Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Lagi dan Lagi!


__ADS_3

"Tolong kau antarkan kami ke Apartemen Dion dan Syakila," ucap seseorang pada anak buah nya.


"Ada acara apa? Hingga Tuan ingin kesana." tanya Sang Asisten kepada sang Bos.


"Istri Dion melahirka." jawab Bos nya yang tak lain adalah Briyan.


Saat ini Briyan dan Asisten Vino masih berada di jalanan menuju Rumah Briyan, menyusul Istri dan anak Briyan. Rencana nya Briyan akan mengunjungi Dion dan Syakila untuk memberikan selamat pada mereka.


"Tuan.. Haruskah saya ikut kesana? Saya kan tidak mengenal mereka." kata Asisten Vino.


"Kau tidak mengenal mereka, tapi aku akan mencoba mendekatkan diri mu pada Saudara Istrinya Dion. Dia cantik dan juga baik," jelas Briyan.


"Cihh.. Sejak kapan Tuan suka menjodohkan orang lain?" cibir Asisten Vino. Ia selalu kesal karena Bos nya terus saja sibuk dengan jodohnya yang belum juga tiba.


Tak terasa Mobil yang di kendarai Asisten Vino sudah sampai di depan kediaman Bos nya.


Ia segera keluar dari Mobil dan berlari memutar tubuhnya lalu membuka kan pintu mobil untung Sang Tuan.


"Yey.. Ayah pulang!" putra nya bersorak gembira. "Ayah.. Kita jadi berangkat ke Rumah adik kecil?" tanya Bian dengan sangat antusias.


"Jadi dong! Maka nya ayah pulang sekarang," ucap Briyan. "Kalau gitu.. Ayah salin sebentar, setelah itu kita akan berangkat di antar oleh Om Vino " sambungnya sambil berjalan menuju lantai atas dengan perlahan.


***


"Aku gak sabar.. Pasti keponakan ku sangat tampan," kata seseorang yang tak lain adalah Safira. "Andai ibu sudah sembuh, pasti ibu akan sangat bahagia setelah mengetahui ia memiliki seorang cucu," sambungnya dengan wajah sedih.


"Ah.. Lebih baik aku segera bergegas, hari sudah semakin sore." Safira segera bersiap dan bergegas keluar kontrakan menuju Jalan Raya untuk meng stop Taxi.


Tak lama berdiri di pinggiran Jalan Raya itu, akhirnya sebuah Taxi berhenti di hadapannya. Ia segera memasuki Taxi itu dan segera melaju ke Apartemen milik Dion dan Syakila.


Setengah jam kemudian. Taxi itu berhenti di depan Apartemen milik Dion dan Syakila, ia segera membayar Taxi itu dan masuk ke dalam Apartemen.


"Asalamualaikum.." ucap nya saat memasuki Apartemen itu.


"Waalaikum Salam.." timbal orang yang ada di dalam Apartemen itu serentak.


Semua Orang terpaku melihat penampilan baru Safira yang nampak sopan dan tertutup.


"Waow.. Kak Fira cantik banget." puji Aira dengan wajah riang nya.


"Terimakasih Aira," kata Safira seraya tersenyum manis.


"Kila.. Boleh kah kakak menggendong anak mu," pinta Safira dengan wajah memelas.


"Boleh enggak boleh enggak boleh enggak? Boleh lah masa enggak!" kata Syakila setelah itu mereka semua teegelak.

__ADS_1


Safira merasa lega, karena sepertinya Syakila sudah memaafkan dan menerima kehadirannya.


"Terimakasih Syakila," ucap Safira sambil mengambil baby Boy daro gendongan Syakila.


'Semoga kak Fira benar-benar berubah ya Tuhan.. Melihat penampilan nya yang sekarang ini, membuat hati ku dingin melihatnya,' ucap Syakila dalam hati.


'Alhamdulilah.. Akhirnya Syakila mau bersikap ramah dan lembut pada Kak Fira.' kata Aira dalam hati.


Cukup lama Safira menggendong Baby Boy yang berwajah cantik itu. Hingga akhirnya Baby Boy menangis karena merasa haus. Safira pun memberikan Baby Boy kepada Syakila.


Semua Orang berkumpul di ruang tengah Apartemen itu. Dan tak lama kemudian, Briyan beserta anak istrinya juga di ikuti oleh Asisten Vino di belakangnya memasuki Apartemen itu.


"Asalamualaikum.." ucap Briyan bersamaan dengan Istri dan juga anaknya.


"Waalaikum salam.." sahut Semua Orang bersamaan.


"Ada kak Briyan dan kak Cindy, Aira bikin minum dulu ya," kata Aira pada bu Yanti.


Mata Safira membulat saat melihat Asisten Vino juga hadir di tengah-tengah Rumah itu.


"Ahh.. Matilah aku," guman Safira.


Asisten Vino mendongakkan wajahnya, mata nya melotot kesal saat melihat Safira.


"Perempuan Sial.. Kenapa dia ada disini?" gerutu Asisten Vino.


"Kamu ikut kumpul aja sama mereka, biar kakak yang bikin minum," kata Safira saat sudah sampai di dekat Aira.


"Hmm.. Ya udah, Aira juga mau ke belakang dulu," kata Aira lalu pergi meninggalkan Safira.


Sedangkan di ruang tengah Apartemen itu, Asisten Vino masih terus mengomel tiada henti.


"Ada apa sih?" tanya Briyan yang pusing mendengar gerutuan Asisten nya itu.


"Saya boleh izin kebelakang sebentar?" kata Asisten Vino dengan spontan.


"Silahkan.." kata bu Yanti. "Kalau mau ke Kamar mandi, kamar mandi nya ada di pojok dapur," sambung Bu Yanti.


"Saya mau minta air putih Bu, bukan mau pipis," timbal Asisten Vino dengan wajah dingin nya.


"Ya sudah, silahkan.."


Asisten Vino segera berjalan tergesa menuju dapur, ia takut Safira bersembunyi dari nya.


Ternyata di dapur itu, Safira sedang sibuk dengan minuman dingin yang ada di dalam bottle.

__ADS_1


"Ehem.." Asisten Vino berdehem kepada Safira.


"Aduh.. Mati lah aku," lirih Safira.


"Mana baju kemeja saya? Kamu sengaja ya gak ngembaliin kemeja mahal saya? Oo.. Atau jangan-jangan kemeja saya sudah kamu jual?" tuduh Asisten Vino.


"Jangan Bapak kira saya perempuan mata duit tan ya!" Safira mengacungkan Botlle yang terbuat dari beling kepada Asisten Vino.


"Kalau kamu gak mata duit tan. Gak mungkin kamu makan dan gak bayar!" Asisten Vino mendekati Safira.


"Bapak jangan dekat-dekat! Saya gak suka di dekatin sama Bapak-bapak kayak situ!" tunjuk Safira lagi.


"Bapak-bapak kamu bilang! Asal kamu tahu ya, saya ini tampan dan bukan Bapak-bapak. Saya pastikan bahwa kamu akan menyukai saya dalam waktu yang singkat!" kini Asisten Vino yang menunjuk wajah Merah Safira.


"Ini yang Bapak bilang saya menyukai Bapak!" Byur.. Safira menyiram baju Kemeja Biru yang di kenakan Asisten Vino dengan segelas minuman.


"Wanita jahat..!" Asisten Vino membalas dan ikut menyiram Safira dengan segelas minuman pula.


"Dasar Pria tua!" omel Safira sambil melotot kan matanya.


Tanpa memperdulikan Asisten Vino, Safira segera mengisi semua gelas dengan minuman dan membawa nampan minuman ke ruang tengah.


Asisten Vino ikut keluar dari dapur dan menuju ruang tengah. Mengekori Safira.


Sampai ruang tengah, Semua orang merasa heran dengan keadaan Baju Asisten Vino dan Safira yang sama-sama basah.


"Baju kamu kenapa Fira?" tanya Bu Yanti kepada Safira.


"Kenapa dengan baju mu, Vin?" tanya Briyan.


"Dia menyiram kemeja Saya dengan segelas minuman Tuan!" tunjuk Asisten Vino pada Safira.


"Lalu kau membalasnya?" tanya Briyan


"Iya lah.. Tuan kira apa lagi?" Asisten Vino memutar bola matanya dengan malas.


"Apa kalian sudah saling kenal?" tanya Bu Yanti kepada Asisten Vino dan Safira.


"Safira gak sudi kenal dengan Pria tua yang menjengkelkan dan juga jahat kayak dia, Bu." kata Safira kepada Bu Yanti.


"Saya juga tidak sudi kenal dengan perempuan licik dan matre seperti kamu!" sahut Asisten Vino.


Semua orang geleng-geleng kepala melihat kelakuan Asisten Vino dan Safira yang seperti anak kecil itu.


"Bu.. Tolong bilang sama Dion dan Syakila, Fira pamit pulang. Besok Fira akan kesini lagi," ucap Safira sambil menyalami tangan bu Yanti dan keluar dari Apartemen itu dengan tergesa.

__ADS_1


"Tuan.. Saya pulang duluan, nanti saya akan menelpon Supir untuk menjemput Tuan dan Nyoya di sini!" Asisten Vino juga pamit dan pergi tanpa Izin dari sang Bos.


Yang sudah membaca.. Mohon tinggalkan jejak dan juga beri author sedikit dukungan😊


__ADS_2