Bintang Untuk Bumi

Bintang Untuk Bumi
Bagian 30 : Aku Kamu?


__ADS_3

Episode sebelumnya...


"Iya dok, apakah kejadian itu membuat sakit di kepalanya kambuh lagi? . "


"Ah tidak tapi sebaiknya Bintang istirahat full dulu. "


"Baiklah dokter, kalau begitu saya permisi dulu. Terimakasih banyak. " Ujar Bumi lalu kembali ke ruangan rawat inap Bintang. Gadis itu tengah tertidur pulas.


###


Happy Reading and Enjoy


###


Bintang sudah tertidur pulas sejak tadi, sementara Bumi masih terjaga di samping tempat tidurnya. Bumi tadinya ingin menelpon orang tua Bintang namun gadis itu melarangnya dengan alasan tidak ingin membuat orang tuanya merasa khawatir.


Leo sudah ditangani oleh pengacara Bumi dan hasil visum Bintang juga sudah di serahkan ke kepolisian tinggal menunggu proses kelanjutannya saja.


Bumi memperhatikan tangannya yang di pegang dengan erat oleh Bintang, seakan-akan gadis itu tidak mengizinkan Bumi untuk selangkah saja meninggalkannya. 1 jam yang lalu bos dan teman kerja Bintang sudah datang untuk melihat keadaannya dan bosnya yang baik hati itu memberikannya cuti selama 2 minggu untuk pemulihan.


Bumi kemudian membaringkan kepalanya ke ke kasur tempat Bintang sedang tertidur pulas. Pikirannya mengingat-ingat kejadian yang terjadi pada minggu lalu pada saat Shanti datang ke apartement nya.


(Flashbackon)


...Tok.. Tok.. Tok.....


...Tok.. Tok.. Tok.....


Terdengar suara ketukan dari depan pintu apartement Bumi. Bumi yang menyangka bahwa yang mengetuk pintu nya adalah Bintang yang berubah pikiran akan tinggal menemaninya malam itu justru mendapati orang lain.


"Bintaaa.. Eh Shanti?. "


"BUMIII." Teriak Shanti langsung masuk ke dalam apartementnya.


"Aku butuh penjelasan yang masuk akal dari semua kejadian yang sudah terjadi kemarin. "


"Penjelasan apalagi?. " Jawab Bumi dengan malas.


"Aku, aku gak ngerti maksud aku apa benar atau aku itu papa kamu yang ninggalin kamu itu?. " Tanya Shanti memberanikan diri untuk menanyakan hal yang sebenarnya ia sudah tahu dari penjelasan ayahnya, Namun ia merasa tidak puas dan ingin mendengarnya langsung dari Bumi.

__ADS_1


"Jawaban apa yang kamu mau emangnya?. " Bumi bertanya balik.


Shanti langsung memeluk tubuh Bumi merasa bersalah kepada Bumi, meskipun sebenarnya gadis itu tidak ada kaitannya langsung dengan kematian mama Bumi namun tetap saja ia merasa bersalah karena gara-gara papa Bumi menikahi ibunya yang waktu itu sedang menjanda Bumi harus hidup sebatang kara tanpa orang tua. Shanti sedikit banyak sudah tahu cerita masa lalu mentan kekasihnya itu, karena mereka pertama kali bertemu saat Bumi sedang merintis karirnya dari nol.


"Bumi, maafin keluarga aku, maafin aku juga yang gak pernah benar-benar ngertiin kamu selama ini."


"Udahlah Shan, gak usah di bahas lagi kita lupain aja semua yang udah pernah terjadi di antara kita. " Ujar Bumi, dingin. Entah mengapa hatinya menjadi semakin sakit saat ini.


"Bumi, aku masih sayang sama kamu, kamu bawa aku lari aja biar kita bisa nikah aku bakal tinggalin keluarga aku, aku gak bisa hidup tanpa kamu. " Shanti menangis histeris hatinya merasa sangat hancur menyadari kekasihnya selama ini ternyata adalah kakak tirinya.


"Shanti, hei, hei sadar kita udah gak bisa bersama lagi dan kita harus terima itu. " Bumi mencoba membuka mata Shanti agar gadis itu tidak dibutakan oleh emosi sesaat nya.


"Aku pikir kamu juga cinta sama aku, tapi kenapa respon kamu kayak gitu, aku udah bela-belain datang kesini dan kabur dari rumah cuman buat temuin kamu Bumi. "


"Stop, stop Shanti. Aku gak mungkin nikahin adik aku sendiri. " Ujar Bumi merasa prustasi melihat Shanti yang histeris.


"Kita gak punya ikatan darah Bumi, kita masih bisa nikah, ayo kita lari keluar negeri biar mereka gak ada yang bisa ngelarang hubungan kita. "


Bumi yang merasa hal itu bukannya menjadi solusi, justru akan membuat masalah menjadi semakin besar.


"Shanti, akau mau kita putus, kita berakhir dan lupain semuanya. "


Shanti lalu menciumnya dan memaksanya untuk melakukan hubungan badan, Untungnya Bumi buru-buru tersadar bahwa mereka melakukan hal yang salah, hal itu tidak boleh terjadi. Shanti harus kembali pulang ke keluarganya.


Mendapati penolakan dari Bumi tidak membuat gadis itu menyerah, ia terus-terussan mencoba merayu Bumi. Shanti membuka satu persatu kancing bajunya dan mencoba menciumi tubuh Bumi sekali lagi namu Bumi terus-terussan menolaknya hingga tanpa sengaja mendorong gadis itu hingga kepalanya hampir mengenai kaca meja.


"Shanti maaf, aku, aku gak sengaja. "Bumi merasa sangat terkejut dengan tindakan refelknya barusan.


Shanti menatapnya dengan tatapan nanar dan langsung berlari pergi, keluar dari apartemen Bumi.


Bumi yang merasa tersiksa dengan keadaan itu juga tidak dapat berbuat banyak, ia bisa saja membawa Shanti lari ke negeri dan meninggalkan semuanya namun bagaimana dengan nasib kariawannya? bagaiamana dengan nasib orang-orang yang bergantung hidup dengannya? apakah ia setega itu ? mengorbankan orang lain hanya untuk memenuhi ambisi cintanya?. Keluarga Shanti tidak mungkin akan tinggal diam jika mengetahui dirinya membawa lari gadis itu. Akan lebih banyak orang lain lagi yang menderita jika Bumi hanya memikirkan dirinya dan Shanty saja.


Air mata Bumi menetes tanpa sadar memikirkan nasibnya yang soal, takdirnya yang buruk dan hidupnya yang kesepian. Bumi selalu berakhir dengan sendirian.


(Flashbackoff)


###


Bintang terbangun keesokan harinya dan mendapati Bumi yang tertidur dengan posisi duduk. Lehernya terasa sakit dan sulit untuk menekan, Bintang mencoba mengangkat tangan kanannya yang ternyata masih saling menggenggam dengan tangan Bumi.

__ADS_1


Bumi yang menyadari adanya pergerakan dari tubuh Bintang sontak terbangun.


"Bintang?. "


"Kamu udah bangun.? "


"Hmmm." Jawab Bintang.


"Kamu mau minum?. "


"Hmmm." Bintang menganggukkan kepalanya.


Bumi kemudian bangun dan berjalan mengambil air putih pada despenser yang berada di sudut ruangan, lalu membanru Bintang meminum air itu.


"Ahhhh enak. " Ujar Bintang, Bumi yang mendengar itu langsung mengernyitkan alisnya.


"Apanya yang enak?. "


"Airnya mas. "


"Yaudah aku mau keluar bentar buat nyari makanan, kamu pasti laparkan?. "


"Kamu?. " Bintang sepertinya mulai menyadari sesuatu, sejak semalam sebenarnya ia sudah merasa aneh dengan Bumi yang merubah pengucapannya.


"Ii-iya maksud gue, elo mau makan kan?pasti elo gak bakalan suka makanan rumah sakit, jadi gue keluar bentar. " Ujar Bumi gugup, baru menyadari juga bahwa dirinya sejak semalam selalu mengatakan aku-kamu, bukan gue-elo lagi.


"Hah?. " Bintang merasa heran dengan laki -laki itu. Karena gugup Bilumi langsung pergi dan menghilang dari hadapan Bintang.


"Aneh emang, padahal aku berharapnya mas Bumi udah bisa lebih santai kalau bicara sama aku. " Bintang merasa sedikit kecewa. Namun Bintang segera menyadari sesuatu bahwa dirinya saat ini sedang berada di rumah sakit, apakah Bumi baik-baik saja? apakah trauma nya terhadap rumah sakit sudah hilang?. Pertanyaan-pertanyaan itu berputar-lutar di dalam pikirannya.


Bintang kemudian mencari-cari Hpnya dan baru mengingat kalau HPnya itu sudah rusak karena masuk ke dalam air bekas cuciannya.


Bersambung...


Note : Terima kasih sudah membaca, klik like, klik subscribe, klik vote dan tinggalkan komentar kalian di bawah yah untuk mendukung author.


Saran dan masukan yang membangun akan lebih berguna agar author menjadi lebih baik lagi dalam menghasilkan karya-karya baru ke depannya.


Author

__ADS_1


#kimel#


__ADS_2