Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Tarikan Telinga


__ADS_3

Hari sudah semakin sore namun Raka belum juga kembali bahkan tanpa kabar, hal itu tentu membuat Aira menjadi bingung dan cemas. Tidak seperti biasanya suaminya seperti ini.


"Kemana kamu Raka? Kok udah sore belum pulang?" tanya Aira pada dirinya sendiri sambil mondar-mamdir tak karuan.


"Sebaiknya aku pergi ke Rumah Mama dan Papa aja," ucap nya lalu segera pergi menuju Papa Bambang menggunakan jasa Taxi Online.


Tiga puluh menit kemudian. Ia sampai di depan Kediaman Papa dan Mama mertuanya.


"Loh.. Sayang, kamu sendirian? Mana suami kamu?" tanya Mama Rina pada anak menantunya.


"Itu lah Ma, Ai kira Mas Raka ada di sini. Sejak siang di belum pulang dan juga gak ngasih kabar sama sekali." jelas Aira.


"Ya Tuhan.. Kemana anak itu, tumben sekali," guman Mama Rina. "Kamu udah coba hubungin?" tanya Mama Rina kemudian.


"Udah Ma, tapi nomer Mas Raka gak aktif." jawab Aira.


"Ya sudah. Kamu di sini aja dulu, nanti kan kalau dia pulang dan gak nemuin kamu di Rumah. Dia pasti kesini buat nyari kamu," kata Mama Rina. "Kamu udah makan?" tanya Mama Rina lagi.


"Belum Ma." timbal Aira.


"Sana kamu makan dulu.. Kasian Bayi kamu gak kamu kasih Asupan dan makanan," kata Mama menyuruh Aira makan.


***


"Terimakasih, kau memang yang terbaik," ucap Orang itu sambil tertawa senang.


"Istri ku pasti akan sangat senang bertemu dengan mu." kata Raka yang sangat Antusias.


"Bagaimana keadaannya?" tanya Orang itu.


"Oh.. Astaga! Aku lupa menghubunginya hari ini, dia pasti sangat cemas," Raka begitu bahagia bertemu dengan Orang yang sudah menjadi Dewa penolong dalam hidupnya itu. Hingga ia lupa untuk menghubungi Aira yang saat ini sedang mengkhawatirkan Istrinya.


"Kau gila Raka..!" maki Orang itu yang tak lain Adalah Mr James yang sudah menyembuhkan Raka dari penyakit Impoten yang Raka derita.


"Sungguh aku melupakannya, sebaiknya kita segera pulang. Aku takut dia mencemaskan ku dan berfikir yang tidak-tidak seperti Readers yang se'Udzon karena telah mencurigai adanya Bibit Pelakor di sini." kata Raka. "Ponsel ku mati di saat yang tidak tepat!" sambung nya lalu segera mengajak Mr James pulang ke kediaman nya.


Tak butuh waktu lama, kini mobil Raka berhenti di depan Rumah mewah miliknya.


"Ayo James.. Aira pasti sangat cemas di dalam," kata Raka sambil membantu Mr James mengeluarkan barang-barang nya dari mobil Raka.

__ADS_1


Raka mengajak Mr James memasuki Rumah mewah nan megah itu, namun saat sampai di dalam Rumah. Rumah itu nampak gelap dan sunyi.


"Di mana istri ku?" tanya Raka pada Mr James.


"Mana aku tahu!" timbal Mr James. "Kau ini aneh sekali, kenapa menanyakan keberadaan Istri mu kepada ku?" sambung Mr James.


"Hihihi.. Mungkin dia ada di Rumah Papa," kata Raka. "Kau duduk lah dulu, aku akan menelpon ke Rumah Papa," sambung Raka sambil meriah gagang telpon Rumah itu.


Kring.. Kring.. Sambungan telpon berbunyi.


"Hallo.." sapa seseorang di sebrang Telpon.


"Ma.. Di mana Aira?" tanya Raka tanpa basa basi.


"Di mana di mana! Dasar tidak punya otak, istri mu kemari dengan perasaan tak karuan dan dalam keadaan perut kosong. Kemana saja kamu seharian?" Mama Rina memarahi Raka habis habisan dri sambungan telpon itu.


"Ya sudah.. Raka jemput dia sekarang," kata Raka lalu mematikan sambungan telpon itu. Kuping nya terasa panas mendengar ocehan sang Mama.


"James, kau istirahat lah dulu. Aku akan menjemput istri ku sebentar," kata Raka.


"Aku jadi tidak enak dengan Istrimu," kata Mr James.


"Nah.. Ini kamar mu, jika lapar kau tinggal menuju dapur untuk mencari makanan di sana," kata Raka setelah itu ia segera bergegas menyusul Istrinya di Rumah Mama dan Papa nya.


Tak butuh waktu lama, mobil Raka sampai di kediaman orang tuanya.


"Sayang.." panggil Raka saat memasuki Rumah itu.


"Ini yang sayang.." ucap mama Rina sambil menarik telinga Raka.


"Aduh.. Ampun Ma, kenapa sih mama suka sekali menjewer telinga Raka?" protes Raka.


"Dari mana saja kamu hari ini? Kenapa tidak memberi kabar pada Istri mu?" tanya Mama Rina.


"Ampun Ma. Tadi Raka jemput James di Bandara dan Raka lupa menghubungi Bidadari Raka, saat Raka ingat Ponsel Raka malah mati," jelas Raka sambil memegangi telinganya yang di tarik Mama Rina.


"James? Siapa James?" tanya Papa Bambang yang duduk bersantai di Sofa sambil menikmati secangkir teh hangat.


"Lepaskan dulu Kuping Raka ma, baru akan Raka beritahu," pinta Raka dengan wajah meringis menahan sakit.

__ADS_1


Mama Rina pun melepaskan tangannya dari telinga Raka.


"Aduh.. Mama kok tega sekali sih Pa! Atau jangan-jangan dia bukan Mama Raka lagi?" cerocos Raka.


"Jadi begini Pa, James itu adalah orang pintar yang sudah mengobati Raka saat berada di Den Haag," Raka pun menjelaskan semua nya kepada sang Ibu dan Ayah.


Papa Bambang dan Mama Rina lega mendengar penjelasan yang keluar dari mulut putra nya itu.


Setelah menjelaskan semua nya, Raka segera bergegas ke lantai atas untuk menemui Istrinya.


Di dalam kamar ia melihat istrinya meringkuk tanpa selimut.


"Ya Tuhan sayang.. Maafkan aku ya, kamu pasti berfikir yang tidak-tidak kepada suami mu ini," lirih Raka.


Lalu Raka membopong tubuh istrinya tanpa membangunkan nya terlebih dulu.


"Ma, Aira Raka bawa pulang," kata Raka saat sudah sampai di lantai bawah.


"Bangun kan dulu, tidak baik membawa Istrinya yang sedang hamil dalam keadaan tidak sadar seperti itu. Apa lagi hari sudah malam," kata Papa Bambang kepada Raka.


Dengan berat hati Raka menidurkan istrinya di Sofa ruang tengah dan membangukannya.


"Sayang.. Bangun, ini aku sudah pulang," ucap Raka sembari mengusap rambut Aira.


"Emm.. Raka, kamu dari mana aja? Kamu gak main perempuan kan?" Begitu Aira sadar, ia langsung menanyakan ke gelisahan hatinya.


"Kamu tenang aja. Suami mu ini adalah Pria yang setia sayang, Aku tadi bertemu Dewa penyelamat kita dan sekarang kita harus pulang. Karena Dewa itu sedang menunggu kita di Rumah," kata Raka sambil menarik Aira kedalam pelukannya.


Mama Rina dan Papa Bambang tersenyum melihat Anak dan Menantunya itu yang selalu rukun.


"Dewa siapa?" tanya Aira yang berada dalam dekapan Raka.


"Nanti juga kamu bakal tau sayang, sekarang kita pulang ya," ucap Raka lalu mencium pucuk kepala Istrinya.


Aira mengangguk, setelah itu mereka berpamitan pulang kepada Mama Rina dan Papa Bambang.


**Bersambung..


Happy ReadingšŸ¤—

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak.. Dan Author harap kalian mau memberi Author remahan kerupuk ini sedikit dukungan kalian, Like Coment dan Vote kalian sangat membatu AuthoršŸ™**


__ADS_2