
Episode sebelumnya...
Setidaknya gadis itu membuat Bumi memiliki alasan untuk tetap melanjutkan hidup di keesokan harinya setiap kali ia tertidur di malam hari.
###
Warning 18 +
Happy Reading and Enjoy guys.
###
"Hah? jadi elo bukannya nikahin Shanti?. " Teriak Anton yang suaranya hampir tidak kedengaran karena hentakan musik dijadikan yang semakin keras.
"Iya gitulah. " Jawab Bumi dengan menganggukkan kepalanya.
"Gila elo gue gak nyangka kalian gak bakal sampai nikah. " Teriak Gandi menimpali.
"Nah itu, pas pertama kali gue tau dia udah nikah sama ABG gue kaget banget. " Tambah Dion.
Tidak lama kemudian waiters datang mengantarkan pesanan mereka. Para wanita penghibur tadi sudah di suruh pergi oleh Gandi yang sepertinya sangat penasaran dengan alasan Bumi lebih memilih menikahi gadis lain.
"Elo selingkuh yah?. " Tanya Gandi.
"Shanti udah cantik dan semok kayak gitu elo selingkuhi, benar-benar lo. " Timpal Anton.
"Eh istrinya sekarang malah lebih seksi tau udah gitu umurnya masih 21 tahun. " Dion juga ikut menimpali.
Percakapan teman-teman Bumi pun hanya berputar-putar disitu-situ saja, di sisi lain Dion yang sibuk menjawab pertanyaan mereka dengan mengatakan hal-hal baik tentang Bintang yang akan di timpali lagi oleh teman-teman nya yang lain dengan membandingkannya dengan Shanti.
"Tapi kenapa elo gak ada ngundang kita, tega bener lo bro. " Ucap Anton.
"Lah gue aja yang dulunya tinggal sekamar sama dia nggak di undang. " Tambah Dion.
"elo ngehamilin anak orang?. " Tanya Gandi yang sontak membuat Bumi sedikit tersinggung, Dion pun hanya diam membisu dan mengingat-ingat lagi apakah Bintang sedang hamil?.
"Oh iya, waktu baru 2 hari gue di tempat lo Bintang pergi periksakan ke rumah sakit, terus dia rajin minum obat, elo beneran ngehamilin anak orang?. " Kini Dion yang serius bertanya.
__ADS_1
Bumi hanya diam, membiarkan teman-teman nya membuat kesimpulan sendiri, Bumi kemudian meraih wiski yang di pesan oleh Dion tadi lalu meminumnya langsung dari botolnya hingga tidak terisa setetespun, teman-teman nya yang lain termasuk Dion sudah tidak menghiraukan itu lagi mereka terlihat sudah mabuk dan melantur, kini mereka asik memanggil para wanita penghibur.
Salah satu wanita penghibur itu kemudian mendekati Bumi dan akan duduk di pangkuannya, namun dengan segera wanita itu ia tepis dan di dorngnya dengan kasar.
"Aw." pekik wanita itu marah.
"Liat." Bumi menunjuk jari manisnya, membuat wanita penghibur itu lebih marah lagi.
"Lah, ngapain ke tempat hiburan malam kalau di rumah ternyata udah ada istri, sok-sokkan ngejaga perasaan istri padahal situ kesini kalau gak nyari minum pasti mau esek-esekkan. " Wanita penghiubur itu berkata sinis ke arah Bumi lalu meninggalkannya.
Teman-teman Bumi yang melihat itu hanya tertawa-tawa, Bumi meraih 1 gelas alkohol lagi lalu berdiri dan berjalan keluar dari bar tanpa sepatah katapun. Ia tidak peduli nantinya teman-teman nya itu akan berkata apa.
Bumi mengendarai mobilnya dan melaju di jalan raya bersama kendaraan yang lain kembali ke apartement nya.
###
Bintang yang merasa sudah sehat dan merasa tidak enak jika harus terus menerus tidur di atas kasur Bumi, berinisiatif untuk tidur di lantai saja, selama satu minggu ini Bumi hanya tidur beralaskan selimut di lantai.
Bintang membentangkan selimutnya lalu melipatnya menjadi dua agar terasa empuk, lalu mengambil selimut yang lain untuk ia gunakan menutup tubuhnya saat tidur nanti.
"Hmm, mungkin mas Bumi bakalan pulang dini hari nanti. " lirih Bintang.
Belum sampai setengah jam Bintang dikejutkan dengan pi tu yang seperti sengaja di tutup dengan kasar dari luar kamar.
"Mas Bumi udah pulang?. " Lirihnya.
Bintang Kemudian berjalan menuju pintu kamar dan membukanya secara perlahan, Tiba-tiba saja Bumi muncul di hadapannya.
"Mas Bumi?. " Bintang merasa heran kenapa laki-laki itu pulang cepat.
"Mas Dion mana?. " Tanya Bintang lagi, gadis itu lalu membuka pi tu kamar lebih lebar dan memperhatikan Bumi dari ujung kaki hingga kepala, Bintang menatap wajah Bumi dan laki-laki itu juga balas menatapnya tanpa berkedip. Hal itu membuat bulu kuduk Bintang merinding.
Bau alkohol tercium dari pakaian Bumi, Bintang dapat menciumnya dengan sangat jelas karena Bumi tepat berada di hadapannya.
"Mas Bu... "
"Hmmmmmhhpp."
__ADS_1
Bumi tiba-tiba saja menciumnya
"Mas Bumi?. " Bintang yang merasa terkejut sekali langi memanggin Bumi agar laki-laki itu sadar.
"Hmmmppphtt." Bumi kembali menciumnya hingga tanpa sadar Bintang mulai terhanyut dengan ciuman itu dan ia membalas ciuman Bumi.
Bumi kemudian mengangkat tubuh Bintang dan menggendong gadis itu ke arah kasur tempat tidurnya. Bintang yang terlena dengan perlakuan Bumi barusan hanya pasrah saat Bumi menindih tubuhnya dan sekali lagi mencium bibirnya dan mencumbui lehernya dengan kecupan-kecupan, Bumi kemudian membuka seluruh pakaiannya menyisakan celana boxer pendeknya dan kembali menindih Bintang yang tidak melakukan perlawanan apapun menunggu Bumi melakukan sesuatu kepada dirinya.
"Bintang." lirih Bumi, memanggil nama Bintang tepat di telinga gadis itu.
Bintang dan Bumi kembali saling berciuman dan kini Bintang yang sudah berada di atas tubuh laki-laki itu.
###
Keesokan harinya Bumi terbangun dan merasakan sakit pada kepalanya, tubuhnya juga terasa sangat beras seperti ada yang menindih nya.
Bumi oerlahan-lahan membuka matanya dan memebaging perutnya, Namun bukannya perut Bumi justru seperti memegang sesuatu yang lain. Bumi terkejut dan sontak saja kesadarannya langsung pulih.
Di atas tubuhnya ternyata ada Bintang yang masih tertidur dengan lelap, gadis itu hanya mengenakan pakaian dalamnya, Bumi membaringkan Bintang secara perlahan ke sampingnya , Bumi merasa kesulitan bernafas karena gadis itu menindih nya, setelah berhasil memisahkan dirinya dari Bintang, Bumi langsung babgun dari tempat tidurnya.
Bumi terlihat sangat shock dengan apa yang baru saja ia lihat, Bintang menggeliat dalam tidurnya dan memperlihatkan dadanya dan lehernya yang memerah di beberapa bagian, Bumi langsung menutupi tubuh gadis itu dengan selimut dan segera menyadari dirinya juga tidak memakai sehelai benang pun.
"Apa yang baru saja ku lakukan?. " Banting Bumi. Bumi langsung masuk ke kamar mandi untuk menenangkan dirinya, mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar ia bisa berfikir dengan jernih.
"Apa kami melakukannya?. "Batin Bintang.
" Apa aku melakukan sesuatu kepadanya saat mabuk?. " Bintang memperhatikan seluruh tubuhnya di depan cermin yang ada di dalam kamar mandinya itu dan mendapati di lehernya juga ada bekas berwarna merah dan terasa perih saat terkena sabun.
Bumi semakin terperanjat kaget. Sepertinya mereka memang melakukannya semalam.
Bersambung...
Note: Terimakasih sudah membaca klik like, vote, subscribe dan tinggalkan komentar kalian untuk membantu author yah.
Author
#kimel#
__ADS_1