Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Bagian 32 : Menikah?


__ADS_3

Episode sebelumnya..


"Ah disini enak sekali, lebih empuk. " Gumam Bintang merasakan tempat tidur Bumi yang jauh lebih nyaman dari pada sofa tempatnya tidur tadi. Tidak lama kemudian Bintang merasakan kantuk lagi, mungkin karena efek obat yang sudah di makannya tadi. Bintang tertidur di atas tempat tidur Bumi.


###


Happy Reading and Enjoy Guys.


###


Bumi akan memastikan bahwa Leo tidak akan pernah bertemu dengan Bintang lagi. Bumi sedang berada di kantor polisi untuk mengurus Leo, laki-laki berandalan itu.


"Gue akan kasih elo kesempatan untuk bebas tapi lain kali kalau elo masih berani macam-macam sama Bintang, gue jamin keluarga elo gak bakalan ngeliat batang hidung elo selama bertahun-tahun. " Ancam Bumi.


"Aku cuma mau ketemu Bintang sekali aja sebelum aku benar-benar pergi dari hidup diadia, tolong. " Leo memelas kepada Bumi.


"Gak, itu gak bakalan pernah terjadi. " Tegas Bumi.


"Kenapa? emangnya kamu siapanya hah?. " Leo langsung berubah sikap dalam hitungan detik yang tadinya ia memelas sekarang laki-laki itu terlihat menantang Bumi.


"Gue walinya Bintang, emang gila ya lo, punya kepribadian ganda lo? bisa berubah-ubah gitu. " Ejek Bumi.


"Aku cuman mau minta maaf aja sama dia apa susahnya sih, lagian emangnya kamu siapa ?bisa jadi walinya? pake ngatur-ngatur hidup orang lain segala?. " Leo menantang Bumi.


"Gak bisa di kasih hati ya emang anak ini, emang umur lo berapa hah?. " Tantang Bumi yang merasa dirinya lebih tua dari Leo, namun Leo sangat tidak sopan kepadanya.


"Udah, udah pak Bumi, pak Leo kita masih ada di kantor polisi jadi jangan membuat keributan. " Pengacara Bumi menengahi perseteruan Bumi dan Leo.


Ibu dan istri Leo pagi tadi datang ke rumah sakit untungnya mereka belum sempat bertemu dengan Bintang, Bumi khawatir hal itu akan mengguncang Bintang dan membuat gadis itu menjadi semakin merasa sedih.


Ibu Leo dan istrinya memohon-mohon kepada Bumi agar laki-laki itu di bebaskan, sambil menangis ibunya memegang tangan Bumi bahkan bersiap untuk sujud di kakinya namun Bumi menahannya karena teringat dengan mamanya yang jika masih hidup mungkin akan seumuran dengan Ibu Leo. Dengan berat hati Bumi mencabut laporannya namun dengan syarat Leo tidak boleh mendekati Bintang dalam jarak 1 kilo meter dan jika itu terjadi maka Bumi memastikan Leo tidak akan bisa menghirup udara segar lagi.


"Terimakasih yah nak,ibu sangat berterimakasih sekaligus meminta maaf dengan apa yang sudah terjadi. " Ujar Ibu Leo yang tiba-tiba saja datang dan langsung memegang tangan Bumi.


Bumi hanya diam mematung menatap Leo dengan tatapan mengejek lalu menatap istri dan anak Leo yang juga baru saja tiba, Bumi merasa tidak habis pikir betapa lugu dan polosnya Bintang bisa diperdaya oleh Leo.

__ADS_1


Bumi kemudian berjalan menuju ke mobilnya bersiap untuk kembali ke apartement nya. Sebelum itu Bumi berpesan kepada keluarga Leo untuk tetap mengawasi laki-laki itu karena jika Bintang merasa dalam bahaya ia tidak akan tinggal diam.


###


Pukul 18.30, Bumi baru saja tiba di unit Apartement nya dan mendapati seisi ruangan yang gelap, Bumi tidak mendapati Bintang dimanapun. Dengan panik BUmi mencoba menghubungi Hp Bintang dan baru menyadari bahwa gadis itu tidak memiliki Hp akibat kejadian kemarin.


Bumi lalu berlari ke lobi Apartement nya dan menemui resepsionis untuk mengecek kamera CCTV, setelah mengecek CCTV itu barulah terlihat Bintang yang sedang berjalan keluar dari unit apartementnya bersama seseorang yang Bumi kenal.


"Dion?. " Ujar Bumi kaget.


"Bapak kenal dengan orang ini?. " Tanya resepsionis.


"Iya mereka teman-teman saya, kalau begitu bisa tidak kalian mengecek lokasi mereka sekarang?. "


Resepsionis itu kemudian mengecek kamera CCTV-nya di bagian yang lain dan mendapati Bintang sedang makan di salah satu restoran yang berada di gedung yang sama tempat Apartement Bumi saat ini.


Bumi kemudian segera berlari ke restoran tersebut dan melihat Bintang dan Dion yang sedang makan bersama.


"BINTANG." Teriak Bumi yang kini sudah berada di depan meja tempat Bintang dan Dion makan.


"Bumi?apa kabar bro hahahaha. " Dion terlihat sangat antisias dan langsung memeluk teman lamanya itu, Bumi kemudian membalas pelukannya dan duduk di antara mereka berdua.


"Baik bro. "


"Widih makin ganteng aja tuh cabang. " Ujar Dion salah fokus dengan cabang Bumi yang mulai panjang karena terlalu sibuk beberapa hari ini dirinya jadi tidak punya waktu untuk sekedar mencukurnya.


Bumi yang masih belum mengerti mengapa mereka berdua bisa bersama-sama makan di tempat ini kemudian menatap Bintang dengan penuh tanda tanya.


"Bumi, tadi gue ke apartement elo dan yang ngebukain pintu si Bintang ini terus yah gue sama-sama terkejut lah kirain gue, elo udah pindah dari sana. "


"Terus gue jelasin lah kalau gue nyariin elo dan datang buat ngunjungin tempat elo tinggal, terus ya udah gue kasih liat photo-photo kita pas masih ngerintis perusahaan bareng-bareng ya udah dia ngijinin gue masuk... "


"Iya mas bumi, tadi aku pikir siapa makanya aku suruh dia tunjukin photo kalian, buat jaga-jaga terus karena ternyata emang mas Dion ini temannya mas Bumi ya udah Bintang ijinin masuk. " Potong Bintang mencoba menjelaskan kenapa dirinya bisa bersama Dion, namun Bumi masih belum puas.


"Terus gue gak sengaja dengar perut dia keroncongan ya udah gue ajak aja makan disini. " Lanjut Dion, Bintang kemudian tersipu malu mengingat kejadian tadi.

__ADS_1


Bumi kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya dan sepertinya sudah mulai mengerti, namun masih heran dengan Bintang yang sangat gampang di bawah pergi oleh orang lain yang belum terlalu di kenalnya.


"Elo kenapa gak ngabarin gue dulu?. " Bumi bertanya ke Dion.


"Yah kan rencananya gue mau ngasih surprise buat elo eh tau-tau gue yang di kasih surprise. " Balas Dion sambil melirik Bintang.


Bintang yang merasa bahwa Dion mengira dirinya dan Bumi adalah sepasang kekasih segera menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Ah enggak kok, saya sama mas Bumi gak... "


"Iya kami baru nikah beberapa hari yang lalu, jadi yah gitu masih agak canggung wajarlah yah pengantin baru. " Potong Bumi.


"Hah? Beneran bro elo udah nikah? kok gak ngabarin?. " Tanya Dion merasa takjub teman lamanya itu ternyata sudah menikah.


Bintang yang mendengar itu sontak terkejut dan tidak sengaja menjatuhkan sendoknya.


"Eh ah aduh, maaf. " Ujar Bintang gugup dan segera akan memungut sendoknya kembali.


"Aduh sayang, jangan gerogi gitu dong. " Bumi berinisiatif mengambil sendok Bintang yang terjatuh. Lalu meminta oelayan untuk mengambilkan sendok yang baru sekalian memesan makanan untuk dirinya sendiri.


"Hah? sayang?. " Batin Bintang.


"Eh apa pertanyaan elo barusan? nikah? oh iya gue nikahnya emang gak dibikin rame, biasalah, elo kan tau gue gak ada keluarga jadi yah gitu cuman keluarganya istri gue aja yang hadir. " Ujar Bumi tanpa gugup sedikitpun.


"Tapi gue pikir elo bakal nikah sama si Shanti bro?. "


"Ah dia? udah putus gue, udahlah gak usah bahas masa lalu, elo sekarang lagi sibuk apa emangnya?. " Bumi mengalihkan pembicaraan. Kedua laki-laki itu kemudian asik berbincang.


Sementara disisi lain Bintang tidak tau harus melakukan apa dan hanya cengengesan saat sesekali mendengar 2 orang laki-laki di dekatnya sedang membuat candaan. Sekali lagi sepertinya ia akan terus-terussan terikat hubungan yang membingungkan dengan Bumi, apalagi temannya ini akan menumpang selama beberapa hari di apartement Bumi.


Bersambung...


Note : Terimakasih sudah membaca, klik like, vote, subscribe dan tinggalkan komentar kalian yah.


Author

__ADS_1


#kimel#


__ADS_2