
Episode sebelumnya...
Bintang dan Bumi tidak jadi melakukan sarapan di siang hari itu, mereka berdua sangat panik dan sibuk memikirkan hal penting apa yang harus mereka sampaikan nanti kepada orang tua Bintang yang sudah terlanjur berada di perjalanan menuju Apartement Bumi.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
###
Ayah dan Ibu Bintang sekarang sudah berada di Apartement Bumi, mereka duduk di atas sofa sementara Bintang dan Bumi duduk di lantai dengan posisi duduk yang orang-orang biasa menyebutnya duduk manis, dengan kaki yang saling menyilang dan menopang. Di antara mereka ada meja yang membatasi.
Orang tua Bumi tampak kebingungan melihat tingkah 2 anak muda itu, mereka juga merasa penasaran kenapa mereka di panggil ke Apartement Bumi? kenapa Bintang anak mereka bisa berada di tempat ini? Lalu kenapa ruangan Apartement ini di hiasi dengan warna-warna ungu kesukaan anaknya?.
"Ekhem." Ayah Bintang mencoba mencairkan suasana yang hening.
Bintang dan Bumi saling menatap, mereka akan mengatakan bahwa Bintang akan bekerja di perusahaan Bumi dan Bumi akan meminjamkan apartement ini kepada Bintang. Bintang dan Bumi sudah merundingkan hal ini, karena Bumi yang berinisiatif memanggil orang tua Bumi dengan alasan ingin mengatakan sesuatu hal yang penting. Jadi, laki-laki itu yang akan menjelaskannya kepada Ayah Bintang.
"Ehmm begini.... " Ujar Bumi terpotong karena suara ketukan di depan pintu.
Bintang dan Bumi kembali saling menatap, seolah saling terkoneksi satu sama lain.
...Tok.. tok.. tok.....
...Tok.. tok.. tok.....
...Tok.. tok.. tok.....
Suara pintu kembali di ketuk berkali-kali. Bintang dan Bumi saling memberikan kode untuk tidak membuka pintu, mereka takut bahwa orang yang datang itu adalah Dion, maka matilah mereka berdua.
"Itu pintu kenapa gak di buka? . " Tanya Ibu Bintang.
"Ah eh anu itu mungkin, ehh, orang iseng aja tante, udah biasa. " Jawab Bumi gugup.
"Iya bu itu orang iseng mau nganterin koran. " Timpal Bintang. membuat semua orang yang berada di ruangan itu menatapnya.
Bintang yang merasa semua orang menatap dirinya lantas menggigit bibis bawahnya.
__ADS_1
"Ah bodoh, mana ada pengantar koran ke Apartement mewah di jaman yang sudah canggih ini. " Batin Bintang.
...Tok.. tok.. tok.....
...Tok.. tok.. tok.....
Pintu kembali di ketuk di barengi dengan HP Bumi yang bergetar menandakan ada telepon yang masuk. Bumi dengan cepat mengambil HP di dalam kantong celananya dan benar aja sepertinya orang yang sedang berada di luar pintu itu adalah Dion keran laki-laki itu sekarang mencoba menghubungi Bumi.
"Ya udah biar ibu aja deh yang buka, mana tau itu penting kan. " Ibu Bintang berinisiatif akan membuka pintu dan berdiri dari tempat duduknya namun segera di cerah oleh Bumi.
"Biar saya aja tante, tante duduk aja. " Bumi bergegas ke arah pintu dan dengan sangat pelan membuka pintu Apartementnya.
Bumi yang melihat dan sudah mengetahui seseorang yang berada di luar Apartementnya tetap saja merasa panik saat melihat Dion, tersenyum lebar ke arahnya sambil melambaikan tangan dan membawa 1 kantung plastik besar.
"Ehhh elo tega banget ninggalin gue semalam di bar, mentang-mentang pengantin baru . " Cerocos Dion dengan volume suara yang sengaja di keraskan agar Bintang mendengarnya, Dion langsung melangkah masuk ke dalam Apartement dan mengganti sepatunya dengan sandal yang berada di dekat pintu.
"Hussstttt." Bumi mencoba menghentikan Dion.
"Eh mas Dion, baru pulang. " Bintang segera berlari ke arah Dion dan Bumi,mencoba membantu Bumi agar Dion tidak mengatakan sesuatu yang akan membuat rencana mereka menjadi lebih kacau lagi.
"Nih suami kamu Tang, tega-teganya dia ninggalin aku, padahal kita perginya sama-sama. " Omel Dion membuat semua orang yang berada di ruangan itu terkejut.
"Istri?. " Ujar Ibu Bintang menatao tajam ke arah Bintang dan Bumi yang sedang panik.
"Siapa yang pengantin baru?. " Kini ayah Bintang yang mengeluarkan suara.
"Ah yang punya rumah ini pak, 2 orang ini. " Kata Dion sambil menunjuk Bintang dan Bumi.
Bumi buru-buru menarik Dion keluar dari rumah dan menyuruhnya untuk tinggal di tempat lain untuk sementara waktu, sementara Bintang yang panik langsung menjelaskan kepada ayah ibunya bahwa yang mereka dengar barusan itu hanya omong kosong.
"Ah ayah, ibu itu tadi temannya mas Bumi, emang suka ngelantur karena lagi mabuk kayaknya. " Ucap Bintang.
Ayah dan Ibu Bintang terlihat sangat terkejut sekaligus penasaran, apa yang sebenarnya terjadi.
Ibu Bintang kemudian berdisi dan berjalan menuju dapur Bumi untuk mengambil air putih, ia merasa lumayan shock mendengar ucapan Dion tadi, Bintang terus-tersuan mencoba menjelaskan kepada ibunya dan memegangi tangan ibunya itu, namun baru beberapa langkah berjalan ibu Bintang seperti menyadari sesuatu.
Ibu Bintang ingin mempercayai anaknya itu tapi setelah melihat tangan Bintang yang memegang tangannya, ia melihat jari manis Bintang yang telah dilingkati cincin, tidak lama kemudian Bumi kembali ke dalam Apartement, Ibu Bintang kembali ingin memastikan rasa tidak percayanya itu. Ia berjalan ke arah Bumi dan memeriksa jari manis laki-laki itu, Ibu Bintang langsung lemas dan hampir saja terjatuh ke lantai namun dengan cepat Bumi menangkap tubuhnya.
__ADS_1
"Ibu." Teriak Bintang.
Bumi segera mengangkat tubuh ibu Bintang ke dalam kamarnya, diikuti oleh ayah Bintang yang juga terlihat panik melihat istrinya tiba-tiba saja pingsan. Dan......
"Apa-apaan ini?. " Suara Ayah Bintang terdengar sangat kaget melihat seisi kamar Bumi yang di tempeli beberapa photo pernikahan mereka.
Bintang dan Bumi saling menatap, mereka sama-sama lemas. Sepertinya mereka berdua tetap akan melanjutkan kebohongan ini, akhirnya segala sesuatu yang mereka coba tutupi ketahuan juga.
Hal ini sungguh berada di luar ekspektasi Bintang dan Bumi. Mereka sudah berusaha keras menutupinya dan tidak menyangka bahwa orang tua Bintang akan masuk ke kamar itu makanya mereka tidak kepikiran untuk mencopot photo-photo yang tertempel di dinding g kamar Bumi itu.
Ayah Bumi juga melihat satu koper besar berwarna ungu yang disadarinya itu adalah milik anak perempuannya yang sangat menyukai warna ungu.
"Om, sayaaaa. " Bumi ingin menjelaskan namun segera di hentikan oleh ayah Bintang.
"Kita bicara diluar. " Tegas ayah Bintang.
"Tapi, ayah ini.... " Bintang mencoba berbicara dengan ayahnya.
"Ayah mau bicara sama Bumi, kamu disini temani ibumu. "
"Tta tapi... "
"Bintangggggg." Bentak ayahnya, pria paruh baya itu kemudian menatap Bumi lekat-lekat dan memberikan kode untuk berbicara dengan dirinya di luar kamar.
Ayah Bintang keluar dari kamar di susulu oleh Bumi yang berjalan mengikuti perintah ayah Bintang.
"Maassss..... " Lirih Bintang merasa tidak enak kepada Bimi, takut laki-laki itu akan di caci maki oleh ayahnya.
"Udah tenang aja. " Ujar Bumi, lalu bergegas keluar dan menutup pintu kamar.
Bintang yang sudah merasa sangat lemas kemudian berjalan ke sisi ibunya yang terbaring di atas kasur Bumi. Ibu Bintang terlihat sedang menutup matanya, Bintang lalu memeluk ibunya itu dan menangis.
Bersambung..
Note : Terima kasih sudah membaca, klik like, vote, subscribe dan berikan komentar kalian untuk membantu author yah.
Author
__ADS_1
#kimel#