
Hari Jumat pagi Ardi bergegas pergi ke rumah sakit Airlangga Medika. Pagi itu dia ada jadwal temu pasien di poliklinik, dan siangnya visit pasien di rumah sakit umum.
"Assalamualaikum Babe," pamit Ardi.
"Waalaikumusalam," jawab Najma yang mengantar kepergian Ardi di halaman rumah. Ia lalu menyiram taman kecil di bagian depan rumah mereka. Ardi sangat senang dengan rumah yang rapi dan bersih, maka dari itu Najma membersihkan taman dan halaman depan, kemudian menjaga kebersihan seluruh rumah untuk memanjakan mata suaminya ketika lelah sepulang bekerja.
Kemudian setelahnya, ia masuk ke dalam rumah, ke kamarnya menata pakaiannya juga pakaian Ardi ke dalam koper untuk dibawa pergi ke luar kota nanti selepas sholat Jumat.
.
.
Ardi menemui satu persatu pasiennya di poli klinik pagi ini, dan dia bertemu dengan Ardi kecil bersama pak Minto ayahnya, ya dia adalah anak penjual bakso yang tempo hari ia temui, dan merasa senang bisa langsung bertemu Ardi kecil.
"Jadi dari scan yang tadi bisa dilihat tumornya sedikit membesar dari foto yang sebelumnya Bapak bawa, namun ini lokasinya in syaa Allah masih bisa dijangkau untuk diambil melalui operasi, biar Ardi tidak sakit kepala dan pingsan lagi,"
"Tapi, kami belum ada biaya untuk operasi, dan bukannya rumah sakit ini sangat bagus dan mahal Dok," ucap pak Minto.
"Masalah biaya, Bapak dan Ardi tenang saja, in syaa Allah kami bantu, rumah sakit ini milik keluarga teman saya, mereka juga banyak membantu pasien dari keluarga kurang mampu untuk berobat di sini," tutur Ardi, pak Minto dan Ardi jadi senang mendengarnya.
"Baik Dok, kami ikut saja bagaimana baiknya," ucap Pak Minto.
"Iya Pak, sekarang yang penting Bapak dan Ardi, juga ibu yang di rumah, banyak-banyak berdoa, semua pembedahan pasti ada resikonya, jadi sama-sama kita minta sama Allah untuk kelancaran operasi Ardi dan supaya Ardi bisa sehat, pulih seperti sedia kala,"
"Aamiin, baik Dok,"
"Sebentar lagi waktunya sholat Jumat, kita akhiri sampai di sini ya, ini hari Jumat, dan salah satu waktu dikabulkan doa adalah hari Jumat selepas Ashar hingga Maghrib, perbanyak doa di waktu itu," ucap Ardi.
"Iya Dok,"
.
.
Selepas sholat Jumat, Ardi langsung meluncur pulang, sesuai rencana ia akan mengajak Najma keluar kota.
"Sudah siap Babe?" tanya Ardi ketika memasuki kamarnya, ia mendapati Najma sedang berganti baju.
"Aww, Mas ngagetin aja!!" seru Najma yang terkejut dirinya muncul tiba-tiba.
__ADS_1
"Hehehe, afwan sayang," ucap Ardi lalu fokus kepada buku-buku di meja kerjanya, dia memasukkan beberapa buku, kemudian tak lupa membawa laptop dan tabletnya untuk mengajar nanti.
"Sudah Mas, yuk," ucap Najma yang telah siap berangkat.
"Okey," sahut Ardi.
"Mas ga lapar?" tanya Najma ketika mereka menuruni anak tangga.
"Kamu lapar?" Ardi balik bertanya, karena memang dia tadi melarang Najma menyiapkan makan siang.
Najma hanya mengangguk.
"Kamu tenang aja Babe, aku uda beli nasi bento buat kamu,"
"Iya kah?" Najma seakan tidak percaya.
Sesampainya di garasi, Ardi membuka pintu belakang dan menaruh ransel berisi buku dan laptopnya, lalu mengambil paper bag bertuliskan nama restoran Jepang milik Arya dari jok belakang juga.
"Ini Babe," ucap Ardi sambil menyerahkan paper bag itu pada Najma.
"Ah iya Mas,"
Najma hanya menuruti perintah suaminya itu. Kali ini mereka pergi menggunakan mobil Najma, karena hanya pergi berdua dan bawaan mereka tidak terlalu banyak.
"Mas," panggil Najma ketika Ardi memasuki bangku pengemudi.
"Iya Babe,"
"Kok cuma satu nasinya? Mas ga makan?"
Ardi menutup pintu mobil dan membawanya ke luar rumah, dan menutup pintu garasi dengan remote dari dalam mobil.
"Aku takut ngantuk kalau makan nasi Babe, makanya aku beli roti isi di lantai dasar rumah sakit, ada di situ kan?"
"Iya, ada, mau aku bukain sekarang?"
"Boleh Babe, kita makan berdua ya, kamu segigit, aku segigit,"
Najma membuka bungkusan berisi roti isi besar itu kemudian menyuapkannya kepada suaminya agar makan duluan.
__ADS_1
"Bismillah," ucap Ardi buru-buru dan menggigit roti itu.
"Kok aku duluan Babe?" tanya dia, karena instruksinya tadi harusnya Najma duluan yang makan.
"Ini sudah jadi kebiasaan di keluarga aku Mas, kalau makan , atau minum, yang lebih tua didahulukan, dan makanan yang sudah digigit walau segigit dinamakan makanan sisa, jadi aku ngerasa ga sopan aja nyisain rotinya buat Mas, so biar Mas duluan yang gigit, dan aku makan sisa dari Mas,"
"Oh ma syaa Allah, kamu masih muda, tapi jauh lebih dewasa dari usiamu, kamu cobain Babe rotinya, kalau suka kapan-kapan aku beliin,"
"Perjuangan juga Mas, ga mudah punya suami yang ma syaa Allah kaya Mas," ucap Najma kemudian menggigit roti isi itu.
"Aku jadi suami yang nyusahin kamu? Yang mana yang nyusahin Babe?"
"Bukan itu Mas, maksud aku, susah jagain kamu, kalau aku tidak melayani mu dengan baik, berusaha menjadi sebaik-baiknya istri untukmu, Mas pasti dengan mudah diambil orang, di luaran sana banyaaak banget yang nyukain kamu Mas, eh ini varian apa Mas?"
"Italian BMT, kalau kamu sudah berusaha menjadi sebaik-baiknya istri, tapi aku masih diambil orang bagaimana?"
"Ya itu berarti kamu nya yang sudah bosen sama aku, dan kamu yang pergi ke wanita itu, BMT itu apa?"
"Biggest, Meatest, Tastiest, kata orang sih gitu, hmm, semoga Allah menjaga hati kita ya Babe, agar terus saling setia,"
"Aamiin, iya sayang,"
"Kalau aku tidak menjaga penampilanku, aku juga takut kamu melirik laki-laki lain, bayangin aja kalau perut aku buncit, lemak dimana-mana, apa ya gak kamu pilih lirik lelaki lain,"
"Hahaha, ga mau bayangin," Najma malah tertawa.
Mereka telah menghabiskan roti isi dan terus mengobrol sepanjang perjalanan, hingga tak terasa dua jam perjalanan mereka sampai ke kota tujuan.
Ardi memarkirkan mobilnya di sebuah parkiran kos-kosan, dan ternyata sudah ada sahabatnya Qumil. Namun Najma bukannya senang, melainkan merasa aneh, kenapa Qumil sudah ada di sini, apakah dia sudah janjian dengan Ardi sebelumnya??
"Mas apa-apaan ini?" tanya Najma sebelum mereka keluar dari mobil.
"Apa gimana sih Babe?"
"Kenapa Qumil ada di sini?"
"Hmm terkejut ya? Emang ini kejutan,"
"Iya aku terkejut banget, namun bukan karena ketemu sahabat aku, tapi karena kalian sudah janjian duluan, kalian saling chat tanpa sepengetahuan aku,"
__ADS_1
"Aish aish, my baby sweety honey, kita turun dulu gak enak sudah ditungguin Qumil tuh,"