
Episode Sebelumnya...
Sementara disisi lain Bintang tidak tau harus melakukan apa dan hanya cengengesan saat sesekali mendengar 2 orang laki-laki di dekatnya sedang membuat candaan. Sekali lagi sepertinya ia akan terus-terussan terikat hubungan yang membingungkan dengan Bumi, apalagi temannya ini akan menumpang selama beberapa hari di apartement Bumi.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
###
"Kenapa tadi elo mau-mau aja di bawa sama orang yang nggak lo kenal?. " Tanya Bumi setelah mereka sudah berada di dalam kamar Bumi. Malam ini sepertinya mereka terpaksa akan tidur dalam satu kamar.
"Aku pikir mas Bumi masih lama lagi datangnya, lagian mas Dion kayaknya orang baik kok. " Jawab Bintang.
Bintang tadinya merasa tidak enak karena orang yang katanya teman Bumi itu tiba-tiba saja mengajaknya makan di restoran yang berada di gedung yang sama dengan apartement Bumi ini, namun karena merasa sangat lapar, cacing-caing di perutnya juga sudah bergemuruh minta di beri makan dan menyangka Bumi masih akan lama berada diluar, Bintang mau-mau saja. Lagi pula gedung Apartement Bumi ini di lengkapi dengan CCTV di setiap sudutnya jadi akan kelihatan kemanapun mereka akan pergi yang penting lokasinya masih di sekitaran Apartement, Gadis itu merasa aman-aman saja.
"Iya tapi tetap aja dia orang yang baru elo kenal Bintang, untung aja di sini banyak CCTV-nya, kalau elo nanti di culik gimana?. "
"nah itu, mas Bumi tau disini banyak CCTV-nya jadi Bintang ngerasa aman-aman aja, lagian juga itukan temannya mas Bumi sendiri. " Jawab Bintang.
"Tetap aja Bintang, lain kali jangan kayak gitu, kalau kamu kenapa-kenapa bisa lo ngurus diri lo sendiri. " Bentak Bumi membuat Bintang seakan-akan devaju dengan perlakuan Leo yang sering cemburu buta kepada dirinya.
Bumi kemudian terduduk lesu di pinggir kasur Bumi, Bumi yang menyadari dirinya memang sedikit keterlaluan kemudian meminta maaf.
"Sory, gue cuman khawatir elo kenapa-napa, karna elo ada di tempat gue otomatis elo bakalan jadi tanggung jawab gue Bintang. " Bumi memberikan pengertian.
"Iya mas, saya yang harusnya minta maaf udah bikin mas Bumi khawatir. "
Bumi kemudian berjalan keluar kamar dan tidak lama kemudian kembali membawa obat-obatan Bintang.
"Nih minum obat dulu, coba gue liat tangan elo. " Bumi meraih tangan Bintang dan mengolesinya dengan salap yang ia beli dalam perjalanan pulang.
"Aw." Bintang berteriak karena merasa perih saat salap itu mengenai bekas luka kuku Leo pada tangannya.
"Masih sakit yang ini?. "
"Iya mas. "
"Itu baju-baju lo udah gue ambil tadi di kossan. " Ujar Bumi sambil menunjuk ke arah dekat lemarinya. Terlihat koper Besar berwarna ungu disana. Bintang tersenyum senang. Akhirnya dirinya bisa berganti pakaian. Seharian ini dirinya bingung ingin mandi namun tidak memiliki baju ganti, ingin menggunakan pakaian Bumi namun ukurannya kebesaran semua di badannya dan juga Bintang merasa tidak enak jika belum meminta izin kepada pemiliknya.
__ADS_1
"Makasih ya mas Bumi. " Bintang tersenyum manis dan menatap wajah Bumi dengan tatapan tulus. Bumi yang merasa Bintang sedang menatap wajahnya mengangkat kepalanya dan mata mereka saling bertemu.
"Ekhemmm." Suara seseorang dari balik pintu mengagetkan mereka berdua.
"Maaf banget yah ini gue sebenarnya nggak enak tapi tadi gue gak tau kalau kalian mau anu.... " Ujar Dion yang menangkap basah mereka sedang akan berciuman.
Bintang dan Bumi langsung memisahkan diri dan salah tingkah.
"Eh gapapa kok mas Dion? kenapa?. " Tanya Bintang mengalihkan pembicaraan.
"Ini gue mau minta selimut buat tidur. "
Bumi langsung berdiri dan membuka salah satu lemari yang berisi perlengkapan tidur seperti beberapa selimut, seprai, dan sarung bantal yang semuanya berwarna putih.
"Nih, di dekat sofa itu ada kasur pompa kok kalau elo mau. " Ujar Bumi memberikan selimut kepada Dion.
"Oh iya, makasih yah buat tumpangannya sory banget gue ganggu kalian, jadi nggak enak gue. "
"Nggak masalah kok mas Dion, santai aja. " Jawab Bintang.
"Eh, tapi kenapa kamar kalian gak ada romantis-romantisnya sih, padahal si Bumi ini paling jago loh bikin hal-hal yang romantis gitu. " Ujar Dion merasa heran dengan kamar pengantin baru yang terkesan sangat sepi dengan nuansa hitam dan putih.
"Oh hehehe, ya udah deh gue gak bakalan gangguin kalian lagi. " Dion kemudian keluar dari kamar itu dan menutup pintunya dari luar.
Bintang dan Bumi akhirnya bisa bernafas lega kembali.
"Mas Bumi ngapain sih mesti bohong. "
"Ya anggap aja ini bayaran buat gue dari utang-utang elo. " Jawab Bumi cuek.
"Hah?. " Bintang heran apa hubungannya hutang-hutangnya dengan oura-oura menikah?.
"Iya anggap aja kita impas, elo gak usah bersihin Apartement gue, sebagai gantinya elo cuman mesti jadi istri pura-pura gue. "
"Tapi.. "
"Bentar lagi gue bakalan ada reuni sama teman-teman kerja gue yang lama dan gue gak mau jadi bahan omongan yang buruk. " Jelas Bumi.
Bintang merasa sedikit terluka dengan kata-kata Bumi, Lagi-lagi dirinya harus di manfaatkan oleh Bumi hanya untuk membuat laki-laki itu terlihat baik-baik saja di depan teman-temannya.
__ADS_1
"Karena elo sakit, gue bakalan tidur di bawah untuk sementara waktu sampai elo benar-benar sembuh dan teman gue itu balik ke kotanya. " Ujar Bumi lalu berjLan keluar dari kamar.
Bintang berdecak kesal, baru saja ia merasa senang dengan perlakuan Bumi sesaat kemudian perlakuan dan cara bicara laki-laki itu langsung berubah lagi.
"Huuuhhhh." Bintang membuang nafasnya dengan kasar dan pandangannya teralihkan oleh koper besar berisi pakaian-pakaiannya.
Bintang lalu membongkar koper itu dan mencari baju tidur untuk ia kenakan malam ini.
###
"Gue denger-denger Shanti katanya bakalan pinda ke luar negeri dan ngelantlhutin study nya di Paris. " Ucap Dion membuka pembicaraan.
"Oh ya?. "Bumi menjawab seolah-olah tidak peduli tapi di dalam hatinya ia merasa sakit mendengar kabar itu.
" Gue bener-bener gak nyangka loh elo sama dia gak sampai pelaminan. "
"Yah yang namanya juga jodoh kita gak pernah taukan. "
"Elo bener-bener serius kan nikahin istri lo itu?. "
"Maksud elo?. "
"Ya maksud gue, jangan sampai o cuman ngejadiin dia pelampiasan rasa sakit elo aja gara-gara putus dari Shanti. "
"Nggak lah, lagian gue sama Shanti putusnya baik-baik kok. "
"Btw istri lo itu masih muda banget yah? nongkrong dimana lo bisa ketemu sama abg begitu? . " Canda Dion.
"Ada deh, rahasia, awas lo macem-macem sama istri orang. " Balas Bumi.
Dua orang teman lama itu kemudian hanyut dalam cerita masa lalu mereka. Di tempat lain, di dalam kamar Bumi, Bintang sudah tertidur pulas pertanda efek obatnya sudah bekerja.
Bersambung...
Note : Terima kasih sudah membaca, klik like, komen dan subscribe serta vote untuk mendukung author.
Author
#kimel#
__ADS_1