Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Pergi


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Aira, Mama dan Papa Raka mengantarkan keberangkatan Raka ke bandara.


Bahkan Dion dan Syakila juga ikut mengantarkan Raka.


"Sayang, aku pamit ya! Kamu jangan nakal, tunggu aku pulang," ucap Raka lalu menciumi wajah istrinya.


"Hemm, aku janji gak akan nakal disini. Cepat pulang, aku doain kamu semoga cepat sembuh," kata Aira dengan air mata yang menetes.


Mama Rina dan Syakila pun ikut menangis haru menyaksikan perpisahan itu.


"Aku janji bakal terus usaha, agar aku bisa cepat pulang buat nemuin kamu!" Raka memeluk istrinya. "Jangan nangis, air mata kamu begitu berharga sayang, nan-" ucapan Raka di putus oleh Aira.


"Nanti kalo banyak, mau kamu jual kan? Kayak air mata putri duyung itu," Aira tertawa sambil menduselkan hidungnya yang basah pada kemeja Raka.


"Kamu lap ingus di baju ku ya? Dasar nakal!" Raka menjitak kepala Aira.


Sontak membuat semua yang hadir di sana tergelak.


"Sakit," Aira memajukan bibirnya.


"Kamu harus sehat-sehat disini, aku mau saat pulang nanti. Pipi ini masih tetap sama saat aku pergi," ucap Raka sambil membelai pipi chaby istrinya.


Aira mengaguk, jujur saja ia tidak rela melepaskan suaminya seorang diri. Ia teramat takut kehilangan suaminya.


"Ma, Pa, Dion dan Kila. Aku nitip Aira ya, tolong di jaga!" ucap Raka kepada semua orang yang hadir di sana untuk mengantarkan kepergiannya.


"Kamu tenang aja, kami semua bakal jaga Aira dan gak bakal buat dia kesepian!" sahut mama Rina.


"Iya, kak Raka gak usah khawatir. Kila juga bakal jagain Aira kok," kata Syakila.


Tak lama kemudian, Pesawat yang akan di tumpangi Raka akan segera lepas landas.


"Hati-hati sayang," Aira kembali menangis saat Raka akan benar-benar pergi.


Ia melambaikan tangan nya pada Raka.


Setelah pesawat yang di tumpangi Raka benar-benar telah lepas landas.


Mama Rina memeluknya, ia menagis sesegukan di pelukan Mama mertuanya. Menumpahkan sesak di dadanya.


"Sudah sayang, jangan menangis! Raka akan sedih jika kamu menangis seperti ini, dia kan pergi untuk kamu. Untuk bahagian kamu, jadi kamu disini harus bertahan untuk dia. Kamu harus kuat," mama Rina mengusap punggung Aira dengan lembut.


"Ayo kita pulang sekarang, kita do'akan saja supaya Raka cepat kembali dan bisa cepat berkumpul lagi sama kita," kata Papa Bambang.


Tak terasa sudah seminggu Raka tidak berada di sisi Aira.


Aira seakan kehilangan separuh jiwanya, ia kerap kali murung dan menyendiri.


Beruntungnya ada Syakila dan juga mama Rina yang selalu menemani dan menghiburnya.


Seperti pagi ini.

__ADS_1


"Ai, kita keluar yuk! Kita belanja ke Mall," ajak Syakila.


"Kamu sendiri aja ya Kila, aku di rumah aja. Nanti kalo Raka pulang terus aku gak ada gimana?" ucapan Aira membuat hati Syakila bagai di remas remas.


"Ai, Ini baru seminggu sejak kepergian Raka. Kamu tahu gak, dengan kamu seperti ini! Raka bakalan sedih," ucap Syakila mencoba memberi Aira pengertian.


Tiba-tiba ponsel Aira berdering. Panggilan video masuk kedalam ponselnya.


"Nomer apa ini?" Aira memandang nomer Asing yang tertera di layar ponselnya.


"Angkat, mungkin itu nomer Raka," ucap Syakila.


Dengan ragu Aira mengangkat panggilan Video itu.


Ia tersenyum lebar saat wajah yang seminggu ini ia rindukan terpampang di layar ponselnya.


"Raka.." panggilnya.


Syakila meninggalkan Aira di dalam kamar itu.


"Hey, kenapa wajah istri ku sangat kusut seperti itu?" tanya Raka. "Kamu gak mandi ya?" tanya nya, setelah itu ia terkekeh.


"Kamu gak kangen sama aku,' ucap Aira dengan mata berkaca-kaca.


"Aku kangen, tapi mau bagaimana sayang? Aku harus fokus dengan pengobatan ini, agar aku bisa cepat pulang," jelas Raka.


"Jangan lama-lama disana, ingat! Jaga hati dan jaga mata, aku disini selalu nunggu kamu," ucap Aira.


"Air matanya hapus! Aku udah bilang, jangan pernah keluarkan air mata kamu," kata Raka mengingatkan istrinya.


"Sayang.." panggil Raka.


"Iya, kenapa?" tanya Aira.


"Jalanilah hari mu seperti biasa, dan yakin lah! Aku akan kembali," kata Raka.


Raka tahu, bahwa seminggu ini Aira selalu mengurung diri di kamar. Karena diam-diam Dion selalu menghubungi Raka melalui Email.


"Iya." timbal Aira.


"Ya udah, kamu jaga diri. Aku disini baik-baik aja," ucap Raka, setelah itu! Panggilan pun terputus.


Aira bangkit dari duduknya dan langsung menuju kamar mandi.


Lima belas menit kemudian, ia keluar Dengan tubuh yang sudah segar.


Ia berganti pakaian, setelah selesai Ia keluar dari kamar dan menuju tempat mama Rina dan Syakila sedang duduk mengobrol.


"Ayuk Kila, katanya mau ke Mall," kata Aira setelah dekat dengan mama Rina dan Syakila.


"Wah, udah cantik dan seger ni!" celetuk Syakila. "Ya udah, aku ambil tas bentar ya," sambung Syakila lalu bangkit dari duduknya.


"Mama gak ikut?" tanya Aira pada mama Rina.

__ADS_1


"Mama di rumah aja deh, kaki mama pegel," ucap mama Rina.


Tak lama kemudian, Syakila datang dengan menenteng tasnya.


"Ayo Ai, kita berangkat dan kita habiskan uang para suami!" kata Syakila dengan semangat 45.


Mama Rina tertawa mendengar candaan yang keluar dari mulut Syakila. Namun tidak dengan Aira, setelah Raka pergi ke Belanda, mereka tidak lagi melihat tawa yang terukir di bibir mungil Aira.


"Ya udah yuk, kita berangkat sekarang! Keburu siang," ucap Syakila. Lalu Aira dan Syakila berangkat ke mall.


Ya.. Mama Rina, Papa Bambang, Dion dan juga Syakila ikut tinggal di kediaman Raka dan Aira. Mereka tidak ingin Aira larut dalam kesedihan. Jadi mereka selalu mencoba membuat Aira tersenyum dengan apa pun.


***


Di sebuah rumah sakit.


Seseorang bangun dari koma nya.


Perlahan ia mengerjakan matanya, dan mengingat semua hal yang ia alami.


"Kenapa aku ada disini? Apa yang terjadi?" ucap orang itu sambil memegang kepalanya.


Ia melepaskan jarum infus yang melekat di tangannya dan perlahan turun dari Brankar rumah sakit itu.


Namun saat ia hendak berjalan, ia merasakan sakit di kaki kirinya.


"Dokter.. Dokter? Kenapa dengan kaki kiri saya?" teriak Orang itu dengan keras.


"Tenang dulu ya, sebentar lagi Dokter akan datang untuk memeriksa keadaan Anda," ucap salah seorang Perawat.


"Apa yang terjadi dengan saya, Suster? Kenapa saya bisa ada disini?" tanya orang itu.


"Seseorang membawa Anda kemari dengan tubuh bersimbah darah, orang itu mengatakan bahwa Anda adalah korban kecelakaan lalu lintas," jelas perawat itu.


"Sudah berapa lama saya berada disini, Suster?" tanya nya.


"Anda berada di rumah sakit ini sudah sepuluh hari dan mengalami koma," jelas Perawat itu lagi.


Tak lama datanglah Dokter yang menangani Orang itu selama koma.


"Dokter, kenapa dengan kaki saya? Kenapa rasanya sakit sekali?" tanya nya dengan berteriak.


"Maaf.. Tapi dengan berat hati saya harus mengatakan ini! Kaki Anda mengalami patah tulang, dan mungkin Anda akan berjalan pincang dalam jangka waktu yang cukup lama." jelas dokter.


Orang itu diam memaku, mendengar penjelasan Dokter.


***Bersambung..!!


Happy reading😘😘😘


See you next up😘😘


Yang berkenan, silahkan singgah ke karya baru othor ya***.

__ADS_1



__ADS_2