
Dua hari kemudian.
Pagi hari.
Bu Wati dan Safira sedang bersiap. Mereka akan pergi ke Jakarta hari ini tanpa sepengetahuan Syakila.
Sungguh Bibi dan sepupu yang serakah.
"Bu, berapa hari kita di sana?" tanya Safira
"Ya sampe Aira kita temuin." timbal bu Wati
"Kalau suaminya gak ngebolehin kita bawa Aira gimana?" tanya Safira
"Ya kita suruh aja dia ganti rugi untuk bayar hutang-hutang kita sama pak Johan (Rentenir tua), itung-itung kita jual Aira sama suaminya," kata bu Wati
"Ide bagus tu bu," ucap Safira "Tapi kalau suaminya Aura kere gimana?" sambung Safira dengan meletakan jari telunjuknya di dagu seperti orang yang sedang berfikir keras.
"Itu urusan dia, kalau dia gak bisa nebus Aira kita bawa aja pulang." timbal bu Wati lagi
Setelah selesai berkemas dan bersiap-siap. Bu Wati dan Safira segera berangkat.
Mereka berangkat menggunakan Agen trevel, dan setelah menempuh perjalanan sekitar lima jam, mereka tiba di kota Jakarta yang padat penduduk itu.
"Akhirnya kita sampai bu," ucap Safira sambil melangkah keluar dari Travel yang mereka tumpangi.
"Iya, semoga aja si Aira cepat kita temuin." kata bu Wati
"Kita cari tempat makan dulu yuk bu," ajak Safira
"Ayuk, ibu juga lapar sekali." timbal bu Wati
Mereka berdua pun segera mencari tempat makan.
Berhentilah mereka berdua di depan rumah makan yang ada di pinggir jalan.
Saat Safira sedang berjalan tiba-tiba dia menabrak seseorang lelaki.
"Kalau jalan liat-liat mbak," kata lelaki itu.
"Sewot bener sih mas, orang gak sengaja kok." kata Safira dengan ketus.
"Perempuan kok kayak manusia jadi-jadian," kata Lelaki itu lagi. Setelah itu dia segera pergi meninggalkan Safira dan bu Wati yang sedang marah-marah padahal sudah jelas mereka yang salah.
Setelah kepergian Lelaki itu, Safira melampiaskan kekesalannya kepada bu Wati.
"Kurang ajar banget tu cowok, ganteng-ganteng kok gak ada sopan santunnya," omel Safira yang membuat bu Wati pusing.
"Udah deh kamu diem, lagian dia juga udah pergi," kata bu Wati "Mendingan kita pesen makan, Ibu udah laper banget." sambung bu Wati
***
Di kediaman pak Bambang.
"Raka, kita keluar yuk!" ajak Aira
"Emang mau kemana?" tanya Raka
"Kita jalan-jalan kemana gitu! Aku pengen kita pacaran kayak orang-orang," kata Aira dengan mengeluarkan senyum andalannya yang membuat Raka terpesona.
__ADS_1
"Ya udah, sana kamu siap-siap dulu," ucap Raka
"Kamu juga harus siap-siap dong," kata Aira lalu berjalan menuju lemari pakaian.
"Aku pake baju ini aja deh," ucap Raka
"Enggak-enggak, kita pakai baju ini." Aira memperlihatkan baju couple pada Raka dengan gambar hati di depannya.
"Serius kita pakai ini sayang?" tanya Raka dengan mengerutkan dahinya.
"Iya, aku kan mau kita pacaran kayak anak-anak ABG gitu lo," ucap Aira
"Ya udah deh, sini bajunya," kata Raka sambil mengambil baju yang ada di tangan Aira
Raka pun segera memakai baju itu dan memperlihatkan dirinya pada Aira.
"Wah, ternyata suami ku ganteng," ucap Aira
Setelah itu mereka berdua pun segera berangkat.
Mereka pergi ke mall untuk menonton bioskop, namun sebelum mereka nonton, mereka lebih dulu mencari makanan.
"Raka, aku mau makan. Tapi enggak di sini," kata Aira
"Terus mau makan di mana?" tanya Raka sambil menggenggam jemari Aira
"Kita makan di cafe atau apalah, biar kayak anak muda jaman now yang lagi kencan," ucap Aira dengan cengirnya yang membuat Raka gemas.
"Ya udah deh ayok, apapun buat kamu!"
Setelah itu mereka berdua mencari warteg atau rumah makan sederhana.
Raka tersenyum lalu menepikan mobilnya.
Mereka berdua duduk di kursi paling pojok dengan jendela menghadap ke taman yang ada di dekat rumah makan itu.
Raka melambaikan tangannya pada salah satu pelayan rumah makan itu.
"Pesen apa mas sama mba nya?" tanya pelayan itu sambil membawa buku kecil di tangannya.
"Pesen apa sayang?" tanya Raka
"Bebek betutu, sambal ijo, nasi putih dan minumnya es teh tapi pake susu coklat," ucap Aira yang membuat pelayan itu melongo.
"Hey mba! Kenapa malah melongo seperti itu," kata Raka
"Eh, enggak," ucap pelayan itu "Minumnya tadi apa mba?" sambung pelayan itu lagi.
"Es teh pake susu coklat," ucap Aira
"Nah, mba dengerkan kata istri saya apa? Es teh pake susu coklat," kata Raka mengulangi ucapan Aira. "Oiya mba, makanan buat saya juga sama tapi minumnya Es teh aja gak pake susu coklat," sambung Raka
Pelayan wanita itu menepuk jidatnya.
"Ya sudah lah, mungkin istri pria tampan itu sedang hamil muda. Jadi maunya aneh-aneh," guman pelayan itu lalu segera pergi dari sana.
Tak lama kemudian pesanan mereka pun datang.
"Raka, coba deh es teh susu coklat aku," ucap Aira sambil menyodorkan minumannya ke bibir Raka
__ADS_1
"Enggak mau, punya kamu aja. Ini aku punya sendiri." tolak Raka
"Ah, Raka gak sayang. Ini enak tahu! Ni kalau gak percaya aku minum," ucap Aira lalu iya meminum Es itu hingga tersisa setengah "Nah, sekarang sisanya punya kamu." sambung Aira
Dengan ragu, Raka meminum Es itu hingga habis dalam sekali teguk.
"Gimana? Enak kan?" tanya Aira dengan senyum yang menghiasi bibir mungilnya.
Raka menjilat bibir bagian atasnya lalu berkata "Rasanya gak buruk, kita pesan lagi ya," ucap Raka
Mereka berdua pun memanggil pelayan itu lagi.
"Ada apa lagi mba, mas?" tanya pelayan itu
"Kami pesan Es teh susu coklatnya lagi dua," ucap Aira
Pelayan itu mengaguk lalu pergi, setelah merasa agak jauh dari Raka dan Aira dia pun menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Huh, dasar manusia aneh," kata pelayan itu
Setelah menghabiskan makanan itu, mereka berdua pun segera keluar dari rumah makan itu. Saat sampai di dekat mobil, tiba-tiba saja Raka ingin buang Air.
"Sayang, kamu tunggu di sini bentar ya. Aku mau buang Air sebentar," kata Raka, lalu dia pun berlari ke toilet.
Saat Raka pergi, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Aira.
"Aira," teriaknya
Aira yang mendengar namanya di sebut pun membalikan tubuhnya kearah suara.
Aira terkejut saat melihat orang yang memanggilnya.
Sedangkan orang yang memanggilnya semakin mendekati Aira.
"Akhirnya kamu ketemu juga," ucap Orang itu yang tak lain adalah Safira dan bu Wati
Aira yang di dekati Bibi dan juga sepupunya itu mundur perlahan. Dengan cepat bu Wati dan Safira memegangi tangan Aira, agar Aira tidak kabur lagi.
"Tolong jangan bawa aku pulang," ucap Aira dengan wajah yang sudah ketakutan. "Raka," panggil Aira kemudian.
"Kamu harus pulang, gara-gara kamu! Kami jadi susah tau gak!" bentak bu Wati
Mereka berdua menyeret Aira dengan paksa.
Aira pun hanya bisa menangis, karena pada Dasarnya Aira adalah wanita yang lemah dan tidak bisa apa-apa. Untungnya pada saat bu Wati dan Safira menyakitinya sering kali ada Syakila yang berwatak keras dan tegas.
Aira berontak sekuat tenaga, namun tenaganya tak cukup kuat untuk melawan bibi dan sepupunya itu.
Tiba-tiba, Suara seseorang menghentikan langkah bu Wati dan Safira.
"Hentikan! Jangan sakiti Aira ku," ucap Raka dengan wajah memerah menahan amarah.
***Bersambung...!!
Happy reading..!!
Jangan lupa tinggalkan jejaknya..!!
😘😘😘***
__ADS_1