
"Nanti ke toko aku cuma mau ngecek kerjaan anak-anak sebentar aja, habis itu kita langsung berangkat aja ya.."
"Kenapa gitu.. biasanya kamu sampai sore.."
"Aku....."
"Kenapa Babe? Uda ga sabar ya... hani mun lagi.. hmm"
"Bukan gitu.. ih mesum aja mas Dokter ini,"
"Tapi kamu suka kaaan..."
"Hmm Mas ini selalu gitu, iya suka sukaaa banget, tapi bukan itu alasannya,"
"Apa dong?"
"Biar ga kemalaman nyampe sana, biar bisa nyantai-nyantai dulu.."
"Habis nyantai?"
"Terserah Mas aja deh.. aku padamu Mas..hihi," ucap Najma yang membuat mereka berdua tertawa kecil.
.
.
Pukul dua siang, Najma dan Ardi sampai juga di kamar kost mereka.
"Mas mau mandi duluan?" tanya Najma yang paham betul mas dokter tercintanya itu tidak suka dengan badan yang gerah, setiap kali setelah operasi yang memakan waktu berjam-jam pun Ardi selalu mandi, tidak peduli siang atau malam.
"Ngerti banget kamu Babe, aku mandi dulu yah.." ucap Ardi kemudian masuk kamar mandi.
Di bawah pancaran air dingin, Ardi menyegarkan tubuhnya yang lelah sehabis menyetir.
'Najma lagi ngapain di luar.. pasti rebahan, tadi terlihat capek banget dia.. aha... aku tubruk aja dia di atas tempat tidur..' batin Ardi sambil tersenyum sendiri membayangkan Najma.
"Ceklek.." pintu kamar mandi terbuka. Ardi terheran melihat tempat tidur yang kosong, namun telah rapi dengan sprei baru, ia menengok ke dapur tenyata istri kecilnya itu telah berganti baju dengan daster pendek yang lucu, dengan rambut dicepol ke atas, dan sedang bermain dengan vacum cleaner di tangannya membersihkan lantai, ia juga melihat mesin cuci sedang berputar, pertanda Najma juga mencuci.
"Babe.." panggil Ardi.
"Eh Mas, udah selesai mandinya, itu bajunya aku taruh di atas kasur," ucap Najma sambil melihat Ardi yang hanya menutup bagian bawah tubuhnya dengan handuk. Ardi segera berganti pakaian dengan apa yang telah disiapkan Najma, tidak pernah bertanya atau melayangkan komplain, dia pakai saja apapun yang disiapkan Najma.
Najma mencabut kabel colokan vacum cleaner karena dia telah selesai bersih-bersih.
__ADS_1
"Handuknya aku jemur di kamar mandi ya," ucap Najma yang ikut membantu Ardi mengancingkan kemeja santainya. Kemudian ia meraih handuk Ardi dari atas tempat tidur dan hendak menjemurnya di kamar mandi.
"Bentar Babe," Ardi dengan cepat meraih pinggang Najma yang membuat Najma hampir terjatuh dan jadi mundur ke belakang menabrak Ardi.
Ardi menenggelamkan kepalanya dalam ceruk leher Najma yang terlihat jenjang karena rambut yang dicepol ke atas.
"Mas, geli..aku bau belum mandi," ucap Najma sedikit risih, karena dia merasa baunya kurang enak karena berkeringat.
"Ga papa, sini duduk sini," ucap Ardi setelah merenggangkan pelukannya dan meminta Najma duduk bersamanya di tepi kasur.
"Kamu capek sayang, kenapa ga istirahat dulu, malah bersih-bersih,"
"Mas kan suka lihat yang rapi dan bersih, sebisa mungkin aku ingin kamu melihat pemandangan indah di diriku dan tempat tinggal kita, aku mandi dulu ya.."
"Bentar ah.. jadi selama ini aku pulang ngajar lihat rumah sudah bersih, itu karena setiap tiba di sini kamu bersih-bersih kaya gini?"
"Nggak sih, biasanya dibantu Qumil Mas," jawab Najma.
"Tapi pasti kamu lelah Babe,"
"Asal Mas senang aja sih,"
"Terima kasih banget ya sama Qumil sudah bantuin kamu setiap sampai sini.." ucap Ardi.
"Teman baik kaya gitu pernah kamu cemburuin juga kaan.." goda Ardi, mengingatkan Najma ketika pertama tiba di kota ini.
"Ah.. Mas kok diingetin lagi.. aku maluuu..." ucap Najma kemudian segera berlari ke kamar mandi sebelum Ardi mengerjainya lagi. Ardi tersenyum lebar melihat tingkah istrinya itu.
Selesai mandi Najma mengoleskan losion di badannya, dan duduk di depan meja rias untuk menyisir rambutnya, seperti yang ia bilang kalau ia ingin menjadi pemandangan yang indah dipandang oleh Ardi.
"Mau makan apa Mas? Aku masakin apa kita beli di luar?" tanya Najma.
Ardi yang sedang sibuk dengan gawainya di atas tempat tidur, mengalihkan pandangan pada Najma. Tak langsung menjawab, Ardi berdiri kemudian sedikit berjongkok memeluk Najma dari belakang.
"Hmm benar-benar istri yang sejuk dipandang mata, ma syaa Allah," ucap Ardi.
"Maas.. tadi aku tanya kita makan apa?"
"Makan kamu.." bisik Ardi yang membuat Najma bergidik.
"Mulai deh.. serius ini,"
"Iya, aku juga serius kok, sini berdiri," Ardi menuntun Najma hingga mereka berdiri berhadapan. Najma sedikit mendongak agar bisa melihat Ardi, karena dokter bedah syaraf itu setinggi 180cm, sedangkan Najma hanya 159cm.
__ADS_1
"Ma syaa Allah Mas tinggi banget sih, padahal aku juga ga pendek-pendek amat lho,"
Ardi tersenyum, mereka berpegangan tangan sambil saling memandang, saling mengagumi fisik pasangan masing-masing.. ma syaa Allah.
"Kita jalan-jalan yuk habis isya ya, kamu belum pernah kan aku ajak jalan ke mall kota ini.." tanya Ardi.
"Hmm iya, sekalian aku mau beli skin care, ada yang habis beberapa,"
"Oke apapun yang kamu mau, Mas belikan, tapi sekarang... boleh Mas makan kamu...."
Najma terdiam sebentar, batinnya berontak, 'mas dokter ini ga capek apa habis nyetir dua jam perjalanan, aku tolak dosa, aku iyain capek juga.. ah sudahlah iyain aja bismillah'.
Kemudian ia mengangguk..
.
Selepas isya, seperti yang dijanjikan Ardi, ia mengajak Najma jalan-jalan ke mall kota itu. Masih seperti pengantin baru, tangan Najma tak pernah lepas dari genggaman Ardi.
"Kamu pengen sesuatu?" tanya Ardi ketika mereka melewati outlet sepatu brand ternama.
"Hmm ga ada Mas, skin care aja," sahut Najma.
"Sebentar lagi Qumil sama Yudha nikah kan, kita beli sepatu yuk," ucap Ardi. Najma hanya menurut, benar juga ia perlu membeli sepatu baru untuk menghadiri pernikahan sahabatnya, dan terakhir punya sepatu baru juga dari seserahan yang dibelikan Ardi.
Ardi memilih-milih sepatu untuknya, yang bisa dipakai kerja dan bisa juga dipakai ke resepsi. Ia juga memilihkan sepatu cantik untuk Najma.
"Ini kamu coba Babe," pinta Ardi. Najma mencobanya ia berdiri dekat Ardi, dan terlihat cantik di kaki Najma walaupun kakinya tertutup kaos kaki.
"Kamu suka?" Tanya Ardi. Najma mengangguk.
"Baik, kita ambil yang ini Mba," ucap Ardi, dan pramuniaga toko itu segera membungkus sepatu itu.
Setelah belanja sepatu, mereka makan malam di restoran dimsum dalam mall itu.
"Babe, besok pagi mau ke car free day? Dekat sama tempat kost kita,"
"Boleh Mas, pasti banyak jajanan di sana, hihi," ucap Najma.
"Kamu itu ingatnya cuma makanan aja, awas nanti malam aku makan lagi, nambah-nambah malahan,"
"Mas.. ga bosen apa gitu terus,"
"Nggak, siap-siap ya," sahut Ardi santai.
__ADS_1