
Episode sebelumnya..
Bintang Dan Bumi bersalaman menyepakati kontrak pernikahan mereka.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
Hari ini adalah hari pertama Bintang bekerja di perusahaan Bumi dan Bintang sebagai sekertaris Bumi yang baru.
"Perkenalkan ini adalah istri saya, mungkin beberapa dari kalian sudah ada yang pernah melihatnya, saat menghadiri acara pernikahan saya karena saya hanya mengundang beberapa orang saja yang menurut saya penting untuk mengetahui bahwa saya sudah menikah. "
Bumi mengumpulkan stafnya dan beberapa orang penting di perusahaannya itu di ruang rapat untuk memperkenalkan Bintang kepada mereka semua.
"Perkenalkan Nama saya Bintang, kalian bebas menganggil saya dengan nama saya saja, saya harap kita semua bisa bekerja sama dengan baik. " Ucao Bintang membuat semua orang yang berada di ruangan itu bertepuk tangan dan bergantian memberikan selamat kepada Bintang dan Bumi.
"Selamat ya pak, bu. " Ucap Andri salah satu orang kepercayaan Bumi.
"Selamat pak, bu. " Lanjut Sulis dan para staf lainnya.
Sementara untuk para kariawan Bumi mengarahkan para stafnya tadi untuk mengumumkannya karena Bumi merasa tidak mungkin seluruh kariawan nya akan memberikan selamat satu persatu kepada dirinya, akan sangat melelahkan.
Setelah ruangan rapat itu sepi dan hanya menyisakan Bintang dan Bumi saja Alvaro kemudian menjelaskan apa yang harus Bijtang lakukan selama bekerja di kantor Bumi.
"Tugas elo gak banyak kok, cuman bantu gue ketemu klient, sementara untuk berkas-berkas dan urusan yang lainnya sekertaris gue yang lain yang bakalan ngurusin. " Ucap Bumi.
"Oke, Mas. "
"Yaudah, siang nanti elo siap-siap pergi sama gue ke salah restorant buat ketemu klient, elo harus belajar dan lihat gimana cara seorang sekertaris membantu atasannya untuk bertemu ataupun berbicara dengan klient. " Bumi kemudian berjalan keluar dari ruang rapat itu di kuti oleh Bintang.
__ADS_1
Setelah satu jam berlalu, karena merasa bosan dan lapar Bintang ingin segera mengisi perutnya namun karena masih baru ia tidak mengetahui dimana lokasi dapur ataupun kantin dari kantor Bumi ini.
Bintang ingin bertanya kepada sekertaris Bumi yang bernama Prita yang duduk di samping meja kerjanya, namun Prita terlihat sangat serius dan sibuk, Bintang tidak enak untuk mengganggunya.
Akhirnya Bintang memutuskan untuk mencari tahu sendiri dan keluar dari ruangan sekertaris yang terhubung dengan ruangan kerja Bumi, Bintang berjalan menyusuri lorong-lorong yang penuh dengan furniture hingga Bintang sampai di sebuah tempat yang bertuliskan Kafetaria pada sebuah papan petugas juk yang tertemprk di atas pintunya, terlihat beberapa orang sedang sibuk menyedub minuman dan beberapa di antaranya sedang memakan sesuatu.
Salah satu dari mereka pun menyadari Bintang ada di tempat itu.
"Bu Bintang, ayo sini gabung. " Panggil Sulis salah satu staf yang berada di ruang rapat tadi.
"Eh iya, Terima kasih. " Bintang menyambutnya dan duduk bersama dengan Sulis.
Sulis kemudian menuangkan segelas kopi susu kepada Bintang dan beberapa snack yang ada di kafetaria itu.
Sementara beberapa orang yang berada disana memandangi Bintang dari ujung kaki hingga ujung kepala.
"Iya lebih muda dari pada pacar pak Bumi yang dulu sering datang kesini ituloh. " Timpal yang lainnya.
"Paling juga cuman mau harta pak Bumi aja, udah kebaca banget dari penampilannya aja pasti perempuan itu yang duluan menggoda pak Bumi. " Ucap perempuan gempal itu lagi sementara yang lainnya mengangguk-angguk pertanda setuju.
Bintang yang mendengar itu merasa kesal dan baru saja akan pergi ke meja perempuan gempal itu Bumi datang.
"Ekhem." Bumi berdehem dan menahan Bintang untuk tetap di kursinya.
"Mas Bumi?. " Bintang terkejut,semua orang yang berada di kantin itu langsung bubar.
"Heh kenapa kalian semua bubar? Lanjutkan aja makannya, hari ini kalian bebas dan boleh makan di jam kerja karena hari ini hari pertama istri saya bekerja, tapi untuk hari-hari selanjutnya kalian harus lebih fokus lagi dan menghargai waktu kalian. " Ujar Bumi, membuat beberapa orang yang sedang menikmati makanannya itu kembali ke kursi tempat duduknya dan melanjutkan makannya.
"Bapak duduk disini saja. " Ucap Sulis dan memilih untuk pergi ke kursi yang lain.
__ADS_1
Bintang memperhatikan orang-orang di kafetaria itu sepertinya sangat segan kepada Bumi.
"Mas Bumi.. " Panggil Bintang.
"Aduh Bintang, kenapa makannya cuman Roti, mana si Asri? Tolong bawakan makanan yang biasa saya makan untuk istri saya ini,. " Perintah Buki yang melihat Bintang hanya memakan roti selai.
Melihat itu Bintang mengernyitkan wajahnya, bingung melihat sikap Bumi yang sok manis di depan para kariawannya.
"Iya Pak? Siap Pak, segera akan saya siapkan. " Ucap seorang wanita paruh baya yang Bintang pikir itu adalah Sari keluar dari salah ruangan, yang sepertinya itu ruangan khusus untuk memasak.
Bintang lumayan terkesan dengan perlakuan Bumi kepada kariawannya, setidaknya Bumi menyediakan kafetaria untuk para kariawannya dan tidak harus pergi keluar dan mengeluarkan uang yang lebih untuk membeli makanan.
"Yaudah kamu, aku tinggal yah Bintang, untuk semua kariawan tolong jangan berbisik-bisik ataupun bergunjing di belakang apalagi di hadapan istri saya, jika sekali lagi saya mendapati hal seperti tadi, saya tidak akan segan-segan memecat bahkan membawanya ke jalur hukum, lalusaya pastikan saya akan menuntut ganti rugi. " Ucap Buki kepada Bintang dan beralih kepada kariawannya.
"Disana sini ada banyak CCTV yang bisa saya lihat dari ruangan saya, kebetulan tadi saya mencari istri saya sampai disni dan mendengar beberapa orang menggunjingi istri saya tepat di hadapannya, padahal gaji mereka dan apa yang mereka makan saat ini adalah dari kantong saya, jika sudah tidak ingin mendapatkan gaji ataupun menikmati makanan dari uang saya silahkan tinggalkan kantor ini dengan mulut yang tertutup dan jangan sampai mengganggu orang lain. "Tegas Bumi, meninggalkan kafetaria dan orang yang menggunjingi Bintang tadi langsung minta maaf dan pergi ke ruang kerjanya.
Bintang yang melihat itu jadi merasa tidak enak sendiri. Tidak lama kemudian makanan Bintang datang.
" Ini makanannya Bu, selemat menikmati. " Ucap Bu Sari.
"Terima kasih. " Bintang tersenyum lebar melihat makana enak di hadapannya, ayam bakar berserta lalapan nya dengan nasi putih yang masih berasap, pertanda makanan itu baru saja di masak dan langsung di hidangkan. Bintang kemudian makan dengan lahap.
Saat ini di kafetaria itu menyisakan Bintang seorang diri menikmati makanannya, kariawan dan para staf sudah kembali ke meja kerjanya masing-masing.
Bintang seperti menyadari sesuatu, bahwa Bumi tidak terlalu dekat dengan para kariawannya, terbukti setelah mendengar Bumi berkata seperti tadi, semua kariawannya langsung bekerja setelah Bumi meninggalkan kafetaria.
Bersambung.. .
Like, vote, subscribe dan berikan komentar kalian sesuai dengan isi ceritanya yah. Terima kasih.
__ADS_1