Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Kamu..!


__ADS_3

Pagi-pagi sekali James sudah rapi dengan Kemeja berwarna navy dan juga celana hitam dasar yang ia kenakan.


"Kau mau kemana James?" tanya Raka saat James tiba di meja makan Rumah itu.


"Aku ingin mencoba melamar pekerjaan di Rumah sakit yang kau maksud kemarin. Dan semoga saja aku di terima," kata James sambil mendudukan bokongnya di salah satu kursi.


"Ayo kak James, kita sarapan dulu," ajak Aira "Maaf tadi malam Aira tidak sempat menyapa kak James terlebih dahulu, hehe," sambung Aira sambil nyengir kuda.


"Tidak apa-apa, aku juga minta maaf karena telah membuat suami mu melupakan mu kemarin," kata James tak enak hati.


Mereka bertiga pun memulai sarapan pagi mereka dengan tenang.


Setelah selesai sarapan, Raka mengajak James keluar Rumah. Tepatnya ke bagasi Mobil.


"James, ayo ikut aku.." ajak Raka.


"Kemana?" tanya James sambil mengikuti langkah Raka keluar Rumah.


Sesampainya Raka dan James di bagasi Mobil, Raka segera membuka penutup berwarna Merah terang. Dan hal itu tentu membuat James takjub dengan benda yang di tutupi oleh penutup kain berwarna merah itu.


"Waow.. Bagus sekali!" Kata James sambil meyentuh mobil Sport berwarna silver itu.


"Apakah kau suka?" tanya Raka pada James.


"Siapa yang tidak suka dengan Mobil keren seperti ini?" James malah balik Bertanya.


"Bagus kalau kau suka," kata Raka "Kalau begitu, segera lah coba Mobil ini dan kau bisa membawanya kemana pun kau mau," sambung Raka sambil melemparkan kunci mobil itu pada James.


"Maksud mu!?" tanya James dengan raut wajah bingung.


"Mobil ini untuk mu! Aku sengaja membelinya untuk mu seminggu yang lalu saat kau menelpon ingin pindah ke Indonesia." jelas Raka.


"Aku jadi semakin tidak enak kepada Keluarga mu," ucap James tak enak hati.


"Kau tenang saja, Istri ku sangat senang kau berada di sini begitu pun dengan kedua orang tua ku," kata Raka sambil menepuk bahu James dengan pelan.


Di saat Raka dan James sibuk dengan mobil Baru dan Aira yang sibuk membuat kue di dapur.


Lain lagi hal nya dengan pasangan Dion dan Syakila yang di sibuk dengan Baby boy mereka yang di beri nama Ardi itu.

__ADS_1


"Sayang.. Dia pipis!" teriak Dion pada Syakila yang sedang duduk manis di kursi ruang makan.


"Di ganti dong Mas popok nya.." teriak Syakila "Aku masih makan," tambah Syakila.


"Tapi males, nanti saja ya nunggu kamu habis makan," kata Dion.


"Kasian mas kalau nunggu aku habis makan, coba salinin dulu. Emang kamu mau pipis di celana terus gak salin?" teriak Syakila kepada suaminya itu.


"Hmm.. Sialan! Kenapa harus aku yang jadi beranak'an?" gerutu Dion sambil membuka popok Baby Ar.


"Oekk.. Oekk.." Baby Ar menangis kencang.


"Cup.. Cup.. Jangan menangis sayang, anak tampan ayah jangan menangis.." Dengan cepat Dion mengganti popok Baby Ar Lalu meng gendongnya.


"Kamu tahu ya kalau Ayah sedang kesal sama Bunda mu yang suka nyuruh-nyuruh itu," ucap Dion dengan suara di buat-buat seperti anak kecil.


"Ayah capek tauk.. Dari kemarin belum tidur," kata Dion dengan wajah cemberut dan mata yang menghitam bulat seperti Panda.


"Ni.. Anak ayah minum susu, habis itu bobo lagi ya," Dion memberikan dot pada bibir Baby Ar dan bibir Baby Ar pun langsung meraih pucuk dot tersebut.


Sepuluh menit kemudian "Alhamdulilah, Baby Ar sudah tidur.." kata Dion menarik napas kelegaan. Setelah itu ia menidurkan Baby Ar kedalam box Bayi dan ia segera merebahkan tubuhnya ke atas ranjang dan ikut terlelap.


"Ya Tuhan.. Kamu pasti kecapekan Mas, maafin aku ya yang selalu nyuruh-nyuruh kamu," Syakila mengusap rambut suaminya lalu menyelimuti tubuh itu.


Setelah menyelimuti tubuh suaminya, Syakila pun beralih pada Box Bayi yang ada di samping Ranjang kamar mereka. "Ulu-ulu.. Anak bunda tidur lagi," lirih Syakila sambil menoel hidup mancung Baby Ar.


***


"Kira-kira Tante Rina sama Om Bambang maafin aku gak?" tanya seseorang kepada Suaminya.


"Kita coba aja dulu, mencoba kan gak ada salahnya!" Sang Suami mengutarakan pendapatnya.


"Pokoknya, apa pun yang terjadi nanti. Aku harus minta maaf dulu sama mereka, setelah minta maaf sama mereka. Aku akan minta maaf juga sama Raka dan istrinya," kata Orang itu.


"Begitu lebih baik sayang," kata Suaminya.


Mereka berdua pun segera meninggalkan Rumah mereka dan menuju kediaman Papa Bambang dan mama Rina.


Setelah menempuh perjalanan sekitar setengah jam, akhirnya Sepeda motor yang mereka kendarai berhenti di depan gerbang Rumah mewah.

__ADS_1


"Ini Rumahnya?" tanya Suami orang itu.


"Iya.. Kamu jangan kemana-mana. Kamu harus temenin aku," kata Istrinya dengan wajah takut.


"Aku janji bakal temenin kamu, dan gak akan ninggalin kamu," kata Suaminya sambil mengusap rambut sang Istri.


"Tapi aku takut.. Kita batalin aja ya rencana minta maaf nya." kata Wanita itu kepada suaminya.


"Hey.. Minta maaf itu gak boleh di tunda-tunda. Emang kamu mau selalu terbebani karena belum minta maaf atas kesalahan yang udah kamu lakuin?" Suami dari wanita itu mencoba untuk menyakinkan.


"Tapi aku takut," kata wanita itu sambil meremas jemarinya.


"Ayo kita masuk, semua nya bakal kita tanggung sama-sama." Suaminya menuntun Sang Istri memasuki gerbang Rumah mewah nan megah itu.


Sesampainya mereka di depan pintu, sang suami memencet bel Rumah tersebut.


Dan tak lama kemudian, pintu di buka. Alangkah terkejut nya Mbok Ani melihat Orang yang ad di hadapan nya.


"Ka- Ka-mu kenapa ada di sini?" tunjuk Mbok Ani dengan berkata tergagap.


"Mbok.. Saya kesini mau ketemu Tante dan Om," kata wanita itu dengan lembut sambil menundukkan kepalanya.


Mbok Ani terperangah tak percaya dengan apa yang ia lihat dan dengar. Tanpa kata Mbok Ani berlari masuk kedalam Rumah dan berteriak memanggil Majikannya.


"Nyonya.. Tuan.." teriak Mbok Ani sambil berlari menaiki anak tangga dengan tergesa-gesa.


"Ada apa Mbok?" tanya mama Rina yang baru saja keluar dari kamar nya.


"Ada orang nyariin Nyonya," kata Mbok Ani.


"Siapa Mbok?" tanya papa Bambang yang juga ikut keluar dari kamar.


"Tuan dan Nyonya lihat sendiri saja," kata Mbok Ani lalu pergi meninggalkan Tuan dan Nyonya nya itu.


Mama Rina dan Papa Bambang saling melempar pandang, setelah itu mereka turun ke lantai bawah untuk menemui orang yang mencari mereka.


Sesampainya di bawah. Mereka terkejut saat melihat orang yang di maksud Mbok Ani.


"Kamu..!" tunjuk Mama Rina dengan wajah terkejut nya.

__ADS_1


__ADS_2