Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Episode 38


__ADS_3

Sedangkan Intan mengerutkan dahinya melihat kepanikan mama Rina yang menurutnya berlebihan.


"Tante Rina kok sepanik itu sih! Jangan bilang kalau dia udah mulai menerima gadis kampung itu," ucap Intan dalam hati.


"Cepat Syakila! Saya tidak mau Aira kenapa-napa, Raka akan menyalahkan saya jika terjadi sesuatu pada Aira," kata mama Rina sambil membantu memapah Aira dan mengabaikan Intan di sampingnya.


Sesampainya di luar rumah, ternyata taxi online yang di pesan Syakila sudah menunggu.


Mama Rina membatu Syakila menuntun Aira masuk dan duduk di dalam mobil.


"Mau kemana ini neng?" tanya supir taxi itu.


"Kerumah sakit pak, yang cepat ya pak." timbal Syakila.


"Kila, sakit, perih," rintih Aira.


"Kamu sabar! Kita ke rumah sakit sekarang," ucap Syakila sambil meniup-niup tangan Aira.


"Tangan kamu kena apa Aira? Kok sambe seperti ini!" tanya mama Rina.


"Mungkin Aira salah lotion ma," timbal Aira berbohong.


Setelah menempuh perjalan tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di depan rumah sakit.


Syakila dan mama Rina segera membawa Aira menuju ruangan dokter spesialis kulit.


"Tante tunggu sini aja, biar aku yang nemenin Aira ke dalam," kata Syakila.


"Iya, saya juga gak mau masuk kedalam!" timbal mama Rina.


Setelah Syakila dan Aira masuk kedalam, mama Rina segera menghubungi Raka.


Raka yang masih fokus mengerjakan berkas-berkas yang ada di mejanya, beralih menatap layar ponselnya yang menyala.


"Mama! Mau apa dia nelpon," guman Raka. Lalu iya menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


"Hallo Raka," ucap mama Rina.


"Iya, kenapa ma?" tanya Raka.


"Kerumah sakit A sekarang, tangan istrimu melepuh. Mama dan Syakila sedang menemaninya periksa." jelas mama Rina.


"Mama gak bohong kan?" tanya Raka memastikan.


"Buat apa mama bohong?" kata mama Rina.


"Ya sudah aku kesana sekarang!" Setelah itu Raka mematikan sambungan telpon.


"Ya tuhan! Kenapa lagi dengan Aira," ucap Raka "Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yang membahayakan." sambungnya.

__ADS_1


Iya pun keluar dari ruangannya dengan tergesa-gesa.


"Mau kemana Ka?" tanya Dion yang melihat wajah Raka gusar dan panik.


"Mau ke rumah sakit." timbal Raka setengah berlari, dan Dion pun mengikuti langkah Raka dengan tergesa-gesa.


"Siapa yang sakit?" tanya Dion.


"Aira, kata mama tangan Aira melepuh." jelas Raka.


"Kalau begitu aku akan ikut dan menyetir," ucap Dion lalu memasuki mobil Raka dan duduk di di kursi kemudi.


Sedangkan di dalam ruangan dokter spesialis kulit.


"Boleh saya bertanya?" tanya dokter paruh baya itu.


"Tanya apa dokte?" kata Syakila sedangkan Aira hanya meringis menahan sakit.


"Jawab dengan jujur, apa yang sudah mengenai kulit tangan saudara anda?" tanya dokter itu sambil menatap wajah pucat Aira.


"Saudara saya bilang, tangannya terkena teh panas." timbal Syakila.


"Ada sesuatu di dalam teh itu," kata dokter


"Maksud dokter?" tanya Syakila.


"Begini! Kulit saudara anda terkena bahan berbahaya, seperti racun. Namun racun ini sangat ganas dan langka jika terminum atau tertelan, tidak memakan waktu lebih dari satu jam. Orang yang meminum atau memakannya akan segera meninggal." jelas dokter itu.


"Anda tenang saja, untungnya racun itu belum menjalar kedalam tubuhnya. Jadi saudara anda akan baik-baik saja," kata dokter itu dan membuat Syakila bernafas lega.


"Kalau boleh tahu! Racun jenis apa itu dokter?" tanya Syakila.


"Saya tidak tahu pasti, dan masih menduga-duga," ucap dokter itu "Tapi sepertinya racun ini di buat dengan menggunakan zat tumbuhan, tumbuhan yang menyerupai bunga, bunganya berwarna lavender dan hanya tumbuh di pegunungan yang ada di korea." sambung dokter itu.


"Jika tertelan atau termakan, adakah cara untuk mengobatinya?" tanya Syakila lebih jelas lagi.


"Hanya ada satu cara! Mungkin cara ini sangat mustahil dan tidak masuk akal jika difikir dengan logika, namun cara itu lah Satu-satunya. Yaitu dengan meminum kembali racun itu tanpa campuran apa pun." jelas dokter itu dan membuat Syakila mengerutkan dahi.


"Anda pasti tidak akan percaya," ucap dokter itu seraya tersenyum pada Syakila "Saya sudah pernah mengobati seseorang yang terkena racun itu." sambungnya.


"Bagaimana mungkin racun di balas dengan racun dokter?" Syakila nampak berfikir keras.


Tiba-tiba pintu ruangan itu di buka dengan sangat keras.


Dan masuklah dua orang pria, yaitu Raka dan Dion.


"Aira," panggil Raka pada Aira yang sedang bersandar di ranjang pasien sambil memegangi lengannya.


"Kamu kenapa sayang? Apa yang terjadi?" tanya Raka dengan wajah acak-acakan.

__ADS_1


"Aku gak papa, cuman ada kejadian sedikit tadi di rumah." timbal Aira namun matanya melirik ke arah dokter dan Syakila.


Dokter dan Syakila mengerti dengan kode yang di berikan Aira. Namun diam-diam Dion mengetahui hal itu.


"Ada apa sebenarnya? Ahh akan ku tanyakan pada Syakila saja nanti," ucap Dion dalam hati.


"Apa yang terjadi dengan istri saya dokter?" tanya Raka.


"Istri anda tidak apa-apa pak, tangannya hanya terkena luka bakar biasa. Mungkin dua sampai tiga hari kulitnya akan mengering," ucap dokter. "Saya sudah memberikan obat pereda nyeri pada istri anda," sambungnya.


"Syukurlah," ucap Raka.


Sedangkan Dion, iya menatap tajam pada Syakila yang menurutnya menyembunyikan sesuatu.


***


Di ruangan seseorang.


"Hahahaa," gelak tawa memenuhi ruangan itu.


"Akan ku balas kan sakit hati saudara ku pada mu! Akan ku buat kau menderita, sangat-sangat menderita," ucap Seseorang yang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil memandang dua kembar foto.


"Kau harus merasakan apa yang dirasakan oleh saudara ku dulu," ucap nya lagi.


Tiba-tiba ponsel orang itu berdering.


"Hallo," ucap orang itu


"Sejauh ini masih aman, dia masih bertindak seperti yang di perintahkan," ucap orang di sebrang telpon.


"Pastikan dia tidak berbuat macam-macam yang du luar dugaan. Aku takut dia akan melenceng, karena aku tahu. Dia benar-benar sudah jatuh cinta pada orang itu, kau tahu kan bahwa cinta bisa membutakan segalanya," kata orang itu.


"Baiklah! Saya akan terus mengawasinya dari jauh," ucap orang yang ada di seberang telpon.


Dan setelah itu, panggilan pun terputus.


"Hahh," orang itu menghela nafas dengan kasar.


"Sepertinya dia tidak berguna! Dan mungkin sudah saatnya aku turun tangan untuk membalaskan dendam itu," ucap orang itu lalu menyimpan kembali dua lembar foto itu kedalam laci.


***Bersambung..!!


Jangan lupa tinggalkan jejak, like coment, dan jangan lupa kasih author dukungan sebanyak-banyaknya.


Author mohon, yang sudah singgah budayakan menetap ya..!!


Kalian semua pasti tahu gimana rasanya di PHP. Pasti sakit kan?


Nah begitu juga author..!!

__ADS_1


Happy reading dan bye-bye 😘😘😘***


__ADS_2