Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Episode 49


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Di rumah Keluarga Dion.


"Dion, Kila! Malam ini ibu sama ayah mau kondangan ke tempat temen lama ayah, dan kayaknya gak pulang," ucap bu Yanti "Dan nanti buat makan malam, Kila beli aja ya, ibu gak sempet masak," sambung bu Yanti.


"Ihh,,! Ibu, lagian pula kan Kila bisa masak. Ibu aja apa-apa selalu gak boleh." timbal Syakila.


"Bukan gak boleh, tapi ibu mau. Kamu dan Dion fokus bikin kecebong nya," kata bu Yanti sambil terkekeh.


Wajah Syakila merona mendengar ucapan ibu mertuanya. Sedangkan Dion, ia menyeringai pada Syakila.


"Bu, ayo berangkat. Taxi nya udah datang, ntar kita ke sorean lagi sampai di sana," kata pak Budi yang tiba-tiba datang.


Bu Yanti dan pak Budi segera berangkat.


Sedangkan Dion, setelah kepergian ibu dan ayahnya. Dia segera memepet Syakila.


"Ihh, pak tua mau apa ya?" tanya Syakila yang risih dengan perbuatan Dion.


"Mau nagih janji kamu kemarin malam," kata Dion.


"Janji apaan?" tanya Syakila.


"Aku ingetin ya!" seru Dion.


Playback on


"Pak tua! Tolong dong, minum jamu dan makanan ini, perutku udah kenyang ni, masak pagi siang dan sore. Ibu selalu kasih makanan sepiring penuh dan jamu," pinta Syakila pada Dion sambil memajukan bibirnya.


"Idih! Gak mau," timbal Dion yang sedang berguling-guling di samping Syakila.


"Ayo dong tolongin," kata Syakila.


"Gak mau ya gak mau, terima aja! Itu tandanya ibu sayang sama kamu, makanya dia kasih kamu banyak makanan. Dan buktinya kamu nyapu halaman rumah aja gak boleh, dan ngurus kerjaan lain juga gak boleh. Berarti dia sayang banget sama kamu," kata Dion masih dengan berguling-guling.


"Iya, aku tahu kalau ibu sayang. Makanya aku minta bantuin abisin ini makanan, nanti kalau gak habis. Dia Kecewa sama aku," ucap Syakila sambil menekuk wajahnya.


Sebenarnya Dion kasihan, tapi dia sengaja mengerjai istrinya.


"Pokoknya aku tetap gak mau!" seru Dion "Titik!" imbuhnya.


"Ya udah kalau gak mau! Tapi awas ya, besok malam aku gak mau Nga-nu sama kamu. Padahal tadinya aku mau ngajak kamu Nga-nu." ancam Syakila, lalu menyendok makanan itu lagi kedalam mulutnya.


"Sini! Biar aku yang abisin, tapi besok malam beberan Nga-nu ya," kata Dion sambil mengambil alih piring yang ada di tangan Syakila.


Hanya butuh waktu beberapa menit, makanan yang ada di dalam piring itu habis ludes beserta segelas jamu yang menemani makan siang Syakila hari itu.


Playback off


"Inget gak!" Dion menaik turun kan alisnya.


Hal itu membuat Syskila nyengir kuda.


"Hee, aku takut," kata Syakila dengan wajah merahnya.


"Kita coba dulu, aku juga belum pernah." timbal Dion.


"Masa sih! Belum pernah tapi kok mesum banget," kata Syakila.


"Emang mesum harus udah pernah Nga-nu ya?" tanya Dion.

__ADS_1


"Entah." timbal Syakila.


"Sekarang kan banyak Video, Keong! Jadi mesum pun gak harus Nga-nu. Lihat video Nga-nu juga udah bisa mesum." jelas Dion.


"Ihh, jorok liat kayak gituan!" Syakila mendorong tubuh Dion agar menjauh dari dirinya.


Bukannya menjauh, Dion malah semakin memepet Syakila.


"Dion," jantung Syakila mulai berdegub kencang saat Dion mengungkungnya di sofa tempat mereka duduk.


"Aku udah gak tahan sayang," bisik Dion.


Syakila memejamkan matanya kala Dion mencium bibirnya yang mungil.


Lama kelamaan, Syakila mulai berani membalas ciuman itu, hingga Dion memasukan lid*h nya kedalam mulut Syakila. Dan mereka berdua betukar Slavina.


Dion melepaskan ciuman itu, karena mereka hampir kehabisan oksigen.


Dion menatap wajah Syakila "Boleh ya!" pinta Dion. Syakila menganguk.


Dion tersenyum senang, karena tidak di tolak lagi oleh istrinya.


Tanpa menunggu waktu lama, Dion menciumi wajah dan leher Syakila hingga ia merasa puas. Tak lupa, ia meninggalkan jejak kepemilikannya di leher Syakila.


"Emm," lenguh Syakila kala Dion menge*up lehernya.


"Kenapa sayang?" tanya Dion.


Syakila menggelengkan kepala nya.


Dion mulai membuka baju kaos dan celana pendek yang di pakai oleh Syakila di atas sofa ruang tamu rumah itu.


Dengan cepat, Dion membuka bajunya.


"Dion," lirih Syakila yang seperti cacing kepanasan saat Dion mere**s bukit kembarnya.


Di keluarkan bukit kembar itu dari sarangnya oleh Dion, lalu di kec*p nya secara bergantian. Hingga tak sadar, suara desahan Syakila sudah memenuhi ruangan rumah itu.


"Jangan di sini," Syakila menahan tangan Dion yang menelusup kedalam CDnya.


Dion mengangguk, lalu membopong tubuh Syakila kedalam kamar.


Namun Dion melupakan dan meningalkan sesuatu di ruang tamu rumah itu, yaitu baju dan celana pendek Syakila juga bajunya sendiri.


"Sayang, I LOVE YOU," bisik Dion di telinga Syakila.


"I LOVE YOU TOO MY HUBBY," balas Syakila.


Dion tersenyum penuh kemenangan, kini ia tenang Bahwa Syakila juga mencintainya.


"Aku buka ya," lirih Dion, di angguki oleh Syakila.


B*a dan CD yang di gunakan Syakila sudah di lepas oleh Dion. Tak lupa, dia juga segera melucuti semua pakaian yang masih menempel di tubuhnya.


Dion bermain-main di area bukit kembar Syakila dengan buas, Di remas, di kec*p bahkan ia memainkan tongkat saktinya di area bukit kembar itu dengan penuh gairah.


"Ouh sayang," lenguh Syakila dengan suara lemah.


"Aku masukin ya, kamu tahan!" bisik Dion.


Setelah puas bermain-main, akhirnya Dion mulai memasukan tongkat nya kedalam goa milik Syakila.

__ADS_1


Di gesek nya perlahan goa itu dengan tongkatnya.


"Dion,,!" jerit Syakila sambil meremas rambut Dion dengan sekuat tenaga saat tongkat milik Dion menembus lubang goa yang ia jaga selama ini.


"Sayang,,!" panggil Dion sambil menggerakkan bokongnya perlahan di atas tubuh istrinya.


"Sakit sayang," lirih Syakila.


"Tahan ya, kata orang sakitnya sebentar nanti kalau udah lama gak sakit lagi kok," Dion memompa sambil memeluk tubuh istrinya dengan lembut.


Dan benar yang di katakan Dion, kini jeritan Syakila berubah menjadi lenguhan dan desahan yang memenuhi seluruh kamar itu, dan mungkin bukan hanya kamar itu namun seluruh area rumah.


"Enak sayang?" tanya Dion masih dengan melakukan aktivitasnya.


Syakila tidak menjawab, ia terus mendesah dan sesekali mencoba menghapus airmata nya.


"Aku mau pipis," lirih Syakila.


"Ayo sayang, pipis aja," kata Dion.


Tak lama kemudian, Dion merasakan bahwa tongkatnya basah di dalam sana.


"Kamu keluar sayang," ucap Dion, lalu dengan mempercepat gerakannya memompa tubuh mungil istrinya. Tak lama kemudian, Dion memuntahkan isi dari kekuatan tongkat saktinya di dalam goa Syakila.


"Terimakasih sayang," ucap Dion sambil lalu menciumi wajah istrinya yang sudah tak berdaya. Setelah itu, Dion ikut berbaring di samping istrinya.


Karena kelelahan, akhirnya Dion dan Syakila tertidur dengan berpelukan.


Jam 10 malam, Dion mengerjapkan matanya.


"Jam berapa ini?" tanya Dion pada dirinya sendiri.


"Jam 10 malam, wah ternyata kami tertidur cukup lama dan melewatkan waktu magrib dan isya." sambung Dion.


Ia tersenyum, sambil memandangi wajah istrinya yang tertidur pulas. "Terimakasih sayang, sudah menjadikan aku yang pertama," lirih Dion lalu mengecup lembut kening istrinya.


Setelah itu, ia melangkah menuju kamar mandi.


Sepuluh menit kemudian, Dion keluar dari kamar mandi dan segera berganti pakain.


"Aku harus keluar cari makanan, keong pasti lapar," ucapnya lalu berjalan keluar dari kamar itu.


Ia mengeryitkan dahinya, kala melihat sepasang penganting paruh baya yang sedang tertawa cekikikan di ruang tengah rumah itu.


"Ayah, ibu! Katanya minap?" tanya Dion yang mendekat kearah sofa ruang tamu itu.


***Bersambung..!!


Kira-kira kekocakan apa lagi ya yang bakal terjadi setelah MP ini??


Tungguin up nya ya..!!


Dan setelah ini, akan ada keributan di keluarga pak Bambang..!!


Happy Reading..!! 🤗🤗🤗


Jangan lupa, singgah ke karya online kakak othor ya***..!!



__ADS_1


__ADS_2