
Setelah kepergian Syakila, kini tinggallah Raka dan Safira di ruang makan itu.
Safira sibuk dengan piring kotor yang ada di meja makan, Sedangkan Raka. Ia sibuk sendiri dengan ponselnya.
"Ehemm.." Raka berdehem dengan agak keras.
Safira segera menghentikan kegiatannya dan menoleh ke arah suara deheman itu.
"Ada apa Tuan?" tanya Safira dengan sopan.
"Begini! Setelah selesai membereskan piring itu, kamu segera bersiap. Karena kita akan segera menjembut ibu kamu ke Lampung," kata Raka.
"Baik Tuan." timbal Safira. Setelah itu, Safira segera menyelesaikan pekerjaannya.
Sedangkan di taman belakang, Aira dan Dion sedang duduk berdiaman.
Lama kelamaan Akhirnya Dion pun memulai pembicaraan.
"Ai, kamu gak mau ngomong sesuatu gitu," kata Dion yang tiba-tiba memecah keheningan.
"Ngomong apa? Kak Dion tu harusnya minta maaf sama aku, kan kak Dion tadi udah jahat," ucap Aira sambil mengusap-usap hidungnya sendiri.
"Tapi kan kamu yang jahat sama aku, kamu udah buang semua telur yang ada. Jadi aku gak mau minta maaf duluan!" Dion tetap tak mau mengalah.
"Kak Dion jahat! Ini kan rumah Aira, kalo kak Dion gak mau minta maaf. Kak Dion gak boleh lagi main ke sini!" acam Aira.
"Loh! Kok gitu?" Tanya Dion tak habis fikir.
__ADS_1
"Iya lah, kak Dion kan gak sayang sama aku. Jadi kak Dion gak boleh ke rumah ku lagi!"
"Iya deh, aku minta maaf. Aku salah, tapi lain kali telur nya jangan di buang lagi ya," kata Dion.
"Hmm, Ai juga minta maaf sama kak Dion. Gara-gara Ai, kak Dion jadi gak makan telur deh," ucap Aira dengan raut wajah sedihnya.
"Nah sudah clear sekarang masalahnya," kata Dion.
"Cuman gitu aja, kak Dion gak mau peluk nih!" Protes Aira sambil me monyongkan bibirnya.
"Uhh, adek manja ku minta peluk," ucap Dion sambil merentangkan tangan nya.
Akhirnya Dion dan Aira berpelukan seperti Teletubbies.
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan Raka melihat semua adegan lucu dua anak manusia itu.
Di saat Raka sedang tertawa geli, tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dengan pelan.
"Astaga.." kejut Raka.
"Kak Raka lihat apa? Kenapa ketawa sendiri?" Tanya Syakila yang sudah selesai dengan ritual mandinya.
"Kamu lihat mereka!" tunjuk Raka "Seperti anak kecil, baru saja bertengkar sudah baikan lagi," sambung Raka.
"Mereka memang begitu, kemaren aku sempat cemburu lihat mereka. Tapi sekarang aku tau, kalo kedekatan mereka murni dengan kasih sayang," kata Syakila yang ikut memandang Suami beserta sepupunya yang sedang berpelukan itu.
Tak terasa hari sudah semakin siang. Kini Dion, Raka dan Safira sudah bersiap hendak berangkat menjemput Bibi Ratna yang berada di Lampung.
__ADS_1
"Sayang, Mas berangkat dulu ya. Kamu temani Aira di sini," ucap Dion kepada istrinya. "Baby ayah jangan nakal, ayah pergi sebentar," Sambung Dion sambil mengelus perut Syakila yang sudah besar seperti gelembung.
"Iya, kamu dan kak Raka hati-hati ya. Ingat! Jangan tergoda sama nyamuk nakal," ucap Syakila sambil melirik ke arah kakaknya yaitu Safira.
"Kamu jangan gitu dong, gak baik. Setiap kata itu do'a loh!" sahut Dion.
"Sayang, aku pamit dulu ya. Do'ain kami sampai dan kembali dengan selamat, dan semoga bibi kamu mau di bawa kesini," ucap Raka pada Aira.
"Iya, aku do'ain. Kamu hati-hati ya, aku tunggu kamu pulang," kata Aira sambil memeluk pinggang suaminya dengan erat.
"Hey.. Kenapa menangis?" tanya Raka pada istrinya bergetar di dalam pelukannya.
"Hiks.. Hiks.. Aku sayang kamu, aku gak mau di tinggal lama-lama," ucap Aira sambil terisak.
"Kalau kamu nangis, aku gak jadi pergi nih! Aku gak mau kamu dan cebong kita sedih," kata Raka sambil membelai rambut sang istri.
"Aku gak nangis lagi, tapi kamu cepat pulang," kata Aira sambil melerai pelukannya.
"Kak Dion, kak Fira, Ai titip Raka. Kalo dia nakal sunat aja," kata Aira pada Dion dan Safira.
"Kamu tenang aja, aku bakal jagain dia." kata Dion.
Safira tersenyum, Ia pun mendekati Aira. "Ai, makasih ya. Kamu baik banget sama kakak, Kakak janji setelah ini kakak bakal berusaha jadi orang yang lebih baik lagi," ucap Safira, di wajahnya dan matanya tampak penyesalan yang sangat mendalam.
"Sama-sama kak Fira," ucap Aira "Ya udah, mendingan kalian berangkat. Karena hari udah makin siang, Entar sampe sana kesorean lagi," sambungnya.
Raka, Dion dan Safira pun segera berangkat menuju Lampung. Meninggalkan kedua ibu hamil itu di rumah.
__ADS_1
Ma'af, sudah lama tidak update😊😊