Belenggu Gairah CEO Tampan

Belenggu Gairah CEO Tampan
Episode 42


__ADS_3

Aira yang menyadari hal itu, langsung memegang tangan Raka dari dalam selimut.


"Raka,,!! Kamu nakal ya!" teriak Aira.


"Hee, maaf," ucap Raka sambil nyengir.


"Ngpain sih kok gangguin aku," kesal Aira.


"Aku heran aja, kok kamu bangunnya siang banget sih gak kayak biasanya," ucap Raka.


"Emang ini jam berapa?" tanya Aira.


"Jam enam lewat seperempat." timbal Raka.


"Hah! Masa sih?" tanya Aira, lalu ia segera beranjak dan berlari ke kamar mandi.


Raka yang melihat tingkah istrinya itu hanya tertawa sambil geleng-geleng kepala.


Baru saja Aira masuk ke dalam kamar mandi, suara jeritannya terdengar di telinga Raka.


"Auuu," jerit Aira kesakitan.


"Aira," ucap Raka dan langsung saja ia berlari masuk ke kamar mandi.


Mata Raka melotot saat melihat tangan Aira yang melepuh terkena Air.


"Sakit Raka," lirih Aira.


"Huhh, lagian kenapa kamu cuci," ucap Raka lalu meniup-niup tangan istrinya.


"Aku lupa, lagian kamu sih!" timbal Aira.


"Loh! Kok jadi aku?" tanya Raka.


"Kamu gak ngingetin aku, aku kan harus cepat buat bikinin kamu dan papa sarapan," ucap Aira sambil memajukan bibirnya.


"Di bawah kan ada mbok Ani, kamu gak usah sering-sering beresan dapur," ucap Raka. Lalu ia menuntun Aira keluar dari kamar mandi, dan kembali duduk di ranjang.


Dengan telaten ia mengoleskan salep pada kulit tangan Aira.


"Aku harus selidiki masalah ini, jika bukan bahan berbahaya tidak mungkin kulit Aira bisa seperti ini," ucap Raka dalam hati.


Siang harinya, di kantor Raka.


"Gimana Yon? Apa pendapat kamu tentang masalah itu?" tanya Raka pada Dion.


"Kita pasang CCTV tersembunyi di rumah kamu, gimana!" seru Dion.


"Ide bagus! Tapi maunya kita pasang CCTV itu saat rumah dalam keadaan sepi," ucap Raka.


"Itu bisa di atur," kata Dion.


"Oiya Yon, suruh orang awasi gerak gerik Intan. Jangan sampai Intan berbuat lebih nekat lagi, aku gak mau keluarga ku di celakai lagi oleh wanita itu," ucap Raka.


"Ada lagi?" tanya Dion.


"Udah, itu aja. Kamu boleh balik ke ruangan kamu," ucap Raka.

__ADS_1


Setelah itu, Dion kembali ke ruangannya.


Raka juga mulai mengerjakan pekerjaannya membaca dan meneliti berkas-berkas yang ada di hadapannya.


***


Intan pergi untuk menemui mommy Susi di rumah bordir.


"Mommy, gimana dong! Intan gagal terus ni," ucap Intan.


"Mommy gak mau tahu ya Intan! Kamu harus berhasil nyingkirin keluarga Bambang," kata Mommy Susi.


"Mom, gak semudah itu loh!" timbal Intan. "Kayaknya istri Raka udah tahu deh masalah racun itu," sambungnya.


"Masa kamu kalah sama perempuan kampung kayak istri Raka," ucap mommy Susi. "Singkirin dia dulu, maka setelah itu misi kamu bakal lebih muda lagi," sambung mommy Susi.


"Dia gak sendiri mom, ada saudaranya yang selalu bantuin dia." jelas Intan.


"Udah mommy bilang, mommy gak mau tahu! Yang mommy tahu dan mau. Kamu harus singkirkan mereka semua," kata mommy Susi, sambil menghisap sebatang rokok yang ada di tangannya.


Intan mulai curiga dengan mommy Susi. Kenapa mommy Susi sangat ingin keluarga pak Bambang hancur.


"Mom, sebenarnya ada apa sih! Kok mommy kayaknya pengen banget keluarga om Bambang hancur?" tanya Intan.


Namun mommy Susi bukannya menjawab, melainkam memarahi Intan.


"Kamu gak usah banyak tanya Intan!" bentak mommy Susi. "Kamu cukup kerjakan tugas yang mommy berikan dan tidak berhak untuk bertanya," sambungnya lagi sambil mematikan api rokoknya.


"Tapi kan Intan berhak tahu mom, Intan kan anak mommy," ucap Intan sambil menunduk takut.


"Belum saatnya," kata mommy Susi lalu keluar dari ruangannya dan meninggalkan Intan seorang diri.


"Kenapa seperti nya mommy sangat membenci keluarga om Bambang? Apa ada sebuah rahasia yang di sembunyikan oleh mommy," ucap Intan bertanya-tanya dalam hati.


"Ahh, sudahlah! Untuk apa aku memikirkan hal itu, lebih baik aku kerjakan tugas ku. Jika aku berhasil menyingkirkan keluarga om Bambang, otomatis mommy akan kagum dan menjadi sayang pada ku," ucap Intan lalu keluar juga dari ruangan itu.


Ya..! Selama ini Intan selalu kesepian dan kurang kasih sayang, ia hanya di ajarkan mommy Susi di atas ranjang untuk menjadi budak nafsu kaum lelaki.


Ia menjadi pela**r karena dorongan sang mommy, saat awal ia melakukan perbuatan hina itu, tentu hatinya menolak. Namun Intan bisa apa, ia melakukan pekerjaan itu hanya untuk mendapat kasih sayang dari mommy nya.


Playback on.


Tujuh tahun yang lalu.


"Intan gak mau mom, itukan pekerjaan dosa mom," ucap Intan dengan mata berkaca-kaca.


"Dosa, kata kamu dosa! Terus mommy ngasih kamu makan selama ini dari mana kalau bukan dari pekerjaan mommy yang jadi pela*ur," kata mommy Susi.


"Tapi Intan takut mom, kalau setelah melakukan itu Intan sakit dan hamil gimana?" tanya Intan lalu menitikan Air matanya.


"Kamu tenang aja, kalau kamu mau kerja jadi pela*ur, mommy akan sayang sama kamu," bujuk mommy Susi.


"Beneran mom, mommy akan sayang sama Intan?" tanya Intan.


"Iya sayang, sini mommy peluk," ucap mommy Susi sambil merentangkan tangannya.


Dengan senang hati Intan menghambur ke pelukan mommy nya, lalu di hapusnya Air mata itu. Tangis yang tadinya terdengar pilu kini berganti dengan senyuman manis yang menghiasi bibirnya.

__ADS_1


Diam-diam mommy Susi menyeringai sambil membelai pucuk kepala Intan.


"Kau akan jadi ladang uang mommy mulai saat ini sayang, tidak sia-sia aku merawat dan membesarkan mu," ucap mommy Susi dalam hati.


Setelah Intan tenang, mommy Susi mengajak Intan pergi ke sebuah rumah bordir, yang kini rumah bordir itu menjadi milik mommy Susi.


Sesampainya di rumah bordir.


"Ehh, jeng Susi sudah datang," ucap teman mommy Susi yang tak lain pemilik rumah bordir saat itu.


"Iya, ini aku bawa yang aku bilang kemarin," kata mommy Susi yang merangkul Intan.


"Wah, cantik sekali," ucap teman mommy Susi. "Yakin ni jeng, masih fres!" sambungnya.


"Yakin dong jeng, dia ini putri saya sendiri lo," kata mommy Susi "Oiya, mana orang yang udah mesen," sambungnya.


"Itu dia," tunjuk teman mommy pada pria yang sudah berumur. "Ayo kita kesana," sambungnya.


Mommy Susi pun berjalan mendekati pria yang akan membeli Intan.


"Mommy tunggu Intan," panggil Intan dengan mengikuti langkah mommy nya.


"Hey, tuan!" panggil mommy Susi.


"Hey Susi," ucap Pria itu lalu cupika cupiki dengan mommy Susi, setelahnya Pria itu melirik Intan yang ada di sebelah mommy Susi.


"Ini yang kamu maksud!" tunjuk pria itu.


"Hmm," Lalu mommy Susi membisikan sesuatu di telinga pria itu.


Pria itu mengaguk, lalu menarik tangan Intan agar lebih dekat dengan dirinya.


"Mommy, Intan takut," ucap Intan dengan wajah pias.


"Udah jangan takut, om Seno orangnya baik kok. Kamu inget kan kata mommy tadi," kata mommy Susi.


Intan pun mengaguk pasrah, ia berharap setelah ini mommy nya akan menyayangi dirinya.


"Tenang sayang, om mainnya gak akan kasar kok," ucap pria yang bernama Seno itu sambil mencolek dagu Intan.


"Tuh kan! Om Seno beneran baik!" sahut mommy Susi "Pertama nanti mungkin agak sakit, tapi setelah itu Intan bakak ngerasain enak kok," sambung mommy Susi.


Pria itu segera membawa Intan menuju ke sebuah ruangan.


Dan mulai dari saat itu Intan menjadi wanita penghibur seperti mommy Susi.


Ia selalu mengikuti apa pun keinginan mommy nya, asalkan mommy nya mau memberinya kasih sayang.


Tentu setelah Intan melayani seorang pria, mommy Susi akan memperhatikannya sementara waktu. Karena Intan mendapatkan uang dari kerjanya melayani seorang pria tersebut.


Bahkan sampai saat ini, Intan tidak tahu bahwa mommy Susi yang ia sebut sebagai mommy nya sudah menjualnya pada pria hidung belang itu seharga 250 juta.


Playback off.


***Bersambung..!!


Maaf Alurnya balik ke masa lalu Intan ya..!!

__ADS_1


Happy reading๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜***


__ADS_2