Benih Sang Pewaris

Benih Sang Pewaris
Bab 108


__ADS_3

"Pak, berhenti sebentar!" titahnya sambil menepuk-nepuk kursi pengemudi.


"Ada apa lagi sih, Non Cecil? Tadi marah-marah gak jelas, minta pulang padahal pekerjaan belum juga selesai. Sekarang apa lagi?" gerutu Betty sambil memutarkan bola matanya.


Cecilia kesal mendengar ocehan Betty, si mahluk bertulang lunak tersebut. Ia menarik rambut Betty dengan kasar hingga Betty meringis kesakitan.


"Aww! Ampun, Non! Sakittt ...!" rintih Betty sembari memegangi kepalanya.


"Makanya diam!" bentak Cecil.


Cecilia mengarahkan kepala Betty ke arah samping kanan. Di mana ia melihat sosok Alfa beserta keluarga kecilnya berada di depan sebuah toko yang menjual berbagai perlengkapan bayi.


Alfa dan Dea berdiri di samping mobil sambil memperhatikan kedua orang tuanya yang tampak sibuk dengan barang-barang belanjaannya. Berupa pakaian, peralatan makan, mandi dan tidur si kecil, serta berbagai macam barang kebutuhan lainnya


"Coba kamu lihat di sana, Betty! Bukankah itu Alfa?" tanya Betty sambil menunjuk ke arah Alfa dan Dea sedang berdiri di halaman toko tersebut.


Betty pun segera menoleh dan memperhatikannya dengan seksama. "Eh, iya. Itu Tuan Alfa. Ehm, sebentar-sebentar ... ngapain dia di sana dan siapa cewek itu, yang berdiri di sampingnya?" gumam Betty, masih memperhatikan Alfa.


"Mana aku tahu, Betty. Aku bahkan ingin menanyakan hal yang sama kepadamu," sahut Cecilia sambil mendengus kesal.

__ADS_1


"Apa mungkin itu adik Tuan Alfa?"


"Sejak kapan Alfa punya Adik? Dia itu anak tunggal, bukan kah kamu sudah tahu itu!" celetuk Cecilia yang semakin kesal mendengar jawaban Betty yang terdengar ngawur.


"Oh, iya, ya. Aku lupa, Non Cecil. Trus siapa, dong. Sepupu dia? Ya, mungkin saja 'kan itu kerabat Tuan Alfa yang datang dari negeri seberang."


"Negeri seberang mana? Kamu itu kalau ngomong asal nyeplak aja, ya! Tidak mungkin lah cewek itu kerabat dia. Jika benar, aku pasti sudah mengenalinya. Secara, Alfa selalu memperkenalkan seluruh keluarganya kepadaku," kesal Cecilia sambil menyilangkan tangan ke dada.


"Coba Non Cecil perhatikan cewek itu benar-benar. Sepertinya cewek itu tengah hamil, deh. Ya 'kan?" Betty menunjuk ke arah Dea.


"Benarkah?!" Cecilia menatap ke arah perut Dea dengan seksama dan akhirnya ia pun sadar bahwa apa yang dikatakan oleh Betty benar.


"Sepertinya kamu benar, Betty. Secara bodinya 'kan langsing, tidak sepadan dengan perutnya yang tampak menonjol. Dan jika benar cewek itu hamil, lalu apa hubungannya dengan Alfa dan kedua orang tuanya? Coba lihat, yang tampak sibuk malah Tuan Harry dan Nyonya Kharisma," ucap Cecilia dengan rasa penasaran yang begitu mendalam.


"Apa mungkin cewek itu istri Tuan Alfa?" celetuk Betty sambil memperhatikan ekspresi wajah Cecilia.


Pletak!


"Aw! Sakit, Non!"

__ADS_1


"Hush! Kalau ngomong itu yang masuk akal sedikit lah, Betty!"


Saking kesalnya Cecilia bahkan sampai menyentil kening Betty.


"Sepertinya aku harus menyelidikinya. Aku penasaran siapa sebenarnya cewek itu dan apa hubungannya dengan keluarga Alfa," gumam Cecilia. Sementara Betty masih saja mengelus keningnya yang sakit akibat sentilan dari boss-nya itu.


Setelah semua barang belanjaannya tersusun rapi di dalam mobil milik toko tersebut, pasangan paruh baya itu pun segera masuk ke dalam mobilnya. Kemudian susul oleh Alfa dan Dea.


Mobil yang ditumpangi oleh keluarga Tuan Harry melaju menelusuri jalan raya dan diikuti oleh mobil pengantar barang yang akan mengantarkan barang-barang belanjaan milik Tuan Harry dan Nyonya ke kediaman mewah mereka.


"Jalan, Pak! Ikuti mobil itu, tapi sebaiknya jaga jarak dan jangan sampai ketahuan oleh mereka. Soalnya Alfa kenal mobil ini," titah Cecilia kepada sopir pribadinya.


"Baik, Non."


Sopir itu pun bergegas menghidupkan mesin mobilnya. Ia segera melajukan benda beroda empat tersebut mengikuti mobil keluar tuan Harry dari kejauhan.


"Ayolah, Non Cecil. Sebaiknya kita pulang saja. Bukankah tadi Non Cecil bilang bahwa Nona sedang tidak enak badan. Lalu kenapa sekarang malah mengikuti mobilnya Tuan Alfa, sih?" protes Betty yang tidak setuju dengan keputusan Cecilia.


"Sudah, kamu diam saja! Lagi pula tidak akan lama, kok. Setelah itu kita akan kembali dan beristirahat," sahut Cecilia dengan tatapan yang masih fokus ke depan.

__ADS_1


"Ah, terserah lah." Betty pun tampak pasrah. Ia tidak mungkin menentang keinginan wanita itu. Bisa-bisa gajinya akan kena potong.


...***...


__ADS_2