Benih Sang Pewaris

Benih Sang Pewaris
Bab 87


__ADS_3

Sementara itu, di kota.


"Sayang, jujurlah sama Mommy. Sebenarnya kamu itu kenapa? Tidak mungkin 'kan tiba-tiba saja muncul luka lebam di tubuhmu seperti ini tanpa terjadi sesuatu apa pun?" tanya Nyonya Kharisma dengan alis yang mengerut kepada Alfa yang sedang berselonjoran di atas tempat tidurnya.


Alfa tersenyum. "Ya, ampun, Mommy. Kan sudah aku bilang sama Mommy, bahwa aku tidak sengaja terpeleset di tangga karyawan kemudian jatuh dan terguling-guling hingga menyebabkan tubuhku jadi seperti ini. Kalau Mommy tidak percaya, Mommy bisa saja tanyakan hal ini kepada om David," sahut Alfa mencoba meyakinkan.


"Mommy tidak percaya. Lagi pula apa fungsinya lift jika kamu masih saja menggunakan tangga?" kesal Nyonya Kharisma karena Alfa masih saja kekeh, tidak ingin berkata jujur kepadanya soal kejadian itu.


"Kan sudah aku jelaskan bahwa saat itu lift tiba-tiba saja mati, tapi sekarang Mommy tenang saja, liftnya sudah diperbaiki oleh para teknisi."


"Halah, alasan!" Nyonya Kharisma bangkit dari posisinya kemudian melenggang pergi menuju pintu kamar.


"Percayalah, Mom." Alfa terkekeh pelan melihat sang Ibu yang tampak kesal.


"Tidak! Mommy tetap tidak percaya," jawabnya sembari keluar dari ruangan itu dan meninggalkan Alfa di ruangan itu sendirian.


Sementara itu di ruang pribadi Tuan Harry.


"Katakan yang sebenarnya, David. Apa yang sebenarnya terjadi pada Alfa. Kenapa tubuhnya bisa penuh dengan luka lebam seperti itu. Apakah dia berkelahi dengan seseorang? Atau lagi-lagi dia kecelakaan?" tanya Tuan Harry yang juga tidak kalah penasaran.

__ADS_1


David menghela napas berat. Hampir ratusan kali Tuan Harry menanyakan hal yang sama kepadanya dan sudah hampir ratusan kali pula ia menjawabnya dengan jawaban yang sama. Sampai-sampai ia bosan mendengar dan menjawab pertanyaan lelaki tua itu.


Sebenarnya David ingin sekali berkata jujur, tetapi ia sudah berjanji kepada Alfa bahwa dia tidak akan memberitahukan kejadian yang sebenarnya terjadi kepada Tuan Harry maupun Nyonya Kharisma.


"Maafkan saya, Tuan. Jawaban saya masih sama seperti sebelumnya bahwa Tuan Alfa mengalami kecelakaan saat menaiki tangga," jawab David dengan kepala tertunduk.


Tuan Harry mendengus kesal. "Jujurlah, David. Aku tahu kalian berdua sengaja bersekongkol dan menyembunyikan kejadian yang sebenarnya dari kami. Benar, 'kan?"


"Tidak, Tuan Harry. Mana berani saya membohongi Anda," jawab David dengan tegas.


"Jika kamu ketahuan bohong, maka aku tidak akan segan-segan memecatmu, David."


Tuan Harry mencoba menggertak David agar lelaki itu berkata jujur. Namun, sepertinya David tahu itu hanya sebuah gertakan saja, hingga lelaki itu tidak merasa khawatir sama sekali.


Tuan Harry menekuk wajahnya kemudian mengibas-ngibaskan tangannya ke hadapan David.


"Ya sudah, sekarang pergilah!" titah Tuan Harry.


"Baik, Tuan. Saya permisi dulu." David pun bergegas pergi dari ruangan itu sambil menghela napas lega.

__ADS_1


Sepeninggal David, kini Nyonya Kharisma tiba di ruangan itu dengan raut wajah yang sama seperti Tuan Harry.


"Bagaimana, Sayang?" tanya Tuan Harry kepada Nyonya Kharisma yang kini datang mendekat ke arahnya.


Nyonya Kharisma menjatuhkan dirinya tepat di samping Tuan Harry sambil membuang napas panjang.


"Masih sama. Alfa masih tidak ingin menceritakan apa yang sebenarnya terjadi padanya," jawab wanita itu sambil menggelengkan kepalanya perlahan.


"Lalu, bagaimana dengan David? Apa kamu sudah mendapatkan jawaban dari assistenmu itu?" lanjut Nyonya Kharisma dengan tatapan lekat, menatap Tuan Harry.


Lelaki paruh baya itu tertawa pelan. "Sama, hasilnya nihil. Aku bahkan sudah mengancam akan memecatnya, tetapi David tetap bersikukuh dengan jawabannya."


Pasangan paruh baya itu terdiam sejenak untuk beberapa saat dan mendadak ruangan itu menjadi hening. Hingga Nyonya Kharisma kembali membuka suaranya. Ia melemparkan sebuah senyuman sembari menatap sang suami.


"Aku punya ide, Sayang. Bagaimana jika kita menyewa jasa detektif saja. Kita minta dia mengikuti kegiatan Alfa dan David selama 24 jam non-stop hingga semuanya terbongkar. Aku yakin baik David maupun Alfa memang bersekongkol untuk menutupi kejadian yang sebenarnya dari kita," ucap Nyonya Kharisma.


"Ya. Aku sependapat, Sayang! Sepertinya lebih baik begitu dan aku yakin sampai kapan pun mereka tidak akan pernah berkata jujur kepada kita," jawab Tuan Harry dengan sangat antusias.


Setelah beberapa saat, Tuan Harry pun memutuskan untuk menghubungi nomor salah satu detektif kenalannya. Ia meminta lelaki itu untuk menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi pada Alfa dan rencana yang akan dilakukan oleh anak semata wayangnya itu.

__ADS_1


...***...


Satu bab lagi masih on the way ya, guys!


__ADS_2