Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Bagian 40 : Cinta Yang Tumbuh Karena Terbiasa


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Gak takut, Wleeee. " Bintang menjulurkan lidahnya dan mengambil ancang-ancang akan berlari ke arah Bumi dan menjambak rambutnya lagi jika laki-laki itu berani melakukan sesuatu kepadanya. Namun Bumi segera melarikan diri masuk ke dalam kamar.


###


Happy Reading and Enjoy Guys.


###


Cinta yang tumbuh karena terbiasa


Paginya Bumi terbangun di atas kasurnya yang masih di hiasi banyak bunga-bunga, ia tidak menyadari hari-harinya kini di penuhi banyak warna semenjak mengenal Bintang.


Bumi keluar dari kamarnya dan mendapati gadis itu masih tertidur pulas. Bumi memperhatikan wajah Bintang yang tertidur pulas dengan mulut yang sedikit terbuka.


Bumi tersenyum kecil menyaksikan pemandangan itu. Ruangan Apartemen yang kini diisi dengan warna-warna lain di sana-sini, awalany Bumi merasa tidak nyaman dengan warna-warna baru itu namun semakin lama ia merasa terbiasa dengan hal itu.


Alvaro akan berangkat kerja pagi ini, namun melihat Bintang yang masih tertidur pulas seperti itu membuatnya tidak tega untuk membangunkan gadis tersebut.


Akhirnya Alvaro pergi bekerja tanpa berpamitan.


###


Bintang terbangun setelah mendengar dering pada HPnya yang menunjukkan bahwa hari itu sudah pukul sepuluh yang artinya matahari di luar sana sepertinya sudah terang.


"Ah, aduh kenapa aku bangun telat. " Gumam Rania, yang harusnya hari ini ia sudah harus masuk bekerja di kafe.


Bintang segera menelpon ke Ini, teman kerjanya yang siang ini seharusnya off.


"Halo.. " Uni mengangkat teleponnya.


"Halo, Uni kamu dimana aduh gimana ini aku telat masuk kerja, udah jam sepuluh kalau aku ke tempat kerja sekarang bakalan di marahin gak yah?. " Tanya Bintang terdengar khawatir.


"Hmmm pengantin baru, baru bangun nih yee. " Ejek Uni


"Hah? pengantin baru dari mana.... " Bintang hendak bertanya dari mana Uni mengetahui bahwa Bintang sudah menikah.


"Ah kamu sok bingung gitu, Suami kamu tadi udah kesini dan bawain surat pengunduran diri kamu loh Bintang, masak kamu gatau sih."

__ADS_1


"Hah?. " Bintang kembali terkejut.


"Si Bumi ituloh yang pernah kamu ceritain, gak nyangka aku kalau kalian bakalan nikah dan sampai jodoh kayak gini, katanya sekarang kamu udah kerja di perusahaan dia, makanya gak kerja disini lagi setelah nikah terus sekarang yang gantiin shift kamu yah akulah. " Jelas Uni.


"Oh yaudah deh udah dulu yah aku mau ngurus sesuatu dulu. " Bintang tergesa-gesa mematikan teleponnya dan memperhatikan sekitarnya.


Gelap.


Bintang segera membuka tirai jendelanya dan matahari langsung membuat matanya silau. Bintang kemudian mencoba untuk menghubungi Bumi untuk meminta penjelasan terkait apa yang sudah laki-laki itu lakukan pada pekerjaannya. Namun, sayangnya Hp Bumi tidak aktif, jadi Bintang memutuskan untuk tuk menunggu Bumi pulang saja baru ia akan menanyakannya.


Percuma saja pergi ke perusahaan Bumi, Bintang sama sekali belum pernah melihat apalagi sampai mendatangi perusahaan laki-laki itu. Bintang bahkan tidak ymtau dimana lokasinya, selama ini Bintang bertemu dengan Bumi hanya di Apartement ini saja.


###


Sementara disisi lain, di perusahaan Bumi saat ini, laki-laki itu terlihat sangat sibuk di depan komputernya.


..."Tok.. tok.. tok.. "...


Suara pintu yang di ketuk dari luar.


"Masuk" Perintah Bumi.


"Suruh masuk. "


"Iya Pak, silahkan pak. " Sekertaris Bumi itu mempersilahkan seseorang masuk ke dalam ruangan Bumi dan meninggalkan mereka berdua disana.


Bumi menatap heran sekaligus terlihat sangat tidak suka dengan orang yang datang itu.


"Mau apa datang kesini. " Tanya Bumi dengan nada sinis.


"Kamu tidak membersihkan saya duduk dulu?. " Tanya suara berat laki-laki itu.


"Duduk saja. " Bumi menanggapinya dengan cuek.


"Kamu memberikan kartu namamu waktu itu meminta untuk menemuimu disini tapi kenapa sekarang justru malah menanyakan alasanku untuk datang kesini. " Jelas Pria bersuara berat itu.


"Oh kamu butuh uang berapa?. " Bumi berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri laki-laki tersebut.


"Tidak, aku tidak butuh uangmu. " Tegas laki-laki bersuara berat itu.

__ADS_1


"Jadi, untuk apa kau datang kesini jika sedang tidak butuh uangku? bukankah sudah kukatakan kepadamu pak Sakti? temui aku jika kau butuh uang. " Balas Bumi dengan nada menyindir, yang ternyata laki-la ki bersuara berat itu adalah Ayah Bumi.


"Aku datang kesini untuk Shanti, dia sangat menyukaimu dan selalu menunggumu datang . "


"Tidak, itu tidak mungkin terjadi. " Tegas Bumi.


"Aku sudah bercerai dengan ibunya. " Ucap Pak Sakti kepada Bumi yang membuat Bumi sedikit terkejut namun tidak ingin terlihat terlalu peduli.


"Oh ya?. "


"Iya, aku sudah memutuskan lebih baik mengalah kepada kalian berdua yang saling mencintai, Ayah harap kalian bisa saling mencintai sampai akhir. "


"Ayah? cih. " Bumi berdecak kesal saat laki-laki di depannya ini menyebut dirinya sebagai seorang ayah.


"Bumi, ayah tahu di masalalu ayah sudah banyak berbuat salah dan dosa kepadamu dan ibu namun, kali ini tolong temui Shanti, gadis itu benar-benar terlihat sangat menderita sekarang. " Aok Sakti, Ayah Bumi meminta dengan suara yang sedikit memelas.


"Bodo amat. " Bumi cuek, namun dalam hatinya sebenarnya Bumi mencemaskan gadis itu juga.


"Bumi!. " Bentak Ayah Akvaro.


"Kenapa? tidak Terima? kamu hanya memikirkan perasaan mereka keluarga barumu, tapi tidak pernah mengerti dan mau tau tentang perasaan keluarga yang sudah kamu sia-siakan, Sampai Ibu harus meninggal karena mendengar pernikahanmu dengan wanita perebut suami orang itu. " Ucap Bumi seakan-akan ingin mengeluarkan semua amarah yang sudah ia simpan selama ini.


"BUMI, KURANG AJAR YA KAMU. " Teriak laki-laki paruh baya itu kepada Bumi yang juga langsung mentapnya dengan tatapan mata yang menantang.


"Aku tidak peduli, hubungan kita sudah lama berakhir dan lihatlah, lihatlah tempat ini ternyata kamu memang tidak lebih baik dari sekor parasit yang numpang hidup kepada orang lain, cuih. " Bumi meludah di depan Ayahnya tersebut yang sontak membuat suasana di antara keduanya semakin tegang.


Namun, tidak lama kemudian Pak Sakti bertekuk lutut kepada Bumi dan langsung menyentuh kakinya.


"Tolong, Shanty sekarang hampir sekarat karena beberapa hari yang lalu meminum racun tikus, berniat mengakhiri hidupnya, Tidak usah menganggap diriku ini adalah ayahmu, aku memang orang yang gagal di masa lalu namun kini aku tidak ingin hal itu terulang kembali dan terjadi kepadamu, Bumi. " Ayah Bumi memelas memohon agar Bumi meluluhkan hatinya agar mau menemui Shanty yang katanya sedang sekarat.


Hal tersebut nampaknya membuat Bumi sedikit terkejut dan berpikir untuk menurunkan egonya sekali ini saja. Dalam hati Bumi juga sebenarnya ada rasa iba sekaligus kasian jika benar-benar keadaannya saat ini sudah seperti itu, berita terkahir yang Bumi dengar tentang Shanty adalah beberapa hari yang lalu gadis itu pergi keluar negeri.


"Baiklah, rumah sakit mana?. " Tanya Bumi kepada Ayahnya yang langsung tersenyum mendengar ucapan Bumi barusan.


Pak Sakti segera menuntun Bumi untuk menuju ke rumah sakit tempat Shanty saat ini sedang di rawat.


Sementara di tempat lain ada Bintang yang menunggu Bumi pulang.


Bersambung...

__ADS_1


like, komen, subscribe dan vote yah u tuk membantu Author berkembang. terimakasih.


__ADS_2