," ucap Aira segera ia menyambut tangan Mertuanya lalu mencium punggung tangan itu secara bergantian.


"Sayang.. Raka ada?" tanya mama Rina.


"Ada Ma, dia di dalam sama kak James. Lagi makan kue," kata Aira. "Ayo masuk Pa, Ma," sambung Aira.


"Nah berhubung ada kamu dan Raka, ada orang yang mau bertemu sama kalian," ucap mama Rina.


"Siapa Ma?" tanya Aira.


"Kamu panggilkan dulu Suami kamu ya," kata Mama Rina. "Mama dan Papa akan panggil orang itu dulu." tambah Mama Rina.


Aira kembali kedalam Rumah dan memanggil Suaminya.


"Mas, ada Mama dan Papa di luar," kata Aira.


"Kok gak masuk?" tanya Raka.


"Kita di suruh keluar, katanya ada orang yang mau ketemu sama kita," jelas Aira.


"Mama kok aneh banget," ucap Raka. "Ya udah, kita keluar dan lihat siapa orang yang mau ketemu sama kita,"


Raka dan Aira pun keluar untuk menemui orang yang di bawa Mama dan Papa nya, di ikuti oleh James di belakang mereka.


"Ma Siapa yang-" pertanyaan Raka terhenti ketika melihat wajah yang ia benci berada di hadapannya.


"Ma.. Kenapa mama bawa wanita ini kesini?" Bentak Raka pada Mama nya.


"Mas, kamu gak boleh ngomong gitu," ucap Aira sambil memegang lengan suaminya.


Jujur Aira juga terkejut melihat Intan bersama Mama Rina dan papa Bambang datang ke Rumah nya, namun ia berusaha menutupi keterkejutan dan ketakutannya.


"Kenapa Mama dan Papa bawa dia kesini? Dia ini ular ma, Mama dan Papa jangan lupa sama kejahatan yang udah dia lakukan," Kata Raka dengan wajah kesal dan penuh amarah.


"Raka, Aira. Aku kesini cuman mau minta maaf sama kalian," lirih Intan sambil menundukkan kepalanya.


"Maaf.. Maaf kamu bilang, aku gak akan maafin kamu. Karena kamu Aira hampir kehilangan nyawanya!" geram Raka.


"Aku tahu aku salah dan gak pantas di maafkan. Tapi seenggaknya aku udah mencoba," ucap Intan.


Setelah itu, Ia mendekati Aira dan Raka lalu bersujud di kaki Aira dan Raka.


"Intan.. Kamu gak boleh lakuin ini," Aira berniat untuk mengangkat tubuh Intan yang bersimpuh Di lantai.


"Jangan coba-coba bantu dia Aira!" bentak Raka.


Aira terkesiap dan langsung mengurungkan niatnya.


**Bersambung..

__ADS_1


Yo Ayo.. Beri Author dukungan, agar Author lebih semangat up nya🤗**


__ADS_2