
Episode sebelumnya..
Bintang seperti menyadari sesuatu, bahwa Bumi sepertinya tidak terlalu dekat dengan para kariawannya, terbukti setelah mendengar Bumi berkata seperti tadi, semua kariawannya langsung bekerja setelah Bumi meninggalkan kafetaria.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
Setelah satu minggu bekerja di perusahaan Bumi, Bintang merasa sangat muda untuk berbaur, gadis itu hm juga sangat mudah mengerti ketika orang lain menjelaskan sesuatu kepadanya.
Hari ini seperti biasa Bintang melakukan aktifitasnya di ruang kerja barunya selama seminggu ini, membantu sekertaris Bumi yang lain untuk merampungkan berkas-berkas yang Bumi butuhkan.
Tidak lama kemudian Bumi keluar dari dalam ruangannya dan terlihat sedang mengangkat telepon dari seseorang.
"Tidak, jangan, jangan datang kesini. " Ujar Bumi, entah dengan siapa laki-laki itu sedang berbicara.
Bintang tidak terlalu menghiraukan nya dan kembali fokus pada pekerjaannya.
"Bu Bintang saya duluan yah. " Ucao sekertaris Bumi yang tempat duduknya berada di sebelah Bintang.
"Oh iya Bu silahkan hati-hati. " Balas Bintang.
__ADS_1
Bintang sekali lagi melihat jam tangannya, Bumi belum juga kembali. Telpon laki-laki itu juga tidak aktif.
"Huhhhh." Bintang mengehenbuskan nafasnya dengan kasar.
Sepertinya Bumi sudah pulang duluan, tidak ingat jika Bintang sedang menunggunya untuk pulang bersama hari ini.
Bintang kemudian memutuskan untuk pulang sendiri menggunakan angkutan umum.
Sesampainya di Apartement Bumi, Bintang tidak mendapati laki-laki itu berada disana. Bintang tidak ingin ambil pusing dan segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya lalu membuat makan malam.
Waktupun berlalu, hingga menunujukkan pukul 00.00 di jam dinding, Bumi belum juga pulang, Bintang akhirnya ketiduran.
###
Bumi merasa sedikit bersalah kepada gadis itu namun, disisi lain Bumi sudah berjanji akan menemani Shanti untuk beberapa hari terakhir sebelum gadis itu pergi keluar negeri lagi.
Bumi juga sudah berjanji kepada dirinya sendiri jika janjinya kepada Shanti sudah ia tepati, Bumi akan memperlakukan Bintang dengan lebih baik dan akan mencoba membuka hatinya kepada gadis itu.
"Mas Bumi?. " Panggil Bintang yang melihat Bumi lagi ini sedang bersiap-siap dengan membawa sebuah koper besar.
Bintang yang melihat itu merasa heran.
__ADS_1
"Mas Buki mau kemana?. " Tanya Bintang sekali lagi.
"Gue ada urusan bisnis di luar kota untuk beberapa hari. " Jawab Bumi.
"Hah?. " Bintang heran karena Bumi tidak memberitahunya terlebih dahulu.
"Iya Bintang, elo kalau lagi malas ke kantor di rumah aja yah, kalau ada yang gak elo ngerti tanyain aja ke sekertaris gue, ." Ujar Bumi sambil berjalan ke luar dari Apartement nya meninggalkan Bintang seorang diri.
Padahal satu minggu terakhir Bintang merasa Bumi sudah menganggapnya sebagai istri dan memperlakukannya dengan baik, Namun nyatanya laki-laki itu kembali lagi ke sifatnya yang dulu.
Bintang yang merasa firasatnya tidak enak, mencoba untuk mengikuti kepergian Bumi. Bitnag merasa penasaran kemana kiranya laki-laki itu akan melakukan perjalanan bisnisnya.
Setelah mengikuti Bumi beberapa saat gadis itu sepertinya menyadari bahwa Bumi bukannya pergi ke bandara, laki-laki itu justru pergi ke rumah Shanti.
Bintang tidak habis pikir laki-laki itu tega membohonginya.
Bintang kemudian pulang kembali ke apartement Bumi dan mengemasi seluruh barang-barangnya dan meninggalkan semua barang-barangnya pernah Bumi berikan kepadanya termasuk cincin pernikahan mereka.
"Ini yang terakhir kalinya, Bumi, selamat Tinggal. " Ujar Bintang
Bersambung..
__ADS_1
Klik like, komen, subscribe dan vote yah. Terimakasih kasih