
Episode sebelumnya...
Tidak lama setelah angkutan umum itu berlalu pergi, Bumi muncul dari dalam gedung Apartementnya suaranya tampak berat dengan nafas yang tidak karu-karuan. Laki-laki itu baru saja berlari.
Bumi merasakan sesuatu seperti menusuk ke dalam jantungnya, ia tiba-tiba saja merasa sangat kesepian.
###
Happy Reading & Enjoy Guys.
###
Waktu sudah menujukkan pukul 22.00. Tersisa 2 jam lagi.
Bumi sudah memesan sebuah food truck untuk makanan-makanan yang telah ia masak. Semuanya sudah siap dan telah di plating secantik mungkin tinggal menunggu seseorang untuk menangkutnya ke food truck. Bumi akan berangkat menggunakan mobilnya sendiri, sementara food truck itu akan di kirim ke rumah Shanti setengah jam sebelum Bumi berangkat.
"Makasih yah elo udah mau datang bantuin gue. " Ujaranya kepada seorang gadis yang terlihat asik menggigit sate lilit dan di depan gadis itu ada nasi putih sepiring penuh.
"Hmmm hmmmm mhhhmmm.. " Gumam Bintang tidak jelas mulutnya penuh, gadis itu sedang asik menikmati makanannya, ia terlihat sangat lapar.
###
Bintang hari ini sangat sibuk seperti biasa di hari libur bagi kebanyakan orang, namun tidak untuk Bintang. Week end artinya ia harus bekerja lebih ekstra karena pelanggan yang datang akan lebih banyak dari pada hari-hari biasanya. Tidak hanya dari kalangan remaja dan anak kuliahan saja yang datang ibu-ibu sosialita bersama para genk arisan nya, bapak-bapak geng motor yang membawa anak istrinya sekaligus juga kadang meramaikan cafe tempat Bintang bekerja.
Cafe tempanya bekerja itu memang sangat strategis karena dekat dengan pusat perbelanjaan, Universitas, komplek perumahan mewah dan tentunya dekat dari kos-kossan anak kuliahan yang terkadang datang hanya untuk numpang wifi saja. Jadi, wajar saja jika cafe itu sering ramai apalagi di hari libur seperti hari ini.
Selain menjual minuman, cafe nya juga menyediakan makanan. Mulai dari makanan ringan hingga makanan berat, tugas Bintang di cafe itu hanya melayani pelanggan seperti menanyakan pesanan, mengantarkan dan sesekali jika teman satu shift nya semuanya terlihat sibuk Bintang akan mengambil alih untuk membuatkan pesanan pelanggan juga.
Saking sibuknya Bintang hari itu sampai-sampai ia melupakan makan siangnya. Setelah pengunjung sudah agak sepi Bintang akhirnya bisa beristirahat sejenak. Hari ini sebenarnya Bintang tidak nafsu makan pikirannya masih mempertimbangkan tawaran Bumi kemarin.
"Huhhhhhh." Nafasnya terdengar berat.
Harusnya ia fokus saja pada tujuannya untuk mendapatkan uang, bukan malah mengharapkan sesuatu yang lain dari Bumi? Bintang sendiri tidak mengerti apa yang sedang di rasakannya saat ini. Belum lagi luka hati yang di dapatknnya dari Leo belum kering, sekarang dirinya harus merasa prustasi lagi karena pikirannya terus memikirkan Bumi.
Suara pintu cafe yang berbunyi menyadarkan lamunan Bintang, gadis itu tampak sangat terkejut melihat siapa yang datang.
Tidak lama kemudian bosnya memanggil Bintang.
"Katanya nenek kamu sakit yah Bintang, kok gak ngomong ke saya. " Ujar bosnya membuat Bintang melongo.
__ADS_1
"Itu sepupu kamu datang katanya nenek kamu udah kritis di rumah sakit. " Bosnya menunjuk Bumi yang sedang berakting sedih di depan pintu.
Bintang mengangkat sebelah bibirnya dan tersenyum sinis. Trik apa lagi ini.
"Bintangg?. " Pa ghik bosnya.
"Eh iya bos maaf. "
"Kenapa kamu gak bilang dari tadi pasti saya izinin kok kalau itu udah menyangkut keluarga. "
Bintang yang tidak tau harus menjawab apa tiba-tiba Bumi sudah berdiri di sampingnya.
"Maaf yah pak, sebenarnya Bintang juga belum tahu karena ini juga tadi mendadak dan HP Bintang tidak aktif dari pagi makanya keluarga kami sulit menghubunginya. " Bumi menjelaskan.
"Ttapi.. " Bintang mencoba berbicara namun langsung di potong.
" Gak apa-apa kan pak kalau saya bawa Bintang sekarang soalnya kasian nenek kami kalau gak ketemu Bintang hari ini, apalagi Bintang ini cuma satu-satunya cucu perempuan di keluarga kami pak. " Bumi memotong perkataan Bintang dan dengan wajah memelas memohon kepada bos Bintang agar mereka bisa segera pergi dari cafe.
"Ya udah saya titip salam yah sama keluarga, semoga neneknya baik-baik saja, lain kali kalau ada apa-apa langsung bilang aja yah Bintang jangan sungkan-sungkan. " Ujar bosnya sambil menepuk-nepuk bahu Bintang, bersimpati. Bintang yang tidak tau harus melakukan apa hanya diam mematung, tangannya kemudian di tarik oleh Bumi.
"Terimakasih banyak, Pak kami permisi dulu. " Ujar Bumi menarik Bintang.
"Ehhh tas ku. " Bintang mengambil tas selempangnya yang berada tidak jauh dari tempatnya duduk.
Kini mereka sudah berada di dalam mobil Bumi, melihat Bintang yang seperti orang kebingungan sambil memukuk-mukul kepalanya Bumi terkekeh.
"Kenapa lo kunyuk... "
"Ini saya lagi gak di hipnotis kan. "
"Hahahaha gila aja lo. "
"Mas Bumi, ini kita mau kemana?. " Bintang masih kebingungan.
"Kita harus belanja bahan makanan karena hari ini elo harus bantuin gue. Titik. "
"Haaaa?. " Bintang akhirnya tersadar dirinya baru saja di culik secara terang-terangan.
"Tapikan saya belum bilang kalau saya mau, mas Bumi. " Teriak Bintang.
__ADS_1
"Plislahh sekali ini aja, tolong gue kalau elo bantuin gue hari ini apapun yang elo minta bakalan gue turutin deh yang penting hari ini elo bantuin gue ya Bintang. " Ujar Bumi.
"Tapi nenek saya udah lama mati, kenapa mas Bumi ngomong kayak gitu ke bos saya. "
"Makanya dari itu, cuman itu alasan paling masuk akal biar elo hari ini bisa di izinin buat bolos kerja dan bantuin gue. "
"Cih, egois banget. " Batin Bintang. Gadis itu tidak habis pikir, Bumi akan menggunakan nama neneknya untuk berbohong kepada bosnya.
"Maaf deh Bintang, gue tau gue salah tapi gue juga butuh elo banget saat ini. " Lirih Bumi.
Bintang yang mendengar hal itu akhirnya luluh juga, hatinya merasa tidak tega.
"Yaudah, tapi janji yah habis ini bakalan kabulin permintaan saya. "
"Benaran? Ahh okedeh apapun yang elo minta. " Bumi berteriak kegirangan.
"Hiiiiiissssss.. " Bintang berdecak kesal melihat tingkah Bumi.
Apa mau di kata, nasi sudah jadi bubur tinggal di nikmati saja apa susahnya.
Mobil Bumi melaju dengan kencang menuju super market untuk membeli bahan makanan setelah itu baru mereka berdua akan pergi ke Apartement Bumi.
###
"Udah siap pak.?. " Tanya Bumi ke supir yang mengangkut masakannya ke food truck.
"Iya Pak, sudah. " Balas supir food truck itu.
"Yaudah nanti setengah jam lagi saya baru nyusul, biar makananya jalan duluan. "
Food truck itu kemudian berlalu pergi menuju ke alamat Shanti, sementara Bintang ikut ke dalam food truck karena ia bertugas untuk menyajikan makanan tersebut setelah pukul 12 malam perayaan ulang tahun Shanti nanti.
###
Bersambung....
Terimakasih sudah membaca , klik like dan tinggalkan komentar kalian. Saran dan masukkan yang membangun akan lebih berguna untuk penulis menjadi lebih baik lagi ke depannya.
Author
__ADS_1
#kimel#
"