Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Bagian 7 : Brengsek


__ADS_3

Episode sebelumnya..


"Besok bakalan kukirim pake kurir, Mas tenang aja, saya tanggung jawab kok." Ucap Bintang sambil melepas pegangan tangan Bumi, ia melirik ke arah Leo kekasihnya yang wajahnya kini menunjukkan tanda tanya.


Leo kemudian berjalan ke arah mereka berdua dan menarik Bintang.


###


Happy Reading & Enjoy yah Guys.


###


Bintang dan Leo saat ini sedang berada di pinggir pantai menikmati ombak yang membelai wajah mereka berdua. Sehabis menjemput sepeda Bintang dari bengkel dan menbawanya ke kossan tempat Bintang tinggal, mereka berdua memutuskan untuk berjalan-jalan di pinggiran kota yang banyak menjual aneka jajanan. Mereka membeli jajanan seperti seblak, siomai dan jajanan enak lainnya lalu Bintang dan Leo berkendara menuju pantai dimana mereka berada saat ini. Tidak lama kemudian Es jeruk pesanan mereka di antar oleh mas-mas penjual minuman yang tak jauh dari tempat mereka duduk.


Bintang terlihat sangat bahagia. Bibirnya tidak berhenti tersenyum, akhirnya ia bisa menikmati gaji pertamanya di tambah lagi saat ini ia sedang bersama kekasihnya. Duduk berdua di pinggir pantai, melihat bintang-bintang di atas langit. Cuacanya sangat mendukung untuk berkencan hari ini. Tangan Leo kemudian merangkul bahu Bintang.


"Kamu senangkan sayang?." Tanya Leo.


"He'em." Jawab Bintang.


Leo kemudian meluruskan badannya dan memulai obrolan lagi dengan Bintang, ia bertanya tentang apa yang Bintang lakukan kemarin sore. Bintang kemudian menceritakan apa yang di alaminya kemarin sore.


Bintang bercerita panjang lebar di mulai dari saat ia pulang kerja, bertemu Bumi tanpa sengaja, membantunya memasak di Apartment mewahnya yang indah, pulang dini hari dan bertemu dengan Bumi lagi di Cafe sore ini. Leo tampak mengernyitkan alisnya, wajahnya terlihat datar.


"Oh gitu." Tanggapan Leo sangat dingin, padat dan jelas.


"Kok cuman gitu sih ayang.? " Bintang tampak kecewa. Ia berharap Leo akan memulai kepalanya dan menyemangatinya.


"Jadi, kemarin kamu semalaman sama laki-laki itu?."


Bintang tampak terkejut dengan pertanyaan Leo, ia pikir Leo akan mengeluarkan kata-kata penyemangat atau setidaknya merasa iba padanya.


"Gak gitu Leo, aku kan udah bilang kalau abis masak itu ada pacarnya Bumi datang teruss aku... "

__ADS_1


"Jadi kamu ngapain pas pacarnya si Bumi Bumi itu pulang?. " cecar Leo yang volume suaranya sedikit tinggi.


"Kamu kok jadi marah gini sih." Bintang tampak menyesal. Harusnya ia tidak usah menceritakan kejadian kemarin kepada Leo. Pacarnya itu memang agak sedikit temperamen dan suka cemburuan secara berlebihan. Bintang tahu dirinya salah karena tidak langsung pulang dari rumah Bumi sebelum Shanti datang.


"Kamu tuh lama-lama udah kayak cewek murahan yah." Bentak Leo.


Bintang terperanjat dengan ucapan Leo barusan.


"Gak ada apa-apa kok Leo, aku cuman tanggung jawab sama baju.. " Bintang mencoba menjelaskan.


"Ahh udah deh, terus ngapain laki-laki itu datang ke Cafe tempat kamu kerja kalau emang gak ada apa-apa?. "


"Leo dengerin aku dulu.. "


"Oohhh jadi sekarang kamu mau cari laki-laki kaya karena kamu ngerasa bosen sama aku yang cuman bisa ngajak kamu ke pinggiran kota? cuman bisa ngajak kamu ke pinggir pantai dan makan makanan murahan kayak gini. " Cecar Leo.


"Aku tau kok semuanya, kamu udah bosan sama aku, cerita kamu itu bikin aku sadar diri kalau aku ini cuman laki-laki pengangguran, gak punya rumah mewah, cuma bisa boncengin kamu pake motor beat itu. Tapi harusnya kamu tuh hargain aku dong. Sadar diri dong Bintang. Sia-sia aja aku bantuin kamu dapatin kerja, nganter kesana-sini, bisa-bisanya kamu enteng banget ngomong kalau kamu pergi sama laki-laki lain sampai dini hari berduaan, udah gitu laki-laki itu datang ke tempat kerja kamu? megang tangan kamu?."


"Dasar kamu tuh emang genit yah akutuh kurang baik apa coba ke kamu."


Bintang seperti tidak dapat berkata-kata lidahnya kelu. kakinya mati rasa. Untuk berdiri saja rasanya tidak sanggup. Air matanya masih mengalir.


Beberapa pasang mata yang juga berada di pinggir pantai itu memperhatikan Bintang yang sedang menangis. Mereka terlihat penasaran sekaligus merasa kasihan, melihat seorang gadis yang ditinggal pergi kekasihnya seorang diri.


Bintang mengangkat kepalanya, mengusap air matanya dan melihat sekelilingnya. Ia merasa sedih dan malu di perhatikan oleh orang-orang. Bintang mengecek HPnya dan mencoba menghubungi Leo yang pergi meninggalkannya. Apakah kesalahannya sungguh sebesar itu? ia berpikir harus meminta maaf kepada Leo, ia merasa bersalah karena kemarin tidak sempat mengabari Leo terlebih dahulu. Besok ia akan datang kerumah Leo untuk minta maaf.


Bintang bergegas meninggalkan tempat duduknya dan membawa bunguksan jajanannya yang belum sempat di makan. Ia berjalan menuju penjual Es jeruk dan membayarnya lalu berjalan ke arah jalan Raya. Tak lama kemudian sebuah taxi online datang menghampirinya tanpa berpikir panjang ia masuk ke dalam taxi tersebut. Bintang pulang sendirian dengan hati yang gundah gulana, perasaannya galau. Haruskah ia diperlakukan berlebihan seperti itu? Ah Ini memang kesalahannya, Bintang merasa wajar apabila Leo berlaku demikian.


###


Langit yang tadinya cerah kini tiba-tiba saja berubah menjadi mendung. Bintang sedang duduk di atas kasur dekat jendelanya sambil melihat keluar, memperhatikan hujan yang turun dari langit seolah-olah ikut bersedih bersamanya. Bintang sesekali mengecek HPnya berharap Leo akan membalas pesannya atau setidaknya membuka pesannya.


Waktu telah menunjukkan pukul 00.00 Bintang masih di posisi semula. Plastik sisa jajanannya berhamburan menyisakan sisa saos yang jatuh menempel di lantai kamarnya. Ia menghabiskan jajanan itu sendirian.

__ADS_1


Pikirannya kembali melayang pada kejadian kemarin.


"Ini semua gara-gara Bumi sialan itu.... "


"Hiksssssss.. " Bintang berteriak sambil menangis. Ia merasa sangat soal setelah bertemu Bumi. Ia membenci laki-laki itu. Ini semua gara-gara Bumi.


"Huaaaaaaa.. " Tangis Bintang semakin kencang, Suara hujan diluar seperti mengiringi tangisannya.


Matanya bengkak, rambutnya sudah tidak karuan lagi. Bintang bahkan tidak ingat lagi mengganti pakaiannya. Tidak berapa lama kemudian Bintang ketiduran. Lagi-lagi ia merasa kelelahan dan waktu tidurnya berkurang. Sebelum matanya bena-benar terpejam Bintang masih sempat bergumam sesuatu.


"Bumi brengsek.."


###


Bintang melepaskan tangan tangan Bumi lalu beranjak pergi meninggalkannya bersama laki-laki jangkung itu. Bumi memperhatikan mereka keluar dari dalam Cafe dan berinisiatif untuk mengikuti Bintang dan Leo, laki-laki jangkung itu.


Kini Bumi tahu dimana tempat tinggal Bintang setelah mengikutinya dari jarak jauh menggunakan mobilnya, sebisa mungkin ia menjaga jarak aman agar tidak ketahuan oleh Bintang bahwa ia mengikutinya.


Bumi terus mengikuti kendaraan roda, dua yang membawa Bintang dan laki-laki jangkung itu hingga sampai di pinggir pantai. Bumi merasa aneh dengan dirinya sendiri dan mulai tersadar untuk apa ia jauh-jauh ke sini mengikuti mereka?.


"Dihh." Bumi bergidik memikirkan dirinya sendiri yang sudah seperti penguntit.


Bumi kemudian berpikir untuk kembali pulang ke Apartementnya, Namun saat ingin membalikkan mobilnya dari kaca spion ia melihat laki-laki jangkung itu pergi mengendarai motornya. Bumi mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil sedannya, matanya melihat Bintang yang sedang menutuoi wajahnya, tubuhnya terlihat bergetar yang berarti gadis itu sedang menangis.


Bumi merasakan Hawa panas di dalam mobilnya yang berAC. Ia segera turun dari dalam mobilnya untuk menghamoiri Bintang. Namun, baru beberapa langkah ia mengurungkan niatnya. Ia tidak ingin menjadi pusat perhatian dan Bintang akan berpikir bahwa dirinya adalah penguntit. Bumi lalu kembali masuk ke mobilnya dan memperhatikan Bintang dari jauh.


Beberapa waktu kemudian Bintang terlihat beranjak dari tempat duduknya dan sepertinya akan menuju ke jalan raya mencari kendaraan untuk pulang. Bumi lalu membuka salah satu aplikasi pada HPnya.


###


Bersambung...


Terimakasih telah membaca, saya harap kalian suka. Tinggalkan saran dan masukkan yang membangun agar saya bisa menjadi lebih baik lagi.

__ADS_1


Author


#kimel#


__ADS_2