Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Bagian 9 : Kontrak


__ADS_3

Episode sebelumnya...


Bumi terkekeh melihat tingkah Bintang yang salah tingkah. Ia tahu bahwa Bintang pasti sangat malu bertemu dengannya setelah mengirim chat dengan umpatan-umpatan kasar. Namun, ada satu chat lagi yang membuat Bumi merasa tergelitik jika mengingatnya. Chat Bintang yang mengirimkan puisi yang panjangnya seperti surat kabar. Chat yang seharusnya Bintang kirim ke Leo namun malah terkirim ke Bumi.


###


Happy Reading & Enjoy Guys.


###


Kasihku, maafkanlah segala kesalahanku


Karena hanya kaulah yang ada di hatiku


Walaupun aku tanpa sadar menyakitimu perasaanmu


Mungkin karena aku kurang memahami maksud hatimu


untuk menunjukjan perasaan ku dan juga cintaku


Berikanlah diriku kesempatan


memperbaiki salahku kepadamu


Karena aku sungguh tak mau kehilanganmu


Kasihku


AKu akan selalu cintaimu


Menunggu kabar darimu


Ku kan selalu menyayangimu


Setulus hatiku setulus cintaku


Kau sangat berharga bagiku, sayang


Janganlah pergi menjauh dariku


Karena kaulah segalanya bagiku


Air mataku mengalir hingga landasan bumi


Pedih menusuk kalbu yang kering ini


Ketidak tahuanku telah kusadari kini


Seperti saat ini dikala aku yang tak mampu kau beri


Aku tahu semua permintaan maaf ini tak akan cukup untuk mu


Maafkan diriku kekasihku


maaf dan maaf


datangkah padaku jika marahmu telah reda


Akan ku kecup keningmu


Agar menenangkan hati kecil mu


Agar kamu tidak perlu marah lagi


Aku minta maaf,


Aku mohon jadikanlah aku menjadi milikmu lagi


Aku mungkin telah salah tetapi jika aku tidak melakukan ini

__ADS_1


Aku tidak akan pernah bena dimatamu.


Aku minta maaf, sayang.


Jika aku bisa menghindari apa yang terjadi


aku akan menghindarinua, maun aku tidak bisa.


Akut telah mencobanya sayang.


Kamu adalah orang paling baik yang pernah aku temui.


Maafkan hal ini dan anggaplah sebagai tindakan bodoh diriku


Aku tidak bisa hidup tanpamu disiku.


Masa depan kita tergantung pada catatan permintaan maaf ini


Jika kamu menerimanya artinya kita berbaikan.


Saya mengirim pesan ini


untuk mengatakan maaf


Namun kamu dapat menerima atau mengabaikannya.


Jika kamu mengabaikan,


aku akan mengirim pesan lain sampai kamu menerimanya.


Bintang membaca kembali pesan chatnya kepada Bumi. Ia salah mengirim pesan, karena malam itu pikirannya sudah sangat kacau akibat galau di tinggal Leo. Bintang merasa sangat malu. Sebenarnya Bintang ingin menghapusnya namun percuma saja karna chat itu sudah di baca oleh Bumi.


"Aaaaaaaaahhhhhh malu sekaliii dirikuuuu. " Bintang menyembunyikan wajahnya di balik selimut tebalnya.


Sepulang bekerja dari Cafe tadi sore pikirannya terus tertuju pada Bumi. Ia merasa sangat malu, mau di taruh dimana mukanya sekarang ini. Rasa galaunya tiba-tiba saja hilang memikirkan Bumi yang pasti akan terus-terussan datang ke Cafe tempatnya bekerja untuk mengejek dirinya.


"Hiksssss apa yang harus kulakukan kenapa aku bodoh sekali sih." Bintang terus berbicara dengan dirinya sendiri. Mengutuk kebodohannya.


###


Bintang terlihat celingak-celinguk mencari cara dan cela untuk dapat melarikan diri dari Bumi. Sebentar lagi Pukul 17.00.


Cafe ini tidak memiliki jalan keluar selain pintu depan, otomatis ketika Bintang berjalan ke arah pintu akan langsung dilihat oleh Bumi. Entah apa yang akan dikatakaln laki-laki itu kepadanya. Ia sangat malu bertemu Bumi. Setelah dipikir-pikir Bumi tidak ada kaitan antar pertengkarannya dengan Leo, Bintang merasa bahwa dirinyalah yang salah padahal hari itu saat akan masuk ke Aprtement Bumi, Bintang bisa saja kabur melarikan diri tapi dia tidak melakukannya. Pesan dan teleponnya pun sama sekali belum di gubris oleh Leo, kekasihnya. Hikksss. Bintang menangis di dalam hatinya.


Waktu sudah menujukkan pukul 17.00 mau tidak mau Bintang memang harus menghadapi Bumi, setidaknya ia harus meminta maaf karena telah berkata kasar kepadanya dan juga untuk puisinya. Memikirkannya saja sudah membuat pipi Bintang memerah karena malu. Bintang bertekad di dalam hatinya bahwa hari ini adalah hari terakhir ia akan berhubungan dengan Bumi, ia akan meminta maaf, lalu pulang dan melupakan semua kejadian yang menimpanya setelah bertemu Bumi kemarin-kemarin.


Bintang berjalan ke arah meja Bumi sambil memegangi tas selempangan yang selalu setia ia kenakan.


Bintang telah berdiri disisi meja tempat Bumi berada.


"Elo duduk dulu disitu." Perintah Bumi sambil menunjuk kursi di depannya.


"Ehmmm maaf emang ada apaan sih mas, urusan kita kan udah selesai, bajunya juga udah dikirimmmm.. " Bintang membelalakkan matanya mengingat sesuatu.


Baju Bumi???.


"Omaygatttt Mas, maaf banget ya mas itu, anu, saya waktu itu lagi dalam keadaan gak sadar mas. Saya kalut. Nanti saya beliin yang baru aja deh yah mas waktu itu saya bener-bener gak sadar mas. maaf yah mas." Ucap Bintang dengan wajah memelas mengingat baju putih Bumi yang sudah ia campur dengan berbagai macam pewarna.


"Hmmm". Bumi bergumam seakan-akan sedang berpikir.


"Mas, Bumi maafin saya kali ini aja mas, nanti saya bener-bener bakalan ganti." Bintang memelas.


"Udah.. udah gak usah sebagai gantinya gue mau sesuatu yang lain." Ucap Bumi mentap Bintang.


Bintang yang merasa dirinya di tatap oleh Bumi langsung menutupi dadanya.


"Ah elah gak gitu juga kali, elo pikir gue laki-laki apaan emangnya." Ucap Bumi sinis.


Bintang memanyunkan bibirnya, sifat brengsek Bima keluar lagi. Entah apalagi rencananya kali ini. Padahal ia tadi sudah membulatkan tekadnya untuk tidak lagi berhubungan dengan Bumi, namun tindakannya sendiri yang membuat Bintang lagi-lagi harus berhubungan dengan laki-laki aneh ini.

__ADS_1


Sebuah ide kemudian muncul di dalam kepala Bumi. Ia terkekeh pelan memikirkan ide tersebut.


###


Keeseokan harinya. Bintang telah kembali bekerja dan lagi-lagi Bumi sudah berada di meja nomor 1. Padahal ini baru pagi tapi laki-laki itu sepertinya sangat bersemangat untuk bertemu Bintang hari ini.


"Bintang, ada teman kamu tuh samperin katanya penting banget. " Ucapan boss Bintang yang tiba-tiba berada di dekatnya membuat Bintang terkejut dan tersadar dari lamunannya.


"Eh iya bos maaf saya ngelamun heheee."


"Itu teman kamu katanya ada yang penting, sana samperin." Ucap bossnya sambil menunjuk meja nomor 1 tempat Bumi duduk.


"Ehh kan lagi kerja boss??."


"Gapapa kok dia tadi udah minta izin sama saya, katanya mau ngomong sesuatu yang penting banget, cowok baru kamu yah." Jelas Bossnya dengan nada menggoda bintang.


"Bukan, bukan itu teman biasa aja kok ya udah deh boss, saya kesana bentar." Bintang memandang sinis ke arah Bumi yang sedang menatapnya dari kejauhan. Bumi menjentik-jentikkan jari telunjuknya seolah-olah mengejek Bintang.


Bintang berjalan ke arah meja Bumi, tapi Bumi terlihat beranjak dari mejanya menuju pintu dan memberi kode kepada Bintang untuk mengikutinya keluar dari Cafe.


Sesampainya di luar, Bumi menarik tangan Bintang lalu mengajaknya masuk ke mobil. Setelah keduanya sudah masuk ke dalam Bumi langsung mengunci rapat-rapat mobilnya.


Bintang terkejut, ia mengingat lagi kejadian saat pertama kali bertemu Bumi dan dipaksa naik ke Sedan berwarna merah terang ini.


"Ini mau kemana mas? saya kan masih kerja? saya gak boleh pulang cepet." Bintang panik takut di marahi bossnya karena bepergian padahal belum jam pulang kerja.


"Sssssttttttttt Jangan berisik."


Bumi mengambil sesuatu dari kursi belakang selembar kertas dan sebuah Amplop.


"Apaan ini mas? ya ampun mas? saya mau di jual mas? ini amplop apaaaa? mas saya bakalan gantiin baju mas deh nanti kalau harganya mahal saya cicil jangan apa-apain saya mas." Bintang mengangkat kedua tangannya memohon kepada Bumi.


"Aduuuh elo tuh lemot banget sih baca dulu, nethink mulu perasaan." Seru Bumi.


Bintang kemudian mengambil sekitar kertas yang di berikan Bima berisi kontrak bahwa dirinya akan mengajari Bumi untuk memasak dan membuat kue. Bintang tidak mengerti, Bumikan orang kaya hal seperti ini harusnya gampang saja tinggal beli lalu bayar. Bumikan harusnya bisa membayar seseorang yang jauh lebih profesional untuk membantunya belajar memasak dan membuat kue? Kenapa harus dirinya?.


"Emangnya mas gak ada duit yah.? " Pertanyaan Bintang membuat Bumi terkekeh.


"Enak aja lo duit gue mah banyak gak abis tujuh turunan, elo pasti mikir kenapa gue gak ikut kursus aja, atau gue bayar orang yang profesional aja buat ngajarin?. " Tanya Bumi.


Bintang mengangguk


"Gak ada waktu lagi, cewek gue mau ulang taun 3 minggu lagi dan gue mau kasih suprise buat dia. "


Bintang merasa dirinya akan di manfaatkan lagi untuk memasak seorang diri.


"Tenang aja gue bayar kok dan yang bakalan masak itu gue elo nanti tinggal bantuin gue aja nah sebelum harinya tiba gue kan mesti bisa masak dan ngenalin bahan-bahannya dulu elo mesti bantuin gue, sampai gue bener-bener bisa masak dan bikin kue dalam waktu 3 minggu itu" Bumi menjelaskan isi suratnya yang ternyata surat perjanjian untuk ganti rugi baju Bumi yang sudah di warnai oleh Bintang.


"Oohh gitu tapikan saya kerja mas, saya juga gak ada waktu."


"Gue gak mau tau pokoknya mulai besok elo bakalan gue jemput buat beli bahan dan ngajarin gue masak di Apartement gue, kemarin kan elo udah janji bakalan tanggung jawab." Cecar Bumi mengingatkan perkataan Bintang kemarin


Akhirnya setelah perdebatan yang panjang Bintang dan Bumi menandatangani kontrak 3 minggunya dalam yang 1 minggunya sepulang bekerja dari Cafe Bintang akan pergi ke rumah Bumi selama 5 hari berturut-turut kecuali hari sabtu dan minggu untuk mengajaru Bumi memasak.


Sebenarnya Bintang tidak mau dan lebih memilih menggunakan caranya sendiri untuk mengganti rugi namun Bumi memberinya Amplop berisi kertas berwarna merah dengan tulisan 100.000 yang Bintang perkirakan setara dengan 3 kali gajian di tempatnya bekerja.


"Nanti kalau acaranya sukses gue bakalan kasih bonus buat elo. oke?. "


"Oke, deal. "


Memang tidak ada yang dapat mengalahkan kekuatan uang di muka bumi ini. Hahahahahaha. Pikir Bintang di dalam hatinya. Lumayan untuk dirinya membeli baju baru dan skincare.


###


Bersambung...


Terimakasih sudah membaca tinggalkan kike dan komentar kalian agar amauthor tetap semangat untuk melanjutkan ceritanya.


Author

__ADS_1


#kimel#


__ADS_2