
Episode sebelumnya...
Food truck itu kemudian berlalu pergi menuju ke alamat Shanti, sementara Bintang ikut ke dalam food truck karena ia bertugas untuk menyajikan makanan tersebut setelah pukul 12 malam perayaan ulang tahun Shanti nanti.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
###
Food truck yang di tumpangi Bintang kini sudah berada di depan sebuah rumah mewah dua tingkah dengan pagar menjulang tinggi yang mengelilingi rumah tersebut. Bintang merasa takjub melihatnya, pantas saja Bumi tergila-gila pada Shanti, rumahnya saja sudah seperti istana di banding dirinya yang hanya upik abu tidak ada ada yang bisa di andalkan dari dirinya jika di bandingkan dengan Shanti yang memiliki segalanya.
...Tit.. tit.. tit.....
Hp Bintang bergetar dari dalam tas selempangnya.
"Bumi : Elo udah sampai?."
Bintang yang sedang malas untuk mengetik segera menelpon Bumi.
"Halo mas..?. "
"Halo, elo udah sampai. " Jawab Bumi yang sepertinya sedang menyetir mobil karena terdengar suara kendaraan yang berlalu lalang dari telepon Bintang.
"Iya, mas. Wwaaaahrumahnya bagus banget. "
"Yaudah elo siapin hidangannya, gue mau beli bunga dulu, gue juga udah deket kok. "
"Iya mas. " Bintang lalu mematikan telponnya, berdecak kesal karena Bumi selalu saja memerintah dirinya.
Beberapa kendaraan mewah terlihat memasuki pekarangan rumah Shanti, Bintang yang penasaran sedikit berjalan ke arah gerbang. Di dalam sana terlihat sedang sangat ramai orang, meja-meja di atur serapih mungkin dan banyak hiasan balon mengelilingi pekarangan rumah mewah itu. Sekali lagi Bintang measa takjub dengan apa yang dilihatnya.
"Wuahhhh." Ujar Bintang tanpa sadar.
"Ekhem." Bintang kemudian tersadar setelah mendengar seseorang yang sepertinya sedang memperhatikan dirinya, yang ternyata orang itu adalah security yang menjaga rumah itu.
__ADS_1
"Cari apa mbak?. " Security itu memperhatikan Bintang dari ujung kaki hingga kepala, pakaiannya tidak, seperti seseorang yang akan menghadiri acara pesta.
Bintang yang menyadari dirinya di perhatikan segera kembali ke food truck, bahaya juga jika dirinya disangka pengutit atau pencuri.
###
Setelah selesai membeli bingkisan bunga yang akan di berikan nya kepada Shanti nantinya, Bumi kembali menyalakan mobilnya dan melaju di antara kendaraan-kendaraan lain yang ada di jalan raya, jalannya cukup lengang sehingga di pastikan tidak akan ada kemacetan yang terjadi dan tentunya tidak akan ada halangan untuk surprisenya malam ini.
Bumi terlihat sangat bersemangat, sehebat ini Shanti sudah menelonnya berkali-kali namun tidak di gubris oleh Bumi, Laki-laki itu sengaja membuat kekasihnya itu merasa jengkel padanya agar surprisenya malam ini menjadi lebih berkesan lagi.
Shanti juga telah mengabari Bumi bahwa gadis itu sudah berada di rumah orang tuanya karena keluarga Shanti memang akan mengadakan perjamuan untuk ulang tahun gadis itu, Bumi yang membaca pesan itu merasa sangat antusias karena merasa rencananya kali ini akan berhasil untuk membuat Shanti meneteskan air mata karena terharu.
Bumi mengambil sebuah kotak dari kursi di sampingnya, kotak kecil berbentuk segi empat berwarna merah yang berisikan cincin berlian. Malam ini Bumi berencana akan sekaligus melamar Shanti di depan keluarga besarnya.
"Aku bakalan ke Apartement kamu kalau acara di rumah udah selesai yah sayang. ." Bunyi pesan Shanti.
Meskipun dalam pesannya Shanti mengatakan bahwa gadis itu akan menemui Bumi setelah perjamuan ulang tahun di adakan di rumah orang tuanya, namun bukan Bumi namanya kalau tidak penuh dengan ide dan kejutan.
###
"Mas, udah beres food truck nya nanti tinggal di buka aja kalau masnya udah sampai. " Isi pesan Whatsup Bintang kepada Bumi.
###
Bumi memarkirkan mobilnya di depan food truck yang telah di pesannya tadi, ia bergegas turun dan mendapati supir food truck sudah ketiduran di kursi oengemudi dan Bintang yang ternyata berada di dalam food truck bersama makanan juga ketiduran. Bumi kemudian membangunkan mereka.
"Pak, pak bangun pak. "
Bumi berjalan ke arah belakang mobil food truck yang pintunya terbuka sedikit.
"Bintang, Tang? bangun udah mau mulai. "
Supir food truck yang menyadari kehadiran Bumi segera keluar dari mobilnya sambil mengusap-usap matanya.
"Ini udah mau di buka pak?. " Tanya si supir sambil menunjuk food truck nya.
__ADS_1
"Iya buka aja, sekalian nanti nyalain kembang apinya ya pak. "
Bintang yang mendengar suara ribut-ribut akhirnya terbangun juga, food truck nya ternyata sudah di buka bagian sampingnya menperkihatkan makanan-makanan yang suda di tata dengan rapih. Lampu-lampu hiasan yang telah di gantungkan poto-poto polaroid memperlihatkan gambar Shanty dan Bumi.
"Hooaaaaammmm." Bintang menguap.
"Bintang nanti pas Shanty keluar elo nyalain lilin di kuenya yah. "
"Pak, nanti kalau pacar saya udah keluar langsung nyalain kembang apinya. "
Bumi kemudian berjalan ke depan mobilnya dan menghubungi Shanti.
15 menit kemudian, waktu sudah menunjukkan pukul 24.45, namun Shanti belum juga mengangkat teleponnya. Bumi kemudian berinisiatif berjalan ke arah gerbang rumah Shanti lalu seorang security yang tadi menegur Bintang kekuar dari dalam pagar.
"Cari apa pak?. " Sambil memperhatikan penampilan Bumi dari ujung kaki hingga kepala.
"Oh bapak tamunya Bu Shanti yah?. "
Melihat penampilan Bumi yang rapih dan tampak seperti akan menghadiri sebuah pesta karena mengenakan setelah jas dan membawa sebuah buket bunga.
"Iya Pak. " Bumi yang merasa Shanti sedang tidak memegang HPnya berinisiatif untuk langsung masuk saja ke dalam rumah mewah Shanty.
"Silahkan pak. "
Kali pertama Bumi menginjakkan kakinya masuk ke dalam halaman rumah Shanty, jantungnya sedikit berdebar. Sekali lagi laki-laki itu memastikan penampilannya sambil memperhatikan sekitarnya, beberapa mobil mewah yang berjejer, halaman yang sudah di hiasi banyak balon dan meja-meja yang sudah di tata dengan rapih di dalam rumah Shanti yang terlihat sangat jelas karena rumah mewah itu menggunakan dinding kaca yang besar memperlihatkan isi di dalamnya. Bumi juga melihat sudah ada banyak orang di dalam ruangan itu.
Bumi kembali berjalan, memantapkan dirinya. Hari ini akan menjadi hari bersejarah dalam hidupnya.
"Shantiii.. " Panggil Bumi yang ternyata sudah berada di depan pintu yang sedang terbuka lebar, Shanti sedang menyalakan lilin pada kuenya karena sebentar lagi acaranya akan segera di mulai. Di sekeliling Shanti juga ada beberapa orang yang membantu gadis itu dan sudah pasti orang-orang itu adalah keluarga Shanti.
Bumi merasa suaranya tadi kurang keras, kerena Shanti sama sekali tidak bergeming saat dirinya memanggil nama gadis itu. Bumi sekali lagi akan memanggil Shanty, namun kali ini, Bumi akan sedikit berteriak.
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca, klik like dan tinggalkan komentar kalian. saran dan masukkan yang membangun akan sangat berguna untuk penulis menjadi lebih baik lagi kedepannya.
__ADS_1
Author
#kimel#