
Setelah terlelap, Ardi menidurkan baby A di tempat tidur. Dan mencium pipinya yang gembul dengan sayang.
"Makan Mas," ucap Najma. Ardi tersenyum dan duduk di kursi kerja Najma.
"Kamu ga makan?" tanya Ardi yang melihat kotak makan Najma masih utuh.
"Tetiba malas makan..." sahut Najma.
'Pasti deh dia merasa risih ada aku di sini, biarin aja, kalau aku ga di sini mereka pasti bermesraan lagi...'
"Aku suapin ya, makan dong, ingat baby di perut kamu, kasian kalau Ummanya ga makan, pasti laper dia," ucap Ardi sambil menyuapi Najma yang akhirnya mau makan juga.
Ardi banyak belajar dari internet, juga bertanya pada Mba Sarah bagaimana menghadapi ibu hamil yang terkadang berubah-ubah moodnya. Jadi sebisa mungkin Ardi selalu ada untuk Najma, karena obat mual dan murungnya Najma cuma Ardi.
Fifi yang sudah selesai makan, membereskan bekas makannya.
"Permisi saya mau sholat dulu, tadi belum sholat," ucap Fifi.
"Ah iya Fi..." sahut Najma.
Ardi dan Najma melanjutkan makannya setelah Fifi keluar dari ruang kerja Najma.
"Kok jadi diem...kenapa? Ada apa babe?" tanya Ardi. Najma hanya tersenyum.
"Ehmmm... kenapa aku merasa Fifi itu suka lihatin mas Ardi... apa aku yang terlalu posesif, aku ga nyaman aja, mau bilangin juga ga enak, habisnya mas ganteng banget sih, ma syaa Allah," kata Najma yang mulai bicara.
"Hmm ma syaa Allah... ternyata itu yang bikin adindaku Najma Burhanuddin cemberut aja ... cuekin aja Babe, yang penting di hatiku cuma ada kamu, di mataku kamu yang paling cantik, ma syaa Allah,"
"Apalagi bentar lagi aku jadi gendut..."
"Ishh...gemesin banget sih kamu sayang," ucap Ardi seraya berdiri mendekati dan memeluk Najma.
"Mas jangan selingkuh yaa," lirih Najma.
"Gak akan sayang..." sahut Ardi.
"Aku uda ga punya siapa-siapa lagi ..." lanjut Najma.
"Ssst... udah.... aku milikmu, ada Akbar juga, dan adiknya yang ada di perut kamu," ucap Ardi mencoba menenangkan Najma, selama kehamilannya Ardi berusaha menjaga mood Najma agar tetap baik dan tidak stress, karena akan sangat berpengaruh pada janin yang telah lama ia nantikan itu.
Setelah mereka selesai makan siang, Najma sholat dhuhur di ruangan itu, sedangkan Ardi sudah sholat berjamaah di masjid rumah sakit sebelum ke toko Najma.
__ADS_1
Ardi bermain bersama baby A sembari menunggu Najma sholat. Setelah puas bermain dengan baby A yang telah bangun tidur, Ardi pamit kembali ke rumah sakit.
"Aku balik ke rumah sakit dulu ya sayang, ada meeting komite medik," ucap Yudha.
"Tunggu Mas, antar aku pulang ya, aku kerja dari rumah aja, gerah pengen ganti baju daster," dan baby A menangis juga, kompak banget sama emaknya ga mau ditinggal Baba.
"Oh, iya sayang, aku gendong Akbar, kamu berkemas aja," ucap Ardi.
"Mba, mau pulang?" tanya Fifi yang baru masuk ruangan itu lagi.
"Iya Fi, aku kerja di rumah aja, kamu beresin tasnya Akbar ya," pinta Najma, Fifi mengangguk dan melakukan apa yang diminta atasannya itu. Sambil sesekali melirik Ardi yang tampil jadi hot Daddy lagi.
Sebenarnya ada rasa iba di hati Fifi melihat Najma yang sedang hamil muda, moodnya naik turun, kadang terlihat senang, kadang cemberut, bahkan pernah Fifi melihat Najma menangis. Tapi pesona Ardi sangat dahsyat menyiksanya.
Di dalam mobil, Najma lagi-lagi terdiam dan melamun memandang jauh di luar jendela. Sambil menyetir, Ardi memegang tangan Najma untuk menyadarkannya. Dan Najma mengalihkan pandangannya ke wajah Ardi. Ardi melirik sekilas sambil mengembangkan senyumnya, seakan berkata, jangan khawatir sayang, it's okay, aku di sampingmu...
Fifi yang duduk di bangku belakang bersama baby A, hanya memandang mereka dengan rasa iri. 'Kapan ya... bisa pegangan tangan sama suami, yang kaya dan tampan seperti pak Ardi...'
.
Ardi kembali ke rumah sakit setelah mengantarkan Najma dan Akbar juga Fifi ke rumah. Dan dia terus menuju rumah sakit umum untuk meeting dengan komite medik.
"Anak Umma, kesayangan Umma mau mandi nak ... gerah ya... risih ya...pengen mandi seger nak..." ucap Najma sambil menatap bayi gembul itu.
"Mba Ama sudah siap," ucap Bu Ani.
"Iya Bu Ani, terima kasih," ucap Najma dengan segera meletakkan baby A di meja yang dialasi perlak empuk dan membuka baju baby A di sana.
"Dinda mandi..." celoteh Dinda yang ingin mandi begitu melihat baby A akan dimandikan.
"Dinda mau mandi juga... Dinda mau mandi Bu Ani, mau air anget juga?" tanya Fifi.
"Ga Mba, air dingin biasa," sahut Bu Ani.
"Mandiin lah Bu, itu pakai pancuran yang di dekat mesin cuci, ini pakai sabun adik Akbar," ucap Najma.
"Iya Mba.." ucap Bu Ani kemudian memandikan Dinda.
Najma pun juga sudah telaten dan terbiasa memandikan baby A. Dengan penuh kasih sayang ia merawat baby A seperti anaknya sendiri.
Setelah memandikan Dinda, Bu Ani pamit pulang.
__ADS_1
"Mba, saya pamit pulang dulu," ucap Bu Ani.
"Iya Bu, terima kasih sudah membantu saya hari ini, da daa Dinda..."
Sepeninggal Bu Ani, Najma juga ingin mandi, dan ia menitipkan baby A pada Fifi.
"Fi, kamu pulangnya nanti setelah mas Ardi datang ya," pinta Najma.
"Siap Mba," sahut Fifi.
"Oke, ini Akbar sama kamu dulu ya, aku mau mandi," ucap Najma seraya menyerahkan baby A kepada Fifi.
"Oke, Akbar main sama mba Fifi ya..."
Najma segera naik ke kamarnya. Ketika hendak ke kamar mandi, ia membuka ponselnya, rupanya ada pesan dari Ardi.
Babe... ini aku ada meeting lanjutan sama direksi, mungkin sampai malam, kamu makan malam duluan aja nanti, ga usah nunggu aku langsung tidur aja, istirahat yang banyak babe, I love you dan baby kita, juga Akbar...
Kemudian Najma mengetik balasan...
Iya Mas, aku ditemani Fifi, jangan khawatir, I love you more ..
.
Bada isya, baby A sudah terlelap di kamarnya, Najma makan malam bersama Fifi.
"Alhamdulillah ada kamu Fi, kalau nggak bakal kesepian deh aku," ucap Najma.
"Iya Mba, tapi maaf jadi pakai baju Mba Najma,"
"Ga papa Fi, pas juga di kamu, ukuran tubuh kita hampir sama, hihi ..."
Setelah makan mereka nonton TV sebentar, dan Najma mulai mengantuk.
"Baru jam sembilan kok udah ngantuk banget aku, tidur yuk," Najma ke atas, dan Fifi malam ini tidur di kamar baby A.
.
Pukul sebelas malam, Ardi baru pulang, ia masuk rumah yang sudah dalam keadaan gelap, namun rupanya Najma ada di dapur mengambil minum. Ardi segera mendekat dan memeluk Najma dari belakang.
"Babe, kamu belum tidur? Kangen banget sama kamu..." ucap Ardi. Yang dipeluk pun tersenyum bahagia.
__ADS_1