
"Ayo Aira.. Ikut aku! Biarkan dua pecundang ini menyelesaikan urusan mereka. Yang satu banci dan yang satu lagi iblis berujud manusia," ucap Dion. "Aku muak dengan kalian!" tambah Dion sambil meludahi dua pria itu.
Raka menatap sendu pada istrinya yang di tarik oleh Dion.
Sedangkan Aira juga masih menoleh kepada suami nya dengan mimik wajah yang sulit di artikan.
Aira mengikuti langkah Dion dengan terseok-seok.
Saat hendak menuruni anak tangga. Aira menghentikan langkahnya.
"Kak Dion.. Berhenti!" Aira melepaskan genggaman tangan Dion dari tangannya.
"Ada apa Aira?" tanya Dion.
"Aku gak bisa ninggalin Raka, kak Dion pulang aja ya! Aira udah gak apa-apa kok," ucapnya meyakinkan Dion.
Dion menghela nafas dengan kasar. "Aku bawa kamu ikut ke rumah, biar itu si Raka bisa berfikir! Dan kamu bisa nenangin diri kamu, Aira!" bentak Dion.
"Aku gak papa kak, aku gak bisa ninggalin Raka! Dia bakal lebih terpuruk lagi kalo aku pergi," jelas Aira.
"Terserah kamu Aira!" Dion menuruni anak tangga tanpa menghiraukan Aira.
Namun ternyata dia tidak pulang, melainkan tidur di sofa yang ada di ruang tamu.
Sebelum ia tidur, ia mengirimkan pesan kepada Syakila terlebih dulu.
Ia takut jika ia pulang. Briyan akan berulah lagi.
Aira kembali lagi ke dalam kamar, Di mana suaminya dan Briyan tergeletak tidak berdaya.
"Raka.." panggil Aira, ia berlutut di samping suaminya. Setelah itu ia menuntun Raka untuk pindah ke atas ranjang.
Dengan telaten Aira mengobati luka di wajah Raka, tepat di hadapan Briyan.
Briyan senyum terpaksa melihat ketulusan hati Aira, padahal jika dirinya di bandingan dengan Raka. Tentu sebagai pria lebih baik dirinya yang normal, dari pada Raka yang Impoten. Namun kenyataan yang ia lihat dan terima, Aira bukanlah seperti wanita pada umumnya.
"Auu.." pekik Raka, saat Aira mengoles kapas yang sudah di beri alkohol dan Betadine.
"Tahan sedikit, agar cepat sembuh," ucap Aira.
Perlahan Raka menyentuh wajah istri nya sangat pucat dengan rambut yang berantakan.
Ia menatap iba pada wanita yang sudah setahun lebih menemaninya yang banyak kekurangan itu.
Setelah mengobati Raka, Aira berjalan mendekati Briyan.
"Aira..! Mau apa kamu deketin 4njing itu!" teriak Raka.
Aira tidak mendengar kan teriakan suaminya.
"Bangun lah kak Bry, obati luka mu!" Aira mengulurkan tangannya kada Briyan yang masih tergeletak di lantai dengan wajah memar dan sudut bibir yang berdarah.
Bahkan tadi Briyan sempat memuntahkan darah akibat pukulan Dion yang mengenai perutnya.
Briyan menatap Aira penuh Arti. Dengan ragu ia menyambut uluran tangan itu.
Halus, lembut namun dingin seperti es. Itulah yang Briyan rasakan saat tangan Aira memegang tangannya.
"Bodohnya aku, sudah membuat orang yang ku cintai menderita seperti ini! Andai waktu bisa ku ulang kembali, aku tidak akan bertindak gegabah seperti ini Aira," ucap Briyan dalam hati.
Aira membantu mengobati wajah Briyan.
__ADS_1
Pandangan Briyan tak lepas dari wajah Aira.
"Hati mu sangat tulus Aira," batin Briyan.
Raka yang melihat hal itu menjadi emosi.
"Pulanglah Briyan! Aku muak melihat mu, jangan pernah muncul lagi dalam kehidupan kami." Raka berbicara keras kepada Briyan.
Mendengar ucapan Raka yang menyuruhnya pergi. Dengan cepat Briyan bangkit dan pergi dari sana, ia takut jika Raka akan berubah fikiran.
Setelah kepergian Briyan, Aira mendekati suaminya.
"Raka.." panggilnya.
Raka menatap dalam pada istrinya, hanya satu kata yang terucap dari bibirnya.
"Maaf," ucapnya lirih.
Aira memeluk erat tubuh suaminya, "Tolong Raka, jangan jauhi aku!" pinta Aira, ia kembali menangis sesegukan.
Raka melepaskan pelukan istrinya, lalu tangannya menangkup wajah sembab itu.
Ia menciumi seluruh wajah istrinya tanpa tertinggal satu cm pun.
"Maaf, maaf kan aku sayang. Ku fikir jika aku menjauh, kau akan menemukan kebahagian mu yang baru. Ternyata aku salah," ucap Raka dan ikut menangis. "Aku sengaja menjauhi mu, agar kau menemukan pria yang sempurna tidak seperti aku!" sambungnya.
"Hanya kau yang mampu membuatku bahagia Raka, tidak ada pasangan yang sempurna di dunia ini. Tidak ada!" Kini Aira yang menangkup wajah suaminya.
"Kamu sakit! Mana? Mana yang sakit! Apakah Briyan melakukannya?" Raka membalik-balikan tubuh istrinya, ia melihat setiap kulit Aira yang sudah di jajah oleh Briyan.
"Kak Bry belum sempat mengambil mahkota ku," jelas Aira "Ta-tapi kak Bry sudah menyentuh seluruh tubuh ku Raka, aku kotor," tangis Aira semakin menjadi.
"Raka, aku mau mandi!" Aira bangkit dari tepian ranjang itu, dan hendak berjalan ke kamar mandi.
Raka melihat kaki Aira yang memar membiru dan berjalan pincang.
"Hentikan langkah mu!" Raka menghentikan langkah Aira.
"Kenapa? Aku ingin mandi, apakah kamu tak jijik sama badan ku yang kotor ini!" Aira memandang suaminya dengan wajah lesu.
"Aku gak jijik, aku cuman ingin melihat kaki mu sayang," ucap Raka. Lalu Aira berjalan kembali ke arah ranjang.
Di lantai bawah.
"Mau kemana!" Suara Dion mengagetkan Briyan yang hendak keluar dari rumah itu.
"Pulang!" timbal Briyan tanpa memandang wajah Dion.
"Pergilah sejauh mungkin! Jangan pernah kembali, jika kau kembali maka bukan polisi yang bertindak. Melainkan tangan ku yang akan membunuh dan memotong-motong tubuhmu!" ucap Dion yang setiap kata nya penuh dengan penekanan.
Briyan segera pergi dari sana, jujur ia memang takut dengan Dion di bandingkan Raka. Semasa SMA dulu saja, ia seringkali mendapat pukulan dan bogeman dari Dion, namun ia selalu beruntung karena ada Raka yang selalu membantunya.
Dan pada Akhirnya, ia menjadi membenci Dion. Diam-diam ia melawan Dion dengan kelicikannya, Ia menghancurkan Dion dengan cara merusak hubungan Dion dan Cindy.
Keesokan paginya.
Syakila segera meluncur ke kediaman Raka dan Aira.
Ia masuk kedalam rumah itu.
"Sayang, mana Aira?" tanya Syakila pada Dion yang membukakan pintu rumah itu.
__ADS_1
"Ada di atas, dia masih di kamar sama Raka." timbal Dion.
Dengan cepat, Syakila naik ke lantai atas.
Di dalam kamar itu, ia melihat Raka yang duduk sambil memandangi wajah Aira yang masih terlelap.
"Ehemm.." Syakila mengejutkan Raka.
"Gimana keadaan Aira?" tanya Syakila.
"Ya begitulah! untung lah dia tidak kembali syok seperti dulu," ucap Raka.
Syakila mendudukkan bokongnya di dekat Raka.
"Kejadian ini bukan lah yang pertama untuk Aira," ucap Syakila tiba-tiba.
"Maksudmu!" Raka tidak paham dengan maksud dari ucapan Syakila.
"Ya.. Maksud ku ini sudah kesekian kalinya kasus pelecehan yang terjadi pada Aira. Aku tidak tahu mengapa nasip nya sangat buruk, maka dari itu aku sangat menyayangi nya. Apapun akan aku berikan untuknya, bahkan nyawaku sekalipun," ucap Syakila "Dan ku harap, kejadian ini adalah yang terakhir. Berjuanglah kak Raka! Percaya dan berusaha lah agar dirimu bisa sembuh!" sambung Syakila.
Raka terdiam, ia mencoba mencerna semua kata-kata yang di ucapkan Syakila.
Setelah itu, Syakila keluar dari kamar itu. Dan membereskan kekacauan yang terjadi di rumah itu.
"Mas.. Ayo bantuin!" perintah Syakila pada Suaminya.
Dion beranjak dari duduknya, lalu membantu Syakila.
Singkat cerita, kini Dion dan Syakila sudah kembali ke Apartemen mereka. Dion juga sudah memberi tahukan Papa Bambang perihal musibah yang menimpa Aira.
***
"Benar Ma, Dion yang menceritakan semuanya pada Papa. Seharusnya kita sebagai orang tua berterimakasih kepada Aira, gadis itu sudah mau menerima putra kita yang tidak sempurna. Bahkan kemarin malam, Briyan mencoba melecehkan Aira." Papq Bambang menceritakan kejadian itu pada Mama Rina.
"Antar mama Sekarang!"
Mama Rina berjalan keluar rumah itu dengan expresi wajah yang tidak bisa di artikan.
Papa Bambang mengantarkan istri nya kerumah Raka, namun di hati Papa Bambang ada kecemasan dan ke khawatiran Pasalnya ia tidak melihat ada penyesalan di raut wajah istrinya.
Bahkan ia belum pernah melihat ekspresi mama Rina yang seperti itu.
Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, akhirnya mobil Papa Bambang sampai di depan Rumah Raka.
Dengan tergesa-gesa mama Rina memasuki rumah itu. Meninggalkan suaminya yang masih berada di dalam mobil.
"Aira..! panggil mama Rina dengan berteriak.
***Bersambung..!!
Maaf🙏 alur semakin ngawur😂
Yang gak suka, tinggalkan gak papa🤧
Yang suka, tinggalkan jejak kepemilikan ya. Ehh maksud othor jejak like dan coment dan tak lupa dukungan seihklasnya 🤭
Nanti siang, othor usahain buat up lagi🙂
Happy reading🤗
AWAS ADA TYPO! 🏃♀️🏃♀️🏃♀️
__ADS_1