Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Bagian 34 : Cemburu


__ADS_3

Episode sebelumnya...


Dua orang teman lama itu kemudian hanyut dalam cerita masa lalu mereka. Di tempat lain, di dalam kamar Bumi, Bintang sudah tertidur pulas pertanda efek obatnya sudah bekerja.


###


Happy Reading and Enjoy Guys..


###


Bintang sangat sibuk mempersiapkan makan malam di temani oleh Dion. Bumi belum pulang bekerja, bahkan hari ini saat check up Bintang pergi sendirian di antar oleh supir pribadi Bumi.


Bintang merasa agak canggung berada di ruangan tertutup bersama Dion, laki-laki itu sejak tadi juga hanya sibuk dengan masakannya sendiri.


"Kenapa Bintang?. " Tanya Dion yang melihat Bintang melamun.


"Eh mas Dion, gapapa kok hehehe. "


"Jadi, ternyata kamu masih kuliah yah Tang?. "


"Tang?. " Batin Bintang merasa agak aneg di panggil seperti itu. Tapi sepertinya di banding Bumi, Dion ini jauh lebih santai dalam berkomunikasi dengan Bintang sehingga membuat gadis itu lumayan gampang beradaptasi dengan Dion di bandingkan dengan Bumi yang hanya asik memerintah nya saja.


"Iya mas, saya masih kuliah dan sementara ini sebenarnya lagi magang di cafe dekat kampus Bintang, soalnya kan lagi libur semester, rencana sih Bintang mau ngambil cuti dulu. "


"Kenapa? kamu mau program bayi yah?. "


Bintang yang mendengar itu merasa bingung harus menjawab apa.


"Ah hahaha, belum kepikiran sampai sana sih mas, cuman mau nambah pengalaman kerja aja dulu. "


"Lah ngapain cari pengalaman kerja di tempat lain, di tempat Bumi pasti ada tempat kosong buat kamu tanpa harus mulai dari nol. "


"Iya sih mas, tapi gak enak aja kalau mesti kerja di tempat suami sendiri nanti saya di bilangnya pake orang dalam lagi, hehehe. "


"Hahaha, orang dalam apanya kan namanya juga perusahaan punya suami sendiri, ada-ada aja kamu. "


"Hehehe." Bintang hanya cengengesan tidak tau lagi harus bilang apa.


"Kamu malu?. " Tanya Dion lagi.


"Hah?. "


"Kamu malu ngomong sama Bumi?. "


"Enggak kok mas, cuman pengen kerja di cafe aja biar beda aja gitu dari bidang pekerjaannya mas Bumi. "


"Emang kamu ambil jurusan apaan?. "


"Pemasaran mas. "

__ADS_1


"Nah itu kansama aja Bintang, kalau di cafe juga masarin produknya atau jualannya bos kamu, udah cocok banget padahal sama bidang pekerjaan suamimu harusnya kamu dari pada capek-capek kerja di tempat orang lain mending kamu kerja di tempat suami sendiri, biar lebih santai. "


"Tetap nggak enak lah mas sama kariawannya mas Bumi, kalau tiba-tiba Bintang kerja disana terus cuman santai-santai. "


"Yah namanya juga istri bos."


"Hehehe." Bintang lagi-lagi hanya menjawabnya dengan cengengesan.


Hening sesaat.


"Katanya kamu sama Bumi belum terlalu lama kenal yah?. " Tanya Dion lagi.


"Aduh ini orang kepo banget sih. "Batin Bintang.


" Iya mas, belum lama. "


"Emang kamu percaya kalau Bumi beneran cinta sama kamu?. "


"Hah? ya harus percayalah mas Dion, emang ada orang nikah gak pake cinta. " Jawab Bintang dengan tegas.


"Emang kamu cinta sama Bumi?. " Ujar Dion sambil selangkah lebih maju mendekati Bintang.


"Ya cintalah mas. " Bintang menelan air liurnya karena merasa tekan Bumi ini mengintimidasi dirinya.


Dion menyipitkan matanya dan menatap Bintang tajam-tajam.


"Emangnya mas mau ngasih Bintang kerjaan?. "


"Iya, aku mau buka beberapa restoran kamu tinggal pilih mau yang dimana nanti tugas kamu jadi pengelolanya aja selama aku gak di tempat kamu yang ngasih aku laporan, kata Bumi kamu pintar masak . "


Mnedengar hal itu Bintang jadi exited dan merasa ada peluang untuk dirinya mengembangkan potensinya.


"Beneran boleh mas?. " Tanya Bintang merasa senang dengan tawaran Dion barusan.


"Beneran lah, nanti aku kasih kamu kartu nama aku biar nanti pas restonya udah mau jalan kita kontekkan."


"Wahhh makasih banget mas, aku gak nyangka mas Dion sebaik ini. "


Bintang merasa sangat kegirangan, gadis itu tersenyum sangat lebar hingga tanpa sadar ternyata Bumi sudah berada di depan pintu.


"Bintang, kamu kenapa? kok senang banget?. " Tanya Bumi membuat Bintang sontak terkejut dan hampir saja melepaskan semangkok sup yang di pegangnya.


"Aw aduh hampir aja. "


"Hati-hati dong Tang. " Ujar Dion dengan sigap membantu Bintang.


"Tang ting tang ting, namanya bukan tang tapi Bintang. " Ujar Bumi sinis, membuat Dion dan Bintang saling bertatapan merasa heran dengan Buku yang baru pulang langsung marah-marah.


"Elo kenapa sensi banget?. " Tanya Dion.

__ADS_1


"Tau." Bumi masuk ke dalam kamarnya menghiraukan Dion dan Bintang yang sibuk mempersiapkan makan malam di meja.


"Kayaknya suamimu itu cemburu deh sama kita. "


"Hehehehe." Bintang hanya cengengesan tidak tau harus bagaimana, apakah benar Bumi cemburu kepada mereka? dalam hati Bintang juga menginginkan hal itu benar-benar terjadi. Namun, Bintang tidak ingin terlalu banyak berharap.


10 menit kemudian karena Bumi tidak kunjung keluar kamar, Bintang kemudian berinisiatif memanggil laki-laki itu.


"Mas Bumi?, Makan dulu yuk mas. " Panggil Bintang sambil berjalan masuk ke kamar Bumi.


Bintang yang tidak mendapati Bumi di dalam kamar dan mendengar suara guyuran air dari dalam kamar mandi lalu berjalan ke asal suara.


"Mas? mas Bumi man... "


Pintu kamar mandi tiba-tiba saja terbuka, menampilkan Bumi yang hanya mengenakan celana boxer pendek dan ketat membuat Bintang langsung menutup matanya, Bumi langsung menutup mulut Bintang dengan tangannya agar gadis itu tidak berteriak, akan sangat mencurigakan untuk orang lain jika sepasang suami istri tidak terbiasa dan terkejut saat melihat pasangannya bertelanjang dada.


"Bintang, tenang yah jangan teriak nanti Dion curiga, oke. "


Bintang mengangguk.


"Sekarang elo balik badan dan keluar, gue mau pake baju dulu. "


Bintang menganggukkan kepalanya sekali lagi pertanda ia mengerti.


"Yaudah, sana. "


Bintang dengan cepat membalikkan badannya dan berlari keluar dari kamar Bumi.


"Kita makan duluan aja, mas Dion. " Ujar Bintang kemudian


"Loh Bumi mana?. "


"Mas Buminya baru abis mandi, katanya nanti makannya nyusul. "


"Yaudah kita makan berdua aja. "


"Iya mas. "


Bintang dan Dion pun menikmati masakan mereka berdua tanpa Bumi yang masih berada di dalam kamarnya sambil berdecak kesal. Entah mengapa dirinya merasa sangat sebal melihat Dion membuat Bintang tertawa, selama bersama dirinya Bintang tidak pernah tertawa ataupun tersenyum seperti tadi.


Bumi merasa darahnya menjadi panas, apakah Bumi sedang merasa cemburu? atau mungkin dirinya tanpa sadar sudah menanam benih-benih cinta di dalam hatinya sendiri namun ia sama sekali tidak menyadari bahwa benih-benih itu telah tumbuh karena ia pupuk dengan rasa cemburu.


Bersambung...


Note : Terima kasih sudah membaca, klik like, vote, subscribe untuk membantu author menjadi lebih baik lagi ke depannya untuk menghasilkan karya-karya baru.


Author


#kimel#

__ADS_1


__ADS_2