
"Syakila.. Keong istri yang durhaka, awas ya! Kalau aku bisa lepas, kamu gak akan aku kasih ampun!" teriak Dion sekencang-kencangnya.
Untungnya Kamar Hotel itu kedap suara, jadi tidak ada yang mendengar teriakan Dion.
Di sebelah kamar Hotel yang di tempati Dion dan Syakila.
"Sayang, ayo tidur! Hari sudah semakin larut," ucap Raka pada Aira yang duduk di depan cermin sambil menyisir rambutnya.
Aira menyisir rambutnya dengan tatapan kosong, hanya raga nya saja yang ada di tempat itu. Namun jiwa nya melayang entah kemana.
"Aira!" panggil Raka "Sayang.." Raka menepuk pundak Aira, dan Aira langsung terkejut.
"Ada apa Raka?" tanya Aira.
"Ada apa apanya? Sedari tadi aku manggil kamu, tapi kamu gak denger," ucap Raka.
"Masa sih!" kata Aira.
"Kamu kenapa sayang? Apa yang kamu pikirin?" tanya Raka.
"Enggak ada, aku gak mikirin apa-apa," ucap Aira "Ya udah kita tidur sekarang ya!" lanjutnya.
Lalu Aira beranjak dari kursi yang ada di depan cermin itu menuju ranjang, ia menghempaskan tubuhnya ke ranjang yang berukuran king size lalu menarik selimut.
Tanpa bicara sepatah kata pun, Raka ikut berbaring di sisi kiri istrinya.
Aira yang merasa suaminya sudah berbaring di sampingnya langsung menggeser tidurnya agar agak menjauh dari suaminya itu, ia tidak ingin lepas kontrol dan membuat Raka kelelahan dan merasa bersalah padanya lagi.
Karena Aira terus bergeser, Raka pun semakin mendekati istrinya.
"Sayang, kamu kenapa? Apa aku punya salah sama kamu?" tanya Raka sambil menegang pundak Aira yang membelakangi nya.
"Aku gak papa Raka, mungkin aku capekan." timbal Aira masih dengan membelakangi Raka.
"Mau aku pijitin?" tawar Raka.
"Enggak, aku pengen tidur aja!" timbal Aira
"Ya udah, tudur yang nyeyak ya sayang," kata Raka. Lalu membenarkan selimut yang di pakai oleh Aira.
Dalam diam Aira menangis. "Maaf kan aku Raka, bukan maksud aku buat nyuekin kamu kayak gini. Aku takut gak bisa nahan hawa nafsu yang lagi aku bendung, aku gak mau beban fikiran kamu bertambah dan kelelahan kayak biasanya, dan ujung-ujungnya kamu akan kecewa sama diri kamu sendiri," ucap Aira dalam hati, tangannya terus saja menyeka Air mata yang keluar dari sudut matanya.
Sedangakan Raka, ia ikut membelakangi istrinya. Ia tahu bahwa saat ini istrinya sedang menangis, namun dia tidak bisa berbuat apa-apa.
"Maafkan aku yang tidak berguna ini sayang, aku janji, aku akan berjuang untuk sembuh. Agar aku bisa buat kamu bahagia," kata Raka dalam hati.
__ADS_1
Setelah lelah bergelut dengan hati masing-masing, akhirnya sepasang anak manusia itu tertidur.
Sedangkan di Kamar sepasang Pengantin baru Dion dan Syakila.
Dion masih saja tidur meringkuk seperti anak Kucing yang kehilangan induknya.
Tanpa baju celana dan tanpa sehelai selimut.
Sungguh istri durhaka, sangat tega memperlakukan suami seperti itu.
Tengah malam Syakila terbangun karena merasa haus.
Ia meraih segelas air minum yang ada di atas nakas.
Glek glek.. Ia meneguk air dalam gelas itu hingga tandas.
Setelah minum, Ia mendekati Dion dan melihat keadaan sumainya itu.
"Ya tuhan! Apa aku keterlaluan ya," guman Syakila. "Kasian dia, seharusnya aku gak ngerjain dia kayak gini." sambung Syakila lalu melepaskan ikat tangan dan kaki Dion, lalu menarik selimut untuk menyelimuti tubuh suaminya yang setengah bertelanjang.
Syakila segera membaringkan tubuhnya di samping tubuh Dion.
Namun tiba-tiba "Kena kau Keong nakal," ucap Dion sambil mendekap tubuh Syakila.
"Ihh.. Kamu curang! Kok pura-pura tidur sih," gerutu Syakila.
"Gak tahu!" timbal Syakila.
"Pake gak tahu lagi! Sekarang terima pembalasan ku," ucap Dion dengan seringainya.
Perlahan Dion menempelkan wajahnya di tengkuk Syakila.
"Pak tua, geli!" teriak Syakila sambil berontak.
"Aku gak bakal lepasin kamu, dan gak akan ku beri ampun," ucap Dion sambil mendusel-duselkan wajahnya di belakang istrinya.
"Ampun! Aku gak bakal ngulangin lagi, aku bakal jadi istri yang berbakti deh," kata Syskila yang sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan Dion.
"Bener?" tanya Dion.
"Iya bener, sumpah deh!" timbal Syakila.
"Ya udah, janji ya," ucap Dion sambil melepaskan dekapannya perlahan.
"Huhh.. Kan gara-gara kamu. Aku keringetan lagi," ucap Syakila sambil memanyunakan bibirnya.
__ADS_1
"Salah sendiri, berani-beraninya ngerjain aku." timbal Dion "Kamu mau nyoba, keringet yang panas dingin enggak?" tambah Dion.
"Keringet apaan? Terus caranya gimana?" tanya Syakila yang tidak mengerti dengan ucapan mesum pria yang baru saja jadi suaminya itu.
"Kamu mau materi atau peraktek?" tanya Dion lagi.
"Yang materi dulu deh, kalau peraktek sekarang kan capek udah malem banget lagi." timbal Syakila.
Dion pun segera meraih ponselnya di ujung ranjang, dan menghidupkan sesuatu.
Saat video yang di putar Dion baru saja di mulai, Syakila tampak fokus melihat sepasang manusia yang berbincang-bicang dengan serius. Lalu sepasang manusia yang ada di dalam video itu menuju ke sebuah sofa panjang yang ada di dalam sebuah ruangan tertutup.
Perlahan pria yang ada di dalam video itu mendekati si wanita. Lalu mereka berciuman setelah itu saling membuka pakaian.
Dion tertawa melihat expresi istrinya yang nampak sangat serius dan fokus pada isi video yang ia putar.
Namun sesaat kemudian.
Pletak, suara bantingan ponsel Dion di lantai.
"Kurang ajar.. Dasar pak tua mesum!" teriak Syakila.
"Loh! Kok kamu marah sih, tadi katanya mau materi dulu baru peraktek. Apa jangan-jangan kamu mau langsung praktek?" tanya Dion dengan seringai liciknya.
"Gak mau! Aku mau tidur seka-" belum selesai Syakila berbicara, dengan cepat Dion mengecup bibir tipis Syakila.
Beberapa saat kemudian, Dion melepaskan kecupan itu.
"Ayo tidur," ajak Dion kemudian sambil membaringkan tubuhnya.
Tanpa berbicara sepatah kata lagi, Syakila segera ikut membaringkan tubuhnya. Detak jantungnya berdetak kencang seperti orang habis maraton.
"Kenapa rasanya jantung ku seperti ini? Jika Pak tua mengingkannya apakah aku harus memberikan berlian ku ini, huhuu.. Aku takut sakit," ucapnya dalam hati.
Beberapa menit kemudian, Syakila terlelap kembali. Sedangkan Dion, matanya enggan untuk di pejamkan.
Ia memandangi wajah Gadis bar-bar dan selalu bertingkah konyol yang kini menjadi istrinya.
"Aku gak nyangka, pertemuan kita yang gak sengaja dan terbilang singkat bisa menyatu dalam ikatan suci pernikahan seperti ini. Aku juga gak tahu kenapa pintu hati ku yang tertutup rapat beberapa tahun terakhir ini bisa terbuka begitu saja hanya untuk Gadis konyol dan bar-bar seperti mu Keong ku," lirih Dion sembari tersenyum bahagia.
"Aku udah lihat semua bagian tubuh kamu yang polos tadi walaupun sejenak. Dan aku akan mencoba bersabar menunggu sampai kamu benar-benar siap dan ihklas memberikan nya untuk ku." Sambungnya lalu mencium kening Syakila. Setelah itu Dion memejakan matanya dengan tangannya yang memeluk erat tubuh Sykila.
***Bersambung..!!
Jangan lupa tinggalkan jejak, kasih juga othor dukungan ya..!!
__ADS_1
Biar othor makin semangat up nya😘😘😘
Happy reading***..!!