
Episode sebelumnya...
"Mbak? mbak gak keluar?. " Sapa orang itu.
"Oh, eh iya mbak maaf. " Balas Bintang tersadar dari keterkejutannya. Bintang keluar dari lift dan berjalan dengan cepat ke arah parkiran tempat mobil Bumi di parkir karena malam ini supir Bumi akan mengantarnya pulang.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
###
Sudah satu minggu semenjak Bintang pulang dari Apartement Bumi, laki-laki itu sama sekali tidak menghubunginya. Bintang sendiri merasa gengsi jika harus menghubungi laki-laki itu duluan. Berulang kali Bintang mengecek notifikasi pada Hpnya, namun tidak ada satupun notifikasi dari Bumi, yang ada hanya pesan-pesan toxic dari Leo yang akhir-akhir ini sering menghubunginya, mengajaknya untuk bertemu.
"Huuhhhh." keluh Bintang yang saat ini sedang mengaduk-aduk es tehnya yang sisa setengah gelas.
"He Bintang, ngelamun aja kamu. " Tegur Uni, teman Bintang yang menggantikannya untuk shift selanjutnya. Bintang sebenarnya sudah selesai bekerja sejak 1 jam yang lalu namun malam ini dia menggantikan teman shift Uni untuk malam ini karena katanya sedang ada acara keluarga. Sebenarnya tidak masalah juga jika Bintang tidak menggantikannya toh masih ada yang lain, namun ada bonus yang akan di dapatkan Bintang jika menggantikan temannya yang sedang tidak masuk kerja.
"Iya maaf Uni. "
"Kamu kenapa? masih galau mikirin Leo?. " Tanya Uni yang sudah tau tentang masalah Bintang dan Leo karena Leo memang sering kesini pada awal Bintang baru masuk kerja jadi Uni juga lumayan mengenal Leo, karena Bintang juga memang lumayan sering curhat kepadanya.
"Enggak lah, ngapain mikirin orang itu. "
"Hmmm atau cowok yang pernah datang di nomor 1 itu yahhh. " Goda Uni yang pernah melihat Bintang berbicara dengan Bumi, namun Bintang selalu menyebut Bumi dengan meja nomor 1 di depan Uni.
"Iih enggak tau sok tau kamu. " Balas Bintang.
"Yah bilang aja kangen. "
"Enggak!. "
"Cieeee."
"Ah Uni, jangan gitu malu tau. " wajah Bintang memerah karena Uni terus menggoda dirinya.
"Nah gitu dong jangan mengajayal terus entar kesambet loh kayak si Onoh bawaannya marah-marah mulu mukanya udah kayak nenek-nenek. " Ujar Uni julid, mengatai teman shift Bintang yang mukanya memang selalu di tekuk dan bicaranya selalu judes.
__ADS_1
"Gak boleh gitu tau, Uni. "
"Heheee, Iya Bintang yang baik hati, kayak malaikat, bersinar seperti Bintang di langit. " Puji Uni dengan nada bercanda.
"Uniiiii." kesal Bintang.
"Heeehee, maaf deh abis dia ngeselin mukanya. Btw nanti aku tinggal di kossan kamu boleh gak Bintang. "
"Beneran?. " Bintang kegirangan, kerana beberapa malam ini dirinya merasa tidak nyaman tidur sendirian di kosnya, bahkan Bintang menaruh lalu di bawa bantalnya karena takut bila Leo tiba-tiba saja datang di tengah malam tidurnya pun jadi tidak nyenyak. Dengan adanya Uni yang nanti akan menemanua dia tidak peu terlalu khawatir lagi.
"Iya, senangkan?. ".
"Iya dongg. "
"Ya udah yuk jam istrihatat udah mau habis. " Ajak Uni setelah melihat jamnya sudah menujukkan pukul sepuluh malam waktunya bergantian dengan teman kerja mereka yang lain untuk makan malam dan beristirahat. Masing-masing pekerja di cafe itu memang di berikan waktu untuk makan malam dan beristirahat sekitar 20 menit secara bergantian.
"Yuk.... "
###
Bintang kemudian bangun dari kasurnya dan memeriksa isi kulkasnya untuk mencari makanan yang bisa ia makan, cacing-cacing di perutnya merasa lapar. Untung saja ia membawa pulang nasi goreng yang tadi tidak ia habiskan.
...Tit.. Tit.. Tit.....
Hp Bitang bergetar menandakan ada pesan Whatsapp yang masuk. Bintang tidak menghiraukan nya dan fokus dengan makanannya. Pandangannya kemudian teralihkan oleh paper bag yang tergantung pada gantungan baju di pintunya.
Celemek warna ungu, pemberian Bumi.
"Hmmhhhh." Bintang mendengus dengan sebal, kenapa Bumi selalu menghantui pikirannya.
...Tit.. Tit.. Tit.....
Hp Bintang kembali bergetar. Bintang lalu meraih HPnya karena merasa penasaran juga orang iseng seperti apa yang mengirim pesan di jam-jam seperti ini.
"Bumi : Elo belom tidur? kok online?. "
"Bumi : Bintang?."
__ADS_1
Bintang yang membaca pesan itu merasakan tubuhnya panas dan ada perasaan senang sekaligus bimbang, apakah dirinya harus membalas pesan tersebut? Kenapa Bumi mengiriminya pesan di jam segini? Apakah laki-laki aneh itu hanya mengisengi dirinya?. Bintang mematikan HPnya memutuskan untuk tidak membalas pesan Bumi. Bintang harus berhenti dan melupakan Bumi untuk selamanya.
Bintang merasa harus sadar diri, setelah melihat Shanti seminggu yang lalu datang ke Apartement Bumi, Bintang menjadi semakin menyadari posisinya.
Bintang kemudian mengingat kembali kejadian di malam ulang tahun Shanti, dimana Bumi terlihat sangat terpukul setelah keluar dari rumah mewah itu, Bintang berpikir bahwa sepertinya Bumi sudah bertemu dengan keluarga besar Shanti. Bintang tidak terlalu mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka dan Bintang merasa tidak punya hak untuk sekedar mencari tau atau bertanya langsung kepada Bumi, meskipun Bintang sadar betul bahwa sepertinya hubungan Bumi dan Shanti sedang tidak baik-baik saja atau mungkin hubungan mereka memang sudah berakhir. gadis itu tidak ingin menjadi masalah di kemudian hari jika terus-terussan berhubungan dengan Bumi.
Bintang berdoa dan berharap di dalam hatinya semoga segala hal yang dilakukannya selama ini hanyalah karena ia hanya merasa kasihan dan merasa iba kepada Bumi yang cerita hidupnya hampir sama seperti keluarganya, tidak ada perasaan lebih apalagi sampai jatuh hati kepada Bumi.
"Tidak, bukan hanya berharap tapi aku harus memastikan bahwa diriku sama sekali tidak jatuh cinta pada Bumi. " Batin Bintang.
Bintang kembali ke tempat tidurnya dan kali ini gadis itu berhasil tertidur dengan pulas.
###
Waktu menunjukkan pukul 03.30, Bumi masih terhaga karena 1 jam yang lalu ia baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya di luar negri. Bumi mengernyitkan alisnya menatap layar Hpnya yang memperlihatkan profil Bintang.
..."Terakhir dilihat 03.21."...
Bumi sudah menelpon gadis itu namun sepertinya Hpnya sengaja di matikan setelah membaca pesannya, Bumi merasa heran dan bertanya-tanya apakah dirinya pernah berbuat salah kepada Bintang? apakah gadis itu marah karena sudah 1 minggu ini dirinya tidak memberi kabar?.
Bumi sebenarnya beberapa kali ingin menelpon Bintang, namun perbedaan waktu antara negara yang di kunjungi nya dengan Indonesia berbeda, Bumi merasa tidak enak jika mengganggu aktivitas Bintang yang sedang bekerja atau mengganggu gadis itu saat sedang tidur di malam hari. Namun, kali ini berbeda karena Bumi melihat notifikasi Whatsapp Bintang yang masih online 10 menit yang lalu tapi setelah membaca pesan yang dikirimkannya Hp Bintang tiba-tiba saja mati.
"Apakah gadis itu diculik? . " Batin Bumi.
"Ah gak mungkin. " Bumi menggeleng-gelengkan kepalanya sendiri.
Bumi kemudian berpikir untuk menemui Bintang di jam pulang kerja gadis itu, sore nanti. Setengah jam berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul 04.00 Bumi memutuskan untuk tidur dan mematikan Hpnya.
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca klik like dan tinggalkan komentar kalian.
Saran dan masukan yang membangun akan sangat berguna bagi penulis untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.
Author
#kimel#
__ADS_1