
"Terima kasih, Van. Seandainya tidak ada kamu, mungkin aku masih dalam keadaan seperti orang linglung dan membiarkan wanita itu kembali hadir di kehidupanku. Selain itu yang lebih penting, aku sudah tahu semua tentang Dea dan aku harus meminta maaf padanya."
"Sama-sama. Tapi jangan pernah lupa untuk mengajakku bertemu gadis itu. Itu pun jika kamu sudah berhasil mendapatkan maaf darinya." Ervan menepuk pelan pundak Alfa.
"Akan sangat sulit. Tapi doakan saja semoga dia bersedia memaafkanku," lirih Alfa.
"Selalu, Al. Sebab yang bersalah di sini bukan hanya kamu, tapi aku juga."
Alfa pamit kepada Ervan dan kembali melaju bersama mobil milik David yang ia pinjam sebelumnya.
Selang beberapa saat kemudian, Alfa pun tiba di depan rumah mewahnya. Ternyata kedatangan Alfa sudah ditunggu-tunggu oleh Nyonya Kharisma. Wanita paruh baya itu bergegas menghampiri Alfa yang baru saja keluar dari mobil tersebut.
"Ya ampun, Alfa! Kamu kemana saja, Nak? Mommy sangat mengkhawatirkanmu." Nyonya Kharisma memeluk erat tubuh Alfa.
Alfa melemparkan kunci mobil milik David dan meminta pak sopirnya untuk mengembalikan mobil lelaki itu. Setelah itu, ia pun mengikuti sang mommy memasuki rumah megah mereka.
"Aku tadi mengunjungi Ervan, Mom. Aku mencari kebenaran yang terjadi padaku sebelum kecelakaan itu. Dan apa Mommy tahu? Sekarang aku sudah ingat semuanya."
Nyonya Kharisma tersentak kaget. Ia menghentikan langkahnya kemudian menatap Alfa lekat. "Kamu serius, Alfa? Kamu sudah ingat semuanya?"
Alfa mengangguk. "Ya, Mom. Alfa sudah ingat semuanya."
"Sebaiknya besok kita ke Dokter untuk memeriksakan dirimu sekaligus memberitahukan kepada Dokter bahwa kamu sudah ingat semuanya," ucap Nyonya Kharisma dengan begitu semangat.
__ADS_1
"Aku rasa tidak perlu, Mom. Aku baik-baik saja. Tapi aku punya kabar yang cukup mengejutkan untuk Mommy dan semoga Mommy bisa mengerti," sahut Alfa.
"A-apa itu?" Nyonya Kharisma kembali merasa khawatir.
"Sebenarnya aku dan Cecilia sudah lama putus. Aku tidak bisa mengatakan apa alasannya kepada Mommy karena ini merupakan aib Cecilia. Besok aku akan menemuinya dan memutuskan hubungan kami," lanjut Alfa.
Awalnya Nyonya Kharisma tampak syok mendengar penuturan Alfa. Namun, beberapa detik berikutnya, ia pun menerima keputusan Alfa. Nyonya Kharisma akan selalu mendukung apapun keputusan Alfa, selama itu baik untuk anak lelakinya itu.
"Ya, sudah kalau begitu maumu. Mommy hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk kamu. Dan satu lagi, semoga kamu segera mendapatkan pengganti Cecilia. Yang pasti, harus lebih baik dari wanita itu."
"Amin, Mom. Semoga saja."
Setelah memberikan ciuman hangatnya di kening Nyonya Kharisma, Alfa pun pamit kemudian kembali ke kamarnya.
Keesokan harinya.
Setibanya di kediaman Cecilia, Alfa dikejutkan dengan adanya sebuah mobil hitam dengan nomor plat unik yang sedang terparkir di halaman depan rumah Cecilia. Ia memperhatikan mobil tersebut dengan seksama kemudian tertawa sinis.
"Mateo. Ya, ampun! Bodohnya aku," gumam Alfa sembari keluar dari dalam mobilnya.
Betty menyadari kedatangan Alfa. Ia ketakutan dan tubuhnya bergetar dengan hebat. Perlahan ia menghampiri Alfa sambil tersenyum kecut.
"Tu-tuan Alfa," sapa Betty dengan terbata-bata.
__ADS_1
"Di mana Cecilia?" tanya Alfa dengan tatapan dingin menatap Betty.
"Ehm, Nona Cecilia masih tidur, Tuan. Tadi malam Nona punya job mendadak dan saat ini ia masih beristirahat. Sebaiknya Tuan Alfa pulang saja dulu, biar nanti saya kasih tau kepada Nona soal Tuan yang ingin bertemu dengannya," jawab Betty dengan gugup.
Alfa tersenyum miring. Tanpa memperdulikan alasan Betty, ia menyerobot masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Tu-tuan, tunggu!" Betty semakin panik melihat Alfa yang kini sedang menaiki tangga menuju kamar Cecilia.
"Aduh, gawat! Bagaimana ini? Bisa-bisa Tuan Alfa mengamuk setelah tahu bahwa Nona Cecilia sedang bersama Mateo di dalam kamarnya! Ah, Nona Cecilia memang kebangetan! Tidak bisa kah ia menahan hasratnya semalam saja," gumam Betty seraya mengikuti langkah Alfa dari belakang.
Kini Alfa sudah berada di depan pintu kamar Cecilia. Betty pun tidak bisa berbuat apa-apa karena sudah terlambat. Alfa meraih gagang pintu kemudian mendorong pintu tersebut secara perlahan. Ternyata pintunya tidak di kunci dan Alfa pun bisa masuk ke dalam ruangan itu dengan sangat mudah. Sementara Betty hanya bisa melongok dan terdiam di ambang pintu.
Tatapan Alfa langsung tertuju pada tempat tidur Cecilia yang bergoyang dengan ritme teratur. Sementara pasangan itu bermain di dalam selimut yang menutupi tubuh keduanya.
Terdengar dengan jelas di telinga Alfa suara dessahan yang saling bersahutan di antara kedua pasangan itu. Alfa kembali tersenyum sinis sembari bergumam pelan.
"Terjadi lagi."
Kini Alfa berdiri dengan tenang di tepian tempat tidur sambil terus memperhatikan selimut putih yang sejak tadi terus Bergerak-gerak.
Ehem!
Alfa berdehem dan hal itu membuat pasangan yang sedang dimabuk asmara itu tersentak kaget. Mateo reflek menyibak selimut yang menutupi tubuh mereka.
__ADS_1
"A-Alfa!" pekik Cecilia dengan mata membulat sempurna.
...***...