
Episode sebelumnya...
" Apa aku melakukan sesuatu kepadanya saat mabuk?. " Bintang memperhatikan seluruh tubuhnya di depan cermin yang ada di dalam kamar mandinya itu dan mendapati di lehernya juga ada bekas berwarna merah dan terasa perih saat terkena sabun.
Bumi semakin terperanjat kaget. Sepertinya mereka memang melakukannya semalam.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
###
Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas siang, hari ini Bumi tidak masuk ke kantornya karena merasa badannya lumayan pegal dan ia harus berbicara dengan Bintang setelah gadis itu bangun nantinya. Kalaupun terjadi sesuatu kepada Bintang ia akan bertanggung jawab.
Kejadian semalam adalah salahnya dan jika hal itu benar-benar terjadi ia tidak akan lari dan akan langsung menemui orang tua Bintang untuk benar-benar menikahi gadis itu.
"Aaaaaaaaaaaa." suara Bintang berteriak terdengar panik dari dalam kamar sepertinya gadis itu baru saja terbangun dari tidurnya, membuat Bumi yang sedang bersiap-siap untuk membuat air panas di dapurnya langsung berlari menghampiri Bintang.
Gadis itu terlihat sangat shock seperti Bumi tadi pagi, bedanya Bumi tidak berteriak seperti Bintang. Bumi lalu mendekati gadis itu secara perlahan.
"Bintang?. " Panggil laki-laki itu.
"Mas Bumi. " Balas Bintang, pipinya sedikit memerah.
Bintang kemudian menutup rapat tubuhnya dengan selimut lalu bangun dari tempat tidur dan mengambil pakaiannya yang tergeletak sembarangan di lantai. Bintang lalu berlari masuk ke kamar mandi tanpa menghiraukan Bumi.
Sesampainya di dalam kamar mandi, Bintang merutuki dirinya sendiri yang terbuai dengan nafsu sesaat dan hampir saja dirinya di perawani oleh Bumi secara sukarela.
"Ahh goblok, bego, bodoh, sinting ya ampun Bintang, kamu ngapain semalam. " Bintang berbicara dengan dirinya sendiri di dalam cermin.
Bintang membuka cenala dalamnya dan melihat tidak ada sama sekali tanda-tanda bercak darah. Dirinya mengelus-elus dadanya dan menangkan dirinya sendiri. Untungnya semalam kejadian itu belum sampai terjadi karena Bumi yang mabuk, laki-laki itu langsung ketiduran saat Bintang menindih tubuhnya.
Saat terbangun, Bintang sangat panik mendapati tubuhnya yang hanya mengenakan pakaian dalam saja ia merasa sangat malu kepada Bumi. Pipi Bintang kembali memerah mengingat Bumi yang pasti sudah melihat dirinya yang setengah telanjang dan hanya mengenakan pakaian dalam saja.
Bintang buru-buru melempar selimut Bumi keluar dari kamar mandi dan mengguyur tubuhnya dengan air lalu membicarakan masalah semalam dengan BumiBumi dan ia harus sesegera mungkin mengakhiri hubungannya dengan laki-laki itu.
###
1 jam kemudian Bintang keluar dari dalam. kamar, sementara Bumi sibuk menyiapkan makanan di atas meja.
__ADS_1
Kini Bintang dan Bumi sudah berada di meja makan, mereka sarapan di tengah hari karena bangun kesiangan. Sejak tadi keduanya hanya diam tidak ada yang memulai pembicaraan.
"Bintang..."
"Mas... " Ujar mereka berdua serentak.
"Elo duluan aja. " Ujar Bumi mengalah.
"Mas aja deh. "
"Elo aja Bintang. "
"Mas?. "
"Ya udah biar gue yang ngomong duluan. " Bumi akhirnya mengalah, Bintang bersiap mendengar kata pertama yang akan keluar dari mulut Bumi setelah ini.
"Tadi malam... "
"Oh tadi malam enggak anu..... " Bintang segera memotong pembicaraan Bumi, gadis itu merasa malu harus membahas kejadian semalam.
"Dengarin dulu Bintang, pertama-tama gue mau minta maaf buat kejadian semalam, gue benar-benar gak sadar, kalaupun semalam gue maksa elo buat ngelakuin sesuatu itu murni karna gue benar-benar gak sadar. "
"Elo bebas mau mukul gue, mau namoar gue, atau mau maki-maki gue. "
Bintang yang mendengar oenuturan Bumi barusan merasa sedikit terharu karena Bumi adalah laki-laki yang sangat gentle sebenarnya, meskipun kadang bersikap menyebalkan juga di waktu bersamaan.
"Mas, aku juga sebenarnya salah kok karena gak nolak mas Bumi dan malah pasrah aja. " Ujar Bintang kemudian membuat Bumi merasa terheran-heran dengan pernyataan gadis itu.
"Hah? Elo gak usah takut Bintang gue gak bakalan lari kok, jangan sampai elo bilang kayak gini karena ngerasa gue bakal ninggalin elo gitu aja?. "
"... " Bintang hanya terdiam tidak tau harus menjelaskannya dari mana, kejadian semalam terjadi juga karena dirinya hanya pasrah saja dan justru di salah hati kecilnya yang paling dalam gadis itu menginginkannya.
"Bintang?. " Panggil Bumi.
"Eh iya mas?. "
"Sebenarnya gue udah ngehubungin orang tua elo buat datang ke apartement gue hari ini?. "
"HAH?. " Bintang sontak terkejut dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Elo gak usah terlalu kaget, gue udah bilangkan kalau gue bakalan tanggung jawab. "
"Tapi mas Bumi semalam itu kita gak benar-benar ngelakuin itu, kita cuman anuan aja, aduh Bintang bingung gimana cara jelasinnya. "
"Hah?. " Kini gantian Bumi yang merasa terkejut.
"Mas Bumi bilang apa emangnya sama orang tua Bintang?. " Bintang merasa prustasi, padahal
"Gue bilang kalau ada sesuatu yang penting tentang elo, supir gue juga udah pergi ke stasiun buat jemput mereka. "
Ternyata, Bumi langsung menghubungi kontak ayah Bintang yang telah ia simpan pada saat bertemu dirinya di kossan gadis itu satu bulan yang lalu, agar ayah dan ibu gadis itu segera datang ke apartementnya untuk membicarakan sesuatu yang serius terkait Bintang.
Pagi tadi setelah Bumi mandi dan sudah bisa berpikir waras dirinya langsung meminta supirnya untuk menunggu orang tua Bintang di stasiun. Jarak antara kota tempat orang tua Bintang dari kota ini tidak sampai 2 jam perjalanan menggunakan kereta api dan angkutan umum.
"Ya ampun mas Bumi kok gak ngomong dulu atau seenggaknya minta pendapatnya Bintang dulu kek. "
"Yah gue mikirnya semalam kita udah anuan Bintang, gue takut elo beneran hamil. "
"Mas Bumiiiiiii. " Bintang berteriak, rencananya untuk mengakhiri hubungannya dengan Bumi gagal lagi, justru saat ini sepertinya hubungan mereka akan semakin erat karena laki-laki itu mengundang orang tua Bintang ke rumahnya.
"Tapi beneran kan semalam belum masuk?. " Tanya Bumi memastikan.
"Ya enggak lah orang mas Bumi langsung ketiduran abis buka baju. "
Bumi merasa sedikit lega mendengar pernyataan Bintang barusan, setidaknya hal itu belum benar-benar sampai terjadi. Namun kelegaan itu kemudian segera hilang saat supir pribadinya mengirim pesan dan mengabarkan bahwa orang tua Bintang sudah bertemu dengannya dan akan segera menuju ke apartement.
"Duh, ortu lo udah ketemu lagi sama supir gue. "
"Gimana dong mas?. "
"Yah kita bilang aja hal pentingnya elo diserang sama Leo. "
"Hah? nggak, itu nggak bakalan jadi alasan, ayah Bintang bisa langsung jantungan kalau tau anaknya habis masuk rumah sakit. "
Bintang dan Bumi tidak jadi melakukan sarapan di siang hari itu, mereka berdua sangat panik dan sibuk memikirkan hal penting apa yang harus mereka sampaikan nanti kepada orang tua Bintang yang sudah terlanjur berada di perjalanan menuju Apartement Bumi.
Bersambung...
Note : Terima kasih sudah membaca, klik like, vote, subscribe dan tinggalkan komentar kalian untuk membantu author.
__ADS_1
Author
#Kimel#