Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Menyiapkan Kejutan


__ADS_3

Tiga bulan berlalu...


Najma dan Ardi juga telah kembali pindah ke rumah mereka. Terlalu lama membiarkan rumah mereka kosong juga menjadi pertimbangan, apalagi Najma sudah bisa mengurus baby A dengan baik, jiwa keibuannya perlahan mulai tumbuh.


"Mas... sarapan udah siap," panggil Najma dari dapur.


Ardi yang sedang menggendong baby A di tepi kolam renang menengok ke arah dapur. Terlihat istrinya yang cantik melambaikan tangan padanya, iapun membawa baby A mendekat padanya.


"Sini, Akbar sama Umma dulu, waktunya mik susu, Akbar juga laper ya nak," ucap Najma seraya mengambil baby A dari gendongan Ardi.


"Biar saya yang kasih susu Mba Ama, Mba Ama sarapan aja sama Mas Ardi," ucap Bu Ani menawarkan diri membantunya.


"Iya Bu Ani, dengan senang hati," ucap Najma mengoper baby A ke Bu Ani, dan dia duduk di kursi makan berhadapan dengan Ardi.


"Kamu yang masak Babe?" tanya Ardi melihat soto ayam kuah bening yang biasa dimasak di rumah orang tuanya.


Najma tersenyum dan mengangguk. Ia senang bisa masak untuk orang tercintanya, walaupun menu masakan yang ia bisa masih terbatas.


"Aku senang kalau kamu yang masak, tapi kamu jangan capek-capek Babe... kalau ga sempat biar Bu Ani yang masak," ucap Ardi.


"Iya Mas," lagi-lagi dia mengembangkan senyumnya.


"Kamu senyum-senyum aja.. ada apa sih?"


"Biar Mas Ardi inget terus sama senyuman ini pas kerja," sahut Najma asal, padahal ada hal lain yang ia pikirkan.


"Kamu itu ada-ada aja, yang ada aku ga bisa kerja, apa aku cuti aja ya hari ini?"


"Eh... jangan-jangan...kerja aja biar cepet kaya ..heheheh.."


"Kamu kalau butuh bantuan pengasuh bayi bilang aja, nanti biar mama carikan, atau kalau kamu mau cari sendiri ga papa, aku lihat kamu tiap pagi nyetir sendiri bawa Akbar, pulang sore juga gitu, kelihatan capek banget, aku ga tega Babe..." tutur Ardi.


"Ini Akbar juga mulai tengkurap, ga bisa dibiarkan sendirian, aku juga sibuk dengan toko, dan mulai belajar manajemen konveksi," ucap Najma.


"Berarti kamu mau ya kita pakai jasa pengasuh bayi, cuma menemani kamu aja pas kerja, sore dia pulang ke rumahnya, kita rawat sendiri selama di rumah, gimana?" tanya Ardi.

__ADS_1


"Iya Mas, boleh," ucap Najma sambil tersenyum, bersyukur sekali punya suami pengertian seperti Ardi.


Mereka akhirnya melanjutkan sarapan, dan Ardi pergi ke rumah sakit setelahnya. Najma juga pergi ke toko dia membawa baby A di sampingnya, di dalam car seat.


"Anak Umma.. pinter ya sayang, hari ini Umma akan sangat sibuk, Akbar ga boleh rewel ya... " ucap Najma ketika akan berangkat ke toko.


Sesampainya di toko, seperti biasa Najma disambut Fifi karyawatinya yang bertugas sebagai pramuniaga, Fifi suka sekali dengan Akbar, dia menyambut tiap pagi dan membantu Najma membawa tas perlengkapan baby A ke lantai atas.


"Fi..." panggil Najma sebelum Fifi kembali ke lantai bawah.


"Iya Bu.." sahut Fifi.


"Kamu misal sementara bantu saya ngasuh Akbar gimana?" tanya Najma.


"Gimana Bu maksudnya?" tanya Fifi.


"Sini duduk sini," ucap Najma setelah menaruh baby A di tempat tidur di ruangannya.


Fifi pun duduk di kursi depan meja kerja Najma.


"Lalu pekerjaan saya di toko gimana Bu?" tanya Fifi.


"Nanti gampang, aku nanti bicarakan sama Risma untuk menarik anak gudang biar gantikan kamu," sahut Najma.


"Lalu kerja saya gimana? Maksudnya jam kerjanya gimana?" tanya Fifi karena penasaran, bukan karena takut akan semakin berat pekerjaan namun ia ingin tahu apa saja yang harus ia kerjakan untuk membantu Najma.


"Ehm... kamu datang ke rumah saya pagi jam enam, lalu bantu-bantu nyiapin keperluan Akbar, kamu juga sarapan di sana, lalu ikut saya berangkat ke toko, jagain dia di sini selama saya kerja, kalau ada keperluan keluar kamu saya ajak juga buat bantu jaga Akbar, nanti pulang sore ke rumah sama saya, habis itu udah kamu boleh pulang, eh iya, kamu libur hari Ahad ya, nanti ada tambahan gaji karena jam kerja kamu juga bertambah," tutur Najma menjelaskan secara detail.


"Iya .. baik Bu, dengan senang hati, alhamdulillah bisa ikut jaga dek Akbar," ucap Fifi sambil tersenyum lebar.


"Ya udah kamu turun dulu, lakukan tugas kamu seperti biasa, saya bicara dulu sama suami saya, juga sama Risma biar diatur jadwal kerja anak-anak toko," pungkas Najma. Fifi pun kembali kepada tugasnya sesuai perintah bosnya itu.


.


.

__ADS_1


.


Jam makan siang tiba, Ardi makan siang dengan bekal yang dibawakan Najma pagi tadi. Hari ini pasien begitu banyak, hingga dia cukup lelah, ia segera membuat panggilan video pada Najma, melihat wajah orang terkasih menjadi obat lelah yang manjur baginya.


"Assalamualaikum Mas," sapa Najma di layar ponsel Ardi.


"Waalaikumussalam my baby honey... Akbar ngapain?" tanya Ardi.


"Tuh kaan udah ada anak, aku ga ditanyain," Najma berpura-pura merajuk.


"Ah... my baby honey, kamu kan udah kelihatan di depan mata... ya udah aku ganti pertanyaannya... my baby honey, lagi ngapain?" Ardi tersenyum gemas dengan tingkah Najma.


"Ini makan siang, Akbar bobok habis mik susu, Mas juga makan siang kan?"


"Iyaa aku kangen banget sama kalian, besok aku antar jemput kalian aja ya.. hmm,"


"Besok ada pengasuh Akbar," ucap Najma.


"Udah dapat?" tanya Ardi.


"He em udah, pegawai toko aku, tiap hari dia bantuin aku bawa tas Akbar naik ke atas, dia juga suka sama Akbar, jadinya ya dia aja yang bantuin kita rawat Akbar," sahut Najma.


"Iyalah terserah kamu aja, yang penting dia tau peraturan di rumah, nanti lah kita bahas lagi di rumah, aku udah selesai makan, mau visit pasien di ruangan rawat inap," pamit Ardi.


"Okey, selamat bekerja sayang, cepat pulang ya nanti, aku punya hadiah besar," ucap Najma.


"Baiklah... in syaa Allah aku akan pulang cepat, bye baby... assalamualaikum," ucap Ardi.


"Waalaikumussalam," sahut Najma kemudian mengakhiri panggilan video itu. Najma segera menghampiri Akbar yang menggeliat terbangun, dan segera mengambil dan dipangkunya.


"Itu bang... baba pasti senang dengan kejutan kita, Abang Akbar pinter ya nanti seperti biasa, jangan rewel sayangku..."


Baby A membalas ucapan Ummanya itu dengan senyuman dan kembali terlelap di pangkuan Najma.


"Bobok lagi Abang ganteng nih, ssstt bobok ya g nyenyak ya, Umma lanjut kerja lagi," ucap Najma seraya meletakkan Baby A ke atas kasur lagi.

__ADS_1


__ADS_2