Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Bagian 26 : Merawat Bumi


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Mas Bumi sakit, minta saya buat jemput mbak Bintang. " Jelas orang itu yang ternyata adalah supir pribadi Bumi yang dikirimnya untuk menjemput Bintang.


"Hahh? sakit?. Yah ampun tunggu ya pak saya siap-siap dulu. " Bintang bergegas mengambil barang-barang yang ia perlukan untuk pergi ke Apartement Bumi.


"Ayoo pak... "


###


Happy Reading and Enjoy Guys.


###


Wajah Bumi terlihat sangat pucat, Bumi terlihat tengah berbaring di atas kasurnya. Beberapa botol alkohol masih berada di atas ranjangnya, bau tidak enak juga tercium menusuk hidung Bintang. Bumi kini sedang bertatap-tatappan dengan Bintang yang baru saja tiba dan langsung meraba-raba wajah Bumi.


"Ayo ke rumah sakit. "


"Gak, gue gak mau. " Tegas Bumi.


"Tapi badan mas Bumi panas banget, ayo pak bantu Bintang angkat mas Bumi. " Ajak Bintang kepada supir pribadi Bumi yang juga merasa khawatir dengan kondisi Bumi.


"Gak, PLIS GUE GAK MAU. " Teriak Bumi mengagetkan Bintang.


"Ya udah ngapain juga mas Bumi nyuruh orang jemput saya kalau mau di bawa ke rumah sakit aja gak mau. Ayo pak, kita balik aja. " Rajuk Bintang, mengambil ancang-ancang seolah-olah akan meninggalkan Bumi.


"Dokter aja!. "


"Panggil dokter aja, gue takut rumah sakit!. " Ujar Bumi.


Bintang yang menyadari bahwa Bumi masih memiliki trauma dari masa lalunya apalagi setelah kejadian semalam pasti membuat Bumi merasa terguncang. Bintang yang tidak ingin menambah rumit masalah akhirnya mengalah.


"Ya udah pak, tolong telponin dokter aja atau cariin dikter yang tinggal di Apartement ini atau terserah bapak deh mau cari dokter dimana yang penting dokternya bisa di bawa kesini. " Ujar Bintang kepada supir pribadi Bumi.


"Iya mbak, saya permisi dulu kalau begitu. " Supir itupun berlalu sambil sedikit berlari meninggalkan Bintang dan Bumi berdua di dalam kamar Bumi.


Tidak sampai setengah jam kemudian supir Bumi itu sudah datang membawa dokter dan benar saja dokter itu tinggal di salah satu unit gedung Apartement ini. Setelah di periksa lalu di berikan obat penurun demam dan dibuatkan resep obat dokter itupun pamit untuk pergi bertugas.


"Ini resep obatnya, kalian tinggal beli di apotik terdekat dan harus di pastikan di minum pada saat selesai makan. " Jelas dokter tersebut.


"Terimakasih banya ya dok. " Balas Bintang.


"Pak, anterin dokter ini ke depan sekalian beliin obatnya. " Ujar Bintang kepada supir pribadi Bumi itu yang langsung di iyakan.


###


Setelah membersihkan Apartement Bumi yang berantakan dan membuang sisa-sisa botol Alkohol Bumi yang sudah kosong dan berceceran, gadis itu kembali memperhatikan isi ruangan Bumi.


Entah mengapa Bintang jadi merasa sangat kesepian dan ingin menangis berada di ruangan Apartement Bumi ini, perasaan kesepian dan rindu yang Bintang tidak mengerti, Bintang kemudian memikirkan Bumi. Apakah Bumi merasakan rasa kesepian itu setiap hari?


..."BRAK."...

__ADS_1


"Aduhhh apaan itu. " Bintang berteriak kaget mendengar sesuatu yang jatuh yang ternyata setelah mendekati asal suara itu adalah suara jendela dari kamar Bumi yang ternyata terbuka dan tertutup dengan keras karena di tiup angin. Melihan itu dengan cepat Bintang mengunci jendelanya agar jangan sampai membangunkan Bumi.


Saat ini Bumi sedang tertidur pulas sudah setengah hari badannya panas dan Bintang tetap berada di sampingnya, Bintang tadinya ingin membawanya ke rumah sakit karena merasa khawatir melihat keadaan Bumi tapi laki-laki tersebut tetap bersikukuh tidak ingin di bawah ke rumah sakit.


Bintang yang sedari tadi sibuk bersih-bersih lalu duduk di samping kasur Bumi. Bintang merasa tubuhnya pegal, kemudian gadis itu naik ke atas kasur Bumi yang empuk dan menyandarkan punggungnya pada bantal yang telah ia susun di belakangnya. Sesekali gadis itu melihat ke arah jam dinding yang berada di dalam kamar Bumi.


"Sudah 4 jam. " Gumam Bintang merasa heran kenapa Bumi belum juga terbangun.


"Apa dosis obatnya salah?. " Batin Bintang membaca resep obat yang di berikan donter tadi dan mencocokkan nya dengan obat yang di beli supir Bumi.


"Sudah cocok. "


"Jangan-jangannnnn." Bintang lalu menggerakkan tubuhnya oelan-pelan mendekat ke arah Bumi. Laki-laki itu tidak bergerak sama sekali. Bintang kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke hidung Bumi memastikan apakah laki-laki itu masih bernafas atau tidak.


"Ah Syukurlah. " Bintang kembali ke tempatnya semula dan merasa tenang karena Bumi masih bernafas. Bintang merasa was-was jangan sampai Bumi kehilangan nyawanya secara tiba-tiba tentunya, gadis itu akan menjadi orang yang paling di curigai dan menjadi tersangka utama karena sudah hampir seharian ini berada di Apartemen Bumi. Memikirkannya saja membuat bulu kuduk Bintang meremang. Tidak lama kemudian Bintang ikut ketiduran di samping Bumi yang tertidur pulas.


###


"Aaaaaa."


"Udah."


"Sekali lagi, buka cepetan. "


"Bintaaaaanggg."


"Ayo dong mas Bumi. "


"Gue udah gak mau. "


"Aaaaaaa."


"Iya mas. "


"Awas lo maksa-maksa gue terus. "


"Aaaa ayo buka dong mas, Bumi. "


"Aaaaaaa." Bumi membuka mulutnya mengikuti araham Bintang.


"Aaaaammmmhh enakkan?. "


"Gue udah kenyang ini yang terakhir. "


"Satu kali lagi deh, mas ini penghabisan, aaaaaa" Bintang sedang memperagakan seseorang yang sedang membuka mulutnya sementara tangannya memegang sendok mengarahkannya ke mulut Bumi.


"Gak, udah kenyang. "


"Ini nasinya nangis loh mas Bumi kalau gak di abisin. "


"Bintang, gue gak mau. "

__ADS_1


"Yaudah deh mas, Bintang balik aja sekarang percuma aja datang capek-capek di suapin makan aja susah, padahal tinggal buka mulut aja. " Rajuk Bintang.


"Ya udah nih, niihh abishhhh Khan. " Bumi menyuapkan sisa bubur itu ke mulutnya sendiri, sambil menggoda Bintang yang sedang ngambek.


"Nah gitu dong. " Ujar Bintang senang karena Bumi menghabiskan bubur masakannya.


"Makasih yah Bintang, elo udah mau capek-capek ngurusin gue. "


"Iya mas sama-sama, Nih obatnya. " Bintang menyodorkan obat yang sudah di bukanya.


Bintang kemudian membersihkan piring dan gelas yang sudah digunakan oleh Bumi ke wastafel. Bintang sendiri tidak mengerti kenapa dirinya harus capek-capek datang ke tempat Bumi, padahal Bumi sama sekali tidak memberi harapan apa-apa padanya. Saat mendengar Bumi sakit, pikirannya hanya berfokus agar dirinya harus segera melihat keadaan Bumi.


"Huuuhhhh." Bintang membuang nafasnya dengan kasar, gadis itu merasa frustasi dengan perasaannya sendiri.


###


"Mas beneran gapapa kalau Bintang tinggal?. " Tanya Bintang memastikan keadaan Bumi.


"Iya tenang aja lagian nanti gue gak sendiri kok, ada supir gue yang ganntin elo buat jagain. "


"Beneran mas gapapa?. "


"IYA BINTANG!. " Tegas Bumi.


"Yaudah deh mas, saya balik dulu. Mas hati-hati yah. " Pesan Bintang merasa khawatir harus meninggalkan Bumi malam ini, namun tidak mungkin juga dirinya harus menginap. Bintang merasa gengsi harus tinggal di Apartement Bumi apalagi laki-laki itu sama sekali tidak menawarinya untuk tinggal.


"Yaudah sana cepetan. "


"Laki-laki ini bahkan tidak menawarinya untuk tinggal, padahal ini sudah larut malam itu artinya hubungan mereka memang tidak berarti apa-apa. "


"Bahkan setelah ciuman itu? Bumi bahkan tidak melirik nya sebagai seorang perempuan? Ah tidak mungkin. "


"Ah apa-apaan, siapa juga yang mau tinggal berduaan dengan Bumi. " Batin


Bintang.


"Memang otak kotor kau Bintang!. " Bintang berbicara dengan pikirannya sendiri. Sibuk menerka-nerka perasaan Bumi kepadanya.


"Sadar Bintang. Sadarkah!. " Bintang menyadarkan dirinya sendiri. Saat ini ia sudah berada di dalam lift menuju lantai dasar.


..."TING."...


Pintu lift terbuka, Bintang terbelalak kaget di kejutkan dengan seseorang yang saat ini berdiri di depannya mengenakan gaun berwarna pink selutut dengan rambut yang sepertinya baru saja di potong karena seingat Bintang semalam rambut itu masih panjang. Bintang diam mematung.


"Mbak? mbak gak keluar?. " Sapa orang itu.


"Oh, eh iya mbak maaf. " Balas Bintang tersadar dari keterkejutannya. Bintang keluar dari lift dan berjalan dengan cepat ke arah parkiran tempat mobil Bumi di parkir karena malam ini supir Bumi akan mengantarnya pulang.


Bersambung....


Terimakasih sudah membaca, klik like dan tinggalkan komentar kalian. Saran dan masukan yang membangun akan sangat berguna bagi penulis untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.

__ADS_1


Author


#kimel#


__ADS_2