
"Mas, bangun Mas, dah mau subuh, mandi gih, aku siapin bajunya buat ke masjid," ucap Najma sambil membelai lembut pipi Ardi.
"Hmm, babe aku masih ngantuk," ucap Ardi yang melek sebentar, menggeliat, dan tidur lagi.
"Ayo sayang...bangun babanya Icha," dengan sabar Najma membangunkan Ardi hingga bangun, Najma tidak ingin Ardi melewatkan sholat subuh berjamaah di masjid seperti biasanya.
Akhirnya Ardi bangun juga, ia segera mandi dan bersiap ke masjid.
Di lantai bawah Akbar kecil juga bersiap ikut baba ke masjid, bu Tami pengasuh barunya telah menyiapkannya.
"Yuk Akbar kita berangkat," ucap Ardi seraya menggendong Akbar yang sudah berumur sepuluh bulan itu, memakai baju koko kecil, celana panjang dan dilengkapi dengan peci seukuran kepalanya, terlihat begitu imut.
Ardi dan Arya sudah terkenal sebagai hafidz Qur'an di perumahan itu, jadi tak jarang mereka bergantian diminta menjadi imam sholat. Ketika ia mengimami, ia letakkan Akbar di sebelahnya, si bocah pun dengan anteng menyimak babanya memimpin sholat.
Najma sholat berjamaah di rumah bersama Bu Tami, ia sangat senang ada teman di rumah, jadi sangat terbantu dalam mengasuh Akbar, dan juga menemaninya ketika Ardi tidak ada di rumah, apalagi perutnya semakin membesar.
Selesai sholat Najma membaca Al Qur'an di ruang tengah. Sedangkan Ardi membaca Al Qur'an di masjid, menunggu matahari terbit untuk kemudian melaksanakan sholat syuruq. Dan Akbar sudah terlelap di atas sajadah di sampingnya.
"Assalamualaikum," ucap Ardi pelan karena Akbar tidur dalam gendongannya.
"Waalaikumussalam," sahut Bu Tami yang dengan sigap menyiapkan bantal guling Akbar di tempat tidurnya. Ardi kemudian meletakkan Akbar di atas tempat tidur ditemani Bu Tami.
"Najma mana Bu?" tanya Ardi.
"Habis ngaji ke atas tadi," sahut Bu Tami.
Ardi segera ke kamar atas menyusul Najma.
"Babe ... Najma ... Umma..." panggil Ardi, namun tak menemukan Najma di dalam kamar. Ternyata Najma sedang menyapu balkon.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Ardi.
"Mas ga lihat aku pegang sapu?" Najma balik nanya.
"Hehehe iya, ma syaa Allah rajin banget istriku ini, aku tunggu di dalam ya," ucap Ardi kemudian kembali ke dalam.
__ADS_1
"Ada apa Mas?" tanya Najma yang ikut duduk di sofa dekat Ardi. Ia memakai daster tipis selutut dengan satu tali. Dan tangannya sibuk mencepol rambutnya ke atas karena kegerahan.
"Babe, kok kamu pakai baju begitu lagi, mau mancing nih pagi-pagi," ucap Ardi menggoda Najma.
"Paan sih Mas, rambut juga belum kering bener, gerah aku tuh," sahut Najma.
"Hehe iya iya sayang, kalau sudah ga capek, pilihin aku baju ya, aku dipanggil direktur pagi ini," pinta Ardi.
"Direktur yang mana? Emang Mas Ardi ada salah apa?" tanya Najma.
"Dokter Thamrin direktur rumah sakit umum, ya ga tau babe perasaan aku sudah bekerja sebaik mungkin," ucap Ardi.
"Ya udah tenang aja kalau gitu, aku doakan dari rumah Mas," kata Najma kemudian berdiri dan berjalan menuju lemari mulai memilih-milih baju yang cocok untuk Ardi.
"Babe kamu pengen sesuatu apa gitu?" tanya Ardi, selama hamil memang Ardi selalu berusaha memberikan makanan atau minuman yang menjadi ngidam istrinya.
"Lagi ngidam kelapa hijau yang serabut dalamnya warna pink itu, tapi dimana nyarinya Mas, es kelapa muda biasa aja Mas, tanpa gula ya," kata Najma.
"Itu kelapa langka sayang, sepuluh pohon kadang cuma satu yang buahnya ada serabut pink gitu, aku usahain ya, selain itu pengen apa lagi?" tanya Ardi.
"Kalau itu sih gampang, Mama juga pasti senang kalau kamu minta dibikinin ini itu, nanti aku telpon Mama, bisa sabar kan nunggu waktu makan siang,"
"Iya Mas, aku sabar kok, ya Icha ya," ucap Najma sambil membelai perut buncitnya.
"Mas sini Mas," pinta Najma agar Ardi mendekat. Najma membantu Ardi berganti baju dengan apa yang telah dipilihnya.
"Pakai ini aja ya, ntar juga ditutup sama jas putih kebanggaan Mas itu," ucap Najma yang memakaikan kemeja putih dengan garis warna navy yang membentuk kotak-kotak besar.
Selesai menyisir rambut dan memakai parfum, Ardi mengajak Najma turun ke bawah untuk sarapan.
"Maa..." teriak Akbar memanggil Ummanya.
"Sayangnya Umma," ucap Najma yang segera mendekati Akbar yang sedang sarapan di kursi makannya.
"Maem sama Bu Tami ya nak," ucap Najma.
__ADS_1
"Akbar, Baba sama Umma makan dulu ya, Akbar juga habisin makannya sama Bu Tami," ucap Ardi seraya membelai kepala Akbar dengan rambut jabriknya. Kemudian melangkah menuju meja dapur untuk membuatkan susu Najma.
Pagi itu Bu Ani sudah menyiapkan sarapan pagi di atas meja makan, nasi goreng sayuran dengan telor ceplok di atasnya.
Najma duduk dan Ardi meletakkan susu ibu hamil yang baru ia buat untuk Najma.
"Makasih Mas," ucap Najma.
"Sama-sama, yuk makan, biar Icha ga rewel," ucap Ardi.
"Hmm, iya, Mas..." panggil Najma. Ardi menelan makanannya dahulu baru menyahut panggilan Najma.
"Apa Babe," sahutnya.
"Maaf ya akhir-akhir ini aku ga masakin kamu Mas," ucap Najma yang merasa tidak enak kepada Ardi karena sudah jarang memasak semenjak hamil ini.
"Ga pa pa sayang, jangan dipikirkan, dengan makan bersamamu, melihatmu, Akbar, dan janin kamu sehat semua, aku sudah bahagia, aku sudah sangat bersyukur, Alhamdulillah, juga kan ada Bu Ani yang masakin kita, senyaman kamu aja Babe, in syaa Allah aku ga keberatan kok, toh kamu juga sudah susah payah mengandung anakku," ucap Ardi yang tentu saja membuat Najma menjadi lebih tenang. Najma tersenyum dan mengangguk lega.
"Kamu fokus saja dengan kehamilan kamu, seperti tadi kamu nyapu, kalau capek jangan dipaksakan, minta bantuan Bu Ani," lanjut Ardi.
"Hmm, iya," sahut Najma sambil terus mengunyah makanannya.
"Tapi tadi maaf kalau aku ngrepotin kamu buat pilihin baju," ucap Ardi.
"Justru itu aku senang Mas, Mas tahu ga, kalau orang minta pendapat kita tentang apa yang akan dia kenakan, atau meminta kita memilihkan sesuatu untuknya, berarti orang itu menghargai kita, menganggap kita penting di hidupnya, berarti Mas juga menganggap aku orang yang penting, hihihi," ucap Najma.
"Jelaslah Babe, kamu orang terpenting di hidup aku saat ini, dan kedepannya, in syaa Allah," kata Ardi.
"Mas aku sudah selesai makan, aku siapin buah ya, buat dicemilin sebelum makan siang," kata Najma yang beranjak ke dapur menyiapkan bekal buah untuk Ardi.
"Cepet banget makannya," gumam Ardi.
Najma mengemas beberapa butir anggur, memotong pear dan semangka, menaruhnya dalam kotak bekal dan memberikannya pada Ardi.
"Makasih sayang, I love you so much..." ucap Ardi.
__ADS_1