
Episode sebelumnya...
Shanti menangis sejadi-jadinya, kakak-kakak Shanti kemudian berlari keluar gerbang membawakan selimut untuk menutupi tubuh adiknya itu, lalu membawanya kembali ke dalam rumah.
###
Happy Reading and Enjoy Guys.
###
Bumi membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, matanya memerah menatap tajam ke arah jalan raya yang lenggang. Sementara Rania terlihat ketakutan sambil memegangi seatbelt yang terpasang erat di tubuhnya.
Sudah 30 menit berlalu mereka berkendara tanpa tujuan, padahal dengan kecepatan tinggi seperti ini mereka harusnya sudah sampai ke Apartement Bumi. Bintang tidak tau harus berbuat apa makanya dia memilih untuk diam, takut Bumi akan marah kepadanya jika gadis itu mengeluarkan suara sekecil apapun. Bintang hanya dapat berdoa di dalam hatinya semoga ia bisa pulang dengan selamat setelah ini.
Setelah puluhan kilo berkendara Bumi tiba-tiba saja menghentikan mobilnya, tubuh Bintang tersentak ke daerah depan hampir saja kepalanya mengenai kaca mobil jika saja seatbelt yang ia gunakan tidak terpasang dengan baik di tubuhnya.
Bintang menelan ludahnya dan memperhatikan keadaan sekitar. Mereka sedang berada di tepi pantai.
"Mas?. " Bintang mencoba memanggil Bumi yang entah sudah berapa lama mereka berdiam diri di tempat itu. Bumi terlihat sedang memandang keluar jendela, memperhatikan ombak di pantai yang kadang airnya pasang kadang pul kembali surut memperlihatkan pasir-pasri berwarna putih ya g terlihat mengkilap di malam hari.
Bumi tidak menjawab panggilan Bintang, laki-laki itu asik dengan pikirannya sendiri. Bintang yang tidak ingin mengganggunya pun mengalihkan perhatiannya ke hal lain.
...Tit.. Tit.. Tit.....
...Tit.. Tit.. Tit.....
Hp Bumi bergetar menandakan ada panggilan telepon yang masuk, Bintang sedikit melirik ke arah Hp tersebut yang tergeletak tepat di sampingnya, terlihat nama Shanti tertera di sana.
Bumi kemudian meraih Hp tersebut dan mematikan panggilan dari Shanti lalu memadamkannya. Bumi kembali melajukan mobilnya ke jalan raya entah kemana tujuannya kali ini.
###
Bumi telah berada di depan kos-kossan Bintang, sudah setengah jam menunggu gadis di sebelahnya terbangun. Bumi merasa sedikit bersalahbkarena harus melibatkan Bintang pada kejadian tadi. Karena rasa bersalah itu Bumi jadi merasa kasihan jika harus membangunkan Bintang yang terlihat sangat kesal.
Perasaannya sudah mulai bisa dirinya kontrol, setidaknya hari ini laki-laki itu tidak membuat sesuatu yang dapat merugikan dirinya sendiri, kecuali fakta bahwa ia harus putus dari Shanti dan memutuskan semua kontak dan segala hal yang berhubungan dengan gadis itu.
__ADS_1
Memikirkan Shanti, membuat Bumi mengingat kenangan-kenangan yang telah mereka buat dan telah mereka lalui bersama. Bumi tidak membenci Shanti, Bumi hanya marah kepada dunia yang membuatnya harus memiliki takdir buruk seperti ini. Diantara ribuan orang di dunia ini kenapa harus Shanti? Kenapa papanya harus menikahi ibu Shanti? Kenapa Bumi merasakanbsakit yang amat sangat dalam melihat papanya hidup dengan kemewahan bersama keluarga barunya?. Andai saja waktu bisa di ulang, Bumi akan memilih untuk menunda waktu untuk bertemu dengan Shanti di malam ini dan menunggunya merayakan ulang tahun di Apartement nya saja. Namun, nasi sudah menjadi bubur, tidak ada pilihan lain selain menikmatinya saja.
Kenyataan itu juga membuat Buki sadar bahwa hubungannya dengan Shanti memang sudah semestinya berakhir, tidak mungkin Bumi melanjutkan hubungannya dan menikahi adik tirinya sendiri.
"SIALAN." Teriak Bumi, sambil memukul setir mobil yang ada di depannya, membuat Bintang yang sedang tertidur lelap di sampingnya tebangun karena terkejut.
"Mas, Bumi gapapa kan?. " Tanya Bintang.
Bumi yang menyadari dirinya telah membuat Bintang terbangun segera meminta maaf.
"Eh Bintang, elo udah bangun aduh maaf yah. "
"Hmm ini di mana mas?. " Tanya Bintang masih tidak menyadari bahwa sekarang mereka sedang berada di depan kos-kossan tempat tinggalnya.
"Ini depan kossan elo. "
"Heeeh, udah sampai ternyata kok gak bangunin Bintang dari tadi mas. "
"Kita baru sampai kok. " Jawab Bumi berbohong agar Bintang tidak merasa kurang nyaman.
"Iya gapapa, ya udah masuk sana gue udah mau balik bentar lagi udah pagi. "
"Mas, Bumi beneran gapapa? . " Bintang sekali lagi memastikan keadaan Bumi.
"Iya beneran gue gapapa. "
"Ya udah deh mas, saya masuk duluan. " Bintang turun dari mobil Bumi dengan sempoyongan karena merasa sangat lelah sekaligus mengantuk.
"Makasih ya Bintang. "
"Sama-sama, mas. "
Bumi kemudian menyalakan mobilnya dan melaju pergi dari depan kos-kossan Bintang. Kali ini Bumi benar-benar telah berkendara pulang, menuju ke apartement nya.
###
__ADS_1
Bintang sudah berada di atas kasurnya yang empuk, pikirannya sudah tidak dapat berpikir apa-apa lagi, Bintang akhirnya tertidur.
Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pas, Bintang baru saja terbangun dari tidurnya. Untungnya kemarin Bumi sudah meminta izin kepada bosnya bahwa Bintang akan masuk bekerja pada hari senin pagi. Meskipun Bintang merasa sedikit bersalah juga kepada bosnya itu karena lagi-lagi dirinya harus berbohong, ini semua gara-gara Bumi.
"Hooooaaaaammmmm." Bintang menguap berjalan menuju kamar mandinya untuk segera bersih-bersih dan segera memesan makanan, perutnya sudah sangat lapar.
Setelah mandi, Bintang segera memakan makanan yang telah di pesannya via online. Sedang asik-asik menikmati makanannya itu Bintang mendapatkan pesan dari HPnya.
"Leo : Aku mau ketemu sekarang. "Bintang yang membaca pesan itu langsung tidak berselera makan, gadis itu mengabaikan pesannya dan segera membersihkan makannya. Sisa makanannya ia taruh ke dalam kulkas dan plastik-plastik sisa makanan itu akan di buangnya setelah mencuci piringnya.
Namun, tidak lama kemudian sebuah ketukan dari pintunya terdengar, membuat Bintang sedikit was-was takut apabila yang datang itu adalah Leo, Bintang sedang tidak ingin bertemu laki-laki itu, Bintang merasa risih untuk mengingatnya saja membuat gadis itu sangat muak. Puas sudah selama ini dirinya di bohongi, harusnya Bintang menyadarinya selama ini bahwa laki-laki itu berubah sejak satu tahun terakhir, Leo menjadi semakin manipulatif dan suka seenaknya.
...Tok... Tok... Tok......
...Tok... Tok... Tok......
Suara ketukan kembali terdengar, kini seperti seseorang yang sedang terburu-buru ingin di bukakan pintu. Bintang merasa deg-degan juga.
Bintang kemudian mengingat pesan ayahnya untuk menelponnya ketika terjadi sesuatu. Bintang kemudian mengambil HPnya dan mencari kontak ayahnya dan mengambil sapu untuk berjaga-jaga berjalan ke araha pintu dan membuka kuncinya perlahan-lahan.
"Mbakkkk kok lama banget sih buka pintunya. " Bintang terperanjat kaget karena orang yang berada di depan pintunya itu langsung berbicara ke padanya tanpa aba-aba.
"Ya ampun pak, ngagetin Bintang aja. Kirain tadi siapa, kenapa pak?. "
"Mas Bumi sakit, minta saya buat jemput mbak Bintang. " Jelas orang itu yang ternyata adalah supir pribadi Bumi yang dikirimnya untuk menjemput Bintang.
"Hahh? sakit?. Yah ampun tunggu ya pak saya siap-siap dulu. " Bintang bergegas mengambil barang-barang yang ia perlukan untuk pergi ke Apartement Bumi.
"Ayoo pak... "
Bersambung...
Terimakasih sudah membaca, klik like dan tinggalkan komentar kalian. Saran dan masukkan yang membangun akan sangat berguna bagi penulis untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya.
Author
__ADS_1
#Kimel#