
"Ya sudah! Jika kamu tidak ingin aku melanjutkan aksiku, setidaknya kamu bantu aku mikir, kek!"
"Mikir bagaimana lagi, Non? Selama ini aku selalu berada di sisi Non Cecil dan mengeluarkan semua isi pikiranku hanya untuk Non Cecil pula. Apa Nona tidak pernah menyadari hal itu?" tanya Betty yang kini berjongkok di hadapan Cecilia.
"Maksudku untuk kali ini bantu carikan dokter yang bersedia membantuku menggugurkan bayi ini atau apalah! Yang penting aku harus segera keluar dari persoalan ini," sambung Cecilia.
Betty membuang napas berat. "Nona, biar bagaimanapun bayi itu tidak bersalah. Kenapa Nona tidak pernah berpikir untuk merawatnya saja? Siapa tahu bayi ini akan membawa nasib baik untuk Non Cecil di suatu saat nanti," lirihnya.
Cecilia tertawa sinis. "Merawat bayi ini katamu? Jika aku memutuskan merawat dan membesarkan bayi ini, lalu apa kata orang-orang? Semua orang pasti akan bertanya-tanya, siapa ayah dari bayi ini, Betty! Jika di sini aku berjuang mati-matian mencoba merawat dan membesarkan bayi ini, sementara ayahnya enak-enakan bercinta dengan wanita lain!"
"Sudahlah, Non. Lupakan Mateo, lupakan tuan Alfa! Sekarang lebih baik fokus pada bayi ini," ucap Betty lagi.
"Bagi siapa pun yang tidak pernah merasakan berada di posisiku akan mudah berkata seperti itu, Betty. Apa kamu tahu, aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku harus membesarkan seorang bayi tanpa seorang suami!" tutur Cecilia dengan mata berkaca-kaca.
"Kalau masalah itu, aku bisa membantumu, Non. Itu pun kalau Nona mau menerimaku," ucap Betty kemudian.
Cecilia menautkan kedua alisnya heran. "Apa maksudmu, Betty? Aku tidak mengerti," tanya wanita itu.
__ADS_1
"Aku bersedia menjadi Ayah dari bayi ini, Non Cecil. Itu pun kalau Non Cecil mengizinkannya," lirih Betty.
Perlahan Cecilia mulai menyunggingkan sebuah senyuman du wajah cantiknya dan akhirnya wanita itu tergelak setelah mendengar penuturan Betty barusan.
"Ha ha ha! Apa kamu bilang, Betty? Menjadi Ayah dari bayiku?" pekik Cecilia.
Lagi-lagi Cecilia terbahak tanpa mempedulikan bagaimana ekspresi Betty saat itu. Lelaki bertulang lunak itu tertunduk lesu menghadap lantai. Ia sudah bisa membayangkan sebelumnya bahwa Cecilia memang akan menertawakan dirinya.
"Betty-betty! Bagaimana bisa kamu menjadi seorang Ayah sementara dirimu saja ... maaf, seperti itu?" Cecilia masih terbahak.
Betty menarik napas panjang sembari mengangkat kepalanya kembali dan menatap Cecilia yang masih menertawakan dirinya.
Tidak cukup sampai di situ, Betty juga melepaskan bulu mata palsu anti badai yang selalu ia gunakan untuk mempercantik diri serta menghapus make up-nya dengan menggunakan tissue yang ia ambil dari atas meja rias milik Cecilia.
"Sebenarnya aku adalah lelaki tulen, Nona Cecilia. Aku terpaksa berpenampilan seperti ini agar bisa terus bersama Nona," tutur Betty dengan suara berat khas laki-laki pada umumnya.
Cecilia terdiam sejenak sambil memperhatikan penampilan Betty yang tampak berantakan. Make up yang selalu menghiasi wajah lelaki separuh perempuan itu kini tampak tak beraturan lagi. Lipstiknya pun meluber ke mana-mana.
__ADS_1
Selain itu, Cecilia juga begitu terkejut mendengar suara asli Betty. Ini pertama kalinya Betty mengeluarkan suara aslinya. Namun, hal itu masih belum berhasil membuat Cecilia yakin bahwa Betty benar-benar serius.
Cecilia meraih wig milik Betty yang tergeletak di atas lantai kamarnya kemudian meletakkannya kembali ke atas kepala Betty sambil tertawa pelan.
"Kenakan ini kembali, Betty. Entah kenapa kamu tidak cocok dengan penampilanmu sekarang ini," ucap Cecilia.
"Tidak, Non Cecil!" Betty meraih wig tersebut dari atas kepalanya kemudian menghempaskannya dengan kasar.
"Aku serius, Non! Coba lihat aku! Lihatlah ke dalam mataku! Apa kah aku sedang bercanda saat ini?!" kesal Betty karena Cecilia masih saja menganggap hal itu sebuah lelucon.
Cecilia menghentikan tawanya. Ia menatap Betty dengan serius. "Ja-jadi kamu serius, Betty? Lalu kenapa kamu tega membohongiku selama ini? Padahal aku begitu mempercayaimu," tanya Cecilia.
"Maafkan aku, Nona Cecilia. Rasa cintaku yang terlalu besar untukmu, membuat aku rela melakukan hal bodoh ini. Aku rela berpenampilan dan berprilaku seperti ini hanya untuk bisa berada dekat denganmu. Ya, aku tahu bahwa aku memang tidak pantas bersanding denganmu. Aku hanya seorang laki-laki biasa yang tidak memiliki ketampanan dan kekayaan seperti Tuan Alfa. Namun, soal rasa cinta, cintaku jauh lebih besar dari pada Tuan Alfa maupun Mateo. Percayalah padaku, Nona," jelas Betty.
Sekarang Cecilia mulai menyadari bahwa saat itu Betty berkata jujur padanya. Ia mengusap wajahnya dengan kasar. "Ya ampun, Betty! Kenapa kamu tega padaku dan menipuku dengan penampilanmu seperti itu?!"
"Aku terpaksa, Nona! Aku terpaksa ...." lirih Betty lagi.
__ADS_1
...***...